SELAMAT DATANG

Blog ini dibuat terutama sebagai sarana diskusi para mahasiswa. Terima kasih atas pengertiannya.....
Postingan tentang BAHASA TOMBULU telah disatukan pada blog: bahasatombulu.blogspot.com
Tugas wawancara pebisnis dipostingkan pada blog: kuraberbisnis.blogspot.com

Sabtu, 16 April 2016

Mengapa Sulit Melakukan Perubahan



Bahan Bacaan: McPeat, Sean. 2010. Managing through change. Ebook: MTD Training &  Bookboon.com

Perubahan merupakan suatu hal yang niscaya bagi individu maupun organisasi. Pada jaman Yunani Kuno, Socrates telah mengemukakan bahwa hanya satu yang pasti di dunia ini yaitu bahwa semua itu berubah. Meskipun demikian, perubahan lebih mudah  diucapkan daripada diterapkan. Mengapa demikian?
Pepatah yang sering dirujuk terkait perubahan memang mengatakan bahwa perubahan hanya akan terjadi jika rasa sakit yang disebabkan oleh kondisi saat ini sudah lebih besar dibanding dengan ketakutan (yang berarti rasa sakit juga)  yang muncul ketika meninggalkan kondisi saat ini. Selama ketakutan untuk meninggalkan kondisi saat ini masih lebih besar dibanding dengan kondisi tidak nyaman yang sedang dialami maka perubahan tidak akan terjadi. Pepatah ini benar untuk banyak kasus tapi dalam kasus yang lain, mungkin masih perlu dipertanyakan. Apakah suatu organisasi memiliki rasa sakit yang lebih besar untuk mengubah proses bisnisnya dibanding rasa sakit yang diakibatkan oleh penurunan profit yang sedang dialaminya sehingga organisasi itu tidak berubah?
Persamaan tentang perubahan yang dikemukan oleh McPeat (2010) dapat menjadi salah satu penjelasan terhadap kasus tersebut. Persamaan itu adalah:

Perubahan = Ketidakpuasan akan kondisi saat ini X Kejelasan akan kondisi yang diharapkan X
                                Kemampuan dan cara untuk mencapai kondisi yang diharapkan


Ketika organisasi tahu ingin menjadi apa dan dia mampu untuk mencapainya tetapi dia masih merasa nyaman dengan kondisi saat ini maka perubahan tidak akan terjadi. Demikian juga meski dia sudah tidak nyaman dengan kondisi saat ini tapi dia tidak memiliki kejelasan tentang kondisi yang diharapkan maka perubahan tidak akan terjadi. Dengan kata lain, ketiga hal yang ada di sisi kanan persamaan di atas itu tidak boleh nol (tidak ada). Sebaliknya, organisasi harus berupaya untuk meningkatkan nilai yang ada pada sisi kanan tersebut sehingga perubahan lebih mungkin untuk terwujud.

Bahan Diskusi:

Seorang alumnus mengaku bahwa dia baru saja memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan saat ini karena tidak mau dipindah keluar kota. Setelah berbicara panjang lebar dengannya, dapat disimpulkan bahwa dia merupakan seseorang yang takut berhadapan dengan suasana baru.
Menurut Saudara, apa yang harus dia lakukan agar dia dapat berubah dari seseorang yang takut menghadapi sesuatu yang baru menjadi seseorang yang senang menghadapi tantangan (suasana baru)? 
Apa yang bisa Saudara lakukan mulai saat ini agar tidak menghadapi masalah seperti yang dialami alumnus tersebut? 
Selamat berdiskusi…

MOHON PERHATIAN:
Untuk tema ini, baik kelas Senin maupun Kelas Kamis harus menanggapi  bahan diskusi di atas sebelum menanggapi komentar rekan yang lain. Terima kasih

119 komentar:

  1. menurut saya pribadi saya akan memotivasi alumnus tersebut dengan cara mengingatkan ia pertamakali masuk kerja saat ia belum tau kondisi tempat kerja mungkin juga tidak puas saat awal awal ia kerja dan dapat melaluinya dengan baik dengan usaha usaha yang dilakukan ia agar menjadi nyaman dengan kondisi baru tersebut mungkin dengan demikian akan membuat membantu untuk membuat alumnus tersebut menjadi lebih berani menghadapi tantangan dan untuk saya pribadi saya juga akan melakukan yg sama seperti saat saya memotivasi tersebut yakni dengan cara mengingat masa masa saat awal memulai sesuatu mungkin dari sma ke kuliah atau saat pertama kali masuk kerja saya akan mengingat itu semua saat pertama kali memulai sesuatu dan saya bisa menjalani nya hingga saat ini dengan demikin membuat saya pribadi menjadi berani menghadapi hal baru. ini smua adalah pendapat saya pribadi jadi mohon maaf bila ada kesalahan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tetapi secara umum cara itu tdk akn berhasil utk membuat org berani menghadapi hal yg baru.bukankah lbh baik jk memperkenalkan hal yg baru kpd org tersebut terlebih dulu shg dia jd berani?

      Hapus
    2. Saya kurang setuju dengan pendapat saudara luis mengenai mengingatkan saat ia pertama kali masuk kerja, ataupun motivasi dari orang lain apakah bisa mengalahkan rasa takut dari dalam dirinya?. Menurut saya selama alumnus tersebut mempunyai pemikiran takut dengan suasana baru, ia akan tetap takut. Jadi yang harus dirubah pertama kali adalah pemikiran dari dalam dirinya sendiri sehingga menumbuhkan motivasi yang kuat dari dalam dirinya.

      Hapus
    3. saya akan menanggapi konmentar saudara Ivan Agustinus dan saudari Ruth Eveline saya memang tidak menjamin 100% dengan memotivasi alumnus tersebut akan langsung berani dikarenakan hal tersebut juga tergantung dari sifat alumnus itu sendiri. Saudara ivan mengatakan Memperkenalkan hal yang baru tersebut tersebut juga bisa tetapi menurut saya seharusnya saat alumnus tersebut mengetahui bahwa ia akan di pindahkan mungkin ke cabang diluar kota pasti ia sudah di beritahu hal – hal baru atau masalah yang terjadi di sana dan sebagainya jadi kalau pendapat saya pribadi alumnus tersebut masih ketakutan walaupun ia sudah mengetahuinya sekali lagi ini adalah pendapat saya pribadi jadi mohon maaf bila ada kesalahan
      terima kasih

      Hapus
  2. menurut saya pribadi saya akan memotivasi alumnus tersebut dengan cara mengingatkan ia pertamakali masuk kerja saat ia belum tau kondisi tempat kerja mungkin juga tidak puas saat awal awal ia kerja dan dapat melaluinya dengan baik dengan usaha usaha yang dilakukan ia agar menjadi nyaman dengan kondisi baru tersebut mungkin dengan demikian akan membuat membantu untuk membuat alumnus tersebut menjadi lebih berani menghadapi tantangan dan untuk saya pribadi saya juga akan melakukan yg sama seperti saat saya memotivasi tersebut yakni dengan cara mengingat masa masa saat awal memulai sesuatu mungkin dari sma ke kuliah atau saat pertama kali masuk kerja saya akan mengingat itu semua saat pertama kali memulai sesuatu dan saya bisa menjalani nya hingga saat ini dengan demikin membuat saya pribadi menjadi berani menghadapi hal baru. ini smua adalah pendapat saya pribadi jadi mohon maaf bila ada kesalahan
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya tidak setuju dengan pendapat Luis, karena dengan adanya alumnus yang baru memang agak sulit untuk diajak kerja keluar dari tempat atau kota yang ditinggali. Apabila masih belum memiliki keluarga mungkin cara yang dilakukan oleh saudara Luis memang benar bisa dilakukan. Tetapi jika disasarkan kepada mereka yang sudah berkeluarga memang agak sulit karena masalah kerluar keluarga ini. Mungkin ada yang sudah memiliki anak dan anaknya masih balita memang harus banyak perhatian dari orang tua, tidak hanya satu sisi dari keluarga saja (dalam arti ayah saja atau ibu saja) yang membimbing anaknya tetapi sebaiknya semua merawat anaknya. Masalah keluarga seperti dilarang oleh istri atau orang tua juga masih sulit untuk dihindari. Terimakasih

      Hapus
    2. Pertanyaan pertama yaitu apa yang harus dilakukan oleh seorang alumnus ketika tidak bisa mengalami perubahan. Dari komentar saudara luis, saya mengambil satu kata yaitu motivasi. Menurut saya, setiap orang bisa mengalami suatu perubahan apabila adanya dorongan, tapi dorongan yang saya maksud disini adalah dorongan secara internal. Dorongan secara eksternal menurut saya hanya sebagai pendukung saja. Setiap orang bisa mengalami perubahaan apabila dia mau terdorong untuk keluar dari "zona nyaman"nya. Dari situlah, kita belajar mencoba mempelajari hal-hal baru yang diharapkan dapat bermanfaat .

      Hapus
  3. 1. perusahaan menawarkan orang tersebut dipromosikan kenaikan jabatan dan kenaikan gaji, memilih tempat keluar kota yang diininkan, diberi atau disuruh pindah rumah dan sekolah dakat tempat kerja yang diluar kota yang diinginkan orang tersebut.
    2. saya pribadi saat ini saya terus mencoba beradatasi lingungan baru dari tempat, teman dan lain - lain.
    Terima Kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya ingin memberi tanggapan atas pernyataan saudara Handoyo, menurut saya selain hal yang anda sebutkan di poin pertama, para pemimpin (terutama manajer HRD) perlu memberikan motivasi bagi karyawannya. Memberikan dorongan kalau karyawannya bisa beradaptasi dilingkungan barunya, karena tidak semua perusahaan bisa menuruti kemauan karyawan untuk di pindah kerja di tempat yang mereka inginkan saja. Terima kasih.

      Hapus
    2. saya ingin mengomentari pendapat saudara Handoyo mengenai poin 1, bahwa kenyataannya adalah banyak juga yang jika dimotivasi dengan promosi jabatan dan gaji untuk pindah ke luar kota malah memilih untuk tidak menerimanya dan rela untuk tetap menjadi karyawan biasa yang penting tidak pindah. bagaimana pendapat saudara ?

      Hapus
    3. saya setuju dengan pendapat saudara Handoyo tetapi menurut saya dengan menawarkan promosi atau jabatan saja belum tentu cukup untuk alumnus tersebut karena untuk masalah insentif saat ini masih belum cukup untuk membuat seorang karyawan merasa puas, ia juga perlu penghargaan dengan di hargai oleh orang lain baik atasan maupun sesama karyawan. oleh sebab itu saat ini banyak karyawan yang tidak bisa bertahan dalam lingkungan organisasi tersebut hanya karena merasa tidak dihargai.

      Hapus
    4. Saya setuju dengan pendapat yang diberikan dari saudara handoyo . Dengan dipromosikan naik jabatan kemudian hingga naik gaji , akan memberikan nilai tambah untuk alumnus sendiri . Tetapi pihak atasan harus tetap memberikan motivasi dan keyakinan agar dapat mengubah cara berpikir alumnus sendiri . Terima kasih

      Hapus
    5. Saya tidak setuju dengan pendapat saudara Handoyo tentang poin pertama. Menurut saya jika karyawan diberi fasilitas seperti itu maka karyawan tersebut dapat dengan mudah pindah kerja karena diberi rumah dan karyawan dapat secara leluasa pindah kota semaunya tetapi ada dampak negatif dari perusahaan yakni menghabiskan dana yang cukup besar untuk 1 karyawan saja, jika memang karyawan tersebut dapat dipercaya perusahaan untuk memajukan profit perusahaan maka sah" saja seandaikan bila karyawan tersebut bekerja dengan bermasalan" setelah diberi fasilitas tersebut bagaimana pendapat anda? sedangkan perusahaan sudah terlanjur menghabiskan banyak dana untuk menuruti kemauan karyawan untuk pindah dan diberi rumah baru. Terimakasih

      Hapus
    6. Saya setuju dengan pendapat saudara Handoyo tentang pemberian promosi dan kenaikan gaji untuk memotivasi karyawan tersebut, namun saya tidak setuju apabila karyawan diberi kebebasan memilih tempat keluar kota sesuai yang diinginkan serta memberikan rumah kepada karyawan. Pemberian fasilitas seperti itu dapat membuat karyawan berlaku semaunya dan tidak mungkin dapat keluar dari zona nyamannya serta merugikan perusahaan. Faktor yang terpenting agar karyawan tersebut dapat berubah yaitu faktor internal dari dalam diri karyawan tersebut dan dengan bantuan dorongan dari lingkungan kerjanya.
      Yang bisa saya lakukan mulai saat ini yaitu dengan belajar untuk keluar dari zona nyaman saya serta belajar mengenal dunia kerja dan beradaptasi dengan lingkungan yang baru dengan orang-orang dan budaya yang baru.

      Hapus
    7. Saya setuju dengan pendapat Sdra. Handoyo. Yang pertama karyawan jika diberi fasilitas, kenaikan gaji, dan kenaikan jabatan yang sesuai dengan kinerja maka karyawan tsb akan puas bekerja dalam suatu perusahaan. Jika karyawan tsb tdk mendapatkan fasilitas yg sesuai dengan jabatan maka karyawan tsb akan kurang maksimal. Tp di sisi lain Bukan berarti juga karyawan tsb diberi rumah, mungkin mobil diberikan dalam jangka 5 tahun jika masih tetap bekerja di perusahaan yang sama bisa menjadi hak milik salah satunya juga bisa. Tetapi jika karyawan tsb belum memenuhi persyaratan dr perusahaan dg kinerja yang tinggi maka perusahaan tidak dapat memberikan rumah atau mobil secara cuma-cuma. Atasan juga berhak memotivasi karyawan agar memiliki motivasi yang tinggi dan dapat mengubah cara berpikir alumnus menjadi lebih baik.

      Hapus
    8. saya akan menanggaoi saudari Morena Valletha, saya bertanya bagaimana cara para pemimpin ( terutama manajer HRD ) memberikan motivasi bagi karyawan ? percuma memotivasi karyawan karena biasanya harus memberitau dulu keluarganya sebelum mengambil keputusan diizinkan atau tidak untuk keluar kota. kalau tentang mendorong pasti setuju maka itu perusahaan menawarkan untuk memilih tempat keluar kota yang diinginkan agar senang menghadapi tantangan ( suasana baru ) biasanya perusahaan menawarkan itu pada orang yang sangat berprestasi.

      Hapus
    9. saya akan menanggapi saudari Yulitaamus, memang perusahaan sudah memberikan penawaran special orang tersebut tetapi menolaknya karena orang tersebut tidak dizinkan dengan keluarganya.

      Hapus
    10. Sebelum menanggapi saudara handoyo saya akan menanggapi kasus di atas menurut saya sebagai alumnus yang tidak berani berganti suasana itu seharusnya bisa merubah mindset yang dipikirkan dengan cara jika dia bisa mengambil tantangan yang diberikan pasti akan ada hal positif yang iya dapat seperti kenaikan gaji atau jenjang karir yang menjanjikan
      Dan yang bisa saya lakukan saat ini agar tidak takut mengambil tantangan adalah mencoba hal baru yang diluar dengan zona nyaman saya jadi jika saya sidah terbiasa dengan tantangan maka saya tidak akan takut menghadapi suasana suasana yang baru .
      Dan saya akan menanggapi pendapat saudara handoyo saya kurang setuju dengan pernyataan saudara di poin yang pertama menurut saya perusahaan tidak seharusnya menempatkan karyawan d tempat yang diinginkan , dan jika ia ditempatkan d tempat yang diinginkan maka karyawan tidak akan menghadapi tantangan" baru selain itu yang saya pertanyakan apa hubungan pemindahan rumah yang dekat dengan kantor atau sekolah dan apalagi yang diingkan karyawan? Terima kasih

      Hapus
    11. saya akan menanggapi saudari Marta Munthe, terima kasih tentang setuju pendapat saya. sudah dihargai orang tersebut dari perusahaan, atas maupun bawahan karena orang tersebut orang yang sangat berprestasi sampai mendapat pengghargaan belum tentu orang tidak berprestasi mendapat mewaran special seperti itu.

      Hapus
    12. saya akan menanggapi saudari Maya Delbrina, terima kasih atas setuju pendapat saya. memang pihak perusahaan maupun atasan tetap memberikan motivasi, keyakinan dan dukungan tetapi setelah sudah berpindah keluar kota

      Hapus
    13. saya akan menanggapi saudara Felix Christian, biasanya perusahaan menawarkan special ke orang tersebut benar - benar orang yang sangat berprestasi. Memang awal mulanya kinerjanya turun karena butuh adaptasi suasana baru dan juga orang tersebut membuat jaringan baru karena orang tersebut sudah naik jabatan jadi diberi waktu dan batas minimal kinerja dalam kontrak perjanjian kerja agar tidak sangat merugikan perusahaan.

      Hapus
    14. saya akan menanggapi saudara Oktavianus Hartono, maka dari itu diberi kebebasan memilih tempat keluar kota untuk diberi pilihan menghadapi tantangan ( suasana baru ) dan diberi rumah maupun sekolah untuk keluarganya mengizinkan keluar kota setelah keluar atau pindah kota jadi keluar zona nyamannya. kalau mendorong dari internal ( Lingkungan Kerja ) belum tentu mau keluar kota karena orang tersebut harus bertanya dahulu dengan keluarganya ( istrinya maupun anaknya ) untuk keluar kota.

      Hapus
    15. saya akan menanggapi saudari Maria Melisa, terima kasih atas setuju pendapat saya. tentang diberikan jangka waktu 5 tahun tentang mobil biasanya banyak menolak karena keluarganya tidak mengizinkan keluar kota tetapi kalau rumah jangka waktu 5 tahun kemungkinan masih bisa diizinkan keluar kota.

      Hapus
    16. Saya kurang setuju dengan pendapat anda karena dengan memberikan kenaikan gaji,jabatan maupun tempat yang diinginkan oleh pegawai maka akan memberikan rasa iri terhadap rekan kerja dan akan memperburuk suasana kerja pada nantinya. Menurut saudara sebagai atasan apa memang wajar memberikan keistimewaan terhadap 1 karyawan? Terima kasih

      Hapus
    17. saya akan menanggapi saudari Sri Rejeki Natalia, tentang orang tersebut memilih tempat diinginkan akan mendorong keluar kota ( keluar zona nyaman ) kalau sudah keluar kota maka akan menghadapi tantagan - tantangan baru seperti lingkungan tempat kerja baru, teman kerja baru,dan lain - lain maka itu butuh beradaptasi. tentang permindahaan rumah dan sekolah dekat dengan kantor yang diinginkan setelah keluar kota agar orang tersebut tetap tinggal dengan keluarga dan anaknya. jika orang tersebut tidak pemindahaan rumah dan sekolah maka orang tersebut tidak sering tinggal dengan keluarga dan anaknya meski jika dipaksa tetap bisa sering tinggal tetapi akan terjadi hubungan keluarga dan anaknya berkurang

      Hapus
    18. saya akan menanggapi saudara Adrian Hartanto,memang wajar jika orang tersebut ( Manajer ) benar - benar sangat berprestasi bagi perusahaan dan atasan. kalau karyawan butuh sangat pertimbangan lagi karena penawaran special itu buat yang benar - benar sangat berprestasi.

      Hapus
    19. Saya setuju dengan pendapat saudara Handoyo. Dengan diberikannya insentif seperti kenaikan gaji dan kenaikan pangkat, seorang pekerja dapat lebih semangat dalam mengambil keputusan. Akan tetapi hal tersebut harus juga diikuti oleh motivasi. Perusahaan harus memberikan motivasi kepada pekerjanya supaya tidak takut untuk kerja diluar kota.

      Hapus
    20. Saya setuju dengan pendapat saudara Handoyo, dengan pemberian kenaikan gaji dan kenaikan jabatan akan membuat pegawai tersebut tertarik. Tetapi sering kali pegawai tetap menolak untuk dipindahkan karena alasan keluarga dan tidak mau keluar dari zona nyaman. Maka dari itu atasan harus memberikan motivasi dan pendekatan-pendekatan supaya pegawai tersebut mau keluar dari zona nyaman.

      Hapus
    21. saya akan menanggapi saudara Aaron Fega, terima kasih atas setuju pendapat saya. saya juga setuju atas pendapat Aaron Fega karena dari pendapat awal saya masih kurang.

      Hapus
    22. saya akan menanggapi saudari Natalia Putri Meidiana, terima kasih atas setuju pendapat saya dan memberikan saran yang masih kurang dari pendapat awal saya

      Hapus
  4. Menurut pendapat saya keputusan alumnus tersebut juga tidak dapat disalahkan. Karena untuk keluar dari pekerjaan di butuhkan beberapa pertimbangan, dan mungkin dia telah melakukan pertimbangan itu, dan pasti terdapat opportunity cost yang harus ditanggung.
    Menurut pendapat serta analisa saya :
    Saya akan menjelaskan pendapat alumnus tersebut dengan keterkaitan Persamaan yang dikemukakan olek McPeat
    Perubahan = Ketidakpuasan akan kondisi saat ini X Kejelasan akan kondisi yang diharapkan X Kemampuan dan cara untuk mencapai kondisi yang diharapkan

    Ini adalah asumsi atau kemungkinan penyebab alumnus menolak
    *Alumnus di sini saya asumsikan belum menikah.

    1. Ketidakpuasan akan kondisi saat ini (bernilai 0)
    - Penyebabnya adalah merasa bahwa banyak lapangan pekerjaan lain di tempat nya berada.
    - Memiliki keluarga ditempat ini sehingga sulit untuk di tinggal.
    - Memiliki pasangan di tempatnya tinggal.
    - Masih nyaman dengan kehidupan di kota tempat tinggal nya saat ini.

    2. Kejelasan akan kondisi yang diharapkan (bernilai 0)
    - Merasa bahwa kota yang ditujuh berbeda budaya sehingga akan sulit melakukan penyesuaian.
    - Merasa bahwa kota yang ditujuh tidak lebih baik dari kota dimana dia tinggal saat ini.
    - Merasa bahwa akan melelahkan serta merasa tidak akan mempengaruhi karirnya atau merubah jabatannya saat ini.

    3. Kemampuan dan cara untuk mencapai kondisi yang diharapkan (bernilai 0)
    - Merasa bahwa hanya dipindahtugaskan tetapi jabatannya sama
    - Untuk kemampuan, sudah dimiliki dibuktikan bahwa dia akan dipindahkan ke kota lain dan tetap dipertahankan oleh perusahaan.
    - Untuk mencapai kondisi yang diharpkan, bergantung pada alumnus apakah akan mengambil kesempatan ini dan memanfaatkannya sebaik mungkin (sebagai latihan maupun pengalaman)

    Catatan : 3 point di atas adalah kemungkinan-kemungkinan alumnus tersebut lebih memilih mengundurkan diri. Kemungkinan bisa saja salah satunya, kedua atau bahkan ketiganya. Selama terdapat 1 variabel bernilai 0 maka perubahan tidak akan terjadi.

    Bagaimana cara merubah orang tersebut menjadi seorang yang senang tantangan?
    1. Yaitu dari diri sendiri. Selama memiliki motivasi untuk berubah maka perubahan itu akan terjadi. Motivasi dari dalam adalah yang terkuat dibanding motivasi yang lain.
    2. Motivasi dari keluarga. Terkadang kasus di atas terjadi bukan karena dirinya yang takut berubah melainkan orang tua yang kadang tidak rela anaknya bekerja terlalu jauh. (sangat dapat dipahami). Tetapi demi kesuksesan anaknya orang tua harus memotivasi dengan selalu mendukung anaknya meskipun di temoat yang jauh.
    3. Motivasi dari pasangan. Tidak dapat dipungkiri terkadang pasangan akan sulit menerima bila harus long distance realationship (LDR). Tidak salah bahwa kunci keberhasilan seseorang juga dari pasangan. Bila pasangan berpikir kedepan maka pasangan akan mendukung kepindahannya.
    Selama 3 hal tersebut berjalan. Tantangan apapun seberat apapun pasti akan dihadapi dan munkin akan menjadi kesenangan.

    Apa yang harus saya lakukan agar tidak terjadi seperti yang terjadi pada alumnus tersebut.
    Yaitu banyak belajar dan bertanya pada orang yang telah berhasil melewati itu semua (pengalaman), baik keluarga, teman hingga orang lain yang sebelumnya tidak kita kenal atau membaca buku sebagai referensi.
    Dan yang terpenting tadi adalah 3 Motivasi yang saya jelaskan di atas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya setuju dengan pendapat lukas, karena belum tentu alumnus tersebut takut menghadapi tantangan, mungkin ada faktor2 lain yg menghalangi ia untuk pindah pekerjaan.

      Hapus
    2. Saya setuju dengan pendapat Sdr. Lukas, bahwa keputusan alumnus untuk keluar dari perusahaan sudah dipertimbangkan terlebih dahulu dengan berbagai alasan. Yang ingin saya tanggapi adalah, bagaimana cara memotivasi alumnus tersebut jika sudah diberi penjelasan dari berbagai pihak, termasuk keluarga, tetapi tetap tidak merubah pendiriannya untuk tidak mau menerima tugas tersebut dengan alasan homesick?

      Hapus
    3. Terima kasih atas tanggapan saudara stev dan eric

      Untuk saudara eric, saya suda menjelaskan pada point 1 dari 3 motivasi di atas.
      Mativasi yang awal dan paling kuat adalah dari diri sendiri selama tidak ada motivasi dalam diri sendiri, dari manapun motivasi itu berasal kita tidak akan bergerak.
      Oleh sebab itulah saya memasukan motivasi tersebut dalam urutan pertama.

      Terima kasih

      Hapus
  5. Menurut saya seorang alumnus tersebut harus mengetahui benar kondisi psikis (kejiwaan atau mental dirinya sendiri) dan kondisi fisik nya terlebih dahulu. Kondisi psikis dan kondisi fisik tersebut memiliki keterkaitan satu dengan yang lainnya sehingga kedua kondisi tersebut akan mempengaruhi alumnus tersebut dalam bertindak, berpikir dan memutuskan pendapat. Kondisi Psikis adalah hal - hal yang tidak dapat dilihat secara langsung oleh panca indera. Contohnya seperti pikiran, perasaan, dll. Sedangkan Kondisi Fisik adalah hal - hal yang bisa kita lihat dengan panca indera kita. Contohnya seperti tindakan seseorang terhadap kita.
    Saya akan memberikan contoh keterkaitan antara kondisi psikis dan kondisi fisik atau sebaliknya : ‘Ketika seseorang sedang sakit perut atau sakit kepala, secara tidak langsung akan mengganggu kondisi psikis kita contohnya seperti cemas (pikiran tidak tenang), gelisah, dan tidak mampu berkonsentrasi’. Contoh lainnya : ‘Ketika kita akan presentasi di depan kelas biasanya akan ada orang yang gugup, keluar keringat dingin atau disaat kondisi psikis kita sedang mengalami tekanan (ketakutan) biasanya ada orang yang tiba – tiba perutnya mules atau jadi sering buang air kecil’.
    *Ketika Alumnus tersebut “merupakan seseorang yang takut berhadapan dengan suasana baru”. Pastinya alumnus tersebut mempunyai suatu masalah yang menjadikan alumnus tersebut takut berhadapan dengan suasana baru. Menurut saya yang harus dia lakukan adalah memotivasi dirinya sendiri terlebih dahulu. Maka dari itu saya mengatakan bahwa alumnus tersebut harus mengetahui kondisi psikis dan kondisi fisiknya terlebih dahulu. Kemudian mencari solusi dan menyelesaikan masalahnya tersebut, dengan begitu “dimungkinkan” dirinya ada dorongan untuk berubah menjadi seseorang yang senang menghadapi tantangan. Karena jika motivasi datangnya dari luar saja tetapi tidak di imbangi dengan motivasi dari dalam diri nya sendiri saya rasa percuma. Walaupun motivasi dari luar kuat, jika dari dalamnya saja tidak mau maka akan susah untuk berubah.
    *Yang bisa saya lakukan mulai saat ini agar tidak menghadapi masalah seperti yang dialami alumnus tersebut adalah “keluar dari zona nyaman” dan “berusaha untuk mau mencoba hal yang baru”. Jika kita berani keluar dari zona nyaman, kita akan mendapatkan pengalaman yang baru serta cara pandang dan pola pikir kita terhadap sesuatu itu menjadi berbeda dari apa yang sudah pernah kita lakukan sebelumnya. Kita bisa belajar dan menemukan banyak hal yang baru, pikiran dan wawasan kita pun menjadi luas. Kita dapat terbuka pada ide – ide yang baru. Semakin kita terbuka pada hal – hal atau ide – ide yang baru menurut saya, kita akan semakin tertantang untuk menghadapi hal - hal yang baru atau menjadikan seseorang senang menghadapi tantangan (suasana baru). Tapi ini semua tidak dapat di samaratakan pada setiap individu karena ini semua tergantung pada masing – masing individu, latar belakang keluarganya serta kondisi psikis dan fisik ataupun kondisi – kondisi lainnya yang dapat mempengaruhi seseorang tersebut.

    Sekian, Terimakasih .

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya setuju dengan pendapat dari Den Ayu Randika, bahwa antara kondisi psikis dan kondisi fisik itu saling berkaitan dan juga apabila faktor dari eksternal sudah memberikan motivasi tetapi dari faktor internal tidak ada keinginan yang kuat dan mau juga menjadi percuma dan sia-sia. dan sekedar menambahkan saja bahwa alumnus tersebut perlu diingatkan kembali bahwa terpilihnya dia dengan mendapatkan kesempatan bekerja diluar kota tersebut menandakan bahwa alumnus tersebut melakukan pekerjaannya di organisasi tersebut dinilai baik dan dapat dipercayakan pekerjaan yang lain dengan tanggung jawab yang jauh lebih besar lagi berupa kesempatan tersebut.

      Hapus
    2. saya setuju dengan pernyataan Den Ayu Randika yang menyatakan bahwa motivasi dari dalam diri sendiri juga sangat berperan penting. dengan adanya motivasi dan dorongan yang kuat maka kemungkinan alumnus tersebut akan mulai mau menerima tantangan dari luar.

      Hapus
    3. Saya setuju dengan pendapat saudari Den Ayu Randika. Sebaiknya alumnus tersebut memotivasi dirinya sendiri agar ia dapat menghadapi masalah yang dihadapi (dipindahkan bekerja ke luar kota). Selain itu alumnus juga harus mengetahui kondisi psikis dan kondisi fisiknya lalu mencari solusi dan menyelesaikan masalahnya, dengan begitu kemungkinan alumnus mendapatkan dorongan untuk berubah menjadi seseorang yang senang menghadapi tantangan baru. Karena jika motivasi datangnya dari luar saja tetapi tidak diimbangi dengan motivasi dari dalam diri sendiri, maka hal itu percuma saja. Walaupun motivasi yang berasal dari luar kuat, tetapi jika dari dalam diri sendiri tidak ada motivasi, maka alumnus tersebut akan susah untuk berubah menjadi seseorang yang suka dengan tantangan baru.

      Hapus
    4. Saya setuju dengan pendapat saudari Den Ayu Randika bahwa jika seseorang mau terbuka pada ide-ide yang baru dan mau belajar serta menemukan hal baru akan menjadikan seseorang itu tertantang dan mampu menghadapi sesuatu yang baru sehingga alumnus memiliki motivasi dalam dirinya untuk mau mencoba mencari solusi dan menyelesaikan masalah dengan begitu alumnus dapat menemukan cara pandang dan berpikir yang berbeda.

      Hapus
  6. Tiga prinsip perubahan yang menurut saya paling penting dalam mengelola perubahan adalah:
    1. Perubahan hanya dapat terjadi jika setiap orang membuat keputusan untuk menerapkan perubahan.
    2. Mendefinisikan pandangan hasil akhir dengan jelas yang memungkinkan semua orang untuk menentukan bagian yang paling efisien dalam mencapai hasil tersebut.
    3. Untuk mengubah individu, maka lakukanlah perubahan pada sistem.
    menurut saya hal yang harus dilakukan oleh alumnus adalah memiliki kesadaran bahwa setiap organisasi pasti berubah mengikuti perkembangan jaman yang berfluktuasi. hal ini bisa menjadi ancaman bagi alumnus jika tidak mau belajar untuk menerima perubahan. alumnus harus mampu memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi meskipun tidak menyukai tantangan alumnus harus tetap belajar. Alumnus harus belajar untuk berfikir panjang mencari pekerjaan baru tidak mudah.
    Hal yang harus dilakuan oleh organisasi agar tidak menghadapi masalah seperti ini yaitu benar-benar memahami perubahan dalam organisasi hanya dapat diterapkan jika setiap orang dalam organisasi bertanggung jawab dan menerima untuk mengasimilasi cara baru dalam melakukan sesuatu. Manajemen perubahan yang efektif akan menjadi lebih efektif jika seseorang melihat pentingnya dan dampak perubahan yang akan membawa mereka sebagai individu dan organisasi secara keseluruhan. Hal terpenting adalah pada saat individu menyadari dimana perubahan dapat membuat mereka menjadi lebih efektif dan menjadi sumber daya yang dapat diandalkan dalam organisasi, tanpa hal ini mereka dapat menjadi sangat enggan mengadopsi perubahan baru (John Kotters, 1995).
    Visi yang didefinisikan dengan jelas oleh organisasi akan membantu karyawan dan staf bawahan untuk merangkul perubahan dengan cara yang positif seperti mereka akan memiliki arah yang jelas mengenai apa dan di mana mereka diperlukan dalam organisasi. Jika sasaran organisasi didefinisikan dengan jelas maka orang-orang akan bersedia mendukung setiap gagasan yang akan membuat mereka menjadi SMART dalam organisasi mereka (Hammer & Champy).
    Hal yang harus saya lakukan mulai dari saat ini adalah mulai menyadari bahwa perubahan pasti terjadi pada organisasi. Perubahan yang dilakukan oleh organisasi pasti mendukung kemajuan kinerja saya dan perusahaan. Dalam dunia bisnis tidak mungkin ada di titik stagnan pasti dinamis sehingga saya harus mulai melatih diri untuk berani menerima tantangan dan memiliki kemampuan adaptasi tinggi.
    .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya setuju dengan saudari yenny. Tambahan sedikit dari saya, bahwa perubahan juga di butuhkan keberanian, pengorbanan serta komitmen yang kuat.

      Hapus
    2. Saya setuju dengan pendapat Saudari Yenny, bahwa alumnus harus bisa memiliki kesadaran bahwa setiap organisasi akan berubah mengikuti jaman yang berfliktuasi dengan itu akan membuat alumnus dapat beradaptasi dengan kondisi apapun yang dialami organisasi. Namun, saya ingin bertanya bagaimana cara membangun kesadaran alumnus akan kondisi organisasi yang berubah mengikuti jaman yang berfliktuasi sedangkan asumsi nya alumnus merupakan orang yang takut berhadapan dengan situasi baru?
      Terimakasih

      Hapus
    3. saya setuju dengan semua pendapat anda tapi yang saya ingin tanyakan di sini semisal kondisinya selain dia takut mengghadapi susana yang baru biasanya faktor yang menjadi pertimbangan lain yaitu faktor keluarga , dan itu merupakan alasan classic bagi para pegawai nah menurut anda bagaimana mengatasi hal tersebut ?? Terima kasih

      Hapus
  7. Memang susah untuk melakukan perubahan karena kita sudah nyaman dengan kondisi tersebut dan tidak mau berganti ke kondisi lain yang untuk alumnus tersebut yang perlu dilakukan adalah
    1. Jangan langsung berpikir "dipindah ke luar kota kira-kira disana ada apa saja? kira-kira apakah pekerja nya juga seperti di perusahaan ini? itu akan membuat anda akan takut jadi terima saja dan berani mengambil resiko nya

    2. Coba dulu bagaimana bekerja disana apakah cocok dengan anda dan hasil nya bagaimana itu akan menentukan anda apakah anda tetap ingin bekerja disana atau berhenti

    3. Anggaplah ini adalah suatu kesempatan yang sangat anda inginkan dari dulu sehingga saat anda bekerja disana selalu produktif dalam perusahaan tersebut

    Kemudian, yang akan saya lakukan mulai saat ini agar tidak menghadapi masalah seperti yang dialami alumnus tersebut adalah:
    1. Saya akan memotivasi saya sendiri agar dapat keluar dari zona nyaman ke zona baru yang akan dialami nantinya

    2. Mengubah mindset saya agar tidak selalu berpikir itu-itu saja melainkan harus bepikir kreatif dan kritis

    3. Memohon dukungan dari keluarga dan teman-teman agar kita dapat menjadi orang yang berproduktif dalam perusahaan tersebut

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya setuju dengan pendapat saudara alfred. Agar alumnus tersebut dapat berubah yaitu harus ada kemauan dan keberanian dari dalam dirinya untuk mencoba sesuatu yang baru. Sesuatu yang baru tersebut akan terus menjadi "momok" bagi alumnus tersebut apabila alumnus tersebut tidak mau dan tidak berani keluar dari zona nyamannya.

      Hapus
  8. Menurut saya keputusan alumnus tersebut tidak sepenuhnya salah. Tidak semua orang dapat bersikap ekstrovert atau mudah berbaur dengan orang lain. Setiap orang pasti memiliki kekhawatiran terutama mereka yang memiliki sifat introvert. Mereka takut tidak diterima di lingkungan yang baru atau tidak bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya karena mereka juga sudah terlalu nyaman dengan tempat tinggal mereka selama ini.
    Hal yang bisa saya lakukan saat ini adalah mulai membuka diri kepada orang-orang di sekitar saya, memberi motivasi pada diri sendiri agar bisa berubah, karena tanpa adanya dorongan dalam diri sendiri tidak akan pernah ada perubahan yang terjadi.Kemudian mereka juga perlu mendapat dukungan/motivasi dari pihak luar (keluarga, rekan/teman, dan orang-orang terdekat) karena manusia tetap membutuhkan peran orang lain untuk meyakinkan diri mereka kalau mereka bisa melakukan sesuatu dengan baik/bisa berubah. Terima kasih.

    BalasHapus
  9. Menurut pendapat saya sendiri saya akan membangun komunikasi yang baik dahulu lalu saya akan meyakinkan dan mengarahkan bahwa lingkungan/suasana baru itu adalah hal yang menyenangkan untuk menambah rekan dan pergaulan baik dalam lingkungan pekerjaan maupun tidak. saya juga akan mendorong agar diri alumnus tersebut semakin percaya diri dengan cara lebih terbuka, saya juga akan menanyakan mengapa ia menjadi orang yang penakut? apa yang ditakutkan? agar kita mengetahui apa sebab ia menjadi penakut dan memberikan solusi yang baik. misalnya jika ia adalah seseorang yang minder saya akan membuat dia berfikir bahwa semua manusia mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing tergantung dari diri kita sendiri bagaimana mengelolanya secara baik juga menerima hakekat diri sendiri apa adanya serta tidak membandingkan diri sendiri dengan orang lain. dan jika saya seorang alumnus tersebut saya akan bersikap setenang mungkin dan mencoba sesuatu yang baru seperti menambah pergaulan dengan sewajarnya saja lalu saya akan mendorong diri saya agar tidak menjadi seolah-olah saya adalah orang lain, saya juga tidak akan menetapkan diri saya sesuai tuntutan orang lain dengan begini saya akan menjadi lebih berani.

    BalasHapus
  10. menurut saya memang ada beberapa orang yang takut untuk menghadapi suasana yang baru, dikarenakan kurang percaya diri dan sebagainya. tapi untuk menjadi individu yang jauh lebih baik kita harus melakukan dan mencoba hal-hal yang baru. karena sesuatu yang baru yang kita temui akan membuat kita dapat lebih berkembang dan memiliki pengetahuan yang luas. oleh sebab itu setiap orang perlu mencoba hal-hal yang baru. untuk mengatasi rasa takut akan hal-hal yang baru adalah dengan cara nekat, membuang rasa malu dan yakinlah bahwa hal-hal yang baru akan ada nilai positif nya bagi kita, menjadikan kesalahan-kesalahan dimasa lalu sebagai pembelajaran untuk kedepannya, dan mampu untuk keluar dari zona nyaman nya kita. jika kita terus berada didalam zona nyaman kapan kita akan bisa berkembang. intinya kita sebagai manusia yang hidup dizaman seperti ini harus terus bangkit dan semangat, harus percaya diri dan memaksakan diri untuk mencoba yang baru. sering melakukan komunikasi dengan orang lain juga akan membantu kita untuk mampu menghadapai hal-hal yang baru. banyak-banyak lah berkomunikasi dengan orang lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya setuju dengan pendapat saudari mengenai harus mencoba hal baru...

      Sebelumnya saya meminta maaf bila ada bebrapa hal yang saya kurang sependapat dengan saudari.

      Dan saya akan mengkritisi beberapa peryataan saudari.
      Tetapi permasalahan atau fakta yang terjadi adalah bahwa selama seorang masih merasa aman dan nyaman di situasi nya saat ini (comfort zone) maka peluang untuk berubah masih kecil.
      Kemudian saya kurang sependapat dengan peryataan saudari tentang mengatasi rasa takut dengan cara “nekat”. Karena nekat mempuyai konotasi seakan melakukan perbuatan tanpa berpikir panjang, padahal pada saat kita akan melakukan perubahan atau mengambil keputusan untuk berubah kita harus memikirkan dampak (impact nya). Menurut saya akan lebih tepat mengatasi rasa takut dengan motivasi baik dari dalam maupun luar.

      Kemudian penggunaan kata harus memaksakan diri untuk mencoba hal baru juga kurang tepat. Karena apapun hal yang bersifat memaksa berarti kita melakukan dengan tidak tulus, dan apapun yang kita lakukan dengan tidak tulus akan berakhir dengan tidak baik.

      Dan pernyataan “memaksakan diri unruk mencoba hal baru” tersebut juga sedikit mengganggu, menurut saya justru jaman sekarang kita sebagai mahasiswa atau orang yang berpendidikan kita harus mencoba hal baru dengan berpikir panjang, karena tidak semua hal baru harus kita coba, sebagai orang yang berpendidikan kita harus menyaring(filter) apa hal baru yang baik dan tidak baik untuk kita, karena tidak semua hal baru itu baik bagi diri kita, budaya kita dan negara kita.

      Mungkin akan lebih tepat jika saudari menggunakan pernyataan berani mencoba hal-hal baru tetapi dengan bijaksana.

      Terima kasih.

      Hapus
  11. Menurut saya untuk merubah pikiran (mindset) alumnus tidaklah mudah dikarenakan sifat orang berbeda satu dengan yang lainnya. Ditambah lagi sifat awal alumnus yaitu takut menghadapi suasana baru membuat pemimpin organisasi sulit jika memindahkan alumnus di tempat kerjs yang baru. Untuk membuat alumnus dapat menjadi pribadi "yang menyukai tantangan baru" pemimpin organisasi dapat melakukan pendekatan agar alumnus dapat merubah pola pikir nya, pemimpin organisasi dapat menjelaskan bahwa pemindahan tempat kerja atau bisa disebut rotasi kerja dapat membuat karyawan itu sendiri bisa berkembang karena dia dapat bertemu dengan rekan kerja baru dan dengan berbagai macam karakter dan latar belakang yang berbeda. Di kasus ini sangat diperlukan peran dari pemimpin organisasi untuk memberikan pendekatan agar pola pikir dari alumnus ini dapat berubah.
    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya sangat setuju dengan pernyataan saudara hari bahwa pola pikir itu sulit untuk diubah dan harus dilakukan pendekatan-pendekatan agar dapat mengubah pola pikir seseorang. Dengan begitu orang dapat lebih mudah dalam beradaptasi dengan semua orang, dengan lingkungan pekerjaan, dll.

      Hapus
  12. Menurut saya yang di takutkan oleh alumnus sangat wajar di kalangan pekerja tapi sebenarnya ketakutan alumnus itu bisa di atasi asalkan alumnus tersebut mau mengubah mindsetnya bahwa suasana baru itu tidak terlalu menakutkan seperti yang dipikirkan sebelumnya dan bisa menerima hal baru pasti motivasi diri muncul. Memikirkan hal positif seperti jika di luar kota mungkin pekerjaan disana lebih nyaman, karirnya bisa semakin berkembang ataupun hal postif lainnya. Paling tidak motivasi tersebut bisa membantunya mengurangi rasa takut berada di tempat yang baru. Terima kasih

    BalasHapus
  13. menurut saya, sebaiknya si alumnus ini harus merubah cara berpikirnya agar dia tidak selalu takut untuk menghadapi tantangan yang akan dihadapinya dan harus selalu berpikir positif. Jika dia mau dipindah ke luar kota mungkin saja karirnya dapat berkembang lebih baik daripada di kantornya yang saat ini.

    Kemudian untuk saya sendiri, saya juga harus selalu berpikir positif agar dapat menghadapi tantangan - tantangan kedepannya. karna jika kita takut untuk menghadapi tantangan tsb mungkin hidup kita akan stag atau berhenti sampai situ saja karir kita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya ingin bertanya, apakah usaha yang dapat dilakukan hanya sebatas pada berpikir positif saja? (baik untuk si alumnus maupun Saudara sendiri)

      Hapus
    2. Sebelumnya saya meminta maaf...

      Saya akan mengkritisis pernyataan saudari...

      Saya sependapat dengan saudari Agnes, Apa yang akan anda (Tiara) lakukan selain berpikir postif?
      Karena kembali ke pernyataan anda bahwa “mungkin kita akan stag atau berhenti sampai situ saja”. terus berpikir positif juga akan membuat kita stag terus, karena kita terus berpikir tetapi tidak bertindak.

      Saya memiliki sebuah ilustrasi...
      Saat kita menyukai seseorang, kita akan terus memikirkan orang tersebut dan berpikir bahwa orang tersebut mengetahui bahwa kita suka dengan dia. Tetapi pada kenyataannya, orang tersebut tidak. Hal itu membuktikan bahwa memikirkan saja tidak cukup tetapi kita butuh tindakan.

      Pertanyaan saya apa tindakan nyata anda untuk berani dan berubah?(agar tidak terjadi hal serupa seperti yang dialami alumnus tersebut)

      Terima Kasih

      Hapus
    3. Pikiran positif yang mampu diatur oleh diri karyawan tersebut memang memiliki pengaruh dalam diri sendiri. Namun apakah menurut saudari dini ada pengaruh dari eksternal? Seperti mungkin keluarga atau teman-teman? Jikw iya bagaimana mereka memengaruhinya? Terima kasih

      Hapus
  14. Menurut saya , tiap orang memiliki cara pandang yang berbeda-beda mengakibatkan munculnya ketakutan hingga kecemasan untuk meninggalkan wilayahnya yang lama ke wilayah yang baru . Hal tersebut terjadi karena adanya kurangnya dorongan-dorongan yang diberikan ke alumnus tersebut . Disini pihak atasan harus memberikan dorongan , motivasi hingga keyakinan yang kuat agar alumnus tersebut dapat mengubah cara berpikirnya . Dengan dirinya meninggalkan zonanya , kemungkinan jadi dirinya akan lebih maju dibandingkan sebelumnya .

    BalasHapus
  15. menurut saya untuk memotivasi alumnus yaitu :
    1. Membuat Komitmen untuk Diri Sendiri
    Kebanyakan orang kalah dan mundur dari jalannya untuk mencapai tujuan dan cita-cita, diakibatkan oleh tidak adanya komitmen yang kuat. Sebuah komitmen yang kuat akan memberikan motivasi kerja setiap saat bagi seseorang. Orang yang memiliki komitmen akan selalu berpegang teguh pada keinginannya untuk sampai di tujuan, dia punya harga mati, dia akan yakin tanpa dibayang-banyangi ketakutan dan berani untuk melakukan perubahan di mana pun dia bekerja tanpa ada rasa cemas yang berlebihan.
    2. Ciptakan Kepercaan Diri dan Terobos Keraguan Anda
    Perjalanan menuju impian atau kesuksesan pastinya tidak semulus dengan apa yang kita rencanakan dan hal itu wajar. Dengan adanya rintangan-rintangan itu, semua orang akan merasakan ketakutan, keraguan, atau stress. Namun dengan adanya perasaan-perasaan tersebut, pengalaman-pengalaman kita akan bertambah. Dan setelah kita merasakan dan melalui itu semua, kita akan belajar dan pengalaman pun bertambah. Ini juga adalah bagian dari poses kita dalam membentuk kemandirian, rasa percaya diri dan kesiapan menghadapi tantangatangan berikutnya. Yang terpenting adalah kita siap menerobos perasaan-perasaan itu dan terus melangkah.
    3. mengubah persepsi anda
    jangan selalu berpikir negative tantang sesuatu belum tentu apa yang anda pikirkan. beranilah untuk mengambil peluang yang ada dan mulai melawan tantangan baru sehingga segala hal yang anda dapat baik positif dan negative akan dapat memberikan banyak pengalaman untuk berkembang dalam pekerjaan dan selalu berpikir positif
    4.dukungan dari internal dan eksternal
    Memohon dukungan dari keluarga,perusahan,organisasi dan teman-teman agar kita dapat menjadi orang yang berproduktif dalam perusahaan tersebut.
    terima kasih

    BalasHapus
  16. Menurut saya, agar orang tersebut dapat menjadi orang yang menyukai tantangan haruslah dibantu dari orang-orang terdekat dengan cara menekan atau mendorong orang itu keluar dari zona nyamannya. Karena jika orang itu sudah berada dalam kondisi seperti itu akan sangat sulit bagi dia untuk merubah dirinya sendiri. Kalau saya sendiri berusaha untuk melakukan segala sesuatu sendiri agar tidak terbiasa dengam bantuan orang lain dan tidak membuat diri saya mudah puas dengan apa yang sudah dicapai

    BalasHapus
  17. Kalau menurut pendapat saya yang seharusnya alumnus lakukan adalah tidak boleh berhenti  bekerja di saat mau di pindah keluar kota karena itu kesempatan emas bagi alumnus dan kesempatan tidak  datang 2 kali lalu dapat menambah rekan kerja dan juga dapat menambah pengalaman kerja serta softskillnya. Jadi alumnus tidak perlu takut dan harus percaya diri ,berani mengambil resiko dalam mengambil keputusan.

    Yang saya lakukan adalah  tidak boleh alergi dengan perubahan dalam arti tidak takut berhadapan dengan suasana baru. Karena itu bisa membuat jam terbang saya menjadi lebih baik. Terima kasih.





    BalasHapus
  18. Menurut pendapat saya sebaliknya mengubah pola pikir alumnus, dengan beberapa cara seperti memberikan komisi tambahan, kenaikan jabatan dan lain sebagainya. Sehingga dia akan merasakan adanya tantangan tersendiri yang harus dia lewati untuk mencapai semuanya itu. Dan untuk saya sendiri agar tidak terjadi kejadian seperti alumnus, saya akan berusaha untuk mencoba segala sesuatu yang baru dan mau keluar dari zona aman saya. Karena sesuatu hal yang baru dapat memberikan kita pengetahuan yang baru.

    BalasHapus
  19. Menurut saya, untuk seseorang yang memutuskan untuk berhenti bekerja karena akan dipindahkan, harus kita lihat terlebih dahulu apa yang membuat orang tersebut mengambil keputusan demikian. Dalam kasus ini, orang tersebut memutuskan untuk berhenti bekerja karena takut akan menghadapi suasana yang baru. Untuk ketakutan akan suasana yang baru ini, tidak dapat diubah dengan mudah. Karena, hal ini menjadi sebuah pola pikir yang mungkin saja terbentuk karena pengambilan kesimpulan yang salah dan bisa juga terbentuk karena pengalaman pribadi yang kurang menyenangkan berkaitan dengan hal tersebut. Hal ini mungkin dapat diatasi dengan cara memberikan dorongan dan juga masukan-masukan bagi orang tersebut, menjelaskan apa hal-hal positif yang bisa saja didapatkan ketika menghadapi suasana dan lingkungan kerja yang baru, sehingga orang tersebut bisa keluar dari ketakutannya dan dapat berpikiran terbuka. Bisa juga dengan memberikan saran-saran bagaimana agar orang tersebut dapat beradaptasi di lingkungan yang baru, sehingga orang tersebut dapat menjadi lebih percaya diri dan bisa saja pola pikir yang awalnya negatif tersebut dapat kita ubah menjadi pola pikir yang positif.
    Yang akan saya lakukan agar tidak menghadapi masalah seperti masalah diatas adalah dengan berpikiran terbuka agar dapat mengikuti perubahan-perubahan yang terjadi. Dengan berpikiran terbuka, kita dapat mengambil sisi positif dari semua masalah dan situasi yang kita alami. Dalam pekerjaan, jika kita memiliki pikiran yang terbuka, maka bagaimana pun situasi kerja yang kita hadapi akan terasa lebih mudah untuk mengadaptasikan diri kita. Dengan mendapatkan pekerjaan dengan suasana yang baru, kita bisa mendapatkan hal yang baru pula yang nantinya akan membantu kita dalam pengembangan diri kita masing-masing. Kita juga harus berani menghadapi tantangan, namun dengan perhitungan yang baik. Dengan begitu, kita bisa bertumbuh dan berkembang melalui tantangan tersebut dan bukannya malah menyusahkan karena perhitungan yang salah tentang tantangan tersebut.
    Terima kasih

    BalasHapus
  20. Menurut saya, untuk memecahkan masalah yang dialami si alumnus ini cukuplah sulit, karena perubahan harus diawali dari dalam diri tiap orang itu sendiri. Dalam kasus ini, si alumnus takut menghadapi keadaan dan lingkungan baru yang ada di luar kota. Sangat sulit untuk melakukannya, tapi si alumnus harus menyadarinya sendiri bahwa ia perlu mengatasi ketakutannya dan mau melakukan hal-hal baru untuk dapat maju baik dalam hidup maupun dalam pekerjaannya. Bila si alumnus tidak mampu menyadari ketakutannya sendiri maka apapun yang dicoba kemungkinan besar akan gagal. Setelah menyadari ketakutannya itulah baru si alumnus mungkin bisa mencoba membaca buku atau nonton film mengenai motivasi dan pengembangan diri sehingga termotivasi untuk mau berubah dan keluar dari zona nyaman. ia juga dapat meminta bantuan orang lain (misal temannya) untuk membantunya dan memberikan dorongan untuk mau berubah
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya sangat setuju dengan pendapat saudari aryani, bahwa perubahan seharusnya diawali dari dalam diri orang itu sendiri yaitu dengan menyadari dan mengatasi ketakutannya serta berani untuk mau melangkah maju keluar dari zona nyamannya agar dapat maju dalam hidup maupun dalam pekerjaan.

      Hapus
    2. Saya setuju dengan pernyataan ariyani karena dibutuhkan suatu motivasi untuk melakukan sesuatu hal yang baru
      Yang ingin saya tanyakan apakah ada faktor lain selain motivasi yang bisa menghilangkan rasa takut dalam menghadapi hal yang baru?

      Hapus
    3. Saya setuju dengan pernyataan ariyani karena dibutuhkan suatu motivasi untuk melakukan sesuatu hal yang baru
      Yang ingin saya tanyakan apakah ada faktor lain selain motivasi yang bisa menghilangkan rasa takut dalam menghadapi hal yang baru?

      Hapus
    4. Maaf saya kurang setuju dengan pendapat ari. Memang benar dengan film dan dukungan teman bisa membantu motivasi lebih tapi itu berakibat tidak murni keputusan diri sendiri yang jadi alumnus akan menyesal akan keputusan nya, maka solusi nya lebih baik berasal dari diri sendiri keputusan itu karena bagaimana pun alumnus lah yg menjalani kehidupan nya itu

      Hapus
    5. Terima kasih atas pendapat dan masukannya, saudari fanny, saudara alfred, dan saudara alfonsus
      saya akan mencoba menjawab pertanyaan saudara alfred. menurut saya, rasa takut dalam menghadapi hal yang baru harus dihadapi dengan mencoba melakukan atau menyelam ke dalam hal baru tersebut. jika hanya dikatakan atau diangan-angankan tanpa tindakan nyata maka akan sia-sia saja. namun, kembali lagi menurut saya untuk melakukan hal itu diperlukan adanya keinginan atau kesadaran dari dalam diri. sedikit pun tak apa, asal ada kemauan untuk menghadapi ketakutan itu maka menurut saya hal itu bisa menjadi motivasi. jadi menurut saya untuk menghadapinya ada beberapa cara namun akarnya tetap adalah motivasi diri sendiri, apapun motivasinya. terima kasih
      saya akan mencoba menanggapi pernyataan saudara alfonsus. dari apa yang bisa saya simpulkan dari pernyataan saudara, bahwa membantu memotivasi diri dengan film, buku, dan dorongan teman itu sebenarnya bukanlah motivasi murni dan malah bisa mengakibatkan penyesalan di kemudian hari. namun, bukankah keinginan untuk meminta dorongan teman, keinginan untuk membaca buku, mengikuti seminar motivasional, juga adalah secuil dari kemauan dalam diri untuk mau berubah? maka menurut saya sebenarnya keinginan yang paling dasar tetap berasal dari dalam diri alumnus tersebut. namun, ia bisa menggunakan media untuk membantunya memengerti medan baru yang akan diselaminya. terima kasih

      Hapus
  21. Menurut Saya yang harus dilakukan agar alumnus tersebut dapat berubah :
    Pertama-tama mengubah pola pikir, bahwa tanpa mencoba sesuatu yang baru, bagaimana kita bisa mengetahui potensi, minat, hobi dan keterikatan dengan kegiatan yang dilakukan?
    dengan menghadapi tantangan yang ada (suasana baru) kita bisa mendapat pengalaman baru, di mana kita menambah wawasan, menikmati pemandangan berbeda, tempat, waktu, situasi, perasaan baru, dsb.
    Menganggap bahwa perubahan/sesuatu yang baru tersebut adalah motivasi yang membuat pribadi menjadi semangat dan lebih bahagia, daripada hanya stagnan dan akan memunculkan kebosanan.

    Yang bisa saya lakukan adalah berusaha bersikap tenang, berpikir secara terbuka (terhadap perubahan), memicu agar timbulnya kemauan dan keberanian untuk menghadapi perubahan/suasana baru.

    Terima Kasih.

    BalasHapus
  22. Sifat (baik bersifat baik dan buruk) yang terdapat pada diri seseorang, merupakan sebuah gambaran tentang bagaimana karakter yang dia miliki. Tetapi, tidak menutup kemungkinan bahwa sebuah sifat dapat mengalami perubahan apabila orang tersebut menyadari bahwa perubahan ke arah yang lebih baik itu membawa dampak positif bagi kehidupannya.
    Saran dari saya, alumni ini harus menyadari bahwa perubahan yang positif itu penting bagi dia baik di masa sekarang maupun mendatang. Tidak menutup kemungkinan itu dapat terjadi apabila lingkungan yang ada di sekitarnya juga mendukung dia dalam pergaulan orang tersebut.
    Perubahan ke arah positif itu penting!
    Mengapa?
    Ketika seseorang mampu beradaptasi dengan lingkungan yang baru, orang tersebut akan lebih memiliki percaya diri bahwa dia melihat 'orang lain bisa, mengapa saya tidak bisa'. Maka dari itu lingkungan dapat berpengaruh bagi perkembangan seseorang. Memperbanyak pengalaman dalam bekerja sangat membantu untuk menjadi bekal dia kelak di masa mendatang.
    Kunci kesuksesan seseorang adalah mau belajar dan menjalani segala aktivitas dengan sungguh-sungguh sekalipun keadaan kurang mendukung karena bagi kita itu asing. Tetapi kita juga harus memiliki attitude yang baik ketika membawa diri ke lingkungan yang baru dan mampu menyesuaikannya agar kita dapat diterima di dalamnya.
    Jadi, sebaiknya alumni tersebut memiliki hati bahwa 'Saya mau belajar beradaptasi dengan keadaan'. Tidak perlu memikirkan nantinya seperti apa, yang terpenting dia melakukan yang terbaik yang dia bisa lakukan, maka semuanya yang baik akan mengalir dengan sendirinya.
    Terima kasih

    BalasHapus
  23. Apabila saya berada di posisi alumnus, maka saya akan meminta waktu untuk membuat keputusan, dan keputusan tersebut terdiri akan dua hal:

    1. Jika saya tidak mengambil kesempatan yang diberikan maka saya tidak akan mendapat pengalaman dan pembelajaran yang banyak, dan juga hubungan relasi yang saya miliki terbatas, dengan kata lain kemampuan dan hubungan sosial yang saya miliki hanya sebatas itu-itu saja dan juga membuat kita semakin malas karna kita cepat puas dengan apa yang kita kerjakan dan tidak mau belajar lagi, padahal masih banyak dari diri sendiri yang perlu dibenahi supaya semakin berkualitas.

    2. Apabila saya mengambil kesempatan tersebut, memang berat dengan bekerja di luar kota itu banyak yang harus kita korbankan dan ditinggalkan dan kita ,mulai dari awal lagi seperti jauh dari keluarga,rekan kerja yang sudah lama bekerja bersama dengan kita, beradaptasi dengan kota yang baru dengan budaya yang berbeda juga. Tetapi dengan begitu membuat kita juga dapat mengekslpore diri dan kemampuan kita sampai mana limit yang kita punya dan juga melatih diri kita untuk lebih berani mencoba hal yang baru, apabila gagal atau melakukan kesalahan tidak menjadi masalah karna dalam posisi ini kita masih dalam proses belajar proses belajar tidak ada yang dengan pertama bekerja langsung berhasil semua perlu proses, dengan berjalannya waktu juga akan tahu apa yang harus di lakukan untuk kedepannya lagi.

    BalasHapus
  24. mau tidak mau saya harus belajar untuk mencoba terlebih dahulu sebelum saya mundur karena takut beradaptasi dengan suasana baru , siapa tau hal ini akan memberikan warna baru dalam karir saya bekerja . karena sejujurnya dalam bagaimanapun kita harus keluar dari "zona nyaman" agar kita lebih bisa mengeksplore apa yang kita miliki dan mendapatkan pengalaman" baru .

    BalasHapus
  25. Dalam perjalanan karir ketika memulai langkah awal maka itu sudah termasuk mencoba suasana baru dan harus belajar beradaptasi dalam hal itu kita perlu mental yg kuat dalam diri sendiri dan kemauan yang besar. Pemikiran yang harus ada dalam memulai karir adalah
    1. Menciptakan suasana kepepet
    2. Bukan dunia mengikuti kita, tapi kita mengikuti dunia
    3. Setiap hari beradaptasi

    Tiga pikiran tersebut akan membuat mental alumnus dan kita calon pekerja yang akan menghadapi dunia kerja

    BalasHapus
  26. Menurut saya kondisi seperti karyawan tersebut tidak bisa dipaksakan, tapi bisa diusahakan, beberapa cara yang bisa dilakukan seperti :
    1. Menawarkan manfaat yang akan didapat karyawan seperti fasilitas yang lebih baik, gaji yang lebih tinggi atau tunjangan-tunjangan lain. Namun hal tersebut juga harus disesuaikan dengan melihat kinerja karyawan sebelumnya
    2. Menanamkan & memberikan konseling pribadi pda karyawan tersebut mengenai pilihan yang dipilihnya beserta resikonya, perusahaan dapat membantu karyawan tersebut untuk membandingkan agar pikirannya terbuka
    3. Sebelum benar-benar memindahkan karyawan ke suasana yang jauh berbeda perusahaan dapat melakukan secara bertahap agar karyawan seperti itu tidak 'kaget' seperti dengan menugas kerjakan selama beberapa hari dahulu.
    Saya merasa bahwa hal yang dapar merubah pemikiran itu adalah lingkungan dan pikiran diri sendiri. Saya sendiri akan membuat diri saya berani mengambil resiko, dengan mendengarkan masukan dari orang-orang terdekat yang pasti membuat saya mampu mencoba hal baru, karena jika tidak maka kita akan stagnan & pengalamannya tetap. Saya harus berani mengambil tantangan & mencoba suasana baru. Secara material kita tidak akan naik gaji & menikmati hasil yang lebih tinggi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya setuju dengan pendapat saudari jesica, meskipun berbagi solusi sudah ditawarkan kepada karyawan, adapun konseling yang diperlukan karyawan sudah diberikan oleh perusahaan, semua itu hanya akan menjadi saran jika dalam diri sendiri kita tidak mau menerima saran dan berubah, dan kita harus keluar dari zona nyaman jika kita ingin semakin berkembang.

      Hapus
    2. Saya akan menanggapi pernyataan dari saudari jessica. Saya setuju dengan langkah-langkah yang bisa dilakukan perusahaan agar meningkatkan minat karyawan untuk dipindahtugaskan dan cara tersebut memang sudah banyak dilakukan, tetapi tidak semuanya ampuh. Apabila dilihat bahwa resikonya lebih besar dan dirasa tidak sebanding dengan keuntungan yang akan didapat, orang tersebut cenderung akan menolak. Pintar-pintarnya perusahaan untuk "merayu" karyawannya.
      Tetapi yang utama memang adalah keinginan dari diri sendiri.

      Hapus
  27. Menurut saya agar tidak seperti alumnus, saya akan membuka pola pikir saya, bisa dengan cara bercerita dengan orang tua ataupun orang terdekat, bisa juga dengan seminar. Hal ini dapat memicu pola pikir agar dapat melakukan perubahan.
    Bila sudah berani dan berkomit ingin perubahan, maka harus beradaptasi. Cara beradaptasi di tempat lingkungan baru juga dapat di latih yaitu dengan cara bergaul, ikut organisasi, bersosialisasi. Dan langkah awal bergaul bisa dengan tersenyum atau menyapa.

    BalasHapus
  28. Menurut saya,hal yang perlu dilakukan oleh seorang alumnus,jika saya menjadi rekan kerjanya harusnya berani mencoba sebuah tantangan baru, dan apabila usianya masih muda, pengalaman yang sangat berharga jika ia ingin bekerja disuasana berbeda,karena dapat mengembangkan karir. Menurut saya jika perusahaan mempercayakan kepada kita untuk pindah bekerja disuatu perusahaan lain diluar kota,berarti anda dipercaya oleh perusahaan untuk memegang sebuah perusahaan dan bukan tidak mungkin anda dipercaya agar semakin berkembang karena anda memiliki potensi tinggi.

    Dan jika saya bekerja dan saya dipindahkan ditempat lain selagi saya dari awal sudah nyaman dalam pekerjaan saya,dan potensi yang lebih besar yang akan saya dapat jika saya ditempatkan di perusahaan lain, saya akan mengambil tawaran tersebut,agar saya semakin berkembang dan dapat beradaptasi diseluruh kondisi dalam suatu perusahaan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya setuju dengan pendapat saudara ivan dengan adanya pendekatan dengan teman kerja yang baru dan dengan berani mencoba memberanikan diri demgan tempat kerja yang baru, alumni tersebut mendapatkan pengalaman baru

      Hapus
    2. Saya setuju dengan pendapat sdra Ivan. Sebaiknya seorang karyawan janganlah terpaku dengan zona nyaman dan harus berani menghadapi tantangan-tantangan di perusahaan

      Hapus
  29. Menurut pribadi saya sendiri jika saya takut untuk ditempat kerja baru saya harus mencoba terlebih dahulu dan harus menyesuaikan diri dengan tempat baru tersebut setidaknya dengan seperti itu saya dapat mencoba dengan suasana kerja yang baru

    BalasHapus
  30. -Menurut pendapat saya, yang harus dilakukan alumnus tersebut agar ia tidak takut menghadapi suasana baru yaitu sebaiknya ia berpikir positif terhadap tantangan yang ia hadapi (dipindahkan bekerja ke luar kota). Misalnya seperti dia (alumnus) akan memiliki rekan kerja yang baru, lingkungan kerja yang baru yang mungkin lingkungan kerja yang baru tersebut akan lebih nyaman dari pada lingkungan kerja saat ini. Selain itu perusahaan juga seharusnya memberi dukungan terhadap alumnus agar ia mau untuk dipindahkan kerja ke luar kota. Misalnya seperti perusahaan memberikan kenaikan upah (gaji) terhadap alumnus itu. Lalu perusahaan menyediakan tempat tinggal untuk alumnus tersebut jika ia mau dipindahkan kerja ke luar kota, sehingga alumnus tersebut tidak khawatir mengenai dimana ia akan tinggal di kota baru tempat ia akan bekerja. Selain itu perusahaan juga menjelaskan mengenai lingkungan kerja disana sehingga alumnus dapat menggambarkan / memikirkan suasana lingkungan kerja disana.
    -Yang akan saya lakukan agar saya dapat menghadapi masalah yang dialami oleh alumnus yaitu, saya akan selalu berpikir positif tentang masalah yang dihadapi, karena jika kita selalu berpikir positif tentang segala hal maka pikiran kita akan lebih baik sehingga kita tidak terlalu khawatir mengenai masalah yang dihadapi (dipindahkan kerja ke luar kota).

    BalasHapus
  31. -Menurut pendapat saya, yang harus dilakukan alumnus tersebut agar ia tidak takut menghadapi suasana baru yaitu sebaiknya ia berpikir positif terhadap tantangan yang ia hadapi (dipindahkan bekerja ke luar kota). Misalnya seperti dia (alumnus) akan memiliki rekan kerja yang baru, lingkungan kerja yang baru yang mungkin lingkungan kerja yang baru tersebut akan lebih nyaman dari pada lingkungan kerja saat ini. Selain itu perusahaan juga seharusnya memberi dukungan terhadap alumnus agar ia mau untuk dipindahkan kerja ke luar kota. Misalnya seperti perusahaan memberikan kenaikan upah (gaji) terhadap alumnus itu. Lalu perusahaan menyediakan tempat tinggal untuk alumnus tersebut jika ia mau dipindahkan kerja ke luar kota, sehingga alumnus tersebut tidak khawatir mengenai dimana ia akan tinggal di kota baru tempat ia akan bekerja. Selain itu perusahaan juga menjelaskan mengenai lingkungan kerja disana sehingga alumnus dapat menggambarkan / memikirkan suasana lingkungan kerja disana.
    -Yang akan saya lakukan agar saya dapat menghadapi masalah yang dialami oleh alumnus yaitu, saya akan selalu berpikir positif tentang masalah yang dihadapi, karena jika kita selalu berpikir positif tentang segala hal maka pikiran kita akan lebih baik sehingga kita tidak terlalu khawatir mengenai masalah yang dihadapi (dipindahkan kerja ke luar kota).

    BalasHapus
  32. apabila saya ada di posisi alumnus tersebut maka yang akan saya lakukan adalah merubah pola pikir dan sudut pandang saya, bahwa semua hal yang baru pasti juga memiliki dampak positif yang dapat membuat saya menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi.
    dan saya akan belajar menerima tantangan-tantangan baru. karena hal tersebut dapat membuat saya selalu termotivasi menjadiyang jauh lebih aik lagi.

    BalasHapus
  33. Menurut pendapat saya pribadi, apabila alumnus tersebut takut untuk menghadapi suasana baru, berarti orang tersebut tidak mau maju dan sudah terbiasa di zona nyaman. Perilaku seperti ini banyak ditemui di karyawan. Sebenarnya, untuk mau menghadapi suasana baru semuanya tergantung dari kemauan si karyawan. Apabila pekerjaan baru tersebut memang dikhususkan kepada si karyawan, manajer sebaiknya memberi nasihat secara individu agar karyawan tersebut merasa termotivasi. Dan apabila pekerjaan baru itu bisa dialihkan ke karyawan lain yang mau untuk memghadapi tantangan pekerjaannya, maka manajer sebaiknya berikan pekerjaan tersebut kepada karyawan yang mau.

    BalasHapus
  34. Menurut pendapat saya pribadi, apabila alumnus tersebut takut untuk menghadapi suasana baru, berarti orang tersebut tidak mau maju dan sudah terbiasa di zona nyaman. Perilaku seperti ini banyak ditemui di karyawan. Sebenarnya, untuk mau menghadapi suasana baru semuanya tergantung dari kemauan si karyawan. Apabila pekerjaan baru tersebut memang dikhususkan kepada si karyawan, manajer sebaiknya memberi nasihat secara individu agar karyawan tersebut merasa termotivasi. Dan apabila pekerjaan baru itu bisa dialihkan ke karyawan lain yang mau untuk memghadapi tantangan pekerjaannya, maka manajer sebaiknya berikan pekerjaan tersebut kepada karyawan yang mau.

    BalasHapus
  35. Menurut saya, perubahan tersebut tergantung dari alumnus itu sendiri.
    Apabila alumnus merasa tidak ada masalah dengan pribadinya yang kurang menyukai tantangan (menerima konsekuensi bahwa dia hanya bekerja untuk menjabat suatu posisi yang biasa-biasa saja), dia tidak perlu melakukan perubahan (karena dia merasa nyaman).
    Namun, apabila dengan kondisi seperti itu, alumnus merasa tidak nyaman (mengapa saya tidak bisa menyukai tantangan, menyebabkan posisi saya susah untuk naik dsb), maka alumnus itu harus memberanikan diri dan berusaha melakukakan perubahan.
    Memang tidak instan dan cepat, tapi harus berubah walau pelan - pelan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setiap orang pasti ingin menjabat di posisi yang tinggi karena semua orang pasti ingin hidup yang lebih baik karena itu alumnus tersebut harus mau berubah apa jadinya kalau dia tidak berubah dia tidak akan bisa berkompetisi jadi saya tidak setuju dengan apa yang anda katakan.

      Hapus
    2. Berdasarkan orang-orang yang saya kenal, kita tidak bisa menganggap bahwa tujuan seseorang bekerja adalah untuk mencapai jabatn yang tinggi. Ataupun, semua orang bekerja pasti suka tantangan.
      Dalam sebuah organisasi, pasti ada tipe orang yang suka tantangan, pencipta tantangan, atau hanya pengikut tantangan. Hal ini wajar terjadi. Ada orang yang cenderung mencari posisi aman dalam hidupnya selama bekerja. Orang-orang tipe ini cenderung merasa nyaman dengan pekerjaan-pekerjaan yang simpel, dan malah bisa stress saat diberi pekerjaan yang berat. Yang saya maksud disini, Untuk orang tipe ini, kita tidak bisa memaksa agar dia menyukai tantangan bilamana tujuan utama dalam bekerja nya adalah mencari aman dalam hidupnya.

      Hapus
  36. Menurut saya, perubahan tersebut tergantung dari alumnus itu sendiri.
    Apabila alumnus merasa tidak ada masalah dengan pribadinya yang kurang menyukai tantangan (menerima konsekuensi bahwa dia hanya bekerja untuk menjabat suatu posisi yang biasa-biasa saja), dia tidak perlu melakukan perubahan (karena dia merasa nyaman).
    Namun, apabila dengan kondisi seperti itu, alumnus merasa tidak nyaman (mengapa saya tidak bisa menyukai tantangan, menyebabkan posisi saya susah untuk naik dsb), maka alumnus itu harus memberanikan diri dan berusaha melakukakan perubahan.
    Memang tidak instan dan cepat, tapi harus berubah walau pelan - pelan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya akan menanggapi pernyataan dari saudari agatha. Menurut saya kita harus memiliki pribadi yang mau dan siap menghadapi perubahan. Karena di dunia kita sendiri tiap waktunya perubahan terjadi. Apabila kita tidak mengikuti perubahan tersebut, maka kita akan tertinggal oleh yang lainnya. Tentunya kita tidak mau seperti itu. Seperti contohnya handphone, selalu muncul tipe baru setiap waktunya, dan kita pasti akan mengikuti perkembangan trend hp terbaru. untuk hp saja kita mau, kenapa untuk karir kita tidak?

      Hapus
    2. Seperti tanggapan yang saya sampaikan sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan bahwa manusia ada 2 tipe, berani berubah atau nyaman dengan tidam berubah. Jika kita menginginkan perubahana yang nyata dalam hidup kita, misalnya naik jabatan, kita harus mau berubah dan menyesuaikan diri dengan perkembangan. Kita tahu, segala sesuatu yang lebih enak, juga memiliki resiko dan tantangan yang lebih besar. Tergantung, kita berani atau tidak menghadapi segala sesuatu kemungkinan yang akan terjadi.

      Hapus
  37. Menurut saya alumnus di berikan fasilitas atau kenaikan gaji atau kebijakan yang bisa dapat membuat alumnus tersebut berani dalam menghadapi lingkungan yang baru dan daapat beradaptasi dengan lingkungan baru dan tidak mengurangi nilai kinerjanya dan sebagai atasan alumnus harus memberikan motovasi kepada alumnus tetapo jika alumnus masi tidak dapat menerima ya itu semua tergantung pada alumnus setidaknya dalam organisasi sudah berusaha memotovasi alumnus tersebut. Terima Kasih

    BalasHapus
  38. Menurut yang saya ketahui, seseorang takut atau tidak dipelopori oleh pikiran orang tersebut. Sehingga untuk melawan ketakutan tersebut tidak harus merasakan rasa sakit yang lebi besar tetapi cukup dengan merubah pola pikirnya.

    Pola pikir dapat dibangun juga dengan sugesti atau pengertian secara logika yang diberikan oleh organisasi, dimana organisasi dapat memberikan informasi bahwa pemindahan di luar kota bukanlah tindakan untuk mengasingkan atau mendiskriminasi, tetapi merupakan suatu langkah baru sebagai bentuk promosi atas kinerja yang baik yang telah dilakukan oleh alumnus tersebut, selain itu untuk memotivasi organisasi dapat meyakinkan keamanan dari pekerjaanya alumnus tersebut atau jaminan kerja.

    Cara kekerasan atau membuat alumnus kesakitan juga sudah tidak dapat dilakukan karena alumnus tersebut tidak takut untuk kehilangan pekerjaanya, buktinya alumnus tersebut memilih untuk berhenti ketimbang dipindahkan ke luar kota.

    Alternative lain yang mungkin dicoba adalah dengan membiarkan alumnus tersebut keluar, dan beberapa saat setelah keluar, dimungkinkan untuk mendatangi alumnus tersebut dan menawarkan ikatan kerja dengan pemindahan di luar kota, cara ini mungkin lebih dikenal dengan cara shock terapi, tetapi cara ini tidak dapat dipastikan akan berhasil, jika karyawan tersebut memiliki potensi yang luar biasa, cara ini tidak disarankan

    Langkah yang diambil agar tidak menghadapi masalah serupa dengan alumnus adalah dengan merubah paradigm, bagaimana sesuatu yang baru itu akan memambah pengetahuan, wawasan dan keterampilan, selain itu saat kita dipindahkan ke luar kota atau cabang lain, artinya kita memiliki potensi lebih sehingga kita mendapatkan peluang untuk bertumbuh dan berkembang serta mengembangkan potensi yang ada.

    Terima kasih

    BalasHapus
  39. menurut pendapat saya, yang harus dia lakukan pertama ialah menyadari apa tujuan dia bekerja, untuk siapa dia bekerja, dan apa yang akan dia hadapi bila tidak bekerja. Karena dengan merefleksikan pertanyaan itu semua akan menimbulkan sebuah hasil yang dapat menjadikan sebuah kesadaran dan motivasi dalam diri alumnus tersebut, sehingga hal yang menjadi hambatan bagi dia dapat di lawan dengan hasil dari refleksi yang telah dilakukan.

    yang bisa saya lakukan saat ini adalah saya mencoba menggali dan memahami jati diri dan potensi saya, bila ada kekurangan ya perbaiki, dan mulai untuk menjalin relasi dengan sesama dan bersosialisasi dengan semua orang, agar dalam ke depannya nanti ketika menghadapi suasana yang berbeda saya akan mudah untuk menyesuaikan diri.

    BalasHapus
  40. Menurut saya, hal yang sebaiknya dilakukan oleh si alumnus tersebut adalah mulai untuk merubah cara pikir nya sendiri dan jangan takut terhadap hal yang baru karena se susah apapun pekerjaan yang ada. Akan dapat diselesaikan apabila kita bersungguh-sungguh dan berusaha, lalu langkah yang selanjutnya dapat saya ambil agar tidak menghadapi permasalahan seperti yang dialami si alumnus tersebut adalah dengan merubah cara pandang saya bahwa segala macam tantangan dapat di selesaikan jika kita bersungguh-sungguh dan selalu bersedia untuk mengikuti perubahan paradigma yang ada baik berupa perubahan atasan kerja,pemindahan lokasi kerja,dsb
    Terima kasih

    BalasHapus
  41. Kita harus memotivasi alumnus tersebut agar dia berani untuk mencoba hal-hal baru karena saat kita hidup di dunia kita akan menemukan hal-hal baru dan saat kita terjun ke dunia bisnis kita harus menghadapi tantangan agar dia dapat berkompetisi dengan orang" kalau tidak karirnya tidak akan menghadapi perkembangan jadi alumnus tersebut harus yakin pada diri sendiri bahwa dia pasti bis menghadapi tantangan tersebut. Terima kasih.

    BalasHapus
  42. menurut saya ,perubahan di atas tergantung dr keinginan pribadi, motivasi pribadi ,dan keadaan sekitar.
    karena bila alumnus tsb ingin pindah / mencoba tantangan baru ,namun konsekuensi yg hrs di tanggung adlh meninggalkan keluarga nya ,dan menurut saya itu adalah keputusan yg berat. jd menolak untuk di pindahakn ke luarkota blm tentu dapat di bilang bahwa alumnus tsb takut pada tantangan baru. sekian

    BalasHapus
  43. Menurut saya perubahan itu hanya dapat dilakukan oleh diri sendiri, sehingga hal pertama yang harus dia lakukan adalah menyadari bahwa “tidak ada yang bertahan selamanya” atau dengan kata lain kita tidak bisa terus menerus bertahan dengan sesuatu yang lama, terutama di jaman teknologi ini kita harus bisa beradaptasi dengan lingkungan yang terus-menerus berubah, contohnya seperti rotasi pekerja yang sudah dilakukan oleh hampir semua perusahaan yang ada sekarang. Dan yang kedua (membahas mengenai teori ketakutan dan rasa sakit), dia juga harus mulai mengubah pola pikir dan sudut pandangnya bahwa di masa sekarang ini, lebih sulit mencari pekerjaan baru (Rasa Sakit) daripada mencoba untuk dipindahkan dan bekerja di luar kota (Ketakutan). Intinya, pada teori kedua ini “mencari pekerjaan baru” bisa dianggap sebagai rasa sakit karena seperti yang kita ketahui mencari pekerjaan baru bukanlah hal yang mudah, dan bahkan meskipun sudah menemukannya kita belum tentu bisa beradaptasi dengan baik di lingkungan baru, belum lagi kalau misalnya di perusahaan yang baru pun juga melakukan pemindahan pekerja. Sedangkan bekerja di luar kota bisa dianggap sebagai “Ketakutan”, jika dibandingkan antara kedua-duanya sebenarnya lebih gampang kita mencoba untuk bekerja di luar kota. Karna meskipun kita belum tentu bisa benar-benar nyaman di tempat baru, hal itu juga bisa dianggap sebagai pengalaman baru untuk kita dan juga secara tidak langsung melatih kita untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan kerja baru. Hal ini juga berlaku untuk kita sendiri, dan bukan Cuma untuk alumnus itu, kita juga harus mulai mengubah mindset kita agar kita bisa berani mencoba hal-hal yang baru dan bahkan semangat untuk mencoba hal-hal yang baru. Terima kasih.

    BalasHapus
  44. menurut saya adanya kemauan untuk berubah berawal dari dalam diri seseorang tersebut. jika kita mau berkembang dan tentunya lebih baik, maka kita harus berani mencoba hal baru dan berani mengambil setiap resiko yang ada. dalam kasus ini saya akan memotivasi dan memberi dorongan yang lebih agar alumnus mampu mengembangkan pekerjaannya dan dapat membuat hidupnya lebih maju lagi (dorongan internal) meyakinkan bahwa dia bisa menghadapi situasi yang ada di setiap lingkungannya. dan mengingatkan bahwa keputusan berhenti bukanlah jalan yang baik, dia harus ingat bahwa setiap mencoba hal baru psti ada hambatan yang dilalui dan semua itu harus berani kita tanggung, karena jika kita dapat menjalani hambatan pasti kedepannya akan membuahkan hasil yang maksimal ssesuai harapan. karena mencari pekerjaan tidaklah gampang apalagi dijaman sekarang ini. terimakasih

    BalasHapus
  45. Menurut saya sikap yang takut dalam menghadapi perubahan merupakan sikap yang sudah tertanam lama dalam diri seseorang. Apabila ingin merubahnya, bukannya tidak bisa. Hal tersebut masih bisa dirubah tetapi harus ada kemauan dalam diri sendiri. Orang tersebut harus mempunyai keinginan yang kuat dan berani mengambil resiko (keluar dari zona nyaman). Untuk kasus di atas, mungkin orang tersebut harus mempertimbangkan keluarganya sehingga merasa berat hati untuk dipindahtugaskan ke luar kota. Kalau kasusnya seperti itu, tidak bisa dikatakan bahwa orang tersebut takut untuk menghadapi sesuatu yang baru. Apabila orang tersebut tidak mau dipindahtugaskan ke luar kota karena takut menghadapi lingkungan yang berbeda dan rekan kerja yang berbeda, maka orang tersebut baru bisa dikatakan takut untuk menghadapi sesuatu yang baru. Jadi perlu dilihat terlebih dahulu alasannya. Dukungan dari orang-orang terkasih juga bisa menjadi salah satu obat agar orang tersebut berani untuk menghadapi perubahan.
    Yang bisa dilakukan saat ini yaitu, saya harus memupuk rasa untuk mau dan berani menghadapi perubahan. Banyak berdiskusi dengan orang yang sudah memiliki pengalaman banyak dalam bekerja. Karena pada akhirnya keputusan akhir bukan di orang lain,tapi di tangan kita sendiri.

    BalasHapus
  46. Menurut saya hal terpenting untuk merubah seseorang yang takut untuk menghadapi hal baru adalah dengan menyadarkannya hal apa saja yang bisa kita dapat di tempat baru tersebut. Tentu saja kita harus memberitahu hal-hal yang positifnya dan menekankan itu. Karena orang yang takut menhhadapi perubahan baru itu karena terus memikirkan sisi buruknya. Sehingga menekankan hal-hal positif itu penting. Lalu yang kedua adalah dengan mendukung mereka, terutama pada saat proses adaptasi. Dengan mendukungnya dengan memberi bantuan secara fisik ataupun psikologis kita dapat terus memberi mereka motivasi. Selanjutnya yaitu bagaimana agar kita tidak menjadi pribadi yang seperti itu? Kuncinya ada pada keterbukaan diri kita semua. meskipun ada dari beberapa dari kita yang introvert tetapi dengan berusaha membuka diri kita, ketakutan tersebut akan hilang. bahkan kesempatan untuk ke luar kota tersebut dapat menjadikan peluang bagi kita untuk berkembang lebih baik lagi.

    BalasHapus
  47. Menurut saya dengan membirikan dukungan berupa motivasi dan meyakinkan orang tersebut bahwa dengan dipindahkan nya ke suasana baru orang tersebut mendapatkan hal2 baru yg mungkin tidak di dapatkan didalam susasana atau tempatnya yg sekarang bahwa artinya dengan suasana baru dia dapat mendapatkan hal2 baru yg dapat mengangkat karirnya juga mendapatkan ilmu bahkan relasi yang luas .
    Melatih diri sendiri untuj berani memasuki suasana baru dengan berbagai cara seperti mengikuti komunitas dimana kita akan mengenal satu sama lain dengan adanya tersebut kita mendapatkan ilmu dan relasi luas sekian terimakasih

    BalasHapus
  48. Menurut saya, kita harus mengetahui permasalahan apa sehingga sang karyawan ini enggan diletakkan di luar kota, setelah mengetahui permasalahannya apa, sebaiknya kita memberikan jalan keluar yang terbaik untuk alasan sang karyawan untuk tidak ditempatkan diluar kota. Setelah kita sudah memberikan jalan keluar kita dapat memberikan motivasi, motivasi ini berupa kenaikan upah dan fasilitas yang cukup memadai untuk sang karyawan kelak saat bekerja diluar kota tersebut.

    BalasHapus
  49. Menurut saya, jika seseorang ingin melakukan perubahan, harus ada kemauan dari dalam diri sendiri dan juga ada faktor dukungan dari orang lain. Tidak hanya itu, seseorang juga harus bisa dan ingin untuk keluar dari zona nyaman itu sendiri, dan harus berani dan siap dalam menghadapi segala sesuatu. Juga di dalam menghadapi sebuah lingkungab yang baru harus dihadapi dengan sikap positif dan optimis serta melakukan hal hal yang harus dilakukan sebagaimana baiknya agar orang orang baru pun juga merasa nyaman dengan kehadiran kita.

    BalasHapus
  50. Saya akan menanggapi..menurut saya yang harus dirubah adalah cara pandang dan pemikiran dari alumnus tersebut..
    Dimana mungkin ia memiliki ketakutan jika harus bekerja di luar kota..
    Menurut saya motivasi itu penting untuk menyemangatinya namun biasanya motivasi hanya akan berpengaruh di awal saja..dihari selanjutnya akan kembali seperti semula. Sebaiknya dicari tau dahulu apa yg menjadi penyebab ketakutannya untuk keluar kota. Namun tidak dapat dipaksakan jika memang ia benar" memiliki ketakutan yg tidak dapat diatasi.
    Terima Kasih

    BalasHapus
  51. Menurut saya agar alumnus itu bisa mau berhadapan dengan suasana baru ialah dengan membentuk motivasi dirinya yang mau menerima tantangan, caranya dengan mengikuti seminar yang memotivasi seseorang untuk berani bersaing dengan kondisi yang ada, menciptakan target atau goal pribadi sehingga alumnus itu terpacu untuk bekerja lebih keras dan siap untuk menghadapi segala tantangan, ciptakan suasana kepepet seperti berhutang namun hutang untuk investasi seperti beli rumah atau emas dll sehingga dapat terpacu untuk menghadapi kondisi yang ada.

    Agar saya tidak mengalami hal seperti itu saya akan mengikuti seminar-seminar motivasi, menargetkan goal hidup saya sehingga ada nilai atau tujuan yang akan saya perjuangkan.

    BalasHapus
  52. Menurut saya perubahan merupakan hal yang tidak dapat dipaksakan, sehingga seorang alumnus tersebut harus belajar dari dirinya sendiri dan harus memiliki mindset bahwa perubahan adalah sesuatu hal yang positif.
    Dalam hal ini alumnus tersebut akan siap dalam menghadapi suasana baru dalam hidupnya.
    Terima kasih

    BalasHapus
  53. Menurut saya , pada kasus alumnus tersebut , perubahan harus muncul melalui diri sendiri , perubahan dapat terjadi jika seseorang memiliki kemauan untuk berubah , hal ini harus diikuti dengan perubahan mindset dari alumnus tersebut , perubahan mindset yang baik yang dapat mengarahkan pada pandangan bahwa suatu perubahan itu perlu dalam perkembangan kehidupan, disamping itu perubahan juga membawa kehidupan kita keluar dari zona yang stagnan.
    Agar saya tidak mengalami hal yang sama seperti itu , saya harus menciptakan suatu mindset dalam diri saya bahwa perubahan merupakan suatu yang penting dalam kehidupan , yang bertujuan baik untuk membawa kehidupan kedalam perkembangan , sebagai seorang muda tentu sàya juga harus menerima setiap perubahan sebagai suatu tantangan yang dapat memberikan berbagai pengalaman serta hal-hal baru yang memperluas pemikiran saya untuk lebih berwawasan dalam kehidupan yang berkualitas.
    Terima Kasih

    BalasHapus
  54. Menurut pendapat saya, alumnus tersebut memutuskan untuk berhenti pasti karena alasan beliau merasa tidak puas dengan kondisi yang sebelumnya. Apa yang dapat beliau lakukan adalah mencari informasi yang dapat menjelaskan suasana baru yang akan dihadapi sehingga beliau dapat mengantisipasi kondisi yang tidak diharapkan. Tentunya dengan kemampuan yang dimiliki oleh alumnus tersebut. Dari informasi tesebut juga beliau dapat mengetahui kelebihan dan kelemahan yang dimiliki untuk menghadapi suasana baru.
    Yang dapat saya lakukan adalah membangun mindset saya agar tidak takut atau khawatir dalam melakukan perubahan. Perubahan itu menandakan kita berani untuk berpikir "out of the box", yang membuat kita beda dari yang lain dan menjadi kreatif dan inovatif.

    BalasHapus
  55. untuk menjadi berani tidaklah mudah. apalagi di lingkungan yang baru, tempat yang baru dan suasana yang baru. yang saya lakukan terhadap alumnus tersebut adalah mengubah kacamata pandangan ia bahwa lingkungan yang baru tidaklah buruk, kita harus keluar dari zona nyaman kita agar dapat lebih maju.

    BalasHapus
  56. Jika saya yang berada diposisi dia. Maka untuk dengan tantangan yang baru ialah, saya mencoba belajar dari hal kecil. Seperti berani bergaul dengan lingkungan sekitar dan mengenal teman-teman baru. Dari hal ini, maka kita dapat belajar beradaptasi dengan hal yang baru. Jika lama kelamaan, maka kita sudah terbiasa menghadapi suasana yang baru.
    Itu pendapatku, mana pendapatmu ?
    Terima kasih

    BalasHapus
  57. Menurut saya, perubahan yang harus dilakukan oleh alumnus adalah bagaimana dia bisa merubah ketakutan tersebut menjadi tantangan. Pihak perusahaan sebisa mungkin memotivasi agar alumnus tersebut berani menghadapi tantangan baru, seperti memberi tahu hal-hal positif dalam menghadapi tantangan baru, memberi pendamping ketika menghadapi tugas agar tidak kesulitan dalam beradaptasi, dan semacamnya.

    Terima kasih.

    BalasHapus
  58. Menurut saya dia harus bisa menghadapi suasana baru dan sebisa mungkin bisa untuk melakukan perubahan yang baru agar tidak kalah dengan yg lain. lanjut kan lakukan gebrakan perubahan yang baru selalu maju ke depan .

    BalasHapus
  59. Menurut saya jika takut dalam menghadapi suasana baru adalah dengan memberikan motivasi serta membiasakan dengan tantangan serta suasana baru serta berusaha untuk terbiasa agar hal tersebut tidak akn menjadi penghalang dalam pekerjaan kita serta memberikan hal" dan sisi positif agar kita tertarik untuk mencobanya..

    BalasHapus
  60. Menurut saya, melakukan perubahan itu tidak mudah, karena jika kita berada di tempat yang baru, maka tidak bisa lansung berubah, maka harus melakukan adaptasi duluh, supaya bisa berubah dengan baik dan benar

    BalasHapus
  61. Menurut pendapat saya . seperti yang terjadi pada alumnus. Memang tidak semua orang bisa mengahadapi hal seperti ini . ada juga seeorang yang malah suka pada tantangan di luar sana . akan tetapi kejadian yang terjadi pada alumnus ini lah yang perlu mendapat perhatian lebih jika seorang takut keluar dari lingkungan Awalnya. Seperti pindah tugas di luar kota . luar pulau . adaptasi yang di lakukan seorang seperti alumnus sangatlah lama . bahkan bisa di bilang tidak bisa beradaptasi . sehingga orang yang seperti alumnus ini harus selalu di tuntun agar dapat beralih ke suatu tempat yang berbeda dari awalnya sehingga seorang yang seperti alumnus dapat mudah beradaptasi dengan lingkungannya yang baru . tidak mudah memang namun tetap butuh proses yang baik untuk menciptakan hasil maksimal bagi tiap orang yang seperti alumnus.

    BalasHapus
  62. Menurut saya ketika kita memindahkan seseorang seperti alumnus , kita sebagai seorang manager haruslah terus memonitornya , dan memberi motivasi agar dia dapat beradaptasi terhadap lingkungan barunya, atau memberi fasilitas"kepadanya sehingga dia lebih semangat bekerja..

    BalasHapus
  63. Menurut saya agar alumnus tersebut tidak takut untuk menghadapi sesuatu yang baru adalah dengan memotivasinya bahwa setiap orang pasti akan menghadapi sesuatu yang baru agar dapat membuat dirinya menjadi lebih maju dari yang sebelumnya dan mengatakan bahwa suatu hal yang baru itu menyenangkan dan ia pasti bisa melakukannya. Dengan memberikan bukti bahwa pada saat kecil pasti ia pernah berada di Tk kemudian SD, SMP, SMA, hingga Sarjana. Bukankah semua itu merupakan suatu hal yang baru pada awalnya yang kemudian menjadi suatu hal yang biasa saja dan ia berhasil menempuh jenjang jenjang tersebut dan menjadi lebih baik. Jadi dengan ia menerima atau berani untuk bekerja di luar kota dan berani untuk mengahdapi suatu hal yang baru, maka kita akan menjadi terbiasa dan ketika sudah terbiasa maka kita akan merasa bosan, sehingga dengan adanya kejenuhan tersebut kita dapat menciptakan suatu hal yang baru agar kita tidak merasa bosan lagi. Yang saya lakukan mulai saat ini agar saya tidak mengalami hal tersebut adalah dengan menjadi mahasiswi yang aktif mengikuti berbagai kegiatan yang telah disediakan oleh Universitas. Jadi dengan saya mengikuti berbagai kegiatan yang ada di Universitas maka akan dapat menimbulkan rasa percaya diri saya dan berani untuk menghadapi suatu hal yang baru.

    BalasHapus