SELAMAT DATANG

Blog ini dibuat terutama sebagai sarana diskusi para mahasiswa. Terima kasih atas pengertiannya.....
Postingan tentang BAHASA TOMBULU telah disatukan pada blog: bahasatombulu.blogspot.com
Tugas wawancara pebisnis dipostingkan pada blog: kuraberbisnis.blogspot.com

Selasa, 02 Februari 2016

Antara Kepentingan Pemilik dan Pemangku Kepentingan



Bacaan:
Mariappanadar, Sugumar. 2011. Harm of efficiency oriented HRM practices on stakeholders: an ethical issue for sustainability. Society and Business Review, Vol. 7(2):168-184

Perspektif stakeholder (pemangku kepentingan) bukan lagi suatu isu yang baru dalam bisnis. Bisnis diharapkan dikelola dengan memperhatikan kepentingan semua pihak yang terdampak oleh aktivitas bisnis tersebut (stakeholder) dan tidak hanya berdasarkan pertimbangan akan kepentingan pemilik (shareholder). Meskipun demikian, karena hakekat bisnis adalah profit maka masih sering terjadi gesekan antara dua kepentingan tersebut. Secara spesifik hal itu terjadi juga dalam praktek pengelolaan SDM dalam suatu organisasi.

Bahan Diskusi:

Berilah contoh praktek pengelolaan SDM yang menunjukkan bahwa praktek atau kebijakan tersebut lebih didasarkan pada kepentingan salah satu pihak dalam organisasi tersebut. Menurut Saudara, apa jalan keluar yang dapat diambil untuk mengatasi persoalan tersebut.
Selamat Berdiskusi.

MOHON PERHATIAN:
Komentar tidak boleh menyebutkan nama organisasi/perusahaan jika hal itu terkait praktek yang tidak benar. Sebaliknya, silahkan mencantumkan nama organisasi/perusahaan jika praktek yang mereka lakukan itu benar. 
Maaf beberapa postingan harus saya hapus, silahkan komentar lagi... 
Terima kasih 

107 komentar:

  1. Contoh praktek pengolahan SDM yang menunjukkan bahwa praktek atau kebijakan tersebut lebih didasarkan pada kepentingan salah satu pihak dalam organisasi, saya akan memberikan contoh praktek pengolahan SDM yang lebih mengutamakan kepentingan pemilik yang tidak lain adalah para pemegang saham. karena pada jaman sekarang,strategi transnasional membebankan alat-alat yang berbeda untuk staffing, perkembangan manajemen dan praktek kompensasi dibandingkan dengan strategi yang dilakukan oleh perusahaan multidomestik. Perusahaan mengejar kebutuhan strategi transnasional dengan lebih meningkatkan aktivitas pengembangan manajemen seleksi pegawai, penilaian penampilan, dan kebijaksanaan upah fungsi MSDM. Jika saya analisis perusahaan menitik beratkan pada kepentingan pemilik karena dengan meningkatnya kinerja para karyawan maka nilai perusahaan dan profit akan semakin meningkat. namun, jangan melupakan biaya yang harus dikeluarkan untuk membiayai proses staffing tingkat transnasional. Semakin tinggi biaya yang dikeluarkan pastinya akan membebani harga jual sehingga konsumen kurang diuntungkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya akan menanggapi contoh dari saudari imelda bahwa perusahaan transnasional memang pada jaman sekarang harus memiliki pengolahan sumber daya manusia yang bagus jika ingin menyaingi perusahaan transnasional lainnya. Namun, apakah staffing yang mahal lebih efektif digantikan dengan perilaku organisasi dan kepemimpinan yang berlaku dalam sebuah organisasi serta dalam perilaku organisasi terdapat variabel kontijensi yang dapat dijadikan pemecahan solusi Sumber daya manusia yang dihadapi oleh perusahaan transnasional ? terima kasih.

      Hapus
    2. Saya akan menanggapi contoh dari Saudari Imelda, menurut saya ketika perusahaan itu mengutamakan kepentingan pemilik saham, biasanya profit dari perusahaan itu juga akan naik, karena ada timbal balik antara perusahaan dengan pemilik saham. karena jika laba meningkat, maka otomatis pemegang saham juga mendapatkan keuntungan. jika diibaratkan hal ini seperti telur dengan ayam. mana yang lebih penting? telur atau ayam? nah, dari hal ini kan bisa terlihat bahwa telur dan ayam sama pentingnya, begitu pula dengan hubungan antara pemegang saham dengan laba di perusahaan, mereka akan saling menguntungkan. terima kasih

      Hapus
    3. Berdasarkan case yang saudari Imelda contohkan, saya menanggapi hal - hal berikut. Pada dasarnya, semua usaha dipusatkan pada pencapaian laba seoptimal mungkin. Laba yang tinggi, dapat dicapai jika kinerja dari semua divisi atau bagian - bagian yang ada di dalam perusahaan tersebut bagus dan saling mendukung. Tentu saja, untuk menghasilkan karyawan yang memiliki kinerja yang tinggi, membutuhkan biaya ekstra pula untuk pelatihan dan pengembangan karyawan tersebut.

      Dari sisi ini, kita tidak bisa mengklaim bahwa kinerja yang tinggi karyawan yang diharapkan oleh pemilik adalah suatu tindakan yang merugikan bagi konsumen. Menurut saya, biaya untuk pelatihan dan pengembangan memang sudah dianggarkan oleh sebuah perusahaan untuk karyawannya. Untuk penetapan harga yang tinggi yang jatuh kepada konsumen, tergantung bagaimana bagian produksi, mampu menekan biaya - biaya yang dikeluarkan untuk produksi suatu barang tertentu.

      Hapus
    4. Saya akan menanggapi contoh praktek pengolahan SDM dari saudari Imelda. Memang benar, di sebuah perusahaan harus memperhatikan beberapa komponen penting yang akan memberikan dampak baik bagi perusahaan. Seperti pemegang saham, mereka berani memberikan sahamnya kepada perusahaan karena mereka dapat melihat beberapa faktor yang menunjang para pemegang saham tersebut memberikan sahamnya kepada perusahaan, salah satunya dengan pandangan SDM di dalam perusahaan. Namun, pihak perusahaan harus tetap memperhatikan faktor-faktor yang lainnya. Jangan berpatokan dengan SDM yang sudah bagus mereka melupakan hal yang lainnya, tetapi dalam sebuah perusahaan harus saling berkoordinasi untuk meningkatkan kinerja perusahaannya. Melalui bidang SDM ini, dengan perusahaan memiliki tenaga-tenaga yang dapat diandalkan dalam pengoperasian di dalam perusahaan dan mereka mampu memberikan apa yang bisa mereka kerjakan untuk perusahaan, secara tidak langsung mereka juga akan mendapatkan feedback yang baik dari perusahaan karena perusahaan juga ingin membuat para pekerjanya loyal dan betah bekerja di perusahaan yang dia kerjakan. Jadi komponen-komponen SDM yang baik pastinya akan berpengaruh terhadap kelangsungan sebuah perusahaan di masa sekarang maupun di masa mendatang. (Mea Hant Evetan - 3103014137)

      Hapus
  2. Contohnya adalah praktek outsourching karena bagi karyawan praktek tersebut adalah praktek yang merugikan karena adanya pemotongan gaji dan lain-lain untuk mengatasi hal tersebut setiap pihak yang memutuskan praktek outsourching tidaklah harus demikian mereka sebaiknya mengatur ulang praktek tersebut bisa dengan mentransparankan uang lembur para karyawan dan lain sebagainya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya ingin menanggapi contoh yang anda berikan menurut saya dengan mentransparankan uang lembur para karyawan itu akan lebih merugikan karyawan dari pada pemotongan gaji karen perusahaan pasti ingin memaksimalkan tenaga kerja karyawan jika mentransparankan uang lembur perusahaan akan meminta karyawan itu lembur terus karena perusahaan tidak perlu memberikan uang lembur dan jika diperhitungkan karyawan akan mendapatkan uang lebih banyak jika perusahaan tetap melakukan praktek awal dari pada merubah prakteknya dengan mentransparankan uang lembur

      Hapus
    2. Tidak semua perusahaan outsourching melakukan pemotongan gaji dan sebagainya ada beberapa perusahaan yang menggaji karyawan sesuai kesepakatan saat awal karyawan tersebut melamar pekerjaan dan karyawan tidak mengetahui berapa keuntungan yang didapat perusahaan dan selama yang saya ketahui jika menyewa jasa pegawai outsourching tidak ada karyawan yang digaji langsung dari perusahaan yang menyewa

      Hapus
    3. Saya kurang setuju dengan contoh yang diberikan saudari Sri Rejeki. Tidak selamanya outsourcing itu buruk. Dewasa ini, banyak pihak yang menentang adanya praktek outsourcing yang telah diterapkan oleh perushaan - perusahaan yang ada di Indonesia. Praktek outsourcing dianggap buruk karena memakan sebagian pendapatan karyawan outsource itu sendiri. Jika kita hanya melihat kerugian yang ditimbulkan dari praktek outsorcing ini, seperti pemotongan gaji yang sadari contohkan, dalam asumsi seperti itu, maka semua perusahaan outsource jelas memiliki citra yang buruk. Namun, kita perlu menyadari, bahwa perusahaan outsorcing adalah perusahaan yang mampu menampung pengangguran yang ada. Tenaga kerja yang berada dalam usia kerja, yang belum mendapat pekerjaan, akan lebih mudah diterima di perusahaan outsourcing daripada langsung ke perusahaan general pada umunya. Pada perusahaan outsource, karyawan yang melamar tidak harus memiliki kriteria yang tinggi, seperti yang diinginkan perusahaan general. Akhirnya, perusahaan outsourcing harus memberikan pelatihan dan pengembangan kepada karyawannya agar karyawannya dapat memberikan kinerja yang baik di perusahaan penyewa outsourcer. Hal ini jelas menguntungkan bagi pelamar yang kurang kompeten. Bandingkan saja, apabila mereka yang tidak kompeten, melamar secara langsung di sebuah perusahaan, bisa jadi mereka malah tidak diterima. Perusahaan outsourcinglah yang mau menerima mereka. Potongan gaji, menurut saya adalah wajib. Mengapa? Ya, anggap saja, sebenarnya saya tergolong orang yang kurang kompeten. Lamaran saya tidak diterima. Sudah sewajarnya saya memberikan kontribusi bagi perusahaan yang mau mencarikan saya pekerjaan. Sebagai balas budi lah anggapannya. :)

      Hapus
    4. saya ingin menanggapi contoh saudari saya setuju dengan adanya transparasi gaji dengan demikian para karyawan outscourcing dapat mengetahui lebih detil tentang gaji mereka dan dapat membuat para karyawan outscourcing lebih merasa di hargai

      Hapus
    5. Saya akan menanggapi tentang outsourching yang digunakan sebagai contoh oleh saudari sri rejeki , menurut saya kebijakan outsourching yang telat dikeluarkan pemerintah telah ditinjau terlebih dahulu sebelum disahkan , sehingga jika ada kontra dari kebijakan tersebut , maka hal itu merupakan ketidakpuasan dari karyawan yang terkena imbas outsourching , dan terlebih" yang saya tahu bahwa perihal gaji , perusahaan selalu transparan karna tentu ada slip gaji yang diberikan dari perusahaan kepada karyawan. Terima kasih

      Hapus
  3. Contoh praktek pengolahan SDM yang menunjukkan bahwa praktek atau kebijakan tersebut lebih didasarkan pada kepentingan salah satu pihak dalam organisasi adalah terjadi dalam konteks bisnis MLM, dimana salah satu pihak sebagai atasan yang memiliki beberapa bawahan, dan mereka berhasil menjual produk dengan kata lain menghasilkan profit terbesar dengan begitu orang yang berhasil menghasilkan profit terbesar tersebut akan memperoleh perilakuan dan perhatian khusus. Dan menutur saya, sebaiknya perlakuan dan perhatian yang khusus harus diberikan kepada semua bawahan, agar semuanya dapat bekerja dengan lebih termotivasi dan optimal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya akan menanggapi pendapat yang diberikan saudari lisa. menurut saya dalam konteks bisnis MLM ini pasti bermula dari bawah , sehingga wajar saja jika kita sudah dapat mencapai target yang ditentukan otomatis kita akan naik ke level yang lebih tinggi, darisitulah wajar saja kalo seseorang akan mendapat perhatian yang lebih seperti bonus yang diberikan. tetapi menurut pandangan saya jika seseorang baru mengikuti bisnis ini maka dia juga akan mendapat perhatian untuk menjalankan bisnis MLM dan dibimbing oleh atasan mereka untuk dapat mengerti bagaimana cara untuk berbisnis , sehingga mereka dapat mengerti bagaimana cara bekerja MLM tersebut. jadi menurut saya keduanya mendapat perhatian yang sama , hanya saja bonus yang diberikan berbeda

      Hapus
    2. saya akan menanggapi pendapat yang diberikan saudari Lisa. Menurut saya dalam bisnis MLM akan bermula pada level paling bawah dengang iming - iming bisnis MLM maka orang yang masi di level bawah akan bersemangat untuk mencapai target agar dapat naik ke level berikutnya dan mendapatkan bonus yang lebih besar. jadi keduanya pasti akan mendapatkan perhatian yang hampir sama antara level bawah dengan level atas.

      Hapus
    3. Saya tidak setuju dengan contoh yang anda berikan sebenarnya perusahaan MLM mendapatkan laba bukan dari berjualan produk tetapi karena banyaknya orang yang ikut bisnis mereka dan jika yang menghasilkan profit besar mendapat perlakuan khusus itu sudah sewajarnya karena mencapai posisi tinggi itu tidak lah mudah dan jika bawahan mendapat perlakuan khusus itu akan menyebabkan orang yang menghasilkan profit besar merasa tidak adil karena buat apa mereka bersusah payah untuk menghasilkan profit besar kalau mereka sebagai bawahan saja sudah mendapat perlakuan khusus dan hal ini akan menyebabkan bawahan malas untuk bekerja karena tanpa berusaha mereka sudah mendapat perlakuan khusus dan sebenarnya dengan perlakuan khusus yang diberikan bagi orang yang menghasil profit tinggi itu malah yang akan memotivasi bawahan karena jika mereka mau diperlakukan secara khusus merek harus giat untuk bekerja agar menghasilkan profit besar.

      Hapus
    4. Mohon maaf sebelumnya, saya kurang seutuju dengan pendapat yang saudari Lisa terhadap contoh yang diberikan. Jika menggunakan contoh bisnis MLM sesungguhnya yang berhubungan adalah kepentingan masing masing individu, karena sesuai yang sidampaikan oleh saudari Jessica bahwa siapa saja bisa mendapatkan profit tinggi asalkan dapat memiliki atau merekrut anggota baru dan mencapai target.
      Yang saya tangkap dalam diskusi kali ini adalah salah satu yang diuntungkan antara pihak perusahaan atau pihak pengegang saham, sehingga contoh yang diberikan kurang menjawab diskusi kali ini.

      Ian Eka Widjaja
      MSDM II KELAS E

      Hapus
    5. Saya akan menanggapi pendapat saudari Lisa. Saya kurang begitu setuju. mengapa demikian, karena bisnis MLM harus dimulai dari level yang paling dasar. Jadi bagi para pemula pun juga harus mendapatkan arahan. Agar bisnis yang dilakukanpun dapat memudahkan para pemula untuk memulai bisnisnya.

      Hapus
  4. contoh praktek pengelolahan SDM yang menunjukkan bahwa praktek atau kebijakan tersebut lebih didasarkan pada kepentingan salah satu pihak dalam organisasi tersebut seperti terdapat pada beberapa perusahaan yang lebih mementingkan karyawan-karyawan yang berkualitas saja, sedangkan beberapa karyawan lainnya tidak bisa memperoleh kesempatan lain, saat atasan hanya berfokus pada karyawan-karyawan yang dipikir akan berkerja dengan baik dan maksimal dan selalu diberikan pekerjaan yang berat dan upah yang lebih tinggi di bandingkan dengan karyawan yang lainnya maka karyawan yang lain akan merasa minder, tidak percaya diri untuk melakukan pekerjaan yang besar. solusinya seharusnya memberikan kesempatan kepada setiap karyawan untuk melakukan perkerjaan yang besar, walaupun karyawan tersebut memiliki kemampuan yang biasa-biasa saja, tetapi biarkan dia mencoba untuk melakukan pekerjaan yang berat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya akan menanggapi Roberta Rosaria.R, jadi memang ada beberapa beberapa perusahaan yang mementingkan karyawan yang berkualitas, di karekan karyawan tersebut mampu menghasilkan Laba yang besar bagi perusahaan. Perusahaan yang mengistimewakan karyawan tersebut tujuannya membuat karyawan tersebut tambah semangat untuk bekerja. Yang jadi pertanyaan saya. Apakah karyawan yang ingin di beri kesempatan itu siap dan bertanggung jawab atas tugas dan perintah yang di berikan perusahaan yang menyangkut laba dari perusahaan tersebut? Terima Kasih.

      Hapus
    2. Saya akan menanggapi contoh dari saudara Roberta. Memang seringkali perusahaan terkesan ‘pilih kasih’ kepada karyawannya dengan pemberian tanggung jawab yang berbeda. Namun menurut saya itu adalah hal yang benar. Karena sebagai perusahaan mereka tidak mau mengambil resiko dengan memberikan tugas yang besar kepada karyawan yang belum terlatih atau terpercaya. Dilain sisi mungkin karyawan yang belum diserahi pekerjaan yang besar sebaiknya lebih berusaha untuk menunjukan kredibilitasnya sehingga perusahaan dapat percaya dan memberikan porsi yang lebih. Jadi karyawan bukan saja menuntut namun juga harus membuktikannya.

      Hapus
    3. Saya akan mencoba menanggapi pendapat saudari roberta dan menambahkan tanggapan saudara billy dan saudari stephanie, bahwa menurut saya tindakan pilih kasih ini selain untuk memberikan motivasi lebih kepada karyawan yang telah berkinerja baik tersebut, juga untuk memberikan sejenis pemicu atau target ke depan untuk karyawan yang masih belum "berhasil". Sehingga, kebijakan ini sebenarnya bukan untuk membuat karyawan lain minder, tetapi untuk membuat mereka semakin termotivasi mencapai target yang lebih tinggi. Tinggal sikap masing-masing karyawan itu sendiri, bagaimana menyikapi hal ini. Terima kasih

      Hapus
    4. Saya menanggapi contoh kasus yang disampaikan oleh saudari Roberta. Di sisi ini, saya melihat kecenderungan saudari adalah memperjuangkan karyawan - karyawan yang "kurang diperhatikan" oleh atasannya. Menurut saya, dalam sebuah perusahaan, tentu ada seseorang yang lebih diistimewakan daripada yang lainnya. Namun, mari kita tinjau lagi. Mengapa orang ini bisa lebih istimewa dibanding karyawan lainnya? Orang tersebut mungkin saja memiliki kharisma, kinerja yang baik, atau sesuatu di dalam dirinya, yang membuat dirinya istimewa. Sangatlah wajar jika kita lebih menyukai seseorang karena seseorang itu berbakat, berkharisma, atau beribawa, dll. Sebagi contoh sederhana saja, kita semua pasti memiliki tokoh idola sesuai selera kita masing - masing. Walaupun terdapat banyak male singers, namun bisa saja Adam Levine menjadi favorit anda karena pesonanya, gayanya, suaranya, ataupun kharismanya. Apakah kita salah? Tentu tidak. Sama hal nya saat kita memposisikan diri sebagai karyawan. Apabila atasan anda lebih menyukai si A, dimana si A memang sangat disiplin, mempunyai inovasi tinggi, kita tidak boleh mengeluh atas perlakuan baik yang dihasilkan atasan anda terhadap si A tersebut. Saat kita memiliki cara berpikir seperti ini, maka kita akan mendorong alam bawah sadar kita untuk berpindah menjadi level yang lebih buruk dari apa yang kita bisa lakukan sebenarnya. Namun, saat anda berusaha introspeksi diri, kita akan mengarahkan diri kita kepada suatu perubahan yang lebih baik, menjadi pribadi yang unggul dan kompeten dalam bersaing.

      Hapus
  5. Contoh praktek pengolahan SDM yang menunjukkan bahwa praktek atau kebijakan tersebut lebih didasarkan pada kepentingan salah satu pihak dalam organisasi terjadi dalam perusahaan yang adanya kesenjangan antara atasan dan karyawan. kesenjangan dapat membuat karyawan merasa tidak nyaman dalam lingkungan organisasinya. maka dari itu seharusnya atasan harus menjaga komunikasi dengan para karyawannya agar dapat menciptakan suasana nyaman dalam bekerja dan dapat menghilangkan kesenjangan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya mencoba menanggapi pendapat saudari firly. saya sependapat bahwa kesenjangan dalam hubungan atasan dan karyawan merupakan hal yang membuat kondisi kerja menjadi tidak kondusif, dan pemecahannya sesuai dengan kata saudari bahwa atasan harus menjaga komunikasi dengan bawahannya. Namun saya masih bingung mengenai hubungan kesenjangan ini dengan topik diskusi kita mengenai kebijakan yang mementingkan salah satu stakeholder, karena menurut saya dalam kesenjangan ini, baik atasan maupun karyawan sama-sama berada dalam posisi kurang diuntungkan? Terima kasih

      Hapus
    2. Saya akan menanggapi contoh yang diberikan oleh saudari firly agung, memang benar bahwa kesenjangan yang terjadi antara atasan dan bawahan dalam sebuah perusahaan merupakan hal yang sangat tidak menyenangkan selain berdampak pada suasana kerja yang tidak nyaman kesenjangan dapat juga berdampak pada hasil kinerja karyawan yang buruk,dsb. Namun disisi lain tidak harus atasan saja yang berusaha untuk berkomumikasi dengan bawahannya meliankan sibawahan juga harus berusaha untuk memberikan umpan balik yang baik atas usaha atasannya tersebut berupa hubungan integritas yang baik dan juga harus tetap bekerja secara profesional dalam perusahaan meskipun karyawan memiliki hubungan yang baik dengan si atasan dan bukan malah bersikap se enaknya

      Hapus
    3. Berdasarkan case yang saudari Firly sampaikan, sudah sewajarnya bahwa atasan dan bawahan memiliki perbedaan yang cukup terlihat. Bagi seorang manajer, mobil adalah sebuah kebutuhan yang dipakai manajer saat pergi untuk melakukan suatu keputusan atau suatu acara dengan perusahaan lain. Bayangkan saja, apabila sebuah manajer perusahaan advertising yang hendak memiliki sebuah kontrak dengan perusahaan makanan, mendatangi perusahaan makanan tersebut menggunakan sepeda motor. Tentu perusahaan makanan ini akan meragukan kemampuan perusahaan advertising tersebut. Tidak dapat dipungkiri, bahwa manusia memang memiliki kesan - kesan seperti itu.

      Namun, jika anda hanya bekerja sebagai staff, mobil mungkin saja bukan kebutuhan anda, yang tidak perlu melakukan suatu kontrak dengan perusahaan lain.

      Di sini, sebagai karyawan, kita seharusnya tidak mengeluh dengan kesenjangan ini. Semakin tinggi jabatan anda, semakin banyak pula fasilitas yang dapat anda dapat. Namun, semakin besar juga resiko anda.

      Jika anda sebagai atasan, kesenjangan itu pastilah terjadi. Tidak mungkin juga bagi anda sebagai seorang atasan, menjaga perasaan banyak staff. Anda dapat berperilaku yang menyenangkan, beribawa, dan berperilaku sopan, sehingga bawahan anda merasa senang dan kagum kepada anda.

      Hapus
  6. Contoh organisasi atau perusahaan yang mempraktekkan pengolahan SDM hanya untuk kepentingan salah satu pihak / StakeHolder (Pemangku Kepentingan) adalah organisasi atau perusahaan yang berfokus pada peningkatan kualitas produk, mendapatkan laba maksimal dan mempertahankan citra Brand/Merk tanpa melihat kesejahteraan para pekerja/karyawan yang dimiliki. Jika praktek ini diteruskan maka akan berdampak buruk bagi perusahaan karena bisa membuat kinerja/produktifitas karyawan menurun. Maka dari itu, pemerintah harus memberikan kebijakan-kebijakan agar perusahaan lebih memperhatikan karyawan dan jika ada yang melanggar maka pemerintah bisa memberikan sanksi seperti pencabutan izin pendirian dll.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya akan menanggapi contoh yang diberikan oleh saudara Hari. Semua perusahaan pasti ingin produknya mengalami peningkatan, mendapatkan laba maksimal dan citra Brand/Merek yang kuat. Tentu untuk mencapai semua itu diperlukan Stakeholder yang berkualitas, karena Stakeholder mempunyai pengaruh yang besar terhadap apa yang nantinya akan terjadi didalam perusahaan.Sehingga para Shareholder harus memperhatikan baik kesejahteraan, kompensasi, perlindungan semua Stakeholder nya. Shareholder juga merupakan Stakeholder terbesar di perusahaan karena bila perusahaan itu entah mengalami kenaikan atau penurunan, Shareholder akan terkena langsung dampaknya, sedangkan Stakeholder bias terkena secara langsung atau tidak langsung oleh dampak yang terjadi di dalam perusahaan tersebut.

      Hapus
    2. Saya akan menanggapi pernyataan dari saudara Hari. Menurut saya, di sini pemerintah kurang ada hubungannya dengan keadaan yang ada di perusahaan, namun solusinya berada di dalam perusahaan itu sendiri. karena jika pemerintah ikut campur, bisa dibayangkan berapa banyak perusahaan yang harus dibenahi oleh pemerintah? Jika tidak memperhatikan kesejahteraan, mungkin hal ini bisa didiskusikan baik baik antar karyawan dengan pemegang saham tersebut. ketika diskusi bisa disebutkan keinginan yang akan disampaikan, dan bisa dicari jalan keluarnya melalui diskusi tersebut. Terima kasih

      Hapus
    3. Saya akan menanggapi pernyataan dari saudara Hari. Menurut saya, jika pemerintah langsung campur tangan dengan cara mencabut izin dll nya, justru permasalahan akan menjadi rumit, karena solusinya terdapat pada perusahaan tersebut. Mungkin akan lebih baik dengan cara meningkatkan kualitas produk agar mendapatkan laba maksimal, dan ketika perusahaan mencapai laba max, diharapkan perusahaan juga tidak melupakan kesenjangan para karyawan nya dan para pemangku kepentingan. Terima kasih

      Hapus
    4. Menurut saya, semua perusahaan ingin mendapatkan laba pastinya. Selain itu, hanya perusahaan yang kuat citra brand/ merk nya, adalah perusahaan yang mampu menciptakan keunggulan kompetitif, baik melalui teknik diferensiasi, low cost, maupun quick respon. Tidak ada perusahaan yang mampu menjadi besar tanpa adanya peran internal perusahaan yang mendukung dan berkinerja dengan baik. Jika ada perusahaan yang dengan jelas mengesampingkan kesejahteraan karyawannya, pasti karyawan berontak, dan pasti eksistensi perusahaan tersebut tidak lama lagi.

      Hapus
  7. Banyak sekali perusahaan yang sekarang memperkerjakan anak dibawah umur mungkin karena masalah ekonomi yang mengakibatkan mereka harus bekerja, bahkan ada yang bekerja sampai jam lemberpun mereka tetap digaji secara normal. Dengan ini perusahaan mungkin hanya menambah beban biaya saat pelatihan saja, karena setiap karyawan yang akan bekerja akan diberikan pelatihan, namun setelah karyawan bekerja mereka hanya digaji secara normal meskipun mereka lembur dalam bekerja, hal ini yang harusnya diperhatikan, agar karyawan yang bekerja dengan nyaman dan loyal dengan perusahaan, sehingga tidak terjadi profit yang hanya menguntungkan bagi para pemangku kepentingan perusahaan tetapi juga menguntungkan bagi para karyawan agar kesejaheraan seimbang

    BalasHapus
    Balasan
    1. pendapat anda ada benarnya, namun saya kurang setuju jika anda menyebutkan banyak perusahaan memperkerjakan anak di bawah umur, setau saya pada umumnya perusahaan menerima karyawan saat lamaran kerja juga di tinjau melalui tingkat pendidikan nya ,mungkin sebatas SMA ato d3 hingga s1 , biasanya pihak yang memperkerjakan anak dibawah umur adalah usaha2 kecil, misalnya : orang tua si A membuka bengkel, dan mungin orang tua si A tidak ingin membayar pegawai terlalu banyak, jadi sang anak yang seharusnya masih bersekolah di bangku SMP turut membantu pekerjaan orang tua tersebut , dalam kasus ini secara tdk langsung orang tua si A memperkerjakan anaknya dibawah umur . itu pendapat saya, sekian terimakasih.

      Hapus
    2. Saya akan menanggapi pernyataan dari saudara Ivan. Menurut saya, tidak seluruhnya perusahaan mempekerjakan anak dibawah umur. dan jika memang ada yang mempekerjakan anak dibawah umur, maka dia perusahaan tersebut bisa dilaporkan karena telah melanggar undang undang yang ada. Untuk kenyamanan dalam bekerja, hal ini bisa dilakukan melalui kebijakan dari tiap perusahaan, dan juga bagaimana sikap para pekerja dalam menanggapi kegiatan mereka selama di perusahaan tersebut. Terima kasih

      Hapus
    3. Mohon maaf sebelumnya, saya kurang seutuju dengan pendapat yang saudara Ivan berikan mengenai mempekerjakan anak dibawah umur. Jika benar anak dibawah umur yang dipekerjakan perusahaan maka sesungguhnya perusahaan tersebut telah mengambil langkah yang kurang tepat, dikarenakan saat mempekerjakan anak dibawah umur, biasanya anak tersebut belum memiliki kompetensi yang sesuai diharapkan perusahaan, kinerja yang diberikan kurang maksimal dan juga perusahaan harus memberikan pelatihan extra kepada anak tersebut yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
      Selain itu seandanya para pemangku kepentingan melihat tersebut maka bisa saja mereka akan menarik saham mereka, karena melihat perusahaan ingin meraup keuntungan yang sebesar besarnya dan bisa saja pemegang saham juga diperlakukan dengan cara yang sama dengan anak dibawah umur tersebut. Atas pendapat tersebut, biasanya perusahaan akan berpikir beberapa kali jika ingin melakukan strategi seperti yang saudara Ivan berikan. Perusahaan akan lebih memilih membayar lebih untuk pekerja yang lebih kompeten dan berpotensi memberikan keuntungan lebih besar dibandingkan mempekerjakan anak dibawah umur, karena kepercayaan pemangku kepentingan sangatlah besar peranannya dan dampaknya bagi kelangsungan perusahaan.
      Ian Eka Widjaja
      MSDM II KELAS E

      Hapus
    4. Pasti ada perusahaan yang memperkejakan anak dibawah umur,namun sayangnya mereka tidak terdeksi oleh pemerintah. saya tidak berani menyebutkan nama perusahaan disini. Kalau kalian tau perusahaan berbasis telepon genggam (hp) ada yang memperkerjakan anak dibawah umur. Menurut saya sekalipun perusahaan itu bangkrut tentu mereka tidak bangkrut secara total pasti mereka memiliki saving sekalipun mereka dikatakan bangkrut
      Untuk para pemegang saham,mereka tidak sepenuhnya peduli,ngapain juga pemegang saham mengurus anak yang bekerja dibawah umur dan bisa jadi tidak menguntungkan perusahaan. Mereka hanya melihat perusahaan ini mengutungkan atau tidak makanya mereka menanamkan sahamnya. Saya berkata real karena memang ada perusahaan yang memperkerjakan anak dibawah umur yang mereka didik menjadi kreatif. Maaciw guysss (peace)

      Hapus
  8. Menurut saya contoh lain dari perusahaan yang hanya mementingkan satu pihak saja adalah ketika perusahaan sangat ingin memperoleh laba tinggi dan berusaha memuaskan para pemegang saham dengan memberikan deviden tinggi atau tingkat laba yang tinggi tanpa memperhatikan kesejahteraan internal perusahaan. Dikaitkan dengan para karyawan yang tidak diberikan perhatian misal dengan atasan yang hanya meminta karyawan untuk bekerja memenuhi target perusahaan dan menghasilan laba tinggi namun tidak diimbangi dengan kenyamanan bekerjanya. Karena orientasi perusahaan hanya pada memperoleh laba tinggi dan memuaskan pemegang saham, karyawan pun yang sebenarnya jg merupakan pemegang kepentingan perusahaan jadi dikesampingkan kesejahteraannya.seharusnya perusahaan menyeimbangkan antara kenyamanan bekerja karyawan dengan pekerjaannya yang selalu diusahakan untuk meningkatkan laba perusahaan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya akan menanggapi contoh dari Saudari Jessica menurut saya ketika perusahaan itu mengutamakan kepentingan pemilik saham, biasanya profit dari perusahaan itu juga akan naik, karena ada timbal balik antara perusahaan dengan pemilik saham. karena jika laba meningkat, maka otomatis pemegang saham juga mendapatkan keuntungan. jika diibaratkan hal ini seperti telur dengan ayam. mana yang lebih penting? telur atau ayam? nah, dari hal ini kan bisa terlihat bahwa telur dan ayam sama pentingnya, begitu pula dengan hubungan antara pemegang saham dengan laba di perusahaan, mereka akan saling menguntungkan. terima kasih

      Hapus
    2. Saya akan menanggapi contoh dari saudari Jessica. Saya setuju bahwa kesejahteraan karyawan merupakan faktor yang sangat penting untuk diperhatikan agar karyawan memiliki kinerja yang bagus. Apabila karyawan merasa nyaman dan dihargai dalam suatu perusahaan, maka karyawan tersebut akan enjoy bekerja dan secara tidak sadar kinerja mereka akan meningkat.
      Untuk mensejahterahkan karyawan tidak harus dengan pemberian materi seperti contoh: gaji yang berlimpah, tiket liburan, bonus dll. Dengan lingkungan kerja yang cocok, sesama rekan kerja yang saling men support dan persaingan yang sehat sudah bisa membuat suatu pekerjaan yang mungkin terlihat rumit dan membosankan menjadi suatu pekerjaan yang menyenangkan.

      Hapus
    3. Menanggapi case yang saudari Jessica berikan. Menurut saya, tidak ada kinerja baik yang mampu dihasilkan karyawan, saat karyawan tidak mendapat perlakuan yang baik di tempat ia bekerja. Jarang sekali saya temui perusahaan yang dapat melakukan hal yang dicontohkan saudari Jessica. Ambil saja contoh perusahaan - perusahaan besar yang berkembang yang ada di Indonesia. Jika kita telusuri melalui wawancara karyawan, pastilah mayoritas karyawannya sangat puas dengan pekerjaan mereka. Manajer yang cerdas, tentunya tidak menutup mata untuk menekan karyawan agar memberikan laba yang tinggi, yang dapat dibagikan kepada para pemegang saham. Manajer yang cerdas pasti berperilaku seimbang dan adil kepada karyawan dan pemegang saham.

      Hapus
    4. Mohon maaf sebelumnya, saya kurang seutuju dengan pendapat yang saudari Jessica berikan. Untuk kondisi yang diberikan adalah perusahaan dengan profit yang tinggi dan mensejahterakan pemangku kepentingan tanpa memperhatikan karyawannya, sedangkan yang menjadi permasalahan dan pembahasan adalah kondisi laba tinggi dan kepuasan pemangku kepentingan sangat sulit terjadi karena saling bertolak belakang.
      Menurut saya jika kondisi dimana karyawan tidak diperhatikan hanya berlaku saat karyawan perusahaan memiliki nilai tawar yang rendah, dalam arti memiliki kemampuan yang ala kadarnya dengan jenajng pendidikan yang tidak terlalu tinggi, sehingga mereka tidak bisa berbuat apa apa. Sedangkan pada kondisi karyawan yang memiliki nilai tawar yang tinggi, maka karyawan akan memilih untuk berpindah pekerjaan dan perputaran tenaga kerja yang terjadi akan meningkat pesat, sehingga perusahaan harus mengeluarkan biaya lagi dalam proses perekrutan dan pelatihan tenaga kerja baru yang akan mengurangi keuntungan perusahaan. Perusahaan akan lebih memilih meningkatkan kesejahteraan karyawan tersebut agar mengurangi perputaran tenaga kerja, dan karyawan berkinerja lebih giat lagi.
      Akan lebih tepat jika kondisi yang diberikan adalah perusahaan memberlakukan laba ditahan untuk perputaran modal dimasa datang, sehingga pemangku kepentingan merasa dirugikan, atau perusahaan memberikan deviden yang terlalu besar kepada pemegang saham, sehingga keuntungan perusahaan tidak terlalu besar.
      Ian Eka Widjaja
      MSDM II KELAS E

      Hapus
  9. Cohtoh praktek SDM yang hanya memikirkan salah satu pihak saja adalah bisnis pembalut, ada beberapa pembalut yang memakai bahan-bahan yang tidak sehat apabila digunakan oleh manusia apa lagi penggunaannya didaerah intim wanita yang bisa menyebabkan berbagai penyakit berdatangan, dan juga tidak jarang bisa menimbulkan kematian, orang-orang yang menggunakan bahan-bahan tidak sehat pada pembalut untuk mengurangi biaya produksi, dan harga penjualan yang cukup terjangkau dan agar dapat meningkatkan laba sebanyak-banyaknya. Dan produk pembalut ini hanya mementingkan laba yang akan diperoleh dari pada kesehatan dari konsumennya.
    Seharusnya bisnis pembalut ini tidak perlu memakai bahan-bahan yang tidak sehat bagi manusia, banyak cara agar produk kita dapat laku dipasaran, salah satunya dengan melakukan pemasaran sebesar-besarnya dan tidak harus menggunakan bahan-bahan yang tidak aman bagi tubuh manusia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya akan mencoba untuk menanggapi pernyataan dari saudara Evy. Menurut saya, hal ini tidak selalu merugikan para konsumen terutama para wanita yang menggunakan pembalut tersebut, karena di Indonesia sendiri kita sudah memiliki standar tersendiri dan kita juga memiliki yang namanya badan pengawas yang disebut BPOM. Tidak mungkin produk tersebut dapat dijual ke pasaran apabila tidak melalui BPOM tersebut. dan apabila memang terkena berbagai macam penyakit, belum tentu karena pengurangan biaya-biaya seperti hal diatas tersebut, karena biasanya sudah tercantum berapa jam pemakaian yang boleh dipakai dan dari sisi ini kan tergantung dari konsumennya sendiri, apakah sudah memakai dengan benar atau belum? terima kasih

      Hapus
    2. Saya menanggapi case yang saudari evy sampaikan. Kebanyakan perusahaan memang berorientasi pada laba. Hanya perusahaan nirlaba yang menjalankan sebuah usaha, dengan tujuan kesejahteraan dan kemajuan kehidupan masyarakat. Namun, sudah seharusnya perusahaan juga memiliki tanggung jawab pada lingkungannya, apalagi pada produk yang diproduksinya sendiri. Untuk kasus yang saudari sampaikan, belum pernah saya jumpai ada perusahaan pembalut wanita yang berbisnis senakal itu. Kalaupun ada, pasti perusahaan tersebut sudah ditarik surat ijin usahanya. Menurut saya, pembalut wanita yang sering kita jumpai di supermarket telah memenuhi standart yang telah ditetapkan. Hanya saja, ada sebuah merek yang khusus memproduksi pembalut yang lebih higenis dan lebih mahal tentunya. Namun, dengan hadirnya pembalut yang super higenis ini, kita tidak boleh mengklaim bahwa berarti semua pembalut selain pembalut super higenis ini, tidak layak pakai.

      Hapus
    3. Saya akan menanggapi pernyataan dari saudara Evy dan tanggapan dari saudara Agatha. Saya setuju dengan apa yang dikatakan oleh saudara Agatha bahwa, "belum pernah saya jumpai ada perusahaan pembalut wanita yang berbisnis senakal itu. Kalaupun ada, pasti perusahaan tersebut sudah ditarik surat ijin usahanya.". Kita tau bahwa setiap produk yang dijual di Indonesia harus memiliki SNI, jadi jika produk tersebut tidak memenuhi SNI pasti sudah ditarik oleh pihak yang berkewajiban. Untuk penyakit yang diderita akibat pembalut menurut saya belum tentu dari pihak produsen, bisa saja karena konsumennya sendiri yang kurang dapat menjaga kebersihan sehingga dapat menimbulkan penyakit.

      Hapus
    4. Lalu untuk solusinya, pihak konsumen sebaiknya lebih memperhatikan kebersihan sehingga tidak menimbulkan penyakit bagi diri sendiri.

      Hapus
    5. Saya akan menanggapi contoh dari saudari evy. Praktek SDM seperti apa yang dilanggar dan aspek mana yang menunjukkan bahwa keuntungan perusahaan hanya mementingkan salah satu pihak pemangku kepentingan dari kasus yang anda berikan ? jika anda memberikan contoh seperti sekedar menanggapi saja bahwa perusahaan yang dicontohkan lebih condong ke kegiatan manufaktur atau operasinya. Karyawan yang bekerja dalam perusahaan pembalut itu hanya menjalankan tugasnya saja.COba tunjukkan praktek SDM yang ada pada kasus anda ?

      Hapus
  10. apabila adanya praktek kebijakan yang hanya terjadi pada satu pihak saja maka perlu adanya penyusunan strategi yang dapat disepakti bersama agar tidak ada kesalahpahaman ataupun merasa bahwa ada suatu kejanggalan yang terjadi dalam organisasi tersebut. contohnya, ada sebuah pabrik yang harus membuat para karyawannya bekerja sampai lembur untuk membuat profit perusahaan naik. untuk membuat profit perusahaan itu sendiri naik maka dari pemilik saham sendiri membuat keputusan untuk mengurangi biaya produksi dengan memberhetikan beberapa pekerja atau melakukan PHK agar pabrik tersebut masih bisa memproduksi barang yang dapat mengahsilkan profit yang banyak untuk perusahaan tersebut. seharusnya pabrik tersebut mencari vendor atau investor yang mau menanamkan saham di pabrik tersebut sehingga pabrik tersebut memiliki dana yang cukup untuk menghasilkan barang produksi tanpa harus melakukan PHK.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya akan mencoba menanggapi pernyataan dari saudari Defira. Mungkin memang sudah jalannya perusahaan untuk melakukan PHK, karena perusahaan tersebut memang hampir bangkrut atau semacamnya, namun menurut saya tidak semudah itu untuk mencari vendor atau investor untuk menanamkan saham di pabrik tersebut, sebab dari pihak investor sendiri pasti memiliki berbagai pertimbangan yang harus dipikirkan untuk jangka kedepannya. Terima kasih

      Hapus
    2. Menurut saya dari contoh yang diberikan oleh saudari Defira sudah bagus, namun ada beberapa hal yang saya kritik ialah keputusan para pemilik saham dengan mem-PHK pekerjanya di lain sisi perusahaan harus meningkatkan produksi, nah yang jadi pertanyaan saya apakah kapasitas produksi perusahaan tidak menurun setelah dilakukannya PHK dan bisakah perusahaan meningkatkan produksinya?
      Menurut saya, lebih tepat apabila dalam hal penekanan biaya produksi perusahaan mengganti orientasi perusahaannya dari padat karya ke padat modal dengan kata lain menggunakan mesin/teknologi canggih yang memiliki tingkat efektifitas yang tinggi dalam proses produksi, namun memiliki biaya yang rendah.
      Dengan begitu perusahaan sblm mem-PHK karyawannya tidak mengalami penurunan pada kapasitas produksinya.

      Namun cara di atas pun masih kurang etis karena perusahaan hanya mementingkan kepentingan pemegang saham dengan melakukan PHK demi menekan biaya produksi tanpa menghiraukan kelangsungan hidup dari karyawannya yang di PHK. Saran saya cari cara lain seperti mencari pemasok yang lebih murah atau memiliki jalur distribusi yang pasti(pembeli tetap), jika memang benar-benar tidak memungkinkan barulah lakukan PHK dengan standar yang ada yaitu: memberi pesangon, (jika memungkinkan) merekomendasikan karyawan yang di PHK ke perusahaan lain.

      Untuk jangka panjangnya perusahaan meningkatkan pencarian investor untuk menambah modal perusahaan.

      Hapus
    3. Berdasarkan contoh yang diberikan oleh defira saya cukup setuju. Namun saya memiliki pendapat lain agar perusahaan dapat meningkatkan profit nya, yaitu dengan cara mengubah orientasi perusahaan dan meningkatkan volume produksi. Karena dengan meningkatkan volume produksi biaya produksi dapat ditutup dengan laba hasil produksi sehingga PHK tidak diperlukan, bahkan dengan peningkatan produksi diharapkan kinerja perusahaan juga ikut meningkat dan lebih menyerap tenaga kerja.

      Hapus
    4. Berdasarkan contoh yang diberikan oleh defira saya cukup setuju. Namun saya memiliki pendapat lain agar perusahaan dapat meningkatkan profit nya, yaitu dengan cara mengubah orientasi perusahaan dan meningkatkan volume produksi. Karena dengan meningkatkan volume produksi biaya produksi dapat ditutup dengan laba hasil produksi sehingga PHK tidak diperlukan, bahkan dengan peningkatan produksi diharapkan kinerja perusahaan juga ikut meningkat dan lebih menyerap tenaga kerja.

      Hapus
    5. Menanggapi case yang diberikan saudari Devira berikan. Saya menarik kesimpulan bahwa saudari tidak setuju dengan pemberlakuan PHK yang dilakukan oleh sebuah perusahaan dan perusaahaan seharusnya mencari vendor atau investor pada perusahaan tersebut.

      Kalau sudah berbicara tentang PHK, menggambarkan bahwa kondisi keuangan perusahaan memburuk. PHK bukan hal main - main yang dapat seenaknya dilakukan perusahaan. Di sisi ini, perusahaan dapat menghemat biaya yang dikeluarkan, namun di sisi lain, hal ini merugikan karyawan yang bekerja pada perusaahaan tersebut.

      Namun apa daya apabila perusahaan memang sudah diujung tanduk ? Investor mana yang mau menanamkan sahamnya pada sebuah perusahaan yang terancam bangkrut ? Perusahaan tidak dapat terus mengeluarkan biaya gaji untuk sejumlah karyawan yang bekerja di perusahaan nya.

      PHK adalah tindakan yang tepat apabila keadaan memang mendesak. Namun, sebagai perusahaan yang bertanggung jawab, karyawan yang di PHK perlu diberikan pesangon dan dicarikan pekerjaan baru yang mungkin dapat membantu karyawan tersebut.

      Hapus
  11. Contoh praktek pengolahan SDM pada kasus ini sepeti halnya penjualan rokok di Indonesia yang semakin memarak dari tahun ke tahun yang dikarenakan adanya kurangnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Dengan Negara membiayai lebih besar untuk rokok dari pada industri rokok itu sendiri, meskipun seperti yang faktanya rokok akan jauh berdampak buruk jika biaya lainnya harus dikeluarkan untuk membayar penyembuhan penyakit akibat dari rokok ini seperti peringatan yang ada pada bungkus rokok tersebut, dan pemerintah di Indonesia mengambil pendapatan terhadap rokok karena biaya pajak yang murah dibanding lainnya. Biaya besar lainnya yang dapat ditemukan pada para perokok pasif. Selain itu penderitaan juga bagi mereka yang harus kehilangan orang yang dicintainya karena merokok. Semua ini merupakan biaya tinggi yang harus ditanggung. Dalam isu diluar negeri untuk mengurangi konsumsi rokok ini biasanya banyak ditemukan untuk Negara-negara yang dimana dapat membayar dengan besar, dengan arti Negara-negara “kaya”.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya setuju dengan pendapat saudara Wilson, kira-kira apa solusi dari permasalahan yang di atas? Dan hal apa yang dapat kita lakukan sebagai seorang warga Negara agar setidaknya dapat mengurangi kerugian-kerugian tersebut? Terima kasih

      Hapus
    2. Saya akan menanggapi pendapat dari wilson. Menurut saya pendapat wilson sudah tepat karena negara memang mendapat pendapatan yang cukup besar dari industri rokok tapi konsekuensi yang didapat dari rokok tersebut sebenarnya tidak sebanding. Bisa dibilang apa yang didapat oleh Indonesia tidak sebanding dengan apa yang hatus ditanggung Indonesia.

      Hapus
    3. Menurut Saudara Wilson kasus SDM seperti apa yang biasa dialami dalam perusahaan rokok ? Jika Perusahaan rokok Indonesia tetap mengalami permasalahan administrasi dan volatile cosh apakah perusahaan rokok sanggup menyeimbangkan kesejahteraan para pemangku kepentingan ? jika ya apa alasan anda dan jika tidak pasti terjadi ketidakadilan antara pemangku kepentingan. terima kasih

      Hapus
  12. contoh praktek pengelolahan SDM yang menunjukkan bahwa praktek atau kebijakan tersebut lebih didasarkan pada kepentingan salah satu pihak dalam organisasi tersebut seperti mempekerjakan anak dibawah umur dengan gaji rendah sehingga memperoleh laba yag maksimun hal ini perlu di perhatikan oleh pemerintah sehingga tidak terjadi hal-hal tersebut dan memberikan sanksi bagi perusahan yang melanggar dan bagi pihak yang mengetahui sebaiknya melaporkan tindakan tersebut.(14251)

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya setuju dengan contoh febryan.karena memperkerjakan anak di bawah umur untuk menambah pengalaman bekerja dan mendapat gaji buat nabung kebutuhanya.

      Hapus
    2. Menurut saudara febryan, sanksi apa yang cocok untuk perusahaan yang melanggar? Lalu kategori seperti apa yang membuat perusahaan dianggap melanggar? Bagaimana cara pemerintah mengetahui pelanggaran tersebut? dan yang terakhir bagaimana cara pihak yang mengetahui kejadian itu melaporkan pelanggaran itu?

      Hapus
    3. Saya juga menanggapi pernyataan saudara Handoyo, berarti anda setuju dengan memperkerjakan anak di bawah umur sedangkan sudah jelas bahwa hal itu melanggar hukum. Selain itu diskusi yang kita bahas ialah perusahaan yang mementingkan kepentingan salah satu pihak dengan kata lain hal ini sifatnya negatif. Namun dari pernyataan anda tampak setuju dengan keberpihakan perusahaan pada salah satu pihak saja.Terima kasih

      Hapus
    4. Menanggapi case yang diberikan saudara Febryan. Mungkin ada beberapa perusahaan yang memperkerjakan anak di bawah umur dengan alasannya tersendiri. Dalam pengertian ini, yang saya tangkap, "beberapa" karyawannya adalah anak di bawah umur. Belum pernah saya jumpai, suatu perusahaan yang semua karyawannya adalah anak di bawah umur.

      Biasanya, perusahaan yang memperkerjakan anak di bawah umur adalah perusahaan skala kecil. Sangat jarang dijumpai perusahaan dengan skala yang besar, mau memperkerjakan anak di bawah umur. Bagi perusahaan skala besar, anak yang belum memasuki usia kerja mungkin sangat merugikan perushaan. Di sisi mental, anak tersebut belum siap. Sementara di sisi hukum, hal tersebut tidak diperbolehkan.

      Lalu mari kita lihat perusahaan skala kecil yang memperkerjakan anak dibawah umur. Katakanlah, sering kita lihat ada supir truk yang ternyata seumuran kita. Di sisi ini, pemuda ini mungkin memang membutuhkan pekerjaan untuk kehidupannya yang mungkin pas - pas an. Mereka tidak dapat bergantung pada orang tua dalam memenuhi kebutuhan mereka. Lalu, apa yang dapat mereka lakukakn? Tentunya dengan bekerja.

      Dalam konteks ini, apakah kita akan menyalahkan perusahaan karena memiliki karyawan di bawah umur ? Di sisi ini, perusahaan malah bertindak sebagai penolong bagi pemuda tersebut untuk mendapat penghasilan.

      Hapus
    5. saya setuju dengan pendapat saudari agatha bahwa memperkerjakan anak dibawah umur merupakan tindakan yang ilegal dan jarang sekali pratiknya dalam kegiatan bisnis pastinya dalam mendirikan usaha apalagi jika perusahaan yang anda contohkan ini berskala besar yaitu Perseroan Terbatas maka hal ini jarang sekali kasusnya PT sendiri diatur dalam undang-undang no 40 tahun 2004 kemudia undang-undang tentang tenaga kerja juga tidak kalah kuatnya sekarang Undang-undang no 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. jika kasus perusahaan yang anda contohkan diluar negeri pastinya kemungkinan kecil juga akan terjadi karena diatur dalam The civil right act tahun 1991.

      Hapus
  13. Saya setuju dengan pendapat febryan. Karena pada era modern seperti ini banyak sekali pihak pihak yang mempekerjakan anak di bawah umur dengab gaji rendag, padahal laba yang diperoleh tidaklah sedikit. Ini juga harus menjadi perhatian pemerintah agar memberikan pelatihan yang baik bagi anak anak dibawah umur agar tidak disalah gunakan oleh oknum oknum yang ingin menigkatkan pendapatan tanpa memikirkan kesejahteraan anak dibawah umur tsb.

    BalasHapus
  14. Contoh praktek pengelolaan SDM yang menunjukkan bahwa praktek atau kebijakan tersebut lebih didasarkan pada kepentingan salah satu pihak dalam organisasi seperti;
    Terdapat sebuah perusahaan bernama PT. Q .
    Kemudian pada beberapa waktu yang lalu para pekerja di perusahaan PT. Q ini melakukan aksi mogok kerja. Hal tersebut disebabkan oleh perbedaan indeks standar gaji yang diterapkan oleh manajemen PT. Q, pada pekerja di Indonesia dengan pekerja di luar negeri. Jadi pekerja PT. Q di Indonesia diketahui mendapatkan gaji yang lebih rendah daripada pekerja PT. Q di negara lain untuk jabatan dan tanggung jawab yang sama. Menurut saya ini termasuk tindakan eksploitasi tenaga kerja (manusia). Perusahaan tersebut memakai pekerja di Indonesia dengan seutuhnya dari tenaga, pikiran hingga fisik akan tetapi timbal balik yang diberikan oleh perusahaan tidak sebanding dengan apa yang telah dilakukan oleh pekerja tersebut. Perusahaan mendapatkan keuntungan lebih dari pekerja di Indonesia melalui kontribusi pekerja, akan tetapi pekerja tersebut tidak mendapatkan sesuatu yang lebih seperti insentif,promosi kerja dll.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon maaf sebelumnya, saya kurang seutuju dengan pendapat yang saudari Den Ayu berikan. Pada kondisi perbedaan gaji tenaga kerja PT Q ,terdapat dua wilayah berbeda yaitu di Indonesia dan di luar negeri, sehingga menurut saya perbandingan gaji yang dilakukan saudari Den Ayu kurang tepat.
      Ada beberapa factor yang menyebabkan gaji tersebut berbeda, jika menyangkut Indonesia dan luar negeri, kurs mata uang mungkin bias jadi salah satu penyebabnya, dimana kurs mata uang Indonesia kurun melemah, sehingga terjadi perbedaan gaji yang signifikan. Faktor lainnya, bisa saja pekerjaan yang dilakukan memang sama, tetapi dengan standarisasi yang berbeda, maksudnya kecepatan, kekuatan dan akurasi dalam pekerjaan tenaga kerja di luar negeri lebih tinggi dibandingkan di Indonesia, Karena kita mengetahui, kualitas SDM, budaya, dan attitude sangat mempengaruhi aktivitas pekerjaan.
      Jika dari semua factor tersebut telah dikondisikan sama untuk kedua negara, maka pendapat yang dikatakan saudari Den Ayu sangatlah tepat, menurut saya akan lebih tepat jjika dikondisikan pada wilayah yang sama, maksudnya PT Q di Indonesia dengan karyawan Indonesia dan luar negeri dalam satu perusahaan yang sama, tetapi dengan perbedaan gaji.

      Ian Eka Widjaja
      MSDM II KELAS E

      Hapus
  15. Lalu untuk solusinya;
    Menurut saya, sebelum membentuk sebuah perusahaan, sebagai stakeholder yang bertanggung jawab dan beretika seharusnya kita mengetahui cara untuk mengelola SDM serta lebih baik bila menerapkan kebijakan – kebijakan seperti dibawah ini :
    Keselamatan kerja, keselektifan dalam perekrutan, pemberian insentif, pelatihan dan pengembangan ketrampilan dll.

    BalasHapus
  16. Saya ingin menanggapi pernyataan den ayu randika menurut saya gaji di sebuah negara berbeda beda diliat dari kemampuan dan tingkat kebutuhan hidup di negara tersebut jadi tidak bisa disamakan 1 negara dengan negara lain , dan pasti sebelum mendirikan perusahaan di negara harus mengikuti regulasi dan ketentuan yang berlaku di negara tersebut meliputi keselamatan pekerja , gaji minimum dan sebagai nya yang tentu akan memihak para pekerja

    BalasHapus
  17. Menurut saya gaji pegawai alangkah baiknya sesuai dengan kinerjanya tidak perlu di banding bandingkan dengan negara lain. Karena akan berakibat di kemudian hari dan kinerja karyawan akn menurun

    BalasHapus
  18. Saya mau menanggapi pernytaan dari lino sinsia
    Karna bisnis mlm adalah bisnis yang tidak di dasari dengan rasa kejujuran
    Dan juga harus mengetahui agar bisnis nya bisa maju

    BalasHapus
  19. Menurut saya bener pak hidup di negara lain tidak sama dengan negara indonesia

    BalasHapus
  20. Saya setuju dengan febryani dan clement seharusnya pemerintah lebih memperhatikan rakyat bawah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat

    BalasHapus
  21. Dengan adanya kepercayaan antar pihak maka bisnins dapat maju dan berkembang saya setuju terhadap pendapat lino ,terimakasih

    BalasHapus
  22. Seharusnya lebih mendasarkan pada karyawan. Karena jika karyawan diberi perhatian lebih mereka akan merasa lebih dihargai dan dimotivasi oleh penghargaan yang diberikan pada karyawan. Dan sebaliknya jika karyawan kurang merasa dihargai maka mereka akan bekerja seadanya dan tidak maksimal . Dengan adanya hal seperti itu perusahaan bisa lebih bersikap adil kepada karyawannya sehingga tidak terjadi kesenjagan dari setiap karyawan.

    BalasHapus
  23. Disisi perusahaan yang selalu mementingkan profit berlebih, maka karyawan dituntut untuk bekerja dengan keras agar memenuhi jumlah target pemesanan sehingga dapat menimbulkan stress pada karyawan selain itu pula banyak kasus yang ditemui karyawan berlembur tetapi upah tetap sama. Seharusnya perusahaan memperlakukan karyawan lebih manusiawi sehingga karyawan tetap bisa loyal dan bekerja dengan santai tanpa dibawah tekanan yang ada. Perlu diadakan komunikasi antara atasan dengan bawahan (top-down) dan bawahan dengan atasan (down-top) sehingga masing masing pihak dapat mengerti dan mengeluarkan pendapat mereka dengan bebas agar tidak terjadi salah paham yang dapat menimbulkan konflik berkepanjangan.
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya ingin menanggapi target yang harus dituju oleh karyawan merupakan suatu meotivasi bagi karyawan agar tidak malas-malasan dalam bekerja, dan sudah menjadi kewajiban bagi karyawan. Tapi lebih baik jika perusahaan memberikan bonus bagi karyawan yang bisa melebihi target agar karyawan semakin termotivasi

      Hapus
    2. saya ralat, pengertian yang dimaksut adalah karyawan yang dituntut untuk memenuhi jumlah target diluar batas mereka sehingga menimbulkan stress bagi beberapa karyawan dikarenakan oleh upah minimum yang mereka terima dan dituntut untuk bekerja ekstra.

      Hapus
  24. contoh praktek pengelolaan SDM yang menunjukkan bahwa praktek atau kebijakan tersebut lebih didasarkan pada kepentingan salah satu pihak dalam organisasi. Di dalam perusahaan sekarang banyak karyawaan di indonesia yang  lebih mementingkan gaji nya , hal ini mempengerahui pekerjaan dalam suatu organisasi. itu merupakan praktek yang dapat merugikan perusahaan tersebut dan dapat memperlambat profit perusahaaan .

    solusinya : Perusahaan baiknya memang harus mulai terbuka dengan kisaran gaji yang ditawarkan, agar kedua belah pihak jadi lebih mudah. Dengan begini para pekerja jadi lebih mudah memilih pekerjaan mereka dan perusahaan pun tak kerepotan mencari kandidat yang mau menerima gaji yang disiapkan. Jika perusahaan tak mau terlalu gambling memberikan kisaran gaji, ambil saja titik tengah, berikan informasi kira-kira berapa yang akan perusahaan  tawarkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya kurang setuju dengan pendapatan anda karena gaji hanya sebagai faktor hygiene yaitu faktor untuk mencegah karyawan untuk tidak kecewa terhadap perusahaan. Anda melupakan faktor yang tidak kalah pentingnya dengan gaji. Faktor ini adalah aspek yang diusahakan oleh manajer sumber daya manusia. Menurut anda faktor apakah itu ? terima kasih

      Hapus
    2. Saya ingin menanggapi pernyataan dari saudara yesa. Memang, salah satu faktor pengelolaan SDM yang berpihak pada karyawan adalah gaji, namun ada beberapa hal lain yang menjadi faktor dimana penglolaan SDM hanya berpihak kepada 1 pihak saja. Seperti : perusahaan ingin mendapatkan profit yang besar, namun tidak melihat dan menyediakan lingkungan kerja yang mendukung bagi karyawan nya.
      Jika terbuka masalah gaji, pada saat interview pun karyawan sudah ditawari ingin menerima gaji berapa di perusahaan tersebut.

      Hapus
  25. Dari teori yang kita pelajari dalam MSDM, memang benar bila perusahaan harus memberi perhatian lebih sehingga karyawan merasa tidak tertekan. Memotivasi karyawan, memberi pelatihan, pengembangan sangat penying bagi perusahaan agar kinerja karyawan meningkay sehingga mendapatkan profit perusahaan. Tetapi dalam kenyataannya, masih banyak perusahaan yang tidak peduli akan itu, terutama yang sering saya tahu adalah perusahaan milik kelurga. Banyak sekali praktik yang membuat karyawannya tertekan karena kurang mendapat kompensasi yang telah di janjikan, apa lagi bila ada penggelapan pajak dan lain sebagainya. Jadi teori yang kita pelajari dengan dunia nyata yang terjadi sangat jauh berbeda keadaannya, tergantung tiap individu dalam menjalanka perannya dalam menjalankan suatu bisnis.

    BalasHapus
  26. Menurut saya contoh dari praktek pengelolaan SDM yang lebih mementingkan salah satu pihak dalam suatu organisasi adalah seperti perusahaan kontraktor yang mempekerjakan tenaga kerjanya dengan gaji yang minim dan tanpa adanya asuransi kecelakaan dalam kerja ataupun fasilitas yang layak, memang profit yang tinggi merupakan salah satu tujuan dari suatu perusahaan,tetapi alangkah baiknya apabila dilengkapi dengan fasilitas yang sesuai untuk karyawannya.
    Bukankah jika tenaga kerja tersebut di beri fasilitas yang baik juga akan memberi timbal balik ke profit perusahaan bertambah juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya rasa perusahaan kontraktor pasti memberikan fasilitas asuransi kepada pegawainya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan karena itu sudah merupakan standart . yang saya tanyakan fasilitas yang baik itu apa saja yang anda maksud ? selain asuransi . dan bukannya itu malah menambah biaya yang lebih untuk perusahaan ...

      Hapus
  27. Pada dunia nyata, salah satu perusahaan ternama dalam bidabg mesin. Salah satu pihak di rugikan karena ada nya pilihan sulit. Contoh nya untuk menghindari pajak, atas an membuat nama perusahaan atas nama orang lain yaitu salah seorang kepala cabang di perusahaan tersebut, sehingga bila ada terjadi hal nya pemeriksaan pajak maka yang terkena dapaknya adalah seorang kepala cabang tersebut. Parktik-praktik ini tidak hanya terjadi di 1 perusahaan saja yang saya ketahu i. Situasi seperti ini lah yang biasa membuat para pekerja berkerja dengan beban, tidak segampang apa yang kita pelajari di bangki kuliah.
    Solusi: sebaiknya kita sebagai generasi muda yang akan menlanjutkan usaha, baiknya lebih memperhatikan sebagaimana bertingkah terutama karyawan yang bekerja di perusahaan kita. Karena tanpa karyawan usaha kita tak akan berjalan dan berkembang menjadi besar. Kita generasi muda juga harus bisa mengubah mental serta kepekaan, untuk kedepannya menjadi lebih baik lagi.

    BalasHapus
  28. Dalam dunia bisnis, apapun jenis perusahaan baik yang berproduksi dibidang jasa maupun produk semuanya bertujuan untuk mencari keuntungan. Hal tersebut menjadi kodrat utama bagi perusahaan. Namun pihak perusahaan dalam usaha untuk mendapatkan keuntungan harus memperhatikan semua pihak yang terlibat. Mulai dari pemilik perusahaan, pemangku kepentingan (investor), karyawan dan lain-lain. Apabila didalam perusahaan, ada beberapa pihak yang tidak diperhatikan atau memiliki jalan pemikiran yang berbeda, maka kegiatan perekonomian didalam perusahaan tidak akan berjalan lancar. Terutama jika terjadi perselisihan pendapat antara pihak pemilik perusahaan dengan pihak pemangku kepentingan (investor). Pihak yang paling dirugikan disini adalah pihak karyawan. Karyawan akan merasa bingung kepada pihak manakah mereka harus ikuti. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, semua pihak yang terlibat harus bersifat transparan. Dan disamping itu juga, antara pihak atasan dengan pihak bawahan harus ada saling kerjasama dan koordinasi demi mencapai kinerja yang optimal dari perusahaan.

    BalasHapus
  29. Selamat pagi saya akan memberikan contoh praktek MSDM yang hanya memetingkan salah satu pihak dalam organisasi tersebut
    Dalam sebuah perusahaan memiliki pihak yang tergabung dalam aktivitas bisnis seperti manajer, karyawan, dan suplier. Terkadang dalam perusahaan bila seseorang yang jabatan nya semakin tinggi maka fasilitas yang diberikan juga semakin besar seperti mobil / rumah. Dalam hal ini saya menemukan ada perusahaan yang memberikan fasilitas hanya kepada manajer dan supplier nya saja sedangkan karyawan nya hanya diberi sedikit fasilitas atau tidak sama sekali. Fasilitas yang diberikan kepada manajer berupa mobil sedangkan untuk supplier nya diberi parsel ketika hari besar. Sehingga untuk jalan keluar nya adalah petinggi perusahaan tersebut harus memperhatikan seluruh pihak yang tergabung dalam aktivitas bisnis. Walaupun kontribusi mereka sedikit (karyawan) tetapi setidaknya diberikan fasilitas yang sepantasnya

    BalasHapus
  30. profit yang tinggi ? tidak bisa di sangkal lagi bahwa itu merupakan tujuan dari kebanyakan perusahaan, namun yang menunjang perusahaan memperoleh hal tersebut ialah adanya peran dari para karyawan . baik dari para buruh hingga para staff-nya . sehingga perusahaan memang harus benar-benar memperhatikan karyawannya, apa bila yang di keluhkan adalah masalah budget yang tinggi untuk menyediakan fasilitas" maka perusahaan dapat mensiasatinya dengan hal-hal kecil yang dapat menyentuh para karyawan dengan cara "care" terhadap karyawannya .
    Contoh : atasan langsung terjun ke bawah dan menanyakan keluhan-keluhan atau msalah apa yang sedang di hadapi dalam pekeerjaan anak buahnya dan membantu mencarikan solusi untuk masalah tersebut , atau bisa jadi apabila ada karyawannya yang sakit di beri santunan di luar asuransi yang di berikan .
    Dan saya rasa hal itu cukup untuk membuat para karyawan nyaman bekerja di perusahaan tersebut dan pasti akan membuat mereka bekerja dengan giat .

    BalasHapus
  31. Contoh dari praktek pengelolaan SDM yang mementingkan salah satu pihak adalah tiap perusahaan yang berdiri pasti mengiginkan keuntungan . Tapi kadang cara yang dilakukan belum tentu benar . Dikarenakan terdapat salah satu pihak yang dirugikan misalnya saja karyawan . Pihak-pihak atasan kadang tidak memikirkan kesejahteraan karyawan tersebut padahal mereka (karyawan) yang menjalankan aktivitas perusahaan . Jika kesejahteraan itu dipikirkan , karyawan akan merasa nyaman dan memiliki motivasi lebih untuk bekerja dan memberikan keuntungan untuk semua pihak .

    BalasHapus
  32. Seorang manajer mengkambing hitamkan seorang karyawan atas suatu kesalahan yang dilakukan bersama
    Meninjau keputusan tersebut lebih dulu

    BalasHapus
  33. Menurut saya perusahaan memang mempunyai kepentingan untuk mencapai tujuannya, yaitu mendapatkan profit yang tinggi. Tetapi perusahaan tidak boleh mengesampingkan kepentingan pihak-pihak lainnya yang berkepentingan dalam perusahaan, seperti karyawan, pemegang saham, dan lain-lain. Tujuan perusahaan dapat tercapai apabila semua pihak dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan tersebut. Perusahaan harus memberi perhatian pada karyawan,seperti keamanan dan kenyamanan dalam bekerja, juga memotivasi mereka seperti memberi promosi dan bonus agar karyawan menjadi semangat dalam bekerja dan tujuan perusahaan dapat tercapai.

    BalasHapus
  34. Menurut saya, dalam praktiknya di kehidupan nyata hal tersebut benar adanya. Contohnya di perusahaan X, pihak atasan memperlakukan bawahannya secara tidak adil. Hal itu membuat pihak karyawan merasa di rugikan karena pihak atasan tidak memberikan perhatian kepada bawahannya. Seorang marketing yang telah bekerja selama hampir 5 tahun tidak pernah di promosikan jabatan sedangkan seorang marketing yang baru setahun bekerja telah di promosikan. Sebaiknya perusahaan dalam memperlakukan karyawan secara adil agar tidak terjadi ketimpangan antara pihak atasan dengan karyawan.

    BalasHapus
  35. pada dasar nya setiap perusahaan diciptakan untuk bertahan dari generasi ke generasi tetapi tidak sedikit yang hanya mementingkan 1 pihak saja. Praktek pengolahan SDM yang menunjukkan bahwa praktek atau kebijakan tersebut lebih didasarkan pada kepentingan salah satu pihak dalam organisasi adalah pada kasus pembuatan perusahaan disumber mata air di desa, yang sebenarnya telah memiliki sumber mata air sendiri tapi ternyata ada investor yang memanfaatkan sumber mata air tersebut yang mana akhir nya penduduk situ sendiri mau tidak mau membayar untuk sumber mata air mereka sendiri dan dengan mempekerjakan masyarakat lokal tersebut meskipun begitu tetap saja menguntungkan si pemilik perusahaan dan merugikan masyarakat lokal yang memiliki mata air tersebu

    BalasHapus
  36. Menurut saya masih banyak praktek pengelolahan SDM yang menunjukan bahwa praktek atau kebijakan tersebut lebih didasarkan pada kepentingan salah satu pihak dalam organisasi tersebut. Contohnya adala sebuah Hotel yang ada di Surabaya, dimana hotel tersebut adalah hotel bintang tiga yang memiliki keuntungan hampir 500 juta setiap bulannya. Namun karyawan hotel tersebut benar- benar dibuat frustasi oleh gaji yang kecil dan perencanaan karir yang tidak jelas lantaran direksi yang juga pemilik hotel tersebut seringkali menurunkan jabatan bahkan mengeluarkan seseorang hanya karena alasan pribadi.
    Seseorang yang menjabat sebagai asisten manajer dapat turun jabatan menjadi staf housekeeping hanya karena berbuat salah pada direksi. Dan seorang staff dapat menjadi manajer apabila dekat dengan direksi.
    Berbagai hal sudah ditempuh oleh karyawan bahkan ke pihak yang berwenang, namun semuanya berjalan buntu.
    Lantaran direksi hotel tersebut menggunakan paradigma "take it or leave it" , apabila anda tidak puas dengan kondisi tersebut anda dapat mengundurkan diri kapan saja dan tentunya tanpa pesangon.
    Hal tersebut yang membuat para karyawan terintimidasi oleh tindakan direksi, namun pada akhirnya karyawan hanya bisa pasrah karena mencari pekerjaan dijaman sekarang pun juga susah.
    Menurut saya jalan keluarnya adalah direksi yang sekaligus adalah pemilk hotel seharusnya bersifat profesional terhadap pekerjaan dan tanggung jawabnya, yang akhirnya dapat membuat para karyawan nantinya juga akan menjadi nyaman tanpa harus merasa terintimidasi sehingga akan lebih meningkatkan profit perusahaan karena kinerja karyawan yang dilakukan dengan sepenuh hati.

    BalasHapus
  37. contoh praktik pengelolaan SDM memang lebih didasarkan pada kepentingan salah satu pihak, yaitu pemilik perusahaan yang ingin mendapatkan laba yang sebesar-besarnya. Pemilik usaha mendapatkan laba yang sebesar-besarnya karena dibantu oleh karyawan-karyawannya. Maka dari itu pemilik usaha harus bersikap adil kepada karyawan-karyawannya, contohnya dengan memberikan asuransi kesehatan kepada karyawan dan keluarganya, memberikan tunjangan hari raya, jika mereka bekerja dengan sangat baik diberikan bonus yang sesuai dengan kerja keras mereka, lalu diadakannya acara gathering. Dengan diadakannya gathering para pemilik usaha mengenal lebih dekat dengan karyawannya, dan karyawannya sebaliknya. Dengan adanya ini maka dari keduanya saling menguntungkan. Karyawan pun akan betah untuk bekerja di perusahaan tersebut.

    BalasHapus
  38. Menurut saya, salah satu contoh praktek pengelolahan SDM yang menunjukkan bahwa praktek atau kebijakan tersebut lebih didasarkan pada kepentingan salah satu pihak dalam organisasi, yaitu menempatkan seseorang untuk menduduki jabatan tertentu dengan gaji yang besar karena orang tersebut merupakan salah satu anggota keluarga dari pemilik perusahaan. Hal ini dapat membuat perusahaan sulit untuk berkembang jika seseorang yang diberikan jabatan tertentu tersebut tidak memiliki prestasi dan pengalaman yang kurang dibidangnya. Jabatan tersebut seharusnya diberikan kepada pegawai yang berprestasi dibidangnya dan yang memiliki latar belakang pendidikan yang sesusai atau mendukung serta lebih berpengalaman dalam bidang itu.

    BalasHapus
  39. Lukas Mulyono
    Menurut pendaparat saya ada 2 permasalahan:
    Permasalahan yang pertama adalah dimana shareholder terlalu mementingkan profit, sampai dia menyampingkan kepentingan bawahan atau karyawan. Seperti tidak memberikan jaminan kerja, tidak ada kompensasi, atau bahkan jam kerja yang tidak masuk akal dengan gaji yang amat kecil.
    Permasalahan yang kedua adalah dimana stakeholder terlalu mementingkan kebutuhannya sendiri atau terkadang merasa paling benar dan merasa bahwa keputusan shareholder terlalu egois.
    Contoh : banyak kasus seperti beberapa karyawan yang merasa tidak puas dengan gajinya melakukan mogok kerja atau bahkan berdemo karena merasa bahwa gajinya kurang atau merasa bahwa shareholder terlalu egois dengan keputusannya, semua berani dilakukan karena merasa bahwa mereka paling di butuhkan.
    Padahal pada kenyataannya bukan gaji karyawan tersebut yang kecil, melainkan produktivitas serta kebutuhan karyawan yang terlalu besar. Alasan menopang keluarga juga menjadi alasan. Atau terkadang karyawan tidak melihat kesulitan yang dihadapi perusahaan
    Saran : Semua mempunyai perspektif masing-masing, semua berhak berpendapat, tetapi keputusan hanya 1, dan suatu keputusan tidak akan dapat menyenangkan semua pihak. Yang harus dilakukan adalah duduk bersama, saling terbuka. Perusahaan harus care dan fair.
    Care : yaitu memberi jaminan kesehatan serta perlindungan kerja yang baik.
    Fair : yaitu memberi upah/gaji/pendapatan yang sesuai dengan hasil kerjanya.
    Sedangkan, dari pihak pekerja. Pekerja harus bekerja lebih keras, lebih produktivitas, talk less do more. Kecenderungan pekerja di sini adalah terlalu banyak bicara (mengeluh) padahal produktivitas nya juga tidak tinggi, atau mungkin keluhan tersebut juga yang membuat kurangnya produktivitas.
    Terima Kasih

    BalasHapus
  40. Contohnya seperti perusahaan pemerintahan (BUMN)yang merupakan sebagian besar kendalinya dipegang oleh pemerintah, maka dalam pemerintah menjadi stake holder yang paling dipuaskan, seperti BUMN yang bergerak dibidang perminyakan dan pertambangan. Misalnya bila harga minyak turun drastis, maka akan banyak karyawan yang di PHK. Lalu sebaliknya bila harga minyak tinggi perusahaan ini akan merekrut banyak karyawan baru sebanyak mungkin. Mengingat tentu saja mudah mendapatkan dalam waktu singkat karena perusahaan dapat menawarkan gaji yang besar. Dengan begini pemerintahan juga menjadi pemegang kendali yang paling diuntungkan. Sebaiknya mengingat para karyawan juga salah satu penunjang untuk pencapaian tujuan perusahaan baiknya karyawan seharusnya diberikan bonus atau kompensasi sesuai kemampuan yang dimiliki para karyawan tersebut mengingat perusahaan BUMN gajinya besar. Serta para pemegang kepentingan tidak hanya berpikir untuk kepentingannya sendiri.

    BalasHapus
  41. contoh yang sering terjadi pada perusahaan menengah yang notabene adalah perusahaan-perusahaan yang memiliki utang dibank.seringkali pemilik perusahaan ketika mendapat profit yang tinggi merasa bahwa semuanya itu adalah miliknya dan digunakan untuk memenuhi kepentingannya sendiri karena merasa bahwa dialah yang memiliki perusahaannya. sifat yang seperti ini seringkali berakibat lalai dalam memenuhi kewajibannya seperti pembayaran utangnya ke bank.apabila sifat seperti ini tidak diperbaiki secepatnya akan berakibat pada penumpukan utang dibank. dan fatalnya pada akhirnya akan bangkrut karena misalnya disita bank. akibatnya banyak karyawan yang kehilangan pekerjaannya. oleh sebab itu jika kita sebagai pemilik kita harus tau menempatkan diri seperti apa dan apa yang sebenarnya harus diutamakan. tidak sekedar untuk memenuhi kepentingan pribadi.

    BalasHapus
  42. Menurut tanggapan saya praktek pengelolaan SDM tersebut menunjukkan bahwa dunia kerja masa kini dan yang akan datang telah mengalami perubahan. Peran SDM dalam organisasi mempunyai arti yang sama pentingnya dengan pekerjaan itu sendiri, sehingga interaksi antara organisasi dan SDM menjadi fokus perhatian para manajer. Oleh sebab itu nilai-nilai (values) baru yang sesuai dengan tuntutan lingkungan organisasi perlu diperkenalkan dan disosialisasikan kepada semua individu di dalam organisasi

    BalasHapus
  43. Saya ingin menanggapi contoh dr sri rejeki menurut saya memang benar perusahaan outsourcing sangat merugikan dan mementikan kepentingan satu pihak saja karena dengan menggunakan tenaga kerja outsourcing, perusahaan tidak perlu repot menyediakan fasilitas maupun tunjangan makan, hingga asuransi kesehatan. Sebab, yang bertanggung jawab adalah perusahaan outsourcing itu sendiri. Jadi ini sangat menguntungkan perusahaan . Mungkin sebaiknya karyawan outsourcing yang memang pantas untuk menjadi pegawai tetap harusnya diangkat sevagai pegawai tetap agar mereka juga bisa merasa diuntungkan karena mendapatkan perkembangan jenjang karir mereka.

    BalasHapus
  44. Saya akan menanggapi contoh dari saudari jessica hani.. saya setuju dengan pendapat saudari Jessica bahwa jika suatu perusahaan mengutamakan kepentingan pemegang saham,apalagi disaat seperti saat ini keadaan ekonomi kurang baik. maka kesejahteraan internal perusahaan seperti karyawan kurang diperhatikan.
    Saat perusahaan menginginkan laba yang tinggi dan kualitas laporan keuangan baik maka karyawan akan semakin ditekan dengan bekerja lembur tanpa tunjangan atau intensif. Mungkin bagi karyawan yang masih muda dan dapat bersaing apabila mendapat tekanan yang berat akan keluar, namun bagi karyawan yang sudah berkeluarga akan berpikir dua kali untuk keluar.
    Jadi saran saya, saat perusahaan ingin mendapatkan laba yang tinggi dan mensejahterahkan para pemegang kepentingan, perusahaan tidak boleh lupa pada karyawan nya. Karena karyawan salah satu pemegang kunci kesuksesan suatu perusahaan, dengan memperhatikan kesejahteraan karyawan maka karyawan akan semakin loyal dengan perusahaan dan tidak segan segan membantu perusahaan menjadi lebih maju dan berkembang.

    Meliana
    MSDM II KELAS B

    BalasHapus
  45. Contoh dari perilaku perusahaan yang mementingkan keuntungan satu pihak yaitu misalkan sebuah perusahaan ingin menghasilkan laba sebesar-besarnya, oleh karena itu perusahaan harus memperkecil pengeluaran dana, seperti dana yang digunakan untuk keselamatan kerja. Dengan diperkecilnya dana tersebut, peralatan keamanan yang digunakan merupakan peralatan keamanan yang biasa-biasa saja sehingga keselamatan karyawan belum tentu terjamin sepenuhnya. Contoh lainnya yaitu, untuk meningkatkan profit yang diperoleh perusahaan memperkecil pengeluaran agar produk atau jasa yang ditawarkan akan memiliki harga yang lebih murah daripada produk atau jasa yang ditawarkan oleh pesaing. Namun, karena hal itu keselamatan dari konsumen yang mengkonsumsi / menggunakan produk atau jasa tersebut tidak terjamin sepenuhnya.
    Terima kasih
    Juliet Aristania.M
    3103014223

    MSDM II Kelas B

    BalasHapus
  46. Untuk contoh praktek pengelolaan SDM yang menunjukkan bahwa praktek atau kebijakan tersebut lebih didasarkan pada kepentingan salah satu pihak dalam organisasi dapat saya ambil dari perusahaan manufaktur besar yang bergerak di bidang teknologi, sebut saja perusahaan X, yang 2 tahun lalu ditemukan melakukan eksploitasi buruh. ditemukan beberapa bentuk eksploitasi buruh seperti jam kerja yang melebihi batas maksimal yang diizinkan oleh pemerintah China; wanita hamil dipaksa berhenti demi kebaikan sendiri; pekerja di bawah umur yang berasal dari sekolah kejuruan setempat, dan beberapa kesalahan lain seperti polusi. ini dilakukan perusahaan karena dampak dari kepentingan pemilik, khususnya dalam hal untuk memperoleh profit yang sebesar-besarnya.
    Jalan keluarnya adalah melapor ke pihak yang berwajib agar dapat ditindaklanjuti secara serius, karena dapat merugikan salah satu pihak.Terima kasih.

    Karlina Agnes Lie
    3103014311

    MSDM II_Kelas B

    BalasHapus
  47. Contoh praktek pengelolaan SDM yang menunjukan bahwa praktek atau kebijakan lebih didasarkan pada salah satu pihak dalam organisasi'contoh saya ambil dari perusahaan jasa seorang karyawan melaksanakan tugas atau pekerjaan yang di bebankan, namun karyawan tersebut tidak paham akan tujuan dari organisasi atau perusahaan tersebut.
    Organisasi yang betul-betul efektif adalah organisasi yang mampu mencipatakan suasana kerja dimana para karyawan tidak hanya melaksanakan pekerjaan yang telah dibebankan saja, tetapi juga membuat suasana supaya karyawan lebih bertanggung jawab, bertindak secara kreatif demi peningkatan efisiensi dalam usaha mencapai tujuan. Terima kasih

    Maria fransiska
    3103012263

    MSDM II _ kelas B

    BalasHapus
  48. Menurut saya, tidak mungkin jika di dalam suatu organisasi para karyawan tidak mengerti maksud dan tujuan dari tugas yang dibebankan kepada mereka, sebab sebelum mereka masuk mereka pasti akan diberikan pelatihan, OJT, dan lain sebagainya dan di awal biasanya diberikan tujuan serta visi dan misi dari organisasi tersebut. Terima kasih, mohon maaf bila ada salah kata

    BalasHapus
  49. Saya menanggapi dari saudari Maria. Menurut saya, seorang karyawan tentu telah mengetahui tugas dan tanggung jawab seperti yang dikatakan saudari Regina dan sabuah organisasi sudah seharusnya dapat menciptakan suasana yang mempu untuk membuat seorang karyawan lebih bertanggung jawab dan lebih berkembang tetapi resikonya tentu saja akan ada biaya - biaya tambahan dan tidak semua karyawan akan merasa lebih termotivasi untuk lebih berkembang dan bertanggung jawab. Terima Kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya ingin menanggapi saudari Tabita, memang dalam suatu organisasi akan dpt menjadikan karyawan menjadi lebih berkembang dan bertanggung jawab...tp tidak semua bertanggung jawab meskipun telah di beri pelatihan..tanggung jawab itu dari diri sendiri dan tuntutan akan kepentingan itu sendiri..dan menurut saya biaya itu pasti akan ada untuk keperluan karyawan dalam pelatihan yang dalam jangka panjang nya akan meningkatkan keuntungan dari suatu organisasi..
      Terima Kasih

      Hapus