SELAMAT DATANG

Blog ini dibuat terutama sebagai sarana diskusi para mahasiswa. Terima kasih atas pengertiannya.....
Postingan tentang BAHASA TOMBULU telah disatukan pada blog: bahasatombulu.blogspot.com
Tugas wawancara pebisnis dipostingkan pada blog: kuraberbisnis.blogspot.com

Sabtu, 20 Februari 2016

Uang Bukan Segalanya Bagi Pekerja




Bahan Bacaan: Silliker, Amanda. 2012. Money not among top 10 motivators for workers. Canadian HR Reporter, May, Vol. 9(5):3

Demo menuntut kenaikan gaji sering mewarnai media massa. Hal itu membuat banyak orang beranggapan bahwa uang merupakan factor utama yang menjadi pendorong (motivator) bagi pekerja untuk berkinerja dengan baik dan atau memutuskan untuk tetap bertahan dalam suatu organisasi.
Silliker (2012) berpendapat lain. Uang bukan motivator utama bagi pekerja. Mengutip survey yang dilakukan pada 6000 pekerja di Amerika Utara, Silliker (2012) menunjukkan bahwa uang hanya menduduki posisi ke 12. Adapun 5 motivator utama adalah:

  1. Orientasi pada pelanggan: keinginan untuk membuat pelanggannya senang/bahagia
  2. Prestasi: keinginan untuk bekerja dalam lingkungan kerja yang menantang dan berorientasi pada hasil
  3. Inspirasi: keinginan untuk menginspirasi orang lain dengan suatu pekerjaan
  4. Identitas dan tujuan: keinginan bekerja dalam satu organisasi atau suatu bidang yang memiliki etika atau nilai tertentu
  5. Kesenangan dan kegembiraan: keinginan untuk bekerja dalam suatu posisi atau perusahaan yang memiliki budaya organisasi yang menyenangkan.
Pemahaman ini akan membantu manajer untuk tidak hanya berupaya memenuhi aspek gaji tapi sekaligus berupaya untuk mewujudkan keinginan-keinginan karyawan tersebut di atas. Apalagi, jika manajer tahu bahwa organisasi tidak memiliki kemampuan finansial yang kuat maka dia harus berupaya untuk mewujudkan aspek-aspek non finansial yang dapat membuat pekerja tetap termotivasi sehingga berkinerja baik dan tetap bertahan dalam organisasi.

Bahan Diskusi:

Andai Saudara manajer SDM, apakah yang akan Saudara lakukan agar pekerja dapat terbantu untuk memenuhi salah satu atau lebih dari keinginan mereka di atas? Selamat Berdiskusi

107 komentar:

  1. Jika saya menjadi manajer SDM langkah awal yang saya wujudkan dalam bentuk aspek non-finansial adalah
    1. Melakukan pendekatan secara personal kepada karyawan di tempat kerja :
    Semisal kita mencari tahu apa saja kendala-kendala yang mereka rasakan selama bekerja, dan tidak lupa memberi solusi untuk pemecahan masalah yang ada ditunjang bersama motivasi yang bisa membangkitkan gairah untuk mereka semangat bekerja lagi.
    2.Melakukan training secara reguler
    Cara ini sungguh efektif untuk mengasah motivasi karyawan sehingga mereka dapat menunjukan prestasi lebih dalam bidangnya, bila perlu kita sebagai manajer SDM menyewa tenaga kerja ahli pada bidangnya untuk memberi training agar keahlian mereka dapat digunakan secara efektif dan efisien.
    3.Memberikan penghargaan (non-finansial) bagi para karyawan yang mempunyai kredibilitas tinggi dalam pekerjaan nya. Sehingga mereka menganggap diri mereka sangat berharga bagi perusahaan, tentunya dengan memberikan penghargaan yang bersifat pujian bagi para karyawan yang memiliki prestasi tinggi dapat menggembirakan dan menyenangkan bagi mereka sehingga mereka pun bisa bekerja lebih giat dan termotivasi lagi.
    Terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya ingin mengomentari pendapat felix no 2 yaitu memberikan trainer secara berkala , jika perusahaan anda minim dalam hal financial bagaimana anda akan berikan trainer ? Dan trainer tidaklah murah .
      No 3 berikan penghargaan dengan pujian hingga termotivasi , menurut saya pujian saja tidak cukup , perlu adanya tambahan seperti bonus uang agar pekerja lebih giat lagi

      Hapus
    2. Saya setuju dengan pendapat anda felix. saya akan memberikan tanggapan untuk solusi utama yang anda berikan yaitu melakukan pendekatan personal agar dapat memotivasi karyawan untuk melakukan pendekatan personal dengan karyawan anda apakah etis atau tidak anda menanyakan hal-hal yang bersifat pribadi untuk mengetahui kepribadian karyawan anda ? untuk menanggapi solusi anda yang kedua adalah melakukan training hal yang ingin saya tanyakan melakukan training yang sangat efektif untuk mendukung motivasi kinerja karyawan anda itu dari awal rekrutmen atau pada saat karyawan anda menjadi pekerja purna waktu atau bahkan anda lakukan secara terus menerus. untuk solusi anda yang ketiga memberikan penghargaan kepada karyawan yang berprestasi apakah menurut anda seratus persen efektif karena pemberian penghargaan pastinya adanya daya saing antara karyawan yang satu dengan yang lain. Bagaimana peran anda sebagai seorang manajer HRD untuk menciptakan lingkungan kerja yang positif sehingga program penghargaan yang anda adakan untuk memotivasi para karyawan dapat berjalan efektif ? terima kasih :)

      Hapus
    3. 1. Bagaimana seorang manager sdm bisa melakukan pendekatan kepada staf2nya ? Cara apa yang dilakukan seorang manager yang berkedudukan lebih tinggi untuk bisa mendapat informasi yang di inginkannya ?
      2. Menurut saya seorang yang di terima di suatu tempat pekerjaan kebanyakan memiliki kemampuan yang sudah sesuai bidangnya dan menuruut saya bukan training yang harus diberikan melainkan pendekatan antar karyawan supaya bisa bekerja sama dengan baik antar karyawan lainnya
      3. Penghargaan non finansial yang bagaimana yang bs d hargai oleh karyawan ? Kita berbicara di indonesia semua bekerja untuk mendapatkan uang bukan untuk mendapatkan sebuah apresiasi. Misalnya kita mau beli bakso dengan apresiasi ? Apakah bisa ?

      Hapus
    4. - Saya tidak sepenuhnya sependapat dengan saudara Felix mengenai cara - cara melakukan pendekatan - pendekatan diluar aspek finansial.
      - Untuk perusahaan skala kecil, perusahaan dapat melakukan pendekatan personal dan juga memberi penghargaan.
      - Sebagai tambahan, melakukan pendekatan secara personal dapat dilakukan dari hal yang paling simple, dengan memulai dari diri kita sendiri (sebagai atasan), yaitu memperlakukan karyawan sebagai manusia.
      - Memberi penghargaan sebaiknya diikuti dengan tambahan fasilitas / kenaikan gaji / apapun yang membuat penghargaan itu sendiri memiliki makna.
      - Untuk melakukan trainning, butuh biaya yang besar. Karyawan pasti bosan juga jika perusahaan terus menerus memberi trainning sehingga kinerja mereka meningkat, tapi setelah kinerja mereka meningkat, tidak diikuti dengan kenaikan gaji. Yang ada karyawan malah menganggap trainning tersebut malah merugikan mereka.

      Hapus
  2. Yang harus dilakukan manajer SDM jika keadaan finansial dalam organisasi tidak memungkinkan. Manajer dapat memberikan reward kepada para karyawan seperti yang ada pada restoran cepat saji mereka memberikan reward "Employee Of The Month" pada karyawan nya agar semakin termotivasi untuk bekerja. Lalu untuk menutupi organisasi dalam hal finansial masih kurang, organisasi bisa mengakumulasi point rekap hasil dari "Employee Of The Month" untuk jangka waktu 1 tahun dan perusahaan bisa memberikan Insentif atau tambahan gaji dimama karyawan yang memperoleh point terbanyak yang masuk "Employee of the month" dan itu bisa memotivasi karyawan dalam segi non-finansial.
    Terima Kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya akan menanggapi saudara Hari. Menurut saya, dari cerita di blog ini, penelitian dilakukan di Amerika, bukanlah di Indonesia, sedangkan budaya yang ada di Amerika dan di Indonesia sangatlah berebeda, terlihat sekali di Indonesia ini bahwa secara kasar uang adalah segalanya. tidak penting bagaimana kebahagiaan pelanggan atau semacamnya, para karyawan di indonesia ini lebih mementingkan uang, saya setuju dengan pendapat saudara Anthony, tidak cukup hanya diberikan "gelar" namun tidak disertai "uang" yang sepadan. terima kasih

      Hapus
    2. Saya ingin setuju dengan tanggapan saudara anthony, bahwa tambahan "uang" yang menyertai "gelar" tersebut akan sulit dilakukan oleh perusahaan dengan keuangan yang minim. Selain itu, metode tersebut berarti kita kembali lagi ke pemberian insentif berupa uang. Mungkin hendak menambahkan saja, tapi sistem "employee of the month" ini bisa menambah rasa senang pada pekerjaan dan membuat karyawan merasa berprestasi. Bisa kita lihat pada beberapa restoran cepat saji di Surabaya (maaf saya lupa tepatnya restoran mana yang menerapkan hal ini), yang memajang foto karyawan terbaik mereka di bagian kasir sehingga bisa dilihat oleh semua orang, baik rekan kerja maupun pelanggan. Hal ini bisa membuat mereka merasa berprestasi dan merasa menginspirasi sesama rekan kerja mereka, seperti yang diungkapkan dalam bacaan di atas. Terima kasih

      Hapus
    3. Sangat menarik sekali contoh yang saudara berikan untuk diskusi topik ini. Kebetulan saya juga menonton film yang sangat mendukung praktek kerja manajer SDM pada lingkungan kerja nyata ini. Pada film "Employee of the Month" ini diceritakan toko ritel besar bernama "SuperClub" yang mempekerjakan para karyawan dengan sistem reward and punishment. Namun, yang saya ingin tanyakan kepada anda bahwa program motivasi yang diberikan ini justru menjadi persaingan yang tidak sehat antara Zack dan Vince. Hal ini terbukti bahwa untuk mencapai gelar kasir yang tercepat Vince rela melakukan kecurangan dengan meloloskan beberapa barang belanjaan dari barcode untuk mempercepat proses pembayaran di kasir. Dari contoh yang anda berikan memang secara teori pemberian penghargaan akan memotivasi karyawan. Namun, secara praktek dalam film yang anda contohkan juga bahwa program penghargaan ini malah membuat rugi perusahaan ritel ini ? Jadi masikah program penghargaan ini efektif ? jika masih efektif untuk meningkatkan motivasi,sebagai manajer HRD tindakan apa yang menjadi solusi agar program ini menjadi dampak positif bagi perusahaan ? terima kasih :)

      Hapus
    4. - Hal yang paling dapat dilogika, ketika perusahaan anda terancam finansialnya, jangan melakukan tindakan lain yang juga memakan biaya.
      - Memberlakukan Employee of The Month dalam situasi darurat, memiliki sisi baik, namun juga tidak melepaskan resikonya.
      - Sisi baik bagi perusahaan itu sendiri, dengan adanya pemberlakuan Employee of The Month dalam situasi genting, karyawan - karyawan pasti berusaha memberikan kinerja baiknya kepada perusahaan dengan iming - iming sejumlah reward yang akan diterimanya.
      - Resiko yang terjadi dengan pemberlakuan Employee of The Month :
      1. Apakah perusahaan berani menjamin bahwa keadaan finansial akan membaik ?
      2. Pemberlakuan Employee of The Month pasti mengeluarkan biaya sebagai reward untuk karyawan terbaiknya. Kembali ke tujuan awal, kondisi genting > diberlakukan employee of the month > keadaan membaik > laba (mampu menutup kerugian pada periode sebelumnya. Jika laba yang dihasilkan malah digunakan untuk pemberian reward kepada karyawan, dana untuk menutup kerugian harus dikumpulkan lagi.
      - Pemberlakuan Employee of The Month kadangkala menyebabkkan persaingan tidak sehat antar karyawan itu sendiri.

      Hapus
    5. Saya setuju dengan pendapat saudara hari wahono, namun saya juga akan menambahkan pendapat saya mengenai reward non finansial yaitu memberi kepercayaan lebih kepada karyawan agar karyawan merasa kinerjanya dihargai. Selain itu reward non finansial juga dapat diberikan dengan bentuk promosi jabatan.

      Hapus
  3. Menurut saya sebagai manajer SDM untuk membuat karyawan saya berkinerja lebih baik (termotivasi) saya akan menciptakan suatu ruang lingkup pekerjaan yang benar" 'Terbuka' dimana semua karyawan dapat bersaing secara jujur dan bebas dalam pekerjaan agar mendapat sebuah kepercayaan dari sang manajer , dan sebagai manajer sendiri haruslah melakukan sebuah penilaian yang objektif terhadap karyawannya agar dinilai adil dan tidak berbau pilih kasih terhadap seseorang . hal ini bagi saya cukuplah untuk memotivasi kinerja karyawan karena bagi saya kebanyakan orang ingin mendapat kepercayaan yang tinggi baik dari perusahaanya maupun manajernya, selain motivasi dari segi Gaji ataupun penghargaan 'Emloyee of The month'

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya akan menanggapi komentar yang diberikan oleh saudara tito, memang benar dalam bekerja hal yang penting untuk dapat meningkatkan motivasi karyawan adalah dengan ruang lingkup pekerjaan yang terbuka sekaligus penilain dari atasan yang harus obyektif. Lalu bagaimana dengan diri karyawan itu sendiri? Menurut saya sebelum hal-hal itu dilakukan sebaiknya hal yang paling utama adalah motivasi dalam diri karyawan iti sendiri untuk dapat maju dan menghasilkan hal-hal yang positif bagi pekerjaan mereka. Karena kinerja yang baik tidak akan mengkhianati hasil nya baik itu berupa jabatan ataupun pendapatan

      Hapus
    2. Sebagai manajer HRD yang baik tindakan anda sudah benar untuk menciptakan ruang lingkup kerja yang terbuka sehingga para karyawan tidak merasakan "gap" antara manajer tingkat atas hingga tingkat bawah. Untuk menciptakan lingkungan kerja yang terbuka menurut anda strategi apa yang anda lakukan agar lingkungan kerja yang "terbuka" ini dapat terwujud ? kemudian untuk melakukan penilaian kinerja menurut anda apakah penilaian 360 derajat dapat dijadikan nilai instrumental untuk mencapai motivasi yang tinggi bagi setiap karyawan anda ?

      Hapus
    3. - Saya setuju dengan tindakan yang diambil saudara Tito. Sebuah tim akan berkinerja dengan baik apabila solidaritas dalam kelompok tersebut tinggi.
      - Disebutkan bahwa anda berusaha menciptakan situasi dimana karyawan saling terbuka, bersaing secara jujur dan bebas dalam bekerja. Selain itu, anda juga mengatakan, bahwa seharusnya sebagai manajer anda memberikan penilaian secara objektif.
      - Namun, dapatkah itu semua dilakukan sesuai teori yang anda sampaikan ? Sepertinya, tidak ada manusia yang ingin memperlihatkan tujuan yang sebenarnya ingin dicapainya secara blak - blak.an. Apalagi saat tujuan tersebut tidak baik. Saya kembalikan lagi, Bagaimana anda mengatasi hal ini ? Tidak semua orang bisa terbuka, ada yang cenderung diam.
      - Lalu, untuk penilaian objektif. Rasanya sangat tidak mungkin, apabila kita sebagai manusia memberi penilaian secara objektif terhadap sesuatu, kecuali ujian tertulis. Kita manusia dianugrahi perasaan oleh Tuhan, dimana sering kali kita mendapat kesan pada pandangan pertama.
      - Penilaian objektif hanya mendukung penilaian subjektif saja. Misal, anda mendengar bahwa ada karyawan anda sangat lamban dalam bekerja. Otomatis, anda pasti langsung was - was dengan karyawan tersebut. Lalu, saat anda memberi tugas, ternyata memang pandangan karyawan lain terhadap karyawan tersebut adalah benar. Dia tidak mampu menyelesaikan tugas yang anda berikan sesuai dengan waktu yang ditentukan. Disini, penilaian subjektif lebih dulu terjadi dibanding penilaian objektif. Maka, hal yang lebih gampang kita lakukan adalah dengan tidak mudah terpengaruh dengan apa kata orang.

      Hapus
  4. Menurut saya sebagai manajer SDM untuk membuat karyawan saya berkinerja lebih baik (termotivasi) saya akan menciptakan suatu ruang lingkup pekerjaan yang benar" 'Terbuka' dimana semua karyawan dapat bersaing secara jujur dan bebas dalam pekerjaan agar mendapat sebuah kepercayaan dari sang manajer , dan sebagai manajer sendiri haruslah melakukan sebuah penilaian yang objektif terhadap karyawannya agar dinilai adil dan tidak berbau pilih kasih terhadap seseorang . hal ini bagi saya cukuplah untuk memotivasi kinerja karyawan karena bagi saya kebanyakan orang ingin mendapat kepercayaan yang tinggi baik dari perusahaanya maupun manajernya, selain motivasi dari segi Gaji ataupun penghargaan 'Emloyee of The month'

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya setuju dengan pendapat saurada tito, yang terpenting adalah bagaimana caranya seorang manajer SDM mampu menciptakan lingkungan kerja yang nyaman bagi para pekerja. Terlepas dari lingkungan didalam perusahaan, faktor dalam diri karyawan sendiri juga mempengaruhi dan tidak dapat dipungkiri hal tersebut dapat mengganggu kinerja para karyawan... mungkin ada beberapa orang memiliki anggapan bahwa "seberat apapun masalah pribadi karyawan, tetaplah harus profesional", namun tidak semua karyawan bisa melakukan hal tersebut, meskipun seorang karyawan harus bersikap profesional, namun kondisi psikologis 1 orang dengan orang yang lain berbeda. Jika saya menjadi manajer SDM, saya akan menyediakan layanan konseling bagi karyawan perusahaan yang sedang mengalamai tekanan, baik dari lingkungan perusahaan dan dari lingkungan eksternal perusahaan, penyediaan layanan konseling juga bisa menjadi sebuah media bagi manajer untuk memotivasi dan membangun semangat kerja para karyawannya, serta berbaur dengan karyawan, hal sederhana ini tanpa disadari juga dapat menciptakan motivasi yang lebih besar dari karyawan itu sendiri, selain merasa lingkup kerja yang nyaman, karyawan juga dapat merasakan bahwa tidak ada kesenjangan antara atasan dan bawahan, dan juga karyawan akan merasakan dipedulikan dengan adanya layanan konseling yang diberikan.
      Sekian Terima Kasih.

      Hapus
    2. Mohon maaf sebelumnya, saya kurang seutuju dengan pendapat yang saudara Tito mengenai kondisi lingkungan pekerjaan yang terbuka. Dengan kondisi terbuka maka bisa menimbulkan masalah baru maupun boomerang bagi pimpinan dan perushaaan, dikarenakan ada beberapa kegiatan atau persoalan yang memang sengaja dibedakan antara karyawan satu dengan yang lain atas dasar kemampuan atau spesialisasi, jika dengan kondiisi terbuka, maka dapat memicu salah satunya adalah kecemburuan antara karyawan dan menjadi senjata yang kuat dalam melakukan persaingan.
      Saya lebih sependapat dengan pernyataan saudara Gregorius untuk layanan konseling, sehingga kondisi perusahaan tetap stabil dan karyawan memiliki tempat untuk curhat. Bisa juga dibangun departemen khusus untuk konseling, dikarenakan kalau langsung dilakukan oleh pimpinan, maka jawaban sempurna yang akan diberikan karyawan, dan konseling menjadi tidak bermanfaat atau berguna.
      Cara lain yang lebih memungkinkan adalah mengajak gathering atau game didalam perusahaan, sehingga saat kondisi informal, karyawan menjadi tidak takut untuk mengutarakan pendapatnya, dan secara langsung pimpinan dapat memantau dan mengamati perilaku dan psikologis karyawan tersebut.


      Ian Eka Widjaja
      MSDM II KELAS E

      Hapus
  5. Untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan agar mereka dapat tetap bertahan dalam organisasi yaitu dengan menyeimbangkan antara pekerjaan mereka dengan gaji yang mereka dapat. selain itu juga penting bagi perusahaan untuk meyeimbangkan antara pekerjaan dan kehidupan mereka diluar pekerjaan. faktor lain yang dapat memotivasi karyawan adalah bagaimana lingkungan kerja mereka, apakah sudah mendukung atau belum. Meskipun di sisi lain manager sebagai sosok pemimpin, seharusnya mereka juga mampu "berbaur" dengan karyawannya, entah melakukan pendekatan, kegiatan non-formal di kantor, serta perusahaan juga harus mampu merangkul karyawan beserta keluarga (memberikan fasilitas berlibur keluarga) agar mereka merasa terikat dengan perusahaan tersebut. Dan yang paling penting, bagaimana usaha perusahaan agar karyawan memiliki hati (beban moral) dalam perusahaan Sehingga mengurangi resiko tuntutan karyawan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya sudah setuju dengan pendapat saudari imelda tentang bagaimana cara manajer SDM melakukan pekerjaannya agar pekerja semakin memiliki loyalitas terhadap perusahaannya. Tetapi saya ingin menambahkan sedikit, perlu diketahui juga bahwa sikap dan kepribadian yang ada di dalam diri seseorang juga berpengaruh terhadap kenyamanan mereka saat bekerja. Jadi selain faktor eksternal di luar tubuh karyawan itu (usaha yang dilakukan perusahaan) juga ada faktor yang penting lainnya yaitu kepribadian asli dari dalam diri karyawan itu. Seseorang yang telah mengenal pribadinya dengan baik dan berhasil mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kriteria dirinya akan membuahkan hasil yang besar karena pekerjaan yang dia dapatkan sesuai dengan karakter yang dia miliki. Sehingga semua pihak yang bersangkutan baik di dalam diri orang itu maupun di luar diri orang itu akan menikmati hasil yang baik dari karyawan yang senang bekerja di tempat kerjanya itu.
      Terima kasih :)
      (Mea Hant Evetan-3103014137-Kelas E)

      Hapus
    2. Cara pandang anda sebagai manajer HRD sudah sangat baik. cara-cara yang anda tawarkan bahkan sudah dapat memotivasi karyawan dari tingkat bawah hingga tingkat atas. Namun, yang saya ingin tanggapi dari solusi yang anda berikan. Bagaimana cara anda agar organisasi Informal yang anda bentuk tidak malah merugikan organisasi ? Apakah tidaklah penting untuk melibatkan karyawan dapat setiap pengambilan keputusan dalam sebuah perusahaan sehingga karyawan lebih merasa diperhitungkan dalam sebuah perusahaan ? Bukankah Management by Objective juga akan mendukung motivasi karyawan anda ? Memberikan refreshing untuk satu keluarga yang anda tawarkan agar karyawan dapat termotivasi sudahkah menjamin karyawan akan memiliki ikatan institusional yang tinggi bagi perusahaan anda ? terima kasih :)

      Hapus
    3. Cara pandang anda sebagai manajer HRD sudah sangat baik. cara-cara yang anda tawarkan bahkan sudah dapat memotivasi karyawan dari tingkat bawah hingga tingkat atas. Namun, yang saya ingin tanggapi dari solusi yang anda berikan. Bagaimana cara anda agar organisasi Informal yang anda bentuk tidak malah merugikan organisasi ? Apakah tidaklah penting untuk melibatkan karyawan dalam setiap pengambilan keputusan dalam sebuah perusahaan sehingga karyawan lebih merasa diperhitungkan dalam sebuah perusahaan ? Bukankah Management by Objective juga akan mendukung motivasi karyawan anda ? Memberikan refreshing untuk satu keluarga yang anda tawarkan agar karyawan dapat termotivasi sudahkah menjamin karyawan akan memiliki ikatan institusional yang tinggi bagi perusahaan anda ? terima kasih :)

      Hapus
    4. - Saya sangat setuju dengan pemikiran Saudari Imelda. Menurut saya, hal mendasar yang menjadi pertimbangan gaji di mata karyawan adalah kesesuain antara pekerjaan dengan upah yang mereka terima. Jika hal ini sudah sesuai dengan harapan karyawan, saya yakin tidak ada karyawan yang mengeluh dengan upah yang diberikan untuknya.
      - Seorang atasan harus bijaksana dalam memberikan tugas untuk karyawan - karyawannya. Alasan utama karyawan yang tidak puas dalam hal gaji karena mereka sering diberi banyak pekerjaan, namun upah mereka kecil.
      - Ekstremnya, jika upah mereka ternyata memang sedikit, namun pekerjaan yang diberikan tidak banyak, karyawan tidak akan menuntut. Logikanya, mereka juga tidak akan mennuntut upah yang tinggi saat mereka tahu apa yang mereka kerjakan tidaklah berat.
      - Keramahan dan kecakapan atasan juga berperan dalam hal ini. Jika anda sebagai atasan bersikap bijaksana dan baik terhadap karyawan anda, maka mereka akan segan dengan anda. Namun sebaliknya, saat anda memperlihatkan dengan jelas sikap kesemena - menaan, maka mereka akan menjadi karyawan yang mudah berontak.

      Hapus
  6. untuk mempertahankan kinerja dari karyawannya agar tidak merasa bosan perlu adanya rolling posisi atau perputaran posisi pekerjaan pada karyawannya. kegiatan perputaran pekerjaan ini dilakukan untuk mencegah rasa bosan dari karyawannya dan membuat para karyawannya merasa tertantang akan sesuatu yang belum pernah mereka alami dan mengembangkan diri agar mereka dapat bekerja dengan tidak hanya memiliki satu kemampuan. dan siapa yang mengira bahwa dengan di lakukan rolling ini juga dapat membuat para karyawannya menemukan passion bekerja yang selama ini dia cari dan merasa cocok dan saat mengerjakaannya pun tidak merasa adanya beban tetapi malah merasa senang,juga dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dan tepat waktu. dengan karyawannya merasa senang dan nyaman bekerja maka akan membuat perusahaannya juga dapat berjalan dengan baik, karena penggambaran perusahaan yang baik juga tergantung dari kinerja karyawannya yang baik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya akan menanggapi komentar yang diberikan oleh saudari Defira Gondo Kusuma. Menurut saya, adanya rolling atau perputaran posisi pekerjaan tidaklah mudah untuk dilakukan oleh suatu perusahaan. Apalagi didalam sebuah perusahaan,yang karyawannya mungkin lebih dari 50 orang walaupun terbagi dalam beberapa divisi sekalipun. Hal tersebut pasti memerlukan pengamatan (survei) dan pendekatan secara pribadi. Banyak pertimbangan yang harus dilakukan oleh suatu perusahaan jika mau melakukan rolling posisi atau perputaran posisi salah satunya adalah pelatihan - pelatihan serta pengembangan yang akan dilakukan oleh perusahaan tersebut. Pelatihan dan pengembangan tersebut pasti memerlukan biaya. Apalagi, jika manajer tahu bahwa organisasi tersebut tidak memiliki kemampuan finansial yang kuat.
      Saya sangat setuju dengan komentar anda, apabila ada karyawan yang dipindahkan posisinya, lalu menemukan passionnya dan merasa cocok saat bekerja serta dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik dan tepat waktu ini juga akan membuat kinerja karyawan lebih baik dan pastinya menguntungkan perusahaan. Tepapi hal tersebut jarang sekali terjadi. Banyak karyawan yang menerima posisi tersebut karena di tunjuk dan mau tidak mau karyawan tersebut harus menempati posisi itu. Lalu bagaimana kalau karyawan tersebut tidak menemukan kenyamanan di posisi tersebut tetapi tetap di tempatkan pada posisi itu??
      Terima kasih ..

      Hapus
    2. Perputaran pekerjaan yang andan tawarkan untuk meningkatkan motivasi dalam sebuah organisasi sudah cukup baik. Namun, saya ingin menanyakan apakah perputaran pekerjaan ini sama atau berbeda dengan manajemen karir ? tolong jelaskan argumen anda. Sebagai manajer HRD yang efektif mengkombinasikan perputaran pekerjaan dengan vestibule training dapatkah menjadi solusi alternatif meningkatkan motivasi karyawan anda ? terima kasih :)

      Hapus
    3. Saya ingin menanggapi saudari devira. Menurut saya sangat tidak efektif melakukan rolling pekerjaan yang tidak sesuai dengan bidang orang itu sendiri, karena jika orang itu ditempatkan ke posisi yang dia tidak kuasai maka perusahaan harus melakukan pelatihan ulang dan itu memakan waktu dan biaya yang cukup banyak sehingga tidak efektif menurut saya

      Hapus
    4. saya ingin menanggapi saudari Devira, menurut saya sebaiknya sebelum melakukan perputaran pekerjaan itu manager atau atasan harusnya mencari tahu lebih dahulu tentang orang yang akan di rolling tersebut, apakah orang tersebut cocok ditempatkan di tempat yang baru itu atau cocok ditempat yang lamanya tersebut. karna tidak semua orang menyukai tantangan dalam pekerjaannya.. Dan kalau misalnya atasan salah menempatkan orang tersebut maka kegiatan perusahaan tersebut juga akan terhambat dan itu juga dapat merugikan perusahaannya sendiri.

      Hapus
    5. Saya ingin menanggapi pendapat dari saudari devira gondo. Menurut saya tidak semua perusahaan juga akan melakukan kegiatan rolling jabatan kepada semua karyawannya, karena pada dasarnya mereka yang sudah lama menjabat di perusahaan itu sudah melalui seleksi yang tepat, maka untuk melakukan rolling pekerjaan di suatu perusahaan sangatlah tidak memungkinkan apalagi terdapat banyak karyawan diperusahaan itu. Dan jika karyawan tidak menguasai pekerjaannya itu, perusahaan harus memberikan pelatihan yang baru lagi, maka itu akan merugikan perusahaan karena memperbanyak pengeluaran perusahaan.

      Hapus
    6. - Menurut saya, perputaran posisi / divisi sebenarnya bukan malah memberi suasana baru yang membuat karyawan merasa senang, namun lebih cenderung dihindari oleh karyawan itu sendiri.
      - Perputaran posisi / divisi cenderung dihindari karyawan karena :
      1. Karyawan sudah nyaman dengan posisi / divisi dimana ia ditempatkan.
      2. Karyawan takut, apabila perputaran itu malah menjatuhkan karirnya.
      3. Dengan diadakan perputaran posisi, karyawan harus belajar lagi dan beradaptasi lagi.
      - Dalam skala perusahaan besar, sangat tidak efisien bila melakukan perputaran posisi, apalagi perusahaan besar sering dihadapkan dengan keadaan genting.
      - Untuk pemuasan karyawan dibidang non-finansial, perputaran posisi malah dapat merugikan perusahaan itu sendiri dan karyawan anda.

      Hapus
  7. Yang harus dilakukan manajer SDM memberikan pelatihan kepada karyawannya. Gathering setahun sekali juga bisa diberikan kepada karyawan. Agar karyawan tidak merasa bosan dan jenuh akan adanya kegiatan pekerjaan setiap hari . Agar karyawan merasa mereka sangat berharga bagi manajer. Sehingga kualitas kerja di pekerjaan mereka dapat maksimal, manajer juga dapat mengetahui satu persatu dari mereka jika diadakan gathering , dan sesama karyawan dapat saling akrab sehingga tercipta adanya suasana hubungan kerja yang baik. Memberikan karyawan toleran juga. Tetapi toleran pendapat pada saat adanya meeting karyawan tersebut tetap harus sesuai peraturan, sehingga karyawan tidak merasa mereka terkurung tetapi mereka dpt mengeluarkan pendapat sebaik mungkin untuk kebaikan perusahaan di masa yang akan mendatang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gathering yang anda tawarkan untuk meningkatkan motivasi apakah sudah menjadi solusi alternatif untuk meningkatkan motivasi ? tolong perjelas lagi apakah gathering dapat memenuhi salah satu 5 kriteria menurut Silliker (2012) berpendapat lain. Uang bukan motivator utama bagi pekerja. Mengutip survey yang dilakukan pada 6000 pekerja di Amerika Utara, Silliker (2012) menunjukkan bahwa uang hanya menduduki posisi ke 12. Adapun 5 motivator utama adalah:

      Orientasi pada pelanggan: keinginan untuk membuat pelanggannya senang/bahagia
      Prestasi: keinginan untuk bekerja dalam lingkungan kerja yang menantang dan berorientasi pada hasil
      Inspirasi: keinginan untuk menginspirasi orang lain dengan suatu pekerjaan
      Identitas dan tujuan: keinginan bekerja dalam satu organisasi atau suatu bidang yang memiliki etika atau nilai tertentu
      Kesenangan dan kegembiraan: keinginan untuk bekerja dalam suatu posisi atau perusahaan yang memiliki budaya organisasi yang menyenangkan.
      JIka dapat memenuhi tolong berikan aspek mana sajakah yang berdampak positif dari gathering yang andan usulkan. terima kasih :)

      Hapus
    2. saya ingin menanggapi dari saudari Maria Melisa. saya kurang setuju tentang memberikan pelatihan kepada karyawan tiap setahun sekali karena jika di berikan pelatihan terus tidak dipergunakan akan sia - sia bagi karyawan dan perusahaan. alangkah baiknya jika yang berprestasi di kasih reward liburan ke luar negeri atau dalam negeri setahun sekali dan ambil sertifikat prestasi seperti award night jadi bisa tau sapa saja karyawan yang berprestasi.

      Hapus
    3. Mohon maaf sebelumnya, saya akan coba membantu menengahi persoalan yang terjadi. Yang saya tangkap, dalam penjelasan saudari Melisa, cara yang dilakukan untuk meningkatkan motivasi bukanlah dengan gathering yang dilakukan, tetapi gathering yang dilakukan bertujuan agar atasan dapat mengamati dan memantau perilaku dan psikologis dari karyawannya, dikarenakan dalam acara informal sikap dan perilaku seseorang menjadi lebih terbuka dan apa adanya, sehingga atasan dapat memantau apa yang dibutuhkan oleh setiap karyawannya. Setelah itu atasan dapat memperlakukan karyawan sesuai kebutuhannya, sehingga peningkatan motivasi dapat dilakukan setelah gathering terjadi
      Untuk saudara handoyo, mungkin anda salah menerjemahkan pernyataan yang diberikan saudari Mellisa. Karrena yang satu tahun sekali adalah gatheringnya bukan pelatihannya. Untuk karyawan berprestasi, mungkin tidak harus reward yang berupa material, dikarenakan jika seorang karyawan mendapatkan berulang ulang maka akan menimbulkan rasa bosan, dan dapat menurunkan motivasinya.
      Ian Eka Widjaja
      MSDM II KELAS E

      Hapus
  8. Yang perlu dilakukan manajer untuk memotivasi karyawannya secara non-financial yaitu dengan mengadakan gathering atau refreshing bersama semua karyawan di organisasi tersebut baik itu setahun sekali maupun dua tahun sekali. Dengan cara seperti ini, karyawan bisa saling berbaur dengan yang lainnya, juga tidak merasa bosan dengan suasana kantor setiap harinya. Manajer juga dapat lebih terbuka, berbaur, dan mengakbrabkan diri dengan karyawannya. Manajer dapat menciptakan suasana yang rileks diluar kantor tetapi profesional didalam kantor. Kinerja karyawan tetap baik dengan adanya komunikasi yang baik dengan rekan kerja juga manajer. Bisa juga dengan mengadakan gathering bersama ini, manajer bisa tau bagaimana karakter karyawannya sehingga ia dapat membuat tim-tim yang tepat untuk menjalankan tujuan organisasi tersebut.
    Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan

    1. Saya sependapat dengan saudari Nerida, tetapi saya kurang setuju jika mengadakan setahun hingga 2 tahun sekali, karena jangka waktunya terlalu lama, dan juga kebutuhan atau sikap dan perilaku seseorang sangat cepat sekali berubah. Tidak harus gathering, mungkin bisa dengan mengadakan wisata bersama, atau nonton bersama, makan malam bersama atau jalan jalan bersama dan beberapa kegiatan lainnya yang sifatnya kebersamaan.
      Ian Eka Widjaja
      MSDM II KELAS E

      Hapus
  9. Sebagai seorang manajer yang baik tentu saja tidak hanya gaji yang harus selalu diutamakan untuk meningkatkan kinerja karyawan, hal lain yang dapat dilakukan adalah seperti dengan selalu menjalin komunikasi secara berkala dengan para karyawan. Hubungan dan komunikasi yang baik antara manajer dan karyawan tentu saja akan membuat karyawan menjadi nyaman bekerja dan merasa dihargai didalam pekerjaan dan perusahaannya dan efeknya kinerja karyawan juga akan baik pula. Diawali dengan komunikasi yang baik maka motivasi yang positif akan timbul dengan sendirinya dalam diri karyawan, jadi pada intinya menurut saya komunikasi & hubungan yang terjalin baik antara manajer dan karyawan bisa memotivasi kinerja karyawan selain contoh-contoh lain yang telah diberikan teman-teman sebelumnya. Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya menanggapi saudari Jessica hani. Jadi benar apa yg di katakan jessica Hani bahwa tidak hanya gaji saja yg di utamakan. Tetapi komunikasi dan Hubungan terjalin baik antar karyawan dan atasannya. Karena dengan komunikasi yg baik semua dapat berjalan dngan lancar. Karena komunikasi segalanya. Jadi g harus gaji saja yg di prioritaskan. Jadi pada umumnya komunikasi dan hubunganlaahh yg sangat penting bagi karyawan. Supaya dapat memotivasi karyawan tsb.

      Hapus
    2. Komunikasi merupakan hal yang terpenting untuk mendukung terjalinnya hubungan antara para karyawan dan manajer hingga direktur. tetapi yang saya ingin tanggapi dari solusi yang anda berikan. Sebagai manajer HRD bagaimana cara yang menurut anda terbaik untuk menciptakan komunikasi yang efektif serta membangun motivasi.Sehingga tidak terjadi disonansi dan dilusi antara presepsi karyawan yang satu dengan lainnya ? jelaskan argumen anda ?

      Hapus
    3. Saya sependapat dengan saudari Jessica, bahwa perlu ada komunikasi berkala kepada karyawan, tetapi perlu diingat, bahwa terlalu sering berkomunikasi akan memberikan dampak yang berlawanan, dimana karyawan lebih meremehkan dan merasa akrab dengan atasannya, sehingga kinerja dapat menurun.
      saya kurang setuju jika komunikasi merupakan jawaban utama untuk meningkatkan komunikasi, perlu diingat bahwa kebutuhan setiap orang sangatlah beragamselain itu ada beberapa orang tertutup sehingga kurang suka jika berkomunikasi, mereka lebih senang diberikan instruksi lalu bekerja. Sehingga fungsi dari atasan adalah mencari metode atau strategi dan cara yang tepat dalam mengelola karyawan tersebut,
      Ian Eka Widjaja
      MSDM II KELAS E

      Hapus
    4. Terima kasih banyak atas tanggapan yg diberikan oleh sdr billy, sdri yenny,dan sdr ian.
      Saya mencoba menanggapi kembali sdri yenny & sdr ian sekaligus, menurut saya memang di dalam perusahaan antara manajer & karyawan memang sering kali terasa perbedaan jabatan yg begitu kentara, nah saya berpikir bahwa iklim persahabatanlah yg perlu dibawa didalam perusahaan. Tidak semua karyawan nyaman dengan seringnya diajak berkomunikasi oleh manajernya terus menerus, tetapi alangkah lebih baiknya jika manajer mampu melakukan cara berkomunikasi yg menyenangkan, bisa dgn formal atau non formal misal non formal seperti mengajak makan bersama saat waktu makan siang sambil mengobrol dengan karyawan. Komunikasi kecil dengan menanyakan kabar setiap bertemu dengan karyawan juga sudah cukup menyenangkan hati karyawan. Penting juga bagi manajer terutama manajer HRD untuk memahami cara berkomunikasi dengan banyak karyawannya sesuai tipe-tipe karyawannya, agar tidak muncul ketidaknyamanan atau kerisihan karyawan. Beda karyawan pasti beda tanggapannya, tetapi awalilah dengan menjadi manajer yang bersahabat bagi karyawannya. Saya yakin manajer yang komunikasinya menyenangkan & bersahabat dengan karyawannya malah akan lebih disegani.

      Hapus
  10. Sebuah organisasi pasti memiliki jenjang karier. Dimana, setiap pekerja yang bergabung didalamnya bebas berkarier sesuai dengan posisi yang di inginkan. Akan tetapi banyak di antara pekerja-pekerja yang kurang berambisi untuk hal tersebut, sehingga jika saya sebagai seorang manajer SDM saya akan memberikan pendekatan khusus kepada mereka dan memotivasi tentang karier mereka agar timbulnya dorongan dari dalam diri mereka untuk mau bekerja keras dan memperoleh prestasi agar dapat menduduki posisi yang mereka inginkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya akan mengomentari saudari lisa, menurut anda pendekatan khusus yang seperti apa yang akan dilakukan dan lebih spesifiknya kegiatan apa sehingga mendorong seorang karyawan untuk lebih termotivasi ? thank you.

      Hapus
    2. Saya akan menanggapi saudari featy menurut saya pendekatan yang harus dilakukan adalah komunikasi antara bawahan dan atasan sebagai manajer harus memotivasi bawahannya untuk semakin bekerja lebih giat sehingga perusahaan akan lebih maju.

      Hapus

    3. Mohon maaf, Saya kurang sependapat dengan saudari Lisa, bahwa perlu ada komunikasi agar menimbulkan motivasi untuk mencapai jenjang karir yang diinginkan. Menurut saya ada banyak factor yang dapat meningkatkan dan menurunkan motivasi seorang karyawan, dan juga tidak semua karyawan mengejar jenjang karir, sehingga kedudukan yang tinggi bukanlah motivasi utamanya. Perlu diadakan pemngamatan lebih lanjut dan juga komunikasi yang tidak hanya 2 arah, bisa juga meminta pendapat atau bagaimana pperilaku dan sikap dari karyawan tersebut dari rekan kerja, konsumen atau orang sekitarnya mengenai sikap dan perilakuknya sehingga tindakan yang dilakukan atasan untuk memotivasi lebit efektif dan efisien.
      Ian Eka Widjaja
      MSDM II KELAS E

      Hapus
  11. Menurut saya sebagai manajer SDM, saya akan melakukan pencaharian data atau informasi. Guna dari ini adalah untuk mengetahui apa yang dibutuhkan karyawan. Informasi dapat dilakukan melalui pendekatan-pendekatan tertentu, seperti saat jam makan siang.
    Selain itu pencarian informasi juga bisa melalui rekan kerja.
    Hal ini sangat penting karena sangat mempengaruhi kinerja dari karyawan tersebut antara gaji atau pun aktualisasi diri dalam prestasi.
    Dari informasi yang didapat, atas an dapat mengambil keputusan yang bijak bagi pekerja di perusahaannya agar kinerja perusahaannya dapat berjalan lancar.
    Bila hal tersebut diabaikan maka membuat pekerja tertekan yang mengakibatkan kinerja menurun, bahkan keluar dari perusahaan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya akan mengomentari pernyataan saudara Lau.
      menurut saya, tidak hanya dengan mengetahui apa yang dibutuhkan oleh karyawan. jelas kita sebagai manajer tentu tau yang paling dibutuhkan oleh karyawan yang bekerja adalah gaji nya di dalam perusahaan, membutuhkan pekerjaan untuk memenuhui kebutuhan hidupnya.
      apalagi tidak mungkin bagi perusahaan memenuhi semua kebutuhan yang dibutuhkan oleh semua karyawannya.
      sebagai manajer SDM saya akan mendorong/menciptakan kesenangan dan kegembiraan didalam dirinya dalam bekerja di perusahaan, sehingga karyawan tersebut loyal terhadap perusahaan.
      memberikan ia penghargaan terhadap kinerja nya. membantu ia bila kinerjanya kurang.
      komunikasi yang baik dengan karyawan juga diperlukan. terima kasih

      Hapus
  12. Agar karyawan merasa termotivasi dapat dilakukan dengan memikirkan kenyamanan lingkungan kerja karyawan tersebut . Kenyamanan tersebut dapat dimisalkan dalam hal jalinan komunikasi antara karyawan dengan karyawan atau karyawan dengan atasan maupun siapapun yang ada di organisasi . Jika karyawan merasa nyaman , karyawan akan bekerja dengan baik. Tidak hanya itu saja , diperlukan fasilitas yang diberikan kepada karyawan yang bekerja dengan baik . Seperti pergi berlibur atau karyawan melakukan berpergian bersama-sama , sekalian menjalin persaudaraan yang lebih dekat . Kemudian adanya naiknya jabatan / posisi . Hal-hal tersebut dapat meningkatkan motivasi karyawan yang ada

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya akan menanggapi komentar yang diberikan oleh saudari Maya. Menurut saya,jika fasilitas atau hiburan yang diberikan karyawan seperti itu, belum tentu kinerja mereka di perusahaan akan meningkat. malah bisa jadi perusahaan akan mengalami kerugian ketika mengeluarkan dana untuk berlibur dan sebagainya. Memang fasilitas bisa mendukung para karyawan untuk memotivasi bekerja, tapi jika berada di posisi karyawan, mungkin fasilitas ini kurang cukup. karena fasilitas yang ia dapatkan hanya sekedar ketika ia berada di kantor saja, tidak ketika ia sedang berada di rumah. Jika untuk kenaikan jabatan diserta kenaikan gaji mungkin hal ini dapat memotivasi karyawan untuk bekerja lebih baik. terima kasih

      Hapus
    2. - Saya setuju bahwa kenyamanan dapat dibuat melalui komunikasi yang nyaman. Dengan lingkungan yang nyaman, kinerja yang diberikan karyawan juga meningkat, karena dia nyaman dan merasa aman di tempat lingkungan ia bekerja.
      - Namun, jika berlibur dan bepergian bersama adalah sebuah fasilitas, menurut saya perusahaan tersebut haruslah perusahaan besar karena menjadikan rekreasi tersebut sebagai fasilitas.
      - Biasanya fasilitas itu sangat jarang diterapkan di perusahaa. Fasilitas yang diberikan perusahaan biasanya berupa tunjangan, sewa mobil, rumah, makan gratis di restoran tertentu, fasilitas hotel tertentu, yang tujuannya untuk kepentingan bisnis itu sendiri. Dan level karyawan yang memperoleh fasilitas - fasilitas tersebut biasanya sudah taraf manajer.

      Hapus
    3. typo ( Fasilitas itu = fasilitas rekreasi bersama )

      Hapus
  13. Sebagai seorang manajer, harus mengetahui apa yang menjadi kendala para pekerjanya yang jadi penghambat potensi dari pekerja tersebut lalu yang harus dilakukan adalah dengan memperhatikan kebutuhan para pekerja.
    Para pekerja tentu butuh family time, jadi sebagai manajer yang baik harus peduli dengan waktu bekerja karyawan misal tidak lebih dari 9 jam sehari
    Para pekerja juga membutuhkan kenyamanan di lingkup kerjanya, baik dengan teman kerjanya maupun sarana kerja. Jadi sebagai seorang manajer harus membaur juga dengan para pekerja, agar lebih kenal dan mengerti apa yang membuat tidak nyaman, misalnya seperti peralatan yang canggih, dll karena sarana tersebut mempengaruhi hasil dari kinerja karyawan
    Menghargai tiap pekerjaan, karena tiap orang tentu akan merasa bangga walau hanya diberi ucapan terima kasih.
    Menawarkan kenaikan posisi bagi karyawan yang giat bekerja karena selain perusahaan diuntungkan dengan mendapat kenaikan profit karena banyak konsumen yang puas sehingga nama baik perusahaan semakin meningkat pula sehingga para pekerja pun semakin semangat dalam bekerja.

    BalasHapus
  14. Seorang Manajer adalah orang yang memimpin dan memberikan perintah kepada pihak karyawan dengan maksud untuk memenuhi tujuan perusahaan. Namun terkadang, dalam pelaksanaan prosesnya, banyak dari para karyawan tidak dapat bekerja secara maksimal bukan dari sektor seberapa besar gaji yang ia dapat. Melainkan faktor utama yang menjadi penyebab karyawan tidak memapu bekerja secara maksimal karena lingkung tempat ia bekerja yang tidak nyaman, partner yang terkadang memiliki jalur pemikiran yang bertolak dan belakang, pihak manajer atau atasan yang jarang berkomunikasi kepada karyawan dan lain-lain. Semua itu menjadi faktor-faktor yang sering membuat karyawan merasa tidak nyaman, sehingga motivasi untuk bekerja menjadi berkurang. Untuk mengatasinya, manajer atau atasan dapat menciptakan kegiatan yang mana bisa mempererat rasa kerjasama antar tiap karyawan. Disamping itu juga dapat melaksanakan sistem rolling dimana karyawan akan ditempatkan ditempat-tempat berbeda dalam 6 bulan sekali, serta pihak manajemen SDM dapat memberikan reward kepada karyawan seperti promosi jabatan atau paket liburan dan lain sebagainya yang fungsinya untuk memacu motivasi dari pihak karyawan. Dan hal yang penting adalah harus adanya sifat transparan antara pihak manajer atau atasan dengan pihak karyawan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya akan menanggapi pernyataan dari saudara Aaron. menurut saya, gaji dan fasilitas ini sifatnya sejajar. jadi meskipun gaji tinggi namun fasilitas dan lingkungan tidak memadai, maka motivasi bekerja akan berkurang begitu pula jika fasilitas dan lingkungan yang baik namun gaji yang diberikan rendah. kemudian bagaimana jika untuk pemenuhan kebutuhan karyawan ini malah merugikan perusahaan dalam artian mengeluarkan biaya yang begitu banyak untuk keperluan karyawan namun karyawan tidak memberikan kinerja yang baik untuk perusahaan? sekian terima kasih

      Hapus
  15. Menurut saya sebagai manajer SDM, karyawan merupakan faktor yang penting untuk mencapai tujuan perusahaan. Oleh karena itu, karyawan harus diperlakukan dengan baik dan diberi motivasi agar karyawan dapat menjalankan pekerjaannya dengan baik. Lingkungan kerja yang bersih dan nyaman, membuat karyawan lebih nyaman dalam bekerja. Selain itu, karyawan juga harus mempunyai lingkungan sosial yang baik, seperti dapat menjalin hubungan dengan semua karyawan yang ada dari berbagai level, agar mereka dapat saling bertukar pendapat. Hal tersebut akan membuat karyawan merasa nyaman dalam lingkungan kerjanya. Perusahaan juga seharusnya memberikan seminar-seminar pelatihan kerja, agar karyawan dapat memperkaya pengetahuan mereka, juga adanya rotasi pekerjaan agar karyawan tidak bosan dan mempunyai banyak pengalaman kerja. Untuk meningkatkan semangat karyawan dalam bekerja, perusahaan dapat mendorongnya dengan memberi bonus maupun promosi kepada karyawan yang berprestasi tersebut. Manajer juga harus dapat menjadi pemimpin yang baik dan dapat menjadi contoh bagi karyawan.

    BalasHapus
  16. Menurut saya, yang adalah memberi fasilitas atau tempat yang nyaman seperti yang dilakukan beberapa perusahaan (Google dan Facebook).
    "bisa di lihat jika kita mengketik Google office"
    Hal ini dilakukan agar karyawan tidak jenuh dan dapat berpikir kreatif.
    Kemudian yang harus dilakukan adalah saling bertukar pikiran kita sebagai manajer SDM dengan karyawan maupun antara Karyawan dengan karyawan.
    lingkungan yang kerja yang nyaman (baik tempat ataupun sosialisasi dengan pekerja lain) akan membuat pekerja merasa betah dan loyal dengan perusahaan.
    Lingkungan yang menyenangkan juga mampu mendorong karyawan untuk berinovasi. Penting juga bagi perusahaan untuk memberi kesempatan pekerja untuk mengeluarkan ide dan pendapat.
    Dampaknya adalah
    Pekerja senang(nyaman) > kenyamanan membuat pekerja memiliki tujuan bekerja > Tujuan bekerja mendorong karyawan untuk berinovasi > inspirasi(inovasi) dapat membuat karyawan tersebut berprestasi > dan hasilnya adalah konsumen akan puas atau senang, karena hasil dari pekerja yang memuaskan.
    Jadi semuanya saling terkait antar 1 dengan yang lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya sependapat dengan apa yang dikatakan saudara Lukas, bahwa kenyamanan dalam bekerja akan memotivasi para karyawannya. Tetapi perlu diingat bahwa kita harus mengenali seperti perusahaan apa kita dan berapa besar ukuran perusahaan kita, untuk lingkup perusahaan besar dan mapan meniru seperti Google dan Facebook sangatlah tepat, tetapi jika perusahaan tersebut ukuran serta profitabilitasnya rendah, cara itu kurang tepat karena memakan banyak pengeluaran dan biaya, serta dapat meningkatkan pajak perusahaan.
      Jika perusahaan ini dengan klasifikasi kecil atau menengah, kenyamanan dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti makan bersama, nonton bersama, game, sharing, roleplay dan lain sebagainya yang fungsinya adalah meningkatkan kebersamaan.
      Ian Eka Widjaja
      MSDM II KELAS E

      Hapus
  17. Sebagai manajer SDM tentu banyak hal dan aspek yang harus di pertimbangkan dalam meningkatkan kinerja karyawan yang ada, nah untuk menunjang karyawan meski tanpa ada dukungan finansial berarti kita sebagai manajer SDM perlu menciptakan lingkungan kinerja yang bersinergi antara individu satu dengan yang lain, memberikan pengetahuan dan arahan seberapa penting nya jenis pekerjaan karyawan di perusahaan agar setiap individu mengerti peran nya masing-masing yang membuat mereka semakin sadar dan semangat akan pekerjaan nya, manajer SDM selayak nya menjadi pemimpin dengan terjun langsung dam menjadi inspiras terhadap karyawan-karyawan lain nya. Setelah semua itu dilakukan maka akan membentuk karyawan dengan lingkungan yang bersemangat kerja dan loyal pada perusahaan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. - Pada dasarnya, kita bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan mendapatkan sejumlah uang dari perusahaan kita bekerja.
      - Jika pada contoh kasus yang saudara berikan, "Tidak Ada Dukungan" finansial, yang mendefinisikan perusahaan anda bangkrut, jelas karyawan anda akan sangat kecewa dan berniat untuk keluar dari perusahaan anda meskipun anda sebagai atasan berusaha untuk menciptakan suasana kerja yang menyenangkan.
      - Di lain arti, "Tidak Ada Dukungan Finansial", perusahaan hanya mampu membayarkan sejumlah upah tertentu, bahkan mungkin di bawah UMR, hal terpenting yang anda lakukan adalah melihat kesesuaian tugas yang harus mereka kerjakan dengan upah yang anda berikan juga.

      Hapus

    2. Saya sependapat dengan apa yang dikatakan saudara Alfonsus mengenai memberikan dukungan kepada karyawan meski tanpa dukungan finansial dan memuat sinergi antara karyawan dengan atasan dan perusahaan.
      Mohon maaf untuk saudari Agatha, menurut saya anda salah melakukan penerjemahan kalimat yang dinyatakan oleh saudara Alfon, karena anda memenggal di tengah kalimat sehingga memberikan arti yang berbeda. Kalimat yang seutuhnya adalah “untuk menunjang karyawan meski tanpa ada dukungan finansial berarti kita sebagai manajer SDM perlu menciptakan lingkungan kinerja yang bersinergi antara individu satu dengan yang lain,”
      Arti dari kalimat tersebut menurut saya adalah bagaimana seorang manajer mendorong motivasi karyawannya baik dengan dukungan finansial maupun tanpa dukungan finansial. Jika diterjemahkan dengan pengertian sederhana menjadi, bagaimana manajer perusahaan memotivasi karyawannya selain dengan menggunakan finansial. Terima kasih

      Ian Eka Widjaja
      MSDM II KELAS E

      Hapus
  18. menurut saya sebagai manajer SDM hal yang penting adalah memberikan motivasi kepada para karyawan dengan begitu karyawan dapat bekerja lebih baik lagi, adanya hubungan baik antara manajer SDM dengan karyawan dan karyawan dengan karyawan akan membuat lingkungan kerja yang lebih kondusif lagi, selanjutnya kondisi lingkungan yang bersih dan nyaman dengan di tunjang adanya fasilitas dari perusahaan dapat membuat karyawan dapat lebih produktif. ada baiknya perusahaan mengadakan seminar yang bertujuan untuk memotivasi para karyawannya.

    BalasHapus
  19. Menurut saya jika saya manajer SDM saya akan melakukan beberapa cara, yaitu menciptakan rasa nyaman di lingkungan kerja (perusahaan). Kedua, memberikan reward bagi karyawan yang berprestasi. Ketiga, adanya penjenjangan yang jelas dalam peningkatan karir di lingkungan perusahaan. Keempat, memberi bonus kepada karyawan bilamana perusahaan mendapat profit yang lebih.

    BalasHapus
  20. Selamat siang saya akan menjawab: sebagai manajer SDM saya akan menanamkan suatu budaya kepada para karyawan bahwa gaji/uang itu merupakan akibat dari proses bekerja, bukan proses langsung dalam bekerja. Dari sana akan tertanam juga semangat motivasi dan kegembiraan saat melakukan pekerjaan.. Dengan karyawan bekerja menggunakan hati dan mereka senang dan semangat terlebih juga untuk menggapai prestasi, hasil yang di dapatkan baik perusahaan ataupun karir akan baik pula.Sebagai manajer, kita harus dapat menjadi motivator dan juga inspirator.Kita juga perlu menunjukkan pada karyawan bahwa kita juga bekerja dengan baik, tidak hanya duduk diam dan menunggu hasil pekerjaan karyawannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya memang benar apa yang dikatakan saudara alfred mengenai strategi manajer SDM dalam memperlakukan karyawannya. Namun saya masih belum menemukan titik temu antara strategi yang diutarakan oleh saudara alfred dengan pertanyaan yang ada di blog ini. Karena strategi yang diberikan oleh anda memang sebuah idealisme yang bagus, tetapi tidak spesifik sehingga tidak bisa memperlihatkan secara langsung akibat yang dihasilkan(mencapai keinginan karyawan dalam hal non finansial fi atas) tolong diberikan strategi konkritnya. Terima Kasih😊

      Hapus
  21. Menurut saya, yang akan saya lakukan jika saya sebagai manajer SDM, saya akan menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan bersinergi dengan menjaga komunikasi yang baik antar karyawan dan antara karyawan dengan atasan. Juga melakukan pendekatan secara personal kepada karyawan untuk mengetahui apa saja masalah yang dihadapi karyawan dan kebutuhan apa yang dibutuhkan oleh karyawan. Dengan begitu kita dapat memotivasi karyawan dan karyawan dapat bekerja dengan nyaman dan menyenangkan. Maka secara tidak langsung keinginan karyawan dalam bekerja akan terpenuhi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang benar, selain upah, suasana kerja yang nyaman juga menjadi alasan karyawan tetap bertahan. Sebagai seorang manajer, apa langkah konkret yang anda lakukan dalam menciptakan lingkungan yang nyaman, bersinergi, komunikasi yang baik ?

      Hapus
  22. Menurut saya, uang bukanlah faktor utama seorang dapat meningkatkan kinerja kepada perusahaan, tetapi merupakan aspek dimana seorang pekerja dapat bersemangat lagi dengan tetap menjalankan tugasnya sebagai pekerja tanpa adanya kinerja yang ditingkatkan. Biasanya seorang pekerja mencoba untuk demo dikarenakan dengan naiknya kebutuhan pokok dan kebutuhan lainnya, akan tetapi perusahaan tidak mau menaikan gaji karyawan dengan alasan dana yang ada ingin dialokasikan kepada sisi-sisi perusahaan yang lainnya. Jika saya ditunjuk sebagai manajer SDM, saya akan mencoba untuk melihat prestasi dari karyawan saya terlebih dahulu sebelum menaikkan gajinya, karena dengan adanya prestasi dari karyawan dapat mampu menginspirasi karyawan lainnya. Pelanggan juga akan senang juga jika mampu dilayani oleh karyawan terbaik diperusahaan sehingga tujuan dari perusahaan dapat ditingkatkan dengan adanya karyawan lain yang berkompetisi diperusahaan. Jika aspek-aspek diatas sudah dipenuhi dengan mudahnya akan timbul rasanya bahagia karena mampu dianggap penting sebagai bagian dari perusahaan tersebut.

    BalasHapus
  23. jika saya menjadi manajer SDM disuatu perusahaan mungkin saya akan melakukan training kepada pekerja saya, agar para pekerja saya tau bagaimana dan apa yang harus dilakukan untuk membuat para pelanggan merasa senang. kemudian saya akan memilih karyawan terbaik pada setiap bulannya, dan memberikan penghargaan atau hadiah, karena seseorang akan merasa bangga bila mendapat penghargaan, selain bangga dia juga mendapat nilai tambah dari prestasinya, hal itu akan membuat karyawan merasa bahagia.
    selanjutnya saya akan berusaha menciptakan lingkungan kerja yang baik, dan melakukan pendekatan kepada setiap karyawan tanpa memilih-milih.

    BalasHapus
  24. Menurut saya, jika saya sebagai manajer yang saya lakukan adalah :
    1. Memberikan tanggung jawab kerja kepada karyawan misalnya melibatkan mereka dalam dalam mengambil suatu keputusan(walaupun ada
    batas-batas tertentu) sehingga mereka merasa bahwa mereka memilikii tantangan dalam
    pekerjaan tersebut dan akan berusaha untuk mencapai hasil yang baik karena mereka akan merasa bahwa keberhasilan pekerjaan tersebut adalah prestasinya mereka karena merasa bahwa mereka memiliki peran yang penting dala pekerjaan.
    2. Dalam perusahaan harus memiliki aturan-aturan yang tegas namun tidak kaku. Dalam arti bahwa aturan yang dibuat dengan tujuan agar karyawan bisa bekerja dengan memiliki etika kerja yang baik bukan untuk membuat karyawanannya bekerja karena takut peraturan. Melainkan peraturan membentuk karyawan lebih baik dalam bekerja. Dan dengan peraturan yang dibuat menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, dan nyaman bagi semua yang bekerja diperusahaan.
    3. Kita sebagai pimpinan tidak boleh cepat marah ketika ada yang melakukan kesalahan. Melainkan diajak bicara sehingga tau apa yang terjadi dan bisa di selesaikan bersama-sama.

    BalasHapus
  25. Untuk memenuhi keinginan diatas saya berpendapat bahwa saya akan membenahi ruang lingkup kerja dalam hal ini yang sqya maksud saya akan membuat suasana kerja yang nyaman dan juga saya akan membuat motivasi karyawan dengan lebih mendengarkan keluh kesah yang mereka keluhkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya akan menanggapi pernyataan dari saudari sri rejeki.
      1. Cara-cara apa saja yang akan anda gunakan untuk membuat suasana kerja nyaman? Lalu, masyarakat di indonesia ini tingkat kemiskinan nya masih tinggi, banyak orang yang tetap mempertahankan pekerjaannya meskipun ia tidak nyaman bekerja pada bidang dan juga tidak nyaman bekerja di tempat dan lingkungan tersebut. Bagaimana tanggapan anda tentang hal ini?
      2. Bagaimana cara yang akan anda gunakan untuk mendengarkan keluh kesah mereka? Tentunya anda sebagai manager akan sibuk.

      Hapus
  26. Jika saya sebagai manajer saya akan mencoba mendengarkan apa saja keluhan dari para karyawan dalam hal lingkungan kerja sehingga saya akan berusaha menciptakan keadaan kerja yang terbaik bagi para karyawan selain menjadikan salah satu motivasi kerja yang baik bagi karyawan kondisi kerja yang menyenangkan juga mampu meningkatkan produktivitas kinerja mereka. Selain itu saya akan mengkondisikan dimana karyawan dapat berkomunikasi dengan atasaan dalam penyampaian kritik maupun saran sehingga batasan antara atasan dan bawahan bisa diminimalisasi sehingga karyawan terhindar dari tekanan dimana karyawan tidak dapat mengeluarkan pendapat. Disini saya lebih menekankan pada kondisi lingkungan kerja yang baik karena menurut saya yang terpenting adalah lingkungan kerja dimana keinganan kerja yang lain akan sedikit demi sedikit akan terpenuhi jika memiliki lingkungan kerja yang baik

    BalasHapus
  27. Untuk memberikan inspirasi kepada karyawan, sebagai manejer sebaiknya 1.)menjadi pemimpin yang solid yang bisa membuat keputusan, memecahkan masalah, memiliki kebijakan yang selalu terbuka dan memberikan umpan balik yang baik. Orang-orang akan termotivasi ketika mereka mempercayai pemimpin mereka.
    2.) berikan instruksi yang jelas kepada bawahan, sehingga bawahan bisa mengerti apa yang kita maksudkan, karena tidak ada karyawan yang suka bila diberikan instruksi pekerjaan yang tidak jelas, karyawan akan termotivasi ketika mereka tahu tujuan yang tepat.
    3.) bisa menghargai semua anggota tim, apresiasikan segala ide dan masukan dari setiap anggota.
    4.) membantu anggota tim untuk tumbuh dan selalu mencoba mengembangkan keterampilan mereka, dan mengembangkan karir mereka, melalui pelatihan, memberikan kesempakatan, dan membantu mempromosikan mereka yang benar-benar memiliki potensi yang baik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya akan menanggapi komentar dari saudari evy setiawan ,menurut saya jika kita ingin memberi inspirasi kepada karyawan , pertama kita harus mampu beradaptasi terhadap lingkungan kerja , terutama pada karyawan yang bekerja dengan kita sebagai rekan kerja maupun tim, karena sebagai atasan yang baik kita juga harus mengerti sifat , sikap dan latarbelakang dari setiap karyawan yang bekerja dengan kita , kita tidak bisa menyamakan semua karyawan dengan perlakuan yang sama , tentu perlu dilakukan pendekatan secara pribadi agar kita sebagai manajer mampu mengenal masing" karyawan kita dari latarbelakang yang berbeda dengan baik. Setelah itu baru kita dapat memberikan inspirasi terhadap karyawan dengan etos kerja yang baik serta komunikasi dalam pekerjaan dengan baik.

      Hapus
    2. Terima kasih atas tanggapan yg anda berikan, saya juga cukup setuju untuk melakukan pendekatan secara pribadi, karena memang kita harus mengenal secara personal karyawan tersebut baru kita bisa memberikan inspirasi yang cocok buat mereka.

      Hapus
  28. Jika saya menjadi manajer, pertama yang harus saya lakukan adalah membuat karyawan merasa nyaman dengan pekerjaan mereka dengan membangun lingkungan kerja yang asik dan nyaman. Saya akan melakukan pendekatan secara personal dengan para karyawan agar saya tahu apa yang menjadi kendala mereka, apa yang mereka butuhkan, dan bagaimana pola pikir dari mereka. Memotivasi para pekerja agar kinerja mereka dapat maksimal, memberi pelatihan agar mereka dapat menghadapi serta memuaskan konsumen. Memberi mereka kesempatan untuk menyampaikan pendapat atau ide mereka dalam membangun perusahaan, tidak membeda-bedakan mereka dengan begitu para karyawan akan merasa diakui keberadaannya dan menjadi loyal pada pekerjaan dan organisasi. Dengan adanya pengakuan diri mereka akan bekerja secara maksimal dan saya bisa memberinya penghargaan/hadiah untuk menambah semangatnya/mempertahankan kinerjanya yang baik.

    BalasHapus
  29. menurut saya sebagai manajer SDM .pertama yang harus dilakukan beberikan contoh yang baik bagi karyawan dengan seperti displin,kedua memberikan kenyamaan dalam bekerja dan saling memberikan inspirasi ,arahan yang baik secara merata ,ketiga memberikan kebebasan untuk menungkapkan pendapatnya,saling terbuka dan jujur,memberikan penghargaan/hadiah atas kinerjanya yang baik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya akan menanggapi pendapat dari Sdr. Febryan

      1. Untuk memberikan contoh yang baik dalam bekerja (seperti contoh dari saudara tadi adalah bekerja secara disiplin), sepertinya tidak perlu diulang lagi, karena para karyawan pasti sudah mengerti aturan-aturan dalam bekerja (yang mungkin diajarkan pada saat sesi training).

      2. Dalam memberikan inspirasi dan arahan yang baik secara merata, apa yang kita (sebagai manager SDM) anggap itu setara / merata, bisa-bisa dianggap tidak setara oleh karyawan lain, dan malah menganggap anda "pilih kasih" dalam memberlakukan karyawan. Hal sederhana tersebut malah (mungkin) melebar ke perselisihan antara manager-karyawan.

      3. Saya setuju kalau dalam bekerja semua karyawan diberikan kebebasan untuk mengemukakan pendapatnya, asal itu positif (bagi perusahaan). Yang saya kurang begitu setuju adalah bagaimana anda memberikan penghargaan (hadiah) pada karyawan yang berkinerja baik. Hadiah yang dimaksud itu dalam bentuk apa? Ada 2 poin yang saya tekankan
      - Kalau hadiah yang dimaksud adalah tambahan uang, saya pikir hadiah tersebut kurang cocok, karena dalam kasus di atas disebutkan bahwa manager tahu bahwa organisasi tidak memiliki kemampuan finansial yang kuat.
      - Kalau hadiah yang dimaksud adalah kenaikan jabatan, anda harus mempertimbangkan secara matang agar karyawan yang kinerjanya baik tersebut tidak merasa cepat puas dengan kinerjanya saat ini. Apalagi, karyawan yang diberi penghargaan berupa kenaikan jabatan (apalagi uang) biasanya cepat "jemawa" (besar kepala), merasa kinerjanya baik sehingga karyawan tersebut bekerja "apa adanya" dan kinerjanya menurun dalam beberapa periode.

      Hapus
    2. saya setuju dengan saudara febryan karena manajer memberikan contoh yang baik untuk karyawannya, memberi penghargaan untuk karyawan bekerja tidak sia - sia buat perusahaan dan memotivasi / membuat semangat karyawan untuk bekerja keras.

      Hapus
  30. Bila saya manjadi manager msdm yang saya lakukan( finansial )adalah dengan cara menetapkan bonus karyawan dalam pemberian bonus dapat menjadi salah satu indikator upaya untuk mendorong karyawan bekerja lebih giat untuk performa perusahaan yang lebih optimal. Pemberian bonus harus diperhitungkan dengan tepat pemberiannya agar jumlahnya sesuai, dalam artian cukup untuk memompa semangat kerja karyawan tanpa membuat mereka terlena dengan bonus yang diterima  seperti :bonus ritensi ,bonus THR  , bonus tahunan.(nonfinansial) dengan cara memebrikan motivasi agar karyawaan besemangat dalam bekerja, memberikan seminar karir, pelatihan , reward,refreshing tujuannya itu mensejahterakan karyawan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya akan mengomentari pendapat dari Sdr. Yesa. Di atas sudah dijelaskan bahwa manager tahu bahwa organisasi tidak memiliki kemampuan finansial yang kuat, dan anda tetap merekomendasikan dengan cara yang mengandung finansial untuk memotivasi karyawan? Bukankah cara tersebut malah membuat karyawan semakin ketagihan dengan bonus yang anda kucurkan sedangkan kemampuan finansial semakin merosot? Bagaimana anda mengontrol kondisi finansial perusahaan agar kembali sehat jika itu yang anda lakukan?

      Hapus
  31. Jika saya menjadi manajer SDM hal-hal yang saya lakukan untuk memberikan segi non finansial bagi karyawan antara lain :
    1. Memberikan training bagi karyawan, antara lain training sistem dan prosedur perusahaan, training pekerjaan karyawan, dan training yang lain misalnya training yang diadakan oleh badan lain misalnya training peraturan perpajakan yang baru.
    training yang diberikan bukan hanya sisi hard skill saja, namun juga sisi soft skill. Jadi setiap karyawan bukan hanya ahli dalam hard skill, tapi juga soft skill.
    2. Membuka Job Posting
    Sebagai manajer SDM, jika perusahaan ingin menambah karyawan untuk melamar dan berlomba untuk mendapatkan posisi tersebut. Hal ini tidak menutuk kemungkinan bagi karyawan untuk naik jabatan.
    3. Refreshing bagi karyawan
    Setelah bekerja dengan keras, agar karyawan tidak merasa jenuh dan bosan, saya sebagai manajer SDM memberikan refreshing bagi karyawan. Misalnya outbond, atau berwisata di tempat tertentu akan membuat pikiran karyawan fresh kembali, dan kinerja karyawan akan menjadi lebih baik.
    4.Mendengarkan keluh kesah dan saran karyawan
    Sebagai manajer SDM, saya akan membuka pintu selebar-lebarnya bagi semua karyawan yang ingin menyampaikan saran untuk perusahaan, dan keluh kesah karyawan agar mereka nyaman di perusahaan
    5. Melakukan Penilaian pada Setiap Karyawan
    Melakukan penilaian pada setiap karyawan. Penilaian dilakukan oleh atasan mereka, staff dinilai oleh SPV dan manajer, SPV dinilai oleh Manajer, Manajer dinilai oleh General M, dan GM dinilai oleh Direktur. Dengan adanya penilaian ini, diharapkan setiap karyawan bisa memperbaiki kekurangannya dan termotivasi untuk berkembang menjadi yang lebih baik.

    Meliana - 3103014136
    MSDM II
    KELAS - B

    BalasHapus

  32. Menurut pendapat saya di jaman skrg ini justru uang merupakan segalanya bagi pekerja. Karena pada dasarnya orang bekerja demi mendapatkan uang sehingga dapat memenuhi kebutuhan. Hanya beberapa saja yg berasumsi uang bukan segalanya bagi pekerja contoh nya donatur.Mereka bekerja bukan untuk mendapatkan uang
    tetapi karena punya rasa simpati dengan org yang membutuhkan.
    Jadi mereka mendedikasikan dirinya untuk menolong sesama

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya ingin mengkomentari pendapat dari saudara denny prasetya, menurut saya semua orang memang bekerja untuk mendapatkan uang, namun seperti survei artikel di atas, uang mendapat posisi ke 12,hal itu menyatakan bahwa uang bukan segalanya, dan juga bila hal ini di kaitkan dengan hirarki kebutuhan maslow, uang tergolong kebutuhan fisik(sandang,pangan,papan) dan hal ini adalah peringkat dasar, menurut maslow bila kita audah berada di jenjang yang lbh tinggi ,maka bukan hanya hal kebutuhan fisik saja yg kt lihat. lalu bicara soal donatur, menurut saya donatur bukan suatu pekerjaan, melainkan donatur adalah salah satu tindakan sukarela yg didasari dengan aktualisasi diri (hirarki kebutuhan maslow). sekian ,thanks.

      Hapus
    2. Saya akan menanggapi pernyataan dari saudara denny. Saya kurang setuju dengan pernyataan saudara denny, sebaliknya saya setuju dengan tanggapan dari saudara stev.
      Di Indonesia, karena tingkat pendidikan dan ekonomi masyarakatnya yang masih rendah, maka mereka cenderung sangat membutuhkan uang, sehingga uang bagaikan segalanya untuk mereka. Karena tanpa adanya uang, mereka tidak akan bisa bertahan hidup. Sedangkan di negara lain yang taraf hidup masyarakatnya sebagian besar relatif rata, menengah ke atas, tentunya finansialnya sudah tercukupi sehingga ia lebih mencari pengembangan diri seperti karir, kesehatan, aktualisasi diri, dan lain sebagainya.
      Jadi, semua itu tergantung taraf hidup masyarakat tersebut dan lingkungan dimana dia tumbuh.

      Hapus
  33. Menurut pendapat pribadi saya . karyawan di indonesia itu selalu tentang uang . sehingga kinerjanya itu selalu di pertimbangkan dengan uang . sehingga pola pikir mereka jadi rusak . karena segala sesuatu selalu di pertimbangkan dengan uang . jadi uang lah yang di nomer satukan olehnya. Jika saya menjadi manajer HRD saya akan melihat kinerjanya saja sesuau atau tidaknya dengan gaji biar saya yang tentukan guna mengetahui pegawai tersebut mengutamakan gaji atau tidak . beda dengan luar negri yang mengutamakan prestasi posisi dan banyak lagi yang membuat perusahaan semakin baik . tidak seperti kondisi kita saat ini .upah minimum di naikkan kinerja tetap nol.

    Agung Sandy
    3103014005
    Kelas E

    BalasHapus
  34. Yang akan Saya lakukan untuk berupaya mewujudkan aspek-aspek non finansial yang dapat membuat pekerja tetap termotivasi sehingga berkinerja baik dan tetap bertahan dalam organisasi : memberikan reward (penghargaan).
    Pemberian penghargaan tersebut merupakan upaya dalam memberikan balas jasa atas hasil kerja pegawai,sehingga dapat mendorong pegawai bekerja lebih giat dan berpotensi. Pegawai memerlukan suatu penghargaan pada saat hasil kerjanya telah memenuhi atau bahkan melebihi standar yang telah ditentukan oleh perusahaan.
    Penghargaan ini dapat berupa pujian. Tidak hanya kalau pegawai melakukan kesalahan memperoleh makian dari pimpinan. Pegawai bekerja mempunyai tujuan,antara lain untuk memperoleh penghasilan agar kebutuhan dan keinginannya dapat direalisasikan.

    Seorang pegawai akan mendapatkan kepuasan kerja jika memersepsikan bahwa imbalan yang diterimanya baik berupa gaji, insentif, tunjangan dan penghargaan lainnya yang tidak berbentuk materi atas pelaksanaan pekerjaan yang dilakukannya nilainya lebih tinggi daripada pengorbanannya berupa tenaga dan ongkos yang telah dikeluarkannya untuk melaksanakan pekerjaan itu.

    Hal itu bisa disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya kinerja atau prestasi kerja atau melampaui target kinerja yang dibebankan. Ada juga karena hadiah atau apresiasi karena adanya semacam lomba yang khusus dilakukan oleh perusahaan. Misalnya lomba inovasi atau lomba seperti total quality management award.

    Bentuk penghargaan yang paling baik adalah membuat pegawai mengetahui kalau dirinya dihargai oleh perusahaan,bukan hanya oleh sekelompok kecil orang. Beberapa perusahaan kadang kala menempatkan foto pegawai yang paling berprestasi di area pabrik untuk menegaskan bahwa pegawai tersebut dapat menjadi panutan bagi yang lain.

    Karlina Agnes Lie
    3103014311

    BalasHapus
  35. Menurut saya jika saya manajer SDM yang pertama saya akan membuat karyawan merasa senang dengan lingkungan kerjanya sehingga karyawan merasa nyaman dan tidak tertekan dalam pekerjaannya (pernyataan no 5) . Dan untuk semua hasil pekerjaannya jika dia senang dengan lingkungan kerja maka otomatis dia akan berkinerja lebih baik lagi dan saya sebagai manajer akan memberikan reward atas prestasi kerjanya untuk memberikan motivasi bahwa dia bisa lebih maksimal dalam mencintai pekerjaannya sehingga kecil kemungkinan ketika karyawan senang bekerja mereka akan melakukan penyimpangan ditempat kerja maupun demo dll. Dan memang tidak hanya masalah uang yang mereka perlukan tp semua aspek termasuk 5 aspek yang dituliskan.

    BalasHapus
  36. Jika saya menjadi manajer SDM, yang akan saya lakukan untuk mewujudkan aspek-aspek non-finansial karyawan yaitu dengan memberikan dukungan atau motivasi kepada karyawan. Motivasi dapat diberikan kepada karyawan melalui kondisi kerja atau lingkungan kerja yang nyaman, membangun hubungan dan komunikasi yang baik dengan karyawan dan juga memberikan penghargaan atas prestasi yang mereka capai.
    Demikian, karyawan akan merasa nyaman dan betah untuk tetap bekerja di perusahaan dan juga akan merasa bahwa kerja kerasnya dihargai sehingga karyawan dapat menjadi lebih bersemangat dalam bekerja dan meraih prestasi-prestasi, hal ini juga dapat membuat karyawan menjadi loyal terhadap perusahaan.

    Juliet Aristania Mangar
    3103014223

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya akan menanggapi pendapat dari Sdri. Juliet. Seandainya saja salah satu karyawan yang bekerja di perusahaan sudah tidak betah lagi (katakanlah sudah tidak punya passion untuk bekerja di perusahaan tersebut), apakah karyawan tersebut tetap bisa nyaman bekerja di perusahaan tersebut dengan metode yang sama seperti yang diutarakan oleh anda? Mengingat di zaman modern ini sudah jarang sekali terdapat karyawan yang loyal, apalagi karyawan kantoran.

      Hapus
  37. Jika saya menjadi manajer SDM saya akan memberikan sebuha inspari dan tujuan identitas diri meraka. Karena kita berada di ruang lingkup dan tinggal di indonesia, nyatanya karyawan ingin finansial yang bertambah. Ini terbukti dengan selalu berubahnya upah minimum disetiap kota yang berbeda-beda. Oleh karena itu seorang manajer SDM harus pandai-pandai memotivasi/memberikan inspirasi dan tujuan identitas diri pekerja yang bekerja diperusahaannya. Agar finansial yang bertambah sebanding dengan kinerja untuk perusahaan ditempat mereka bekerja

    BalasHapus
  38. Jika saya menjadi manajer SDM saya akan memberikan sebuha inspari dan tujuan identitas diri meraka. Karena kita berada di ruang lingkup dan tinggal di indonesia, nyatanya karyawan ingin finansial yang bertambah. Ini terbukti dengan selalu berubahnya upah minimum disetiap kota yang berbeda-beda. Oleh karena itu seorang manajer SDM harus pandai-pandai memotivasi/memberikan inspirasi dan tujuan identitas diri pekerja yang bekerja diperusahaannya. Agar finansial yang bertambah sebanding dengan kinerja untuk perusahaan ditempat mereka bekerja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon maaf, saya kurang setuju dengan pendapat saudara Ivan, saya ingin bertanya, apa saja langkah yang anda lakukan dalam memberikan inspirasi dan tujuan identitas diri mereka (dalam hal ini, karyawan)? Karena menurut saya memberikan insiprasi kepada orang lain bukanlah hal yang gampang dilakukan dan juga menurut saya, Tujuan Identitas diri seseorang harusnya mereka temukan sendiri dan tidak bisa diberikan oleh orang lain. Terima Kasih.

      Hapus
  39. Menurut saya jika sama seorang manajer SDM, faktor pertama uang (kenaikan gaji) bukan segalanya untuk memotivasi karyawan, karena belum tentu ketika gaji karyawan dinaikkan belum tentu kinerja karyawan meningkat.
    1. yg harus saya lakukan sebagai manajer SDM adalah saya harus bisa memotivasi seluruh karyawan saya.
    2. Saya sebaga manajer SDM harus bisa memberikan contoh yang baik kepada karyawan saya, agar karyawan dapat mencontoh tindakan baik saya di tempat kerja
    3. Saya sebagai manajer SDM harus turun kelapangan agar mengetahui kondisi yg ada dilapangan
    Yg terakhir saya sebagai manajer SDM harus bersosialisasi dengan karyawan tanpa ada kesenjangan status.
    Dan cara untuk memotivasi karyawan selain dengan memberikan kenaikan gaji setidaknya perusahaan memberikan libur tambahan atau rekreasi bersama2 sehingga mengakrabkan satu karyawan dgn karyawan lain dan antara manajernya juga

    BalasHapus
  40. Bila saya menjadi manajer SDM tentu saja yang saya lakukan adalah memberikan karyawan rasa nyaman (no. 5) dahulu untuk bekerja agar mereka tidak merasa terpaksa untuk pekerjaan tersebut lalu saya akan memberikan dukungan agar mereka merasa bahwa mereka dihargai dalam pekerjaannya, karena banyak sekarang atasan yang kurang menghargai bawahan, lalu saya akan memberikan bonus sesuai dengan kemampuan bekerja mereka (prestasi) atau apa yang sudah dilakukan dan diraih mereka. Dan juga dapat memberikan bonus secara tidak langsung (misalnya : asuransi, dll).

    BalasHapus
  41. Menurut saya uang adalah sgala nya
    Karena apa smua di beli pakai uang
    Tanpa ada nya uang kita tidak bisa membeli apapun kebutuhan kita.
    Para pegawai menuntut kenaikan gaji karena smua harga pokok naik semua tanpa ada nya kebutuhan yang turun .
    Seharus nya pemerintah membuat hrga kebutuhan tidak naik smua nya krna apa gaji pegwai buruh dll tidak bisa memcukupi kebuthan mrka dengan gaji pas2 an .
    Maka dari itu mrka melakukan demo besar2 an .
    Di samping itu kenaikan gaji umr juga mmbuat pengusaha memutar otak untuk mmbayar hal2 kebuthan prushaaan nya .
    Shrsnya pemerintah mmbuat harga kebuthan smua nya turun dan pengusaha tidak ada yg bangkrut. Atau gulung tikar
    Pemerintah harus memutar otak jga akan hal itu .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya akan menangggapi pendapat saudara Martinus. Saya tidak setuju dengan pendapat saudara Martinus yang mengatakan uang adalah segalanya. Menurut saya, jika seorang karyawan hanya di motivasi dengan uang maka karyawan tersebut akan mudah pindah ke perusahaan lain jika gaji yang ditawarkan lebih besar di perusahaan sekarang. Seorang karyawan tidak akan pernah puas dengan gaji yang sekarang bila karyawan tersebut hanya berorientasi pada uang. Terima Kasih.

      Hapus
    2. Saya akan menanggapi komentar dari saudara martinus. Tidak selalu uang menjadi segalanya. Masih bnyak hal lain yang dapat menjadi motivasi bagi para pekerja. Seperti dukungan dari rekan kerja, kenyamanan dalam bekerja, dll.
      Jadi uang bukan selalu menjadi buruh termotivasi
      Terima kasih

      Hapus
  42. Ketika saya adalah seorang manajer SDM hal yang akan saya lakukan agar pekerja dpat memenuhi segala keinginannya,, hal pertama yang akn saya lakukan adalah memotivasi para pekerja kemudian yang saya lakukan adlah lbh dekat dengan para pekerja agar tau apa yg harus sya lakukan untuk mendorong para pekerja agar dapat memenuhi segala keinginannya..dengan lebih dekatnya saya dengan pekerja tentu akan membuat nyaman para pekerja untuk melakukan pekerjaannya serta dpat mngetahui segala keluhan yang ada dalam kerjaannya sehingga tentu pekerja dpat mmenuhi segala keinginannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. menjalin hubungan secara personal untuk mengetahui keluhan dari karyawan dapat anda jadikan salah satu solusi untuk memperbaiki budaya organisasi. Namun, sebagai manajer HRD apakah hanya membangun hubungan personal saja sudah bisa menjadi solusi yang efektif untuk memotivasi setiap karyawan anda ? Jika keinginan karyawan tidak sesuai dengan paradigma perusahaan solusi alternatif apa yang anda ambil agar tidak merugikan organisasi dan karyawan itu sendiri ? jelaskan pandangan anda ? terima kasih :)

      Hapus
    2. Saya akan mencoba untu menanggapi pertanyaan saudari yenny lukman. Menurut saya, jika keinginan karyawan tidak sesuai dengan paradigma perusahaan, solusi alternatifnya adalah mengambil benang mereh dari kedua masalah tersebut. Misalkan, karyawan menginginkan gaji yang lebih sedangkan pada sisi perusahaan tidak ingin menaikkan gaji karyawannya, karena mereka takut akan rugi pada saat gaji karyawan dinaikkan tetapi cara kerja karyawan tetap saja dan mungkin hasil dari barang yang di produksi juga tetap sehingga tidak memberikan keuntungan pada perusahaan. Maka yang harus dilakukan adalah manajer HRD harus menganalisis terlebih dahulu apakah peralatan yang digunakan untuk memproduksi barang sudah layak, jika peralatan sudah layak maka menganalisis kinerja karyawannya, dsb. Setelah mengalasis berbagai hal dan jika hasil analisis membuktikan bahwa kinerja karyawan berpengaruh terhadap hasil produksinya, maka manajer HRD harus berani untuk mengajukan kenaikkan gaji untuk karyawan kepada perusahaan, dan meyakinkan perusahaan mengenai solusi-solusi yang harus diterapkan atau dilakukan agar hasil produksi dapat meningkat. Hal tersebut dilakuan agar pada saat perusahaan setuju untuk menaikkan gaji karyawan, karyawan dapat berkinerja dengan baik dan dapat menghasilkan produksi yang lebih banyak, sehingga perusahaan tidak kecewa, karena karyawan telah berkinerja denganbaik, menghasilkan produksi yang lebih banyak dan dapat meningkatkan keuntungan bagi perusahaan.

      Hapus
    3. Saya akan mengomentari solusi yang sudah saudara sampaikan. Menurut saya benar solusinya,sebagai manajer SDM memang penting untuk menjalin hubungan dan komunikasi yang baik dengan bawahannya serta memenuhi keinginannya untuk membuat mereka nyaman dan berproduktif. Namun saya kurang setuju dengan pendapat anda pada bagian untuk memenuhi semua keinginan karyawan. karena menurut saya bila seorang manajer memenuhi semua keinginan karyawannya apa ini tidak akan merugikan perusahaan? karna secara garis besar yang karyawan inginkan adalah gaji yang tinggi dan jam kerja yang rendah.

      Hapus
    4. Saya akan mengomentari tanggapan anda mengenai keinginan karyawan secara garis besar adalah mendapat gaji yang tinggi dan jam kerja yang rendah.
      Memang uang merupakan faktor utama dalam memotivasi karyawan. Namun tidak semua karyawan bekerja hanya untuk mendapatkan gaji yang tinggi melainkan untuk mendapat kepuasan diri atas pekerjaan yg mereka lakukan. Biasanya Karyawan baru atau karyawan yang muda lebih termotivasi dengan gaji yg tinggi namun jam kerja yg rendah.Tetapi untuk karyawan yg sudah terpenuhi semua kebutuhannya tetap ingin bekerja hanya untuk memuaskan dirinya dan bahkan mereka lebih betah berlama" bekerja dengan gaji yang cukup dibanding ia harus menganggur di rumah.
      Terima Kasih

      Hapus
    5. - Apakah anda akan benar-benar memenuhi segala keinginan karyawan anda jika nantinya anda menjadi seorang manajer ?
      - Memenuhi segala keinginan akan lebih tepat apabila anda mengatakan memenuhi segala kebutuhan yang menunjang pekerjaan mereka sendiri.
      - Jika anda hanya semata-mata memenuhi segala keinginannya, berusaha agar karyawan selalu puas. Hubungan apakah yang terjadi antara anda dan karyawan anda?
      - Sebagai manajer, anda juga harus menjaga wibawa anda dihadapan para karyawan anda.
      - Jika anda terkesan lemah, karyawan bisa saja mempermainkan perusahaan. Namun jika anda terkesan keras, mereka tidak akan puas dengan pekerjaan mereka.
      - Anda harus berada di zona tengah tersebut, tetap memantau kebutuhan (bukan keinginan) namun juga menjaga wibawa anda.

      Hapus
  43. Jika saya menjadi MSDM upaya yang saya lakukan untuk mewujudkan keinginan pegawai adalah memberikan dukungan motivasi yaitu berupa 1. semangat kerja dimana kita selalu memberikan perilaku serta dukungungan moral agar pegawai dapat bekerja dengan baik serta mencintai pekerjaan nya dengan adanya begitu maka tidak ada pihak yang dirugikan di lain itu faktor yang ke 2 adalah tunjangan tunjangan yg akan diberikan sesuai dengan kinerja pegawai tersebut , sekian terimakasih

    BalasHapus
  44. Pekerja membutuhkan kebahagiaan dalam pekerjaanya, karena itu supaya tidak menjadikan pekerja menjadi stress

    BalasHapus
  45. Saya akan meningkatkan kesejahteraan pekerja , dengan menggaji sesuai dengan umr yang ada + bonus ketika mereka melampaui target..

    BalasHapus