SELAMAT DATANG

Blog ini dibuat terutama sebagai sarana diskusi para mahasiswa. Terima kasih atas pengertiannya.....
Postingan tentang BAHASA TOMBULU telah disatukan pada blog: bahasatombulu.blogspot.com
Tugas wawancara pebisnis dipostingkan pada blog: kuraberbisnis.blogspot.com

Minggu, 30 Oktober 2011

Penyebab Kegagalan Suksesi Kepemimpinan dalam Bisnis Keluarga (Bahan Diskusi 1 dan 8 Nopember2011)


(diringkas dari artikel: Perry, Phillip M. 2008. Are Your Children Ready To Run The Family Business? Rural Telecommunications, Jul/Aug, (Vol.7, No 4): 56

          Bisnis keluarga adalah bisnis yang kepemilikan utamanya dipegang oleh suatu keluarga atau oleh mereka yang masih punya hubungan keluargak. Salah satu persoalan besar dalam meningkatkan dan mempertahankan bisnis keluarga adalah masalah suksesi. Berikut ini adalah beberapa kesalahan yang dilakukan pemilik bisnis sehingga gagal dalam proses suksesi kepemimpinan.
1. Mengabaikan Perencanaan Suksesi
  • Kurangnya perencanaan suksesi merupakan kontributor utama kegagalan FB
  • Sering terjadi anak pemilik menyanggupi untuk mengelola bisnis lebih bukan karena siap tapi lebih untuk menghindari konflik dengan orang tua
      2. Tidak Melibatkan Generasi Kedua dalam Perencanaan Strategis
    • Perlu share misi, nilai, dan apa yang diharapkan untuk dicapai.
    • Tidak sekedar menunjukkan bagaimana bisnis itu dijalankan tapi juga nilai apa yang akan dipakai jika ada konflik dalam satu keputusan dilihat dari sudut bisnis dan sudut keluarga
    3. Tidak Memberi tanggung jawab lebih besar kepada Generasi II
    • Kadang anggota keluarga sdh dilibatkan sekedar pekerjaan teknis belum dengan yang terkait keahlian manajerial.
    • Dampaknya mereka hanya melihat bisnis dari perspektif pekerja bukan dari perspektif manajemen
    • Latih mereka juga terkait prosedur manajermen, keinginan pelanggan dan pemasok, hubungan dgn karyawan serta bagaimana bisnis itu menghasilkan uang.
     4. Mengabaikan kesalahpahaman antar saudara
    • Yang perempuan yang kerja keras, tapi yang dipilih jadi pengganti adalah anak laki2 yang dimanja
    •  Anak yang satu diminta untuk mengembangkan kemampuan manajerial, tapi anak yang lain yang jadi pemimpin
     5. Tidak Membentuk suatu tim manager
    • Generasi kedua perlu diberi waktu dan didorong untuk mengembangkan gaya manajemen mereka sendiri
    • Solusi: kembangkan keterampilan manajerial mereka serta evaluasi kinerja mereka dengan teliti sebagaimana mengevaluasi kinerja mereka yang bukan anggota keluarga
     6. Tidak menggunakan manajer sementara ketika dibutuhkan
    • Perhatikan manajer yang bukan anggota keluarga, libatkan mereka dalam proses, dan berilah jaminan reward yang baik untuk posisi mereka
    • Harus jelas pada mereka sampai di mana posisi yang memungkinkan bagi mereka sehingga mereka tidak patah semangat ketika anggota keluarga yang disiapkan untuk posisi yang lebih tinggi dari mereka.

    7.Gagal memotivasi manajer yang bukan berasal dari anggota keluarga

    8. Tidak membentuk Family Council (FC)
    •  FC merupakan suatu kelompok dari anggota keluarga yg bertanggung jawab mengadakan pertemuan secara rutin untuk mendiskusikan arah perusahaan dan menangani persoalan2 kunci/vital
    • FC diperlukan seiring berkembangnya jumlah anggota keluarga.
    • FC lebih baik dari dewan direksi karena mereka dapat melihat dari sudut pandang keluarga bukan sekedar sudut pandang bisnis
     9. Tidak menyusun target kinerja untuk manajemen baru
    • Ketika sungguh2 terjadi transisi manajemen, harus ada target kinerja yang diberikan untuk menutupi biaya pensiun generasi pertama.
    • Target itu bisa terkait dgn profitability, ROI, peningkatan penjualan, dll.
    • Ketika dalam batas tertentu tidak tercapai, perlu ada kesepakatan di awal apakah generasi pertama harus kembali atau bahkan lebih buruk lagi untuk dijual ke pihak lain
    10. Menunggu terlalu lama untuk mentransfer asset
    • Transfer terlalu cepat dapat merugikan terutama terkait pajak
    • Perlu mencari model yang lebih menguntungkan dalam proses transfer tersebut (konsultasikan dengan akuntan)
    11. Tidak mengkoordinasikan transfer kepemilikan dengan transfer manajemen

