SELAMAT DATANG

Blog ini dibuat terutama sebagai sarana diskusi para mahasiswa. Terima kasih atas pengertiannya.....
Postingan tentang BAHASA TOMBULU telah disatukan pada blog: bahasatombulu.blogspot.com
Tugas wawancara pebisnis dipostingkan pada blog: kuraberbisnis.blogspot.com

Selasa, 19 Mei 2015

Strategi peningkatan produktivitas melalui pengelolaan sumber daya manusia



Ironi Manajerial

  • Banyak manajer lebih banyak menghabiskan waktu menangani karyawan  dibanding menangani produksi
  • Banyak manajer memecat karyawan yang dianggap kurang produktif tapi kemudian mendapatkan karyawan yang kurang lebih sama

Penyebab Turunnya Produktivitas: Sudut Pandang MSDM (Scott, 2007):

  • Tujuan yang tidak jelas
  • Kurangnya komunikasi dalam tim
  • Pertemuan/Rapat yang tidak efektif

Masalah Kritis  terkait Produktivitas SDM (Stevens, 2007)

Karyawan tidak Tahu apa yang diharapkan dari mereka

Cara mengatasi (berangkat dari dokumen yang sudah dimiliki):
  • Kebijakan dan Prosedur (lingkup kerja organisasi, jam kerja, SOP, dll)
  • Job Description dan Penilaian Kinerja yang jelas
  • Komunikasikan Tujuan dan Sasaran yang terukur

 Karyawan tidak memiliki keahlian yang disyaratkan

  • Semakin sedikit yang diketahui karyawan tentang organisasi maka semakin sedikit yang dapat mereka lakukan untuk organisasi
  • Organisasi harus punya sistem untuk menginformasikan atau mengajarkan sesuatu kepada karyawan agar mereka menjadi lebih tahu tentang organisasi.

 Karyawan tidak tahu dampak negatif dari perilaku tertentu mereka

  • Karyawan sering  menjadi “anak kecil dengan pakaian orang dewasa”
  • Butuh terus diingatkan:
  1. Panggil dan beri tahu
  2. Sepakati  apa  yang harus dia lakukan
  3. Sampaikan konsekuensi jika masih terus terulang

 Tidak ada pengakuan atas perilaku positif karyawan

  • Yang dapat dilakukan:
  1. Sapa karyawan sesering mungkin
  2. “tangkap” mereka saat melakukan yang baik
  3. Tawari mereka kesempatan untuk pelatihan dan pengembangan

Kemampuan karyawan untuk bekerja terganjal oleh proses yang tidak berjalan

  • Birokrasi ada untuk mempermudah menjalankan organisasi bukan mempersulit
  • Banyak aturan dan prosedur yang dibuat tapi tidak dijalankan sebagaimana mestinya

 Karyawan kurang ditantang

Cara mengatasinya:
  • Beri tugas menantang.
  • Saat rekrutmen:
  1. 20% skills: 80% semangat
  2. Skills bisa dilatih, semangat tidak!
  3. Kepribadian calon karyawan penting dipertimbangkan

Karyawan memiliki persoalan pribadi di luar pekerjaan

  • Beda generasi, beda kecenderungan: Pahami trend perilaku sebelum menegur atau menghukum
  • Perilaku yang sering tampak:
  1. Arogan (knowledge is power)
  2. Bolos
  3. Tidak patuh pada atasan

Minggu, 16 November 2014

Komentar tentang Materi Akuntansi, Analisis Keuangan, dan Pendanaan Bisnis (Bahan Diskusi Kelas Pengantar Bisnis Tanggal 21 November 2014)



Silahkan baca buku teks kita bab  15 dan bab 16. Setelah itu baca komentar-komentar yang ada pada postingan saya pada hari Sabtu tanggal 16 November  2013.

Bahan Diskusi:

Pilihlah satu komentar yang menurut Saudara paling menarik dari komentar-komentar tersebut. Jelaskan juga mengapa Saudara menganggap komentar tersebut yang paling menarik.
Saudara juga diperkenankan mengomentari komentar teman sekelas Saudara. Selamat berdiskusi...

NB: Jangan lupa bahwa kuliah kita pada hari Kamis, 20 November 2014 dipindah ke hari Jumat 21 November 2015,  jam seperti biasa. Ruang Kuliah dapat dilihat di papan pengumuman. Terima Kasih

Senin, 10 November 2014

Gaya Menghadapi Konflik (Bahan Diskusi Perilaku Keorganisasian Tanggal 12 November 2014)



Bahan Bacaan: Conerly, Keith & Arvind Tripathi. 2004. What is Your Conflict Style: Understanding and dealing with your conflict style The Journal for Quality and Participation. 27(2): 16-20


Setiap organisasi tidak dapat menghindari terjadinya konflik di dalamnya. Conerly & Tripathi (2004) mengemukakan bahwa setiap orang memiliki gaya sendiri dalam menghadapi konflik yang terjadi dalam organisasi. Ada lima gaya yang biasanya digunakan, yaitu:

  1. Withdrawiing : menghindari konflik yang ada, menganggap bahwa lebih mudah menghindari konflik daripada menghadapinya.
  2. Forcing: menganggap bahwa konflik umumnya hanya persoalan menang-kalah dan kemenangan akan memberikan kebanggaan dan prestasi
  3. Smoothing: menganggap bahwa konflik harus dihindari demi keharmonisan, kuatir dalam berupaya menangani konflik lalu mengganggu hubungan dengan yang lain
  4. Confronting: melihat konflik sebagai suatu masalah yang harus diselesaikan dan sekaligus cara untuk memperbaiki hubungan yang ada
  5. Compromizing: berupaya menyelesaikan konflik tapi tidak mencari kesempurnaan dalam penyelesaian karena tetap berupaya untuk menjaga agar hubungan tetap terjalin

Bahan Diskusi:


  1. Menurut Saudara, manakah gaya yang paling tepat dalam menghadapi konflik dalam suatu organisasi? Jelaskan mengapa demikian.
  2. Apakah gaya tersebut sudah cocok dengan yang biasanya Saudara lakukan ketika berhadapan dengan konflik sehari-hari. Berilah contoh dari pengalaman Saudara.

Minggu, 09 November 2014

Komentar tentang Materi Menciptakan, Mendistribusikan, dan Mempromosikan Suatu Produk (Bahan Diskusi Kelas Pengantar Bisnis Tanggal 13 Nopember 2014)




Silahkan baca buku teks kita bab 12, 13, dan bab 14. Setelah itu baca komentar-komentar yang ada pada postingan saya pada hari Minggu tanggal 10 Nopember  2013.

 

Bahan Diskusi:

Pilihlah satu komentar yang menurut Saudara paling menarik dari komentar-komentar tersebut. Jelaskan juga mengapa Saudara menganggap komentar tersebut yang paling menarik.
Saudara juga diperkenankan mengomentari komentar teman sekelas Saudara. Selamat berdiskusi...