Minggu, 19 Februari 2017

Membantu Karyawan Berperilaku Etis



Bahan Bacaan: Malar, S. Mercia Selva. 2008. The “ethics” of being profit focused. Social Responsibility Journal, Vol. 4. No 1/2: 136-142.

Meskipun masih banyak orang yang mengeluh bahwa dalam bisnis dunia merajalela berbagai praktik yang tidak etis dan tidak bermoral, pemenang dalam bisnis bukanlah mereka yang bersinar dalam jangka pendek dengan menghalalkan segala cara. Pemenang tetaplah mereka yang mengikuti rute yang panjang dengan menerapkan etika dan moral dalam semua aspek bisnis mereka.
Perusahaan adalah benda mati dan orang-orang adalah orang-orang yang bertindak atas nama perusahaan. Jika perusahaan harus etis dan moral dalam kegiatannya, maka mereka harus dipimpin oleh orang yang beretika dan bermoral. Direksi dan tim manajemen pertama harus diatur oleh etika dan moralitas. Mereka harus benar-benar yakin bahwa tidak ada keharusan bahwa harus ada konflik antara keuntungan dan etika (Malar, 2008).
Mengutib Huntsman (2007),  Malar (2008) mengatakan:"Tidak boleh ada ketegangan antara membuat keuntungan dan mengikuti prinsip-prinsip tradisional kepatutan dan kewajaran". Perusahaan harus selalu menginstruksikan karyawannya untuk mengikuti saran ini dari Huntsman:

  1. Setiap kegiatan yang akan dilakukan harus dimulai dengan pertanyaan "Apakah itu benar?"
  2. Apakah aku ingin diperlakukan seperti ini? Biarkan nilai-nilai individu juga diterapkan di tempat kerja.  Seharusnya tidak ada pemisahan antara apa yang dianggap baik secara pribadi dengan apa yang baik untuk dilakukan di tempat kerja.
  3. Ketika terjadi konflik terkait perilaku etis, pertimbangkan konsekuensi terhadap keluarga sendiri. Setiap karyawan harus diminta untuk “mewarnai” hidupnya dengan kata-kata: Keluarga, Iman, Ketabahan, Keadilan, Kesetiaan, Persahabatan, dan Belas kasih.

Bahan Diskusi:

“Setiap karyawan harus diminta untuk “mewarnai” hidupnya dengan kata-kata: Keluarga, Iman, Ketabahan, Keadilan, Kesetiaan, Persahabatan, dan Belas kasih.”
Andai Saudara sebagai karyawan, pilihlah 3 dari 7 kata pada kutiban di atas yang paling memungkinkan Saudara untuk berperilaku etis dalam pekerjaan ketika ketiga kata itu telah “mewarnai hidup Saudara”. Berikanlah alasan mengapa Saudara memilih ketiga kata tersebut. Selamat Berbagi dan Berdiskusi.

Rabu, 15 Februari 2017

Prinsip-Prinsip Peningkatan Motivasi Karyawan



Bacaan: Brecher, Nathalie D. 2010. Fantastic Four: Ignite employee motivation with quartet of proven principles, Journal of Property Management, Nov-Dec: 16

Setiap organisasi mengharapkan untuk memiliki karyawan bermotivasi tinggi. Mereka diharapkan dapat berkinerja dengan baik dan pada akhirnya akan berdampak pada kinerja organisasi secara keseluruhan. Persoalan yang muncul adalah bagaimana meningkatkan motivasi karyawan tersebut.
Brecher (2010) menyadari kesulitan yang dialami oleh banyak organisasi dalam upaya meningkatkan motivasi kerja karyawan. Dia lalu mengemukakan  4 prinsip yang perlu diperhatikan dalam peningkatan motivasi karyawan, yaitu:

Hasil yang diharapkan dari karyawan menentukan program motivasi yang akan dilakukan

Manajer sering menyusun program peningkatan motivasi kerja tanpa merumuskan secara rinci hasil kerja yang diharapkan dari karyawan. Ketika  hasil yang diharapkan sudah dirumuskan dengan jelas maka program peningkatan motivasi akan bisa lebih mudah ditentukan yang pada akhirnya akan berdampak optimal.

Tidak semua bentuk reward akan cocok untuk setiap organisasi

Manajer sering tergoda untuk mengadopsi berbagai bentuk reward yang umumnya digunakan dan dianggap sukses dijalankan oleh berbagai organisasi. Kondisi organisasi yang berbeda dapat membuat adopsi bentuk reward dari organisasi lain menjadi tidak efektif. Jalan keluarnya, organisasi perlu menentukan bentuk reward yang sesuai situasi dan kondisi organisasi itu sendiri.

Jangan meremehkan dampak kebijakan manajerial yang jelek

Manajer sering berupaya untuk melaksanakan berbagai  program  perbaikan motivasi karyawan. Ironisnya, organisasi mengabaikan berbagai kebijakan manajerial jelek yang sebenarnya menurunkan motivasi karyawan, misalnya pengawasan yang buruk, atasan yang pilih kasih, dan lain-lain.

Berikan motivasi secara personal

Keefektifan motivasi sering dilihat berhenti hanya pada bentuknya (seperti: jumlah uang yang diberikan atau fasilitas lainnya). Hal penting yang sering diabaikan adalah pemilihan waktu, tempat, dan cara pemberian motivasi tersebut harus tepat.

Bahan Diskusi:

Menurut Saudara, manakah dari keempat prinsip di atas yang paling mudah/sering  diabaikan oleh para manajer? Mengapa demikian?

Minggu, 05 Februari 2017

Bentuk-Bentuk Kinerja Individual



Bahan Bacaan:

Gilmeanu, Raluca. 2015. Theoretical considerations on motivation and work place, job satisfaction and individual performance. Valahian Journal of Economic Studies, Vol. 6(3): 69-80.

Gilmeanu (2015) berupaya untuk menjelaskan hubungan antar variabel motivasi, lingkungan kerja, kepuasan kerja dan kinerja individu. Berdasarkan literature yang ada, peneliti menyimpulkan bahwa hubungan antar variabel di atas tidak selalu konsisten sehingga harus ditafsirkan/diinterpretasi sesuai kondisi yang ada atau sedang berkembang.
Hal menarik dalam tulisan Gilmeanu (2015) antara lain adanya rumusan tentang tiga bentuk ungkapan/ekspresi terkait kinerja individu. Dengan kata lain, kinerja individu dapat tampak/kelihatan dalam 3 bentuk, yaitu:

  1. Produktivitas: rasio antara input dan output suatu aktivitas, misalnya jam kerja yang digunakan adalah input sedangkan jumlah produk yang dihasilkan adalah output.
  2. Inovasi: Cara untuk meraih kesuksesan bisa berupa metode baru dalam mengeksekusi aktivitas bisnis maupun produk atau layanan yang baru.
  3. Loyalitas: total dedikasi dan kepercayaan individu pada organisasi.
Dengan demikian, apabila menginginkan pemahaman lebih menyeluruh (komprehensif) tentang kinerja individual maka ketiga bentuk tersebut harus diukur atau dianalisis bersama-sama. Kesadaran itu perlu dimiliki karena kecenderungan untuk melihat kinerja individual dalam satu bentuk saja sebagaimana akan kita lakukan pada diskusi ini.

Bahan Diskusi:

Andai Saudara adalah Manajer HRD:

  • Manakah dari 3 bentuk kinerja individual tersebut yang paling penting? Mengapa?
  • Apa yang akan Saudara lakukan agar individu di bawah koordinasi Saudara itu dapat memiliki bentuk kinerja seperti yang Saudara pilih pada poin pertama?

Kamis, 02 Februari 2017

Tanggung Jawab Hukum dan Tanggung Jawab Moral



Bahan Bacaan:

Fieser, James. 1996. Do businesses have moral obligation beyond what the legal requires?. Journal of Business Ethics, Vol.15 (4): 457-468.

Bisnis yang ideal (bisnis yang baik) adalah bisnis yang mendatangkan keuntungan, tidak melanggar hukum (bisnis yang legal) dan bermoral. Salah satu yang tersirat dalam pernyataan tersebut adalah bisnis yang tidak melanggar hukum, belum tentu bisnis tersebut merupakan bisnis yang bermoral (diterima sebagai sesuatu yang baik). Dengan kata lain, masih ada hal-hal yang sebenarnya baik menurut masyarakat yang belum dimasukan atau diatur oleh hukum sehingga kalau hal itu tidak dilaksanakan maka tidak akan dianggap sebagai pelanggaran hukum. Hal itu hanya dianggap sebagai pelanggaran moral sehingga pelanggarnya tetap tidak bisa dituntut di pengadilan.


Bahan Diskusi:

Berilah contoh praktek bisnis yang secara hukum tidak melanggar tapi menurut Saudara hal itu tidak bisa dibenarkan karena merupakan praktek bisnis yang tidak baik.
Selamat Berdiskusi…..

CATATAN:
Mohon TIDAK menyebut merek produk atau nama perusahaan, cukup menyebut karakteristik umumnya saja seperti “perusahaan pelayaran” , “produk minuman kemasan”  dan lain-lain. Terima kasih