    12. Tidak menyediakan waktu yang cukup untuk proses tansisi
    • Transisi bisnis keluarga merupakan suatu proses yang menuntut untuk dilakukan dari tahun ke tahun sampai selesai
    • Ada yang mengatakan butuh sekitar 10 tahun untuk  melatih seseorang sampai pada level yang disyaratkan untuk kesuksesan suatu bisnis

    Pertanyaan Diskusi:
    1. Pilihlah salah satu dari 12 penyebab di atas yang menurut Anda paling menentukan kegagalan suksesi kepemimpinan dalam Bisnis Keluarga. Jelaskan pilihan Anda
    2. Apa yang bisa dilakukan pemilik bisnis dalam perspektif Manajemen Sumber Daya Manusia untuk mencegah atau mengatasi penyebab kesalahan tersebut.
    Selamat berdiskusi…….

    127 komentar:

    1. Menurut saya,, dari 12 penyebab Kegagalan suksesi kepemimpinan dalam bisnis keluarga yang paling menentukan adalah tidak memberikan tanggung jawab lebih besar kepada Generasi II..
      Seringkali generasi ke II kurang mendapatkan kepercayaan untuk mengelola bisnis keluarga ketika Generasi pertama masih sanggup untuk meengerjakan bisnis tersebut.. Namun, ketika Generasi pertama merasa sudah cukup bekerjanya (memasuki masa pensiun),, tanggung jawab tiba-tiba dibebankan begitu saja kepada Generasi ke II.. Kadang anggota keluarga (generasi ke II) memang sudah dilibatkan, namun sekedar pekerjaan teknis belum dengan yang terkait keahlian manajerial.. Dampaknya mereka hanya melihat bisnis dari perspektif pekerja bukan dari perspektif manajemen.. Hal-hal yang seperti itulah yang biasanya membuat generasi ke II tidak siap menjalankan bisnis keluarga tersebut dan akhirnya berujung dengan kegagalan..
      Padahal yang terpenting dalam sebuah bisnis keluarga adalah sumber daya manusia yang tetap didukung oleh kekuatan pemimpinnya (Generasi pertama)..
      Jadi ketika Generasi pertama masih sanggup untuk bekerja, generasi ke II harus sedikit banyak tahu mengenai sistem manajemen dari bisnis keluarga tersebut.. Generasi pertama harus menjelaskan kepada generasi ke II mengenai keinginan pelanggan dan pemasok, hubungan dgn karyawan serta bagaimana bisnis itu menghasilkan uang.. Dan sebisa mungkin generasi pertama tidak membatasi generasi ke II dalam menjalankan dan mengembangkan ide-ide bisnisnya.. Namun, Generasi ke II juga harus paham mengenai visi dan misi dari usaha tersebut.. Sehingga ide-ide bisnis yang mungkin akan digunakan generasi ke II nanti tidak menyimpang dari visi dan misi bisnis keluarga tersebut..

      BalasHapus
    2. Menurut pendapat saya dari artikel diatas adalah saya tertarik pada kesalahan dari bisnis keluarga pada poin ke 3 karena kebanyakan dalam bisnis keluarga , generasi pertama kurang perhatian terhadap pemberian tanggung jawab dan kepercayaan pada generasi kedua dan seharusnya sebelum memberikan tanggung jawab , kita sebagai generasi pertama harus memberikan jabatan dari yang terendah dahulu seperti bekerja sebagai karyawan untuk menguji generasi kedua apakah pantas untuk diberikan tanggung jawab atau tidak . Apabila kita langsung memberikan tanggung jawab tetapi tidak mengetes atau melihat keadaan generasi kedua itu apakah pantas untuk diberikan turunan dari generasi pertama untuk melanjutkan untuk mengelola perusahaan yang diberikan . Kita sebagai pemilik bisnis harusnya melihat apakah hal tersebut dapat dipertanggung jawabkan atau tidak , terkadang generasi kedua itu suka menyalahgunakan jabatan yang diturunkan oleh generasi pertama . Dan saya rasa kita sebagai pemilik bisnis harus ketat dan disiplin meskipun generasi kedua itu adalah bagian dari keluarga .

      Dan saya ingin bertanya untuk kalian semua , mengapa jaman sekarang banyak generasi lanjutan yang menyalahgunakan wewenang dan tanggung jawab yang diberikanb oleh orang tua kita yang bisa dibilang generasi pertama kita dan kita adalah generasi berikutnya yang akan mengelola perusahaan tersebut , tetapi masih saja ada yang menyalahgunakan seperti menggunakan kas perusahaan untuk berfoya-foya dan sebagainya yang mungkin negatif menurut kalian , bagaimana cara mengatasi kasus tersebut ? Jelaskan menurut pendapat kalian .

      Thanks

      BalasHapus
    3. Saya ingin menambahkan pendapat saya , saya setuju dengan pendapat henry stefanus karena seringkali kita sebagai generasi kedua dari keluarga kita kurang mendapatkan perhatian atau kepercayaan penuh kepada kita . Sehingga kita sering kali tanpa sadar perusahaan itu hancur pelan pelan karena kecerobohan kita dan mungkin kita melakukan hal - hal yang negatif seperti mengkorupsi kas perusahaan keluarga dan sebagainya . Dan Saran saya , seperti yang saya katakan setidaknya kita harus diberikan pelatihan seperti bekerja mulai dari nol . dan hal itu sangat penting sekali dalam bisnis keluarga , dari situ kita bisa tahu bagaimana rasanya bekerja dari nol hingga yang paling atas . Dan dari 12 masalah itu kebanyakan adalah masalah poin ke3 yang masih sering terjadi di bisnis keluarga .

      terima kasih

      BalasHapus
    4. *Menurut saya, penyebab utama yg mengakibatkan kegagalan suksesi kepemimpinan dalam Family Bussiness adalah Tidak menyediakan waktu yang cukup untuk proses tansisi (point 12)
      Generasi ke 2 sebenarnya memerlukan waktu yang cukup panjang untuk dapat mempelajari bagaimana seluk beluk dalam suatu bisnis keluarga tersebut.
      Tidak hanya semata menurunkan visi misi dan nilai dari perusahaan, tetapi juga hrus dilakukan pelatihan pada generasi kedua mengenai sistem manajerial yang tepat yang digunakan dalam perusahaan untuk mencapai tujuannya. Dan proses ini sebenarnya membutuhkan waktu yang cukup lama agar dpt memperoleh hasil yang maksimal.


      Untuk mengatasi problem tersebut, menurut saya jika ingin melakukan transisi ke generasi ke 2 alangkah baiknya jika disediakan waktu yang dirasa cukup untuk melakukan training manajemen dan penanaman visi misi dan nilai perusahaan pada generasi ke 2 sebelum transisi tersebut dilakukan.
      Dengan demikian, generasi ke 2 yang akan meneruskan perusahaan tsb akan dapat lebih bertanggung jawab dan memiliki kemampuan manajerial yg bahkan bisa lebih baik daripada generasi 1 dalam meneruskan suksesi perusahaan keluarga tersebut.

      BalasHapus
    5. menurut saya, penyebab utama yang mengakibatkan kegagalan dalam bussiness familiy,

      sering kali generasi pertama menyerahkan tanggung jawab kepada generasi ke dua tanpa menanyakan terlebih dahulu apakah generasi ke dua mau melanjutkan bisnis yang sudah berjalan.
      terkadang generasi kedua tidak bertanggung jawab secara penuh, menyepelekan tugas yang diberikan karena merasa tidak cocok dengan cita - citanya, yang mengakibatkan pekerjaan yang dihasilkan menjadi kurang baik.

      generasi ke dua juga kurang dapat melayani pelanggan secara baik, kurang sabar dalam memenuhi permintaan pelanggan yang bermacam - macam. dalam menemui pelanggan tidak datang dengan dengan tepat waktu, akibatnya membuat pelanggan merasa kurang dihargai.

      berbuat seenaknya kepada pegawai, akibatnya pegawai yang bekerja sudah cukup lama banyak yang mengundurkan diri, dampak bagi perusahaan menjadi pengalaman perusahaan hadi berkurang

      dalam membeli bahan baku menawarnya dengan harga yang murah menjadinkan produk yang dihasilkan menjadi kurang baik.

      untuk mengatasi problem ini, menurut saya. melakukan transisi pekerjaan secara perlahan - lahan dengan waktu yang cukup lama, menceritakan tentang pengalaman - pengalaman penanganan perusahaan terhadap pelanggan, pemasok, pegawai yang pernah terjadi. memberikan pendampingan dalam melayani pelanggan

      BalasHapus
    6. ingin mengomentari komentar2 yg ada..
      memang pada saat ini seringkali kita mendengar / mengetahui cukup banyaknya kegagalan suksesi kepemimpinan dalam bisnis keluarga. Penyebab kegagalan tersebut beraneka ragam, dan saling berhubungan. Penyebab utama kegagalan tersebut menurut saya cukup relatif, karena kasus pada sebuah bisnis tentu berbeda antara satu dan yang lainnya. masing-masing memiliki faktor-faktor utama yang membuat suksesi kepemimpinan tersebut tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya. maka menurut saya, hendaknya kita dapat melihatnya dari sisi / situasi yang berbeda-beda, dan memilih serta menyesuaikan strategi mana yang tepat untuk menyelesaikan masalah pokok tersebut.

      BalasHapus
    7. saya mengomentari pendapat devianggraeniputri :
      menurut saya pendapat "penyebab utama yg mengakibatkan kegagalan suksesi kepemimpinan dalam Family Bussiness adalah Tidak menyediakan waktu yang cukup untuk proses tansisi" itu benar karena biasanya generasi kedua hanya bermodalkan pengetahuan teori dan tidak langsung terjun dalam menjalankan bisnis keluarganya. dan seperti yang saya tahu biasanya emank generasi pertama dan kedua mempunyai perbedaan dimana generasi pertama lebih berpengalaman dalam membangun bisnis tersebut dari kecil hingga besar, sedangkan generasi kedua melanjutkan bisnis generasi pertama yang dimana bisnis tersebut telah menjadi besar sehingga generasi kedua tidak mempunyai pengalaman yang luas. namun tidak semuanya generasi kedua tidak berhasil karena itu semua kembali kepada diri masing-masing.

      menurut saya pendapat devi tersebut benar untuk mengatasi kegagalan "melakukan transisi ke generasi ke 2 alangkah baiknya jika disediakan waktu yang dirasa cukup untuk melakukan training manajemen dan penanaman visi misi dan nilai perusahaan pada generasi ke 2 sebelum transisi tersebut dilakukan" karena dengan menanam visi dan misi itu sama dengan merencanakan masa depan bisnis dengan matang sehingga dapat terwujud keberhasilan bisnis tersebut dan dapat lebih berkembang lagi dan maju.

      BalasHapus
    8. menurut saya Poin ke 4 yg cukup berpengaruh pada kegagalan bisnis keluarga.
      'Mengabaikan kesalahpahaman antarsaudara.'
      Adanya kesalahpahaman yg tidak segera diselesaikan, seperti yg dicontohkan, yg perempuan bekerja keras, tapi pada akhir'nya tetap laki-laki yg dipilih jadi pemimpin. Akan menjadikan sebagai akar permasalahan dari bisnis keluarga. Pada mulanya akan ada yg iri, lama klamaan kecemburuan sosial ini akan berdampak pada kinerja yg diberikan. Sehingga akan berdampak pula pada keberhasilan bisnis'nya. Yg pada mulanya dia begitu berambisi, akhirnya akan menjadi malas karena sudah yakin apa yg diinginkan utk menjadi pemimpin sdah hilang. Sehingga kinerjanya menurun. karena pemimpin laki-laki'nya tidak begitu mengerti akan bisnis tersebut, lambat laun bisnis keluarga tersebut akan mengalami penurunan.
      Hal seperti ini cukup sering dijumpai, karena kebanyakan keluarga slalu mengandalkan laki-laki sbg pemimpin, namun tidak pernah terpikirkan pada beberapa kondisi, perempuan bisa menjadi lebih dibanding laki-laki.

      BalasHapus
    9. menurut saya, hal utama dalam kegagalan adalah mengabaikan perencanaan sukses karena hal yang paling menentukan masa depan setiap perusahaan di mulai dari perencanaan yang baik. Apabila arah atau tujuan perusahaan sudah jelas dan diterapkan dalam perusahaan maka langkah-langkah yang akan dipilih juga akan jelas dan terarah karena semua hal akan tercapai dengan cepat apabila fokus.

      untuk mengatasi permasalahan adalah mengenali masalah dengan baik terlebih dahulu maka pemicu permasalahan juga akan diketahui sehingga dapat memberikan solusi yang paling baik dalam permasalahan apapun

      BalasHapus
    10. Saya menanggapi pendapat santi megawati , saya juga setuju dengan pendapat anda mengenai perbedaan pekerjaan terhadap kaum pria dan wanita dan sampai saat ini semua perusahaan yang menggunakan pemimpin seorang wanita relatif kecil dan jarang sekali kita menemukan perusahaan seperti itu . Apakah wanita itu tidak pantas untuk memimpin atau mungkin pria lebih berjiwa bijaksana dan memimpin dari pada wanita ? Saya sampai sekarang masih tidak mengerti mengapa hal tersebut selalu dibeda-bedakan antara pria dan wanita .
      Saya ingin bertanya pada debby , menurut anda , dalam hal apa kita sebagai pemimpin perusahaan sering mengabaikan perencanaan sukses tersebut ?

      Saya ingin bertanya pada kalian semua , berdasarkan pendapat santi , apabila keluarga tersebut memiliki anak tunggal ( wanita ) sebagai generasi kedua , apakah kita menggunakannya sebagai pewaris perusahaan ataukah harus mencari 1 pria yang menggantikan posisi pewaris atau bagaimana ? jelaskan ..

      Thanks

      BalasHapus
    11. Diantara 12 poin tersebut. Menurut saya yang memiliki pengaruh terbesar adalah mengabaikan kesalahpahaman antar saudara. Karena bisnis keluarga pada dasarnya diolah hanya oleh anggota keluarga, baik itu orang tua maupun saudara, maka jika terjadi kesalahpahaman dan diabaikan,tidak meutup kemungkinan pihak yang mengalami salah paham bisa beralih dari perusahaan keluarga bahkan berniat menghancurkannya dengan perusahaan yang didirikan sendiri.

      Yang harus pemilik bisnis dalam masalah ini adalah meninjau titik permasalahan yang terjadi dan memberikan solusi yang jelas jika terjadi masalah mengingat pemilik bisnis adalah anggota keluarga yang lebih mengerti kepribadian setiap anggota keluarganya dibandingkan orang lain.

      BalasHapus
    12. Saya ingin memberikan revisi dari comment saya di atas karena ada kesalahan ketik.

      Diantara 12 poin tersebut. Menurut saya yang memiliki pengaruh terbesar adalah mengabaikan kesalahpahaman antar saudara. Karena bisnis keluarga pada dasarnya diolah hanya oleh anggota keluarga, baik itu orang tua maupun saudara, maka jika terjadi kesalahpahaman dan diabaikan,tidak menutup kemungkinan pihak yang mengalami salah paham bisa beralih dari perusahaan keluarga bahkan berniat menghancurkannya dengan perusahaan yang didirikan sendiri.

      Yang harus pemilik bisnis lakukan dalam masalah ini adalah meninjau titik permasalahan yang terjadi dan memberikan solusi yang jelas jika terjadi masalah mengingat pemilik bisnis adalah anggota keluarga yang lebih mengerti kepribadian setiap anggota keluarganya dibandingkan orang lain.

      BalasHapus
    13. Menurut saya dari 12 pernyataan di atas yang paling berpengaruh dalam kegagalan Business Family adalah poin 2 yaitu tidak melibatkan generasi kedua dalam perencanaan strategis perusahaan. Karena menurut saya melibatkan generasi kedua sebagai penerus itu sangatlah penting agar nilai- nilai yang terkandung dalam bisnis keluarga tersebut tetap terjaga dan tidak mengurangi karakteristik dari perusahaan tersebut. Sering kali ketika suatu perusahaan beralih ke generasi selanjutnya, tidak mengetauhi perencanaan strategis dari generasi sebelumnya yang menyebabkan permasalahan dalam perusahaan itu sendiri.
      Maka dari itu generasi berikutnya perlu mengetauhi apa yang menjadi perencanaan strategis perusahaan keluarga tersebut.

      BalasHapus
    14. Menurut saya, yang paling menentukan kegagalan suksesi kepemimpinan dalam Bisnis Keluarga adalah poin nomer 4 " Mengabaikan kesalahpahaman antar saudara".
      Yang pertama "Yang perempuan yang kerja keras, tapi yang dipilih jadi pengganti adalah anak laki2 yang dimanja"
      Yang perempuan yang bekerja keras tetapi anak laki-laki yang dimanja dijadikan penggantinya.
      Hal ini akan membuat yang perempuan menjadi sedih dan kecewa, karena yang perempuan sudah bekerja keras untuk kemajuan perusahaan.
      selain itu yang perempuan juga bisa tidak mau bekerja di bisnis keluarga tersebut dan bekerja di tempat lain.
      Hal ini juga akan berdampak pada kinerja perusahaan, produktivitas perusahaan akan menurun. Dan lambat laun perusahaan tersebut bisa mengalami kebangkrutan karena tidak dikelola dengan baik.
      Yang kedua "Anak yang satu diminta untuk mengembangkan kemampuan manajerial, tapi anak yang lain yang jadi pemimpin".
      Misal anak perempuan disuruh mengembangkan kemampuan manajerial, tetapi anak laki-laki yang tidak mempunyai kemampuan manajerial disuruh menjadi pemimpin.
      Hal ini akan membuat anak perempuan menjadi kecewa dan sedih karena apa yang ia lakukan sia-sia. SElain itu hal ini juga akan berdampak pada bisnis keluarga sendiri, kinerja perusahaan akan menurun karena yang mengelola dan yang memimpin tidak mempunyai kemampuan manajerial.

      Yang bisa dilakukan pemilik bisnis dalam perspektif Manajemen Sumber Daya Manusia untuk mencegah atau mengatasi penyebab kesalahan tersebut adalah
      pemilik harus mengetahui kemampuan setiap anggota keluarga yang mau dijadikan penggantinya.
      Memilih karena seseorang tersebut memang mempunyai kemampuan manajerial bukan karena anak kesayangan atau anak laki-laki.
      Pemimpin itu laki-laki atau perempuan, itu tidak penting. Yang penting, laki-laki atau perempuan mempunyai kemampuan manajerial dalam memimpin dan mengelola perusahaan tersebut. Karena pemimpin perusahaan sangat menentukan kesuksesan perusahaan kedepannya.

      BalasHapus
    15. Saya setuju dengan pendapat beatrix . seperti yang saya katakan pada saat saya mengomentari pendapat saudari santi , kebanyakan di suatu perusahaan yang menjadi pemimpin atau yang mewariskan kepemimpinan perusahaan orang tuanya adalah anak laki - laki dan anak perempuan hanya bekerja dirumah saja . tetapi menurut saya hal tersebut mengundang ketidak adilan antar gender dalam keluarga . Bagaimana kalau suatu keluarga yang memiliki anak perempuan tunggal ? hal tersebut pasti mengabaikan / meremehkan posisi seorang wanita dalam kepemimpinan . misalkan saya punya satu anak perempuan . Saya tidak mungkin mengadopsi anak laki - laki untuk dijadikan penerus perusahaan . tetapi saya bisa mengandalkan wanita dalam mengelola perusahaan . Sebelum itu kita harus melatih mereka ( wanita ) untuk menjadi seorang pemimpin yang setara dengan pria yang menjadi seorang pemimpin perusahaan .
      Menurut pandangan saya , hal tersebut memang tidak adil dalam bisnis karena terkadang kita meremehkan posisi wanita dalam dunia bisnis .

      BalasHapus
    16. saya ingin menanyakan satu hal terkait dengan komentar dadri Santi Megawati

      jika Anda berada dalam posisi sebagai pemilik perusahaan, apa yang akan anda lakukan untuk mengantisispasi kesalahpahaman tersebut?

      terimakasih

      BalasHapus
    17. menurut saya yang dapat menyebabkan kegagalan suksesi utama dalam kasus tersebut ialah no 9 yaitu "Tidak menyusun target kinerja untuk manajemen baru"
      Karena apabila dalam perusahaan tersebut akan digantikan dengan generasi kedua, maka target kinerja nya harus di perhatikan, karena apabila target kinerja yang akan di capai di generasi kedua tidak di susun atau tidak di perhatikan, maka perusahaan tersebut akan kacau dalam mencapai suatu target dalam manajemen baru,
      maka apabila suatu perusahaan di berikan kepada generasi kedua maka pada awal sebelum di berikan kuasa kepada generasi kedua harus di susun dan di rancang target kinerja apa yang hendak di capai oleh manajemen baru generasi kedua, apabila hal ini tidak dilakukan maka perusahaan tersebut tak akan tw ke mana arah tujuan perusahaan.

      BalasHapus
    18. menurut saya dari keduabelas permasalahan diatas yang paling sering terjadi adalah Tidak Melibatkan Generasi Kedua dalam Perencanaan Strategis.
      alasan saya berdasarkan orang-orang sekitar saya cuma diajari cara menjalankan bisnis, cara berpikir mengembangkan bisnis kurang diikutkan dalam pembelajaran, akibatnya bisnis tidak berkembang dan acap kali mengalami kemunduran.

      cara mengatasi ini adalah ajaklah sang penerus berdialog tentang prospek perusahaan kedepan, seringlah meminta pendapatnya agar dia bisa berkembang cara berpikirnya ketika dia sudah meneruskan perusahaan

      BalasHapus
    19. menurut saya salah satu penyebab utama dari 12 penyebab di atas adalah Tidak Melibatkan Generasi Kedua dalam Perencanaan Strategis.

      karena menurut saya setiap orang tua pasti
      menginginkan anaknya untuk jadi penerusnya tapi kadang mereka hanya sekedar melibatkan anaknya bagaimana bisnis itu dapat berjalan namun melupakan nilai apa yang akan dipakai jika ada konflik dalam satu keputusan diihat dari sudut bisnis dan sudut keluarga. kadang tidak mengajarkan dan memberitahu kepada anaknya tentang nilai yang digunakan jika ada konflik sehingga kadang saat anak tsb terjun kedalam perusahaan keluarganya mereke terkadang sulit untuk mengambil keputusan dalam sebuah masalah atau keputusan yg diambil tidak sesuai dgn nilai yg diterapkN dlm keluarganya dan perusahaan.

      cara mengatasinya hal ini bisa dilakukan dgn sebelum anak tersebut menjadi penerus dari bisnis keluarga tsb tidak hanya ia dibekali dan diajarka bagaimana seharusnya bisnis itu dijalankan tetapi juga bagaimanakh nilai yang dipakai dlm jika mengatasi sebuah masalah yg harus dilihat dari ke2 sudut pandang bisnis dan keluarga. dua hal tsb harus terlebih dulu dikuasai oleh anak tsb sebelum melanjutkan bisnis keluargannya.

      BalasHapus
    20. pendapat saya saya tertarik akan kasus no 4. Mengabaikan kesalahpahaman antar saudara. mengapa, karena jika dalam suatu keluarga besar yang memiliki sebuah perusahaan yang besar dan yang dikembangkan bersama-sama sangatlah penting kominukasi antara saudara. bila terjadi salah paham harus dibicarakan dan diselesaikan secara baik2.

      BalasHapus
    21. Menurut saya dari 12 pendapat,saya memilih point ke 8 yaitu Tidak membentuk Family Council (FC)karena saya mengangap penting dengan adanya FC ini di karenakan FC ini akan selalu merundingkan masalah yang ada di perusahaan terhadap anggota keluarga yang masih atau diberi tanggung jawab untuk memimpin perusahaan tersebut. Sperti yang kita ketahui banyak keluarga besar yang selalu ingin meneruskan pekerjaan2 dari orang tuanya. darisini kita bisa mengajak rundingan mereka untuk menjalankan sebuah bisnis keluarga yang hebat dan luar biasa dan tentunya selalu mengoptimalkan anggota keluarga sebagai tulang punggung untuk menjalankan bisnis. Saya yain banyak anak-anak jaman sekarang langsung dengan langsung melanjutkan pkerjaan dari orang tua mereka.

      Menaggapi pertanyaan nomer 2 :
      Menanggapi pertanyaan nomer 2 yaitu dengan cara selalu mengadakan rapat dengan anggota keluarga untuk memanage karyawan-karyawan dengan baik serta bisa ditingkatkan kinerjanya dengan mengikuti pelatihan yang diadakan perusahaan yang dikembangkan oleh pemilik. Jadi tidak perlu ada kesenjangan sosial antara karyawan dari anggota keluaga maupun dari karyawan yang sudah bekerja selama puluhan tahun.

      BalasHapus
    22. saya menanggapi tentang jarangnya pemimpin wanita dan pertanyaan dari aditya jika pengusaha mempunyai anak tunggal perempuan apakah akan diwariskan??

      menurut saya, jika memang benar perusahaan keluarga maka akan diwariskan ke anak tunggalnya walaupun perempuan. akan tetapi dengan mempersiapakan anak tunggalnya melalui seringnya ikut di kantor pada saat masih kecil, dan diperkenalkan tentang visi, misi, dan tujuan perusahaan. dan jika dirasa mampu maka kekuasaan akan diberikan kepada anak tunggalnya walaupum perempuan.
      jika kurang meyakinkan, dengan memberikan test kelayakan tentang perusahaa, keuangan, produk untuk menjadi pimpinan.

      perempuan jarang menjadi pemimpin?? memang banyak perusahaan yang belum percaya, namun perempuan lebih cenderung ke perasaan dan berfikir dalam sedangkan untuk emosi tidak labil.

      BalasHapus
    23. Saya ingin bertanya pada william kevin , apabila dalam suatu keluarga baik kecil maupun besar , apakah harus kaum pria yang mengatur dan mengelola perusahaan tersebut ? apakah tidak menimbulkan kesenjangan antar saudara ? Jelaskan mengapa demikian ? Karena setahu saya , banyak perusahaan dari keluarga tertentu mengandalkan pria untuk memimpin daripada wanita . Mengapa ?

      BalasHapus
    24. saya akan coba menjawab pertanyaan dari aditya tentang "mengapa jaman sekarang banyak generasi lanjutan yang menyalahgunakan wewenang dan tanggung jawab yang diberikanb oleh orang tua kita yang bisa dibilang generasi pertama kita dan kita adalah generasi berikutnya yang akan mengelola perusahaan tersebut , tetapi masih saja ada yang menyalahgunakan seperti menggunakan kas perusahaan untuk berfoya-foya dan sebagainya yang mungkin negatif menurut kalian , bagaimana cara mengatasi kasus tersebut ? Jelaskan menurut pendapat kalian"

      menurut sayA karena zaman sekarang ini kebanyakan banyak anak2 mudah terpengaruh dengan lingkungan luar dan tidak dapat menjaga dan mengelola diri sendiri secara benar dan baik serta lebih mengutamakan kepentingan diri sendiri daripada orang2 disekitarnya.

      cara untuk mengatasinya salah satunya adalah yang paling utama dan penting adalah kesadaran dari dalam dirinya sendiri dan lebih selektif dalam memilih pergaulan karena pergaulan yang jahat dapat memepengaruhi kita untuk bersikap jahat pula.

      BalasHapus
    25. menanggapi pertanyaan nomer 1,saya memilih poitn nomer 4 yaitu Mengabaikan kesalahpahaman antar saudara
      kadang dalam anggota keluarga yang menjalankan suatu bisnis selalu ada salah satu anak yang di manjakan seperti sang anak laki-laki yang bekerja keras tetapi yang di rekomendasikan oleh orang tua adalah anak perempuan yang manja dan masih polos. hal ini bisa berdampak kurang bagus bagi kemajuan perusahaan yang dijlankan orang tuanya di karenakan anak perempuan belum siap terjun di dunia kerja serta belum memilik emntal yang matan untuk menjalankan bisnis suatu usaha. Dan menurut saya,yang lebih di prioritaskan adalah salah anggota keluarag yang benar-benar siap menjalankan bisnis serta mempunyai mental dalam bekerja keras dan tanggung jawab terhdap pekerjaan

      Menanggapi pertanyaan nomer 2 : dengan cara selalu mengontrol kinerja dari anggota keluarga yang bekerja di perusahaan orang tua mereka, kalau perlu diberikan pelatihan khusus buat anggota kelurga serta seluruh karyawan-karyawan demi meningkatkan kualitas kerja yang bagus dalam membentuk karakters serta kepribadian yang bagus dalam menjalankan bisnis.

      BalasHapus
    26. Menanggapi pertanyaa dari saudara aditya "apabila dalam suatu keluarga baik kecil maupun besar , apakah harus kaum pria yang mengatur dan mengelola perusahaan tersebut ? apakah tidak menimbulkan kesenjangan antar saudara ? Jelaskan mengapa demikian ? Karena setahu saya , banyak perusahaan dari keluarga tertentu mengandalkan pria untuk memimpin daripada wanita . Mengapa?"

      Menurut saya atas pertanyaan dari aditya tidak semua baik dalam keluarga kecil dan besar kaum pria yang harus mengatur dan mengelola perusahaan.

      kesenjangan dapat timbul jika perlakuaan diskriminasi yang terjadi dimana menggangap bahwa perempuan memang tidak layak untuk mengatur dab mengelola perusahaan walaupun pada kenyataannya memang terlihat bahwa perempuan memiliki kualitas yang lebih baik daripada kaum pria namun tetap saja kaum pria yang dijadikan untuk menagtur dan mengelola perusahaan.

      hal itu dapat terjadi karena memang sudah menjadi kebiasaan di lingkungan masyarakat dan mempunyai pola pikir yg sullit diubah bahwa kaum prialah yg selalu menjadi pemimnpin atau mengatur sehingga dlm keadaan ini selalu tercipta bahwa kaum pria selalu lebih baik daripada kaum wanita dan akibatnya peluang dan kesempatan kaum wanita selalu terhalang atau ada saja hambatannya dalam menjadi seorang pemimpin atau pengatur padshal banyak juga contoh2 wanita yang berhasil dan sukses dslam memimpin sebuah perusahaan.

      BalasHapus
    27. 1. Yang menurut saya paling berpengaruh ialah pernyataan nomor 2, yaitu "Tidak Melibatkan Generasi Kedua dalam Perencanaan Strategis". Karena dengan melibatkan generasi kedua ini maka generasi baru akan dilatih untuk mempelajari kiat-kiat sukses tentang misi dan nilai perusahaan dari generasi sebelumnya. Sehingga benar-benar mengerti akan kebutuhan perusahaan dan keputusan-keputusan yang diambil jika mengalami suatu konflik tertentu.

      2. Cara mengatasi ialah memberikan kepercayaan dan melibatkan generasi baru untuk ikut membantu jalannya kegiatan- kegiatan perusahaan ketika generasi lama masih memimpin. Sehingga generasi baru memiliki pengalaman tentang pengelolaan perusahaan tersebut.

      BalasHapus
    28. Menanggapi pertanyaan dr Saudari Dipriyani..
      Jika saya menjadi pemilik perusahaan tersebut untuk mengantisipasi kesalahpahaman tentu akan dilihat siapa yg lebih memiliki kinerja bagi perusahaan, entah itu wanita ataupun laki2, sehingga tidak akan ada perbedaan pada gender. Karena menurut saya, di jaman skrg ini, sudah bnyk wanita yg memiliki kemampuan dlm memimpin.

      BalasHapus
    29. Menurut saya penyebab kegagalan sukses kepemimpinan dalam bisnis keluarga adalah poin 1 yaitu :
      1.Mengabaikan Perencanaan Sukses :
      -Kurangnya perencanaan suksesi merupakan kontributor utama kegagalan FB, Kegagalan dalam menerapkan rencana biasanya karena rencana yang telah dibuat berdasarkan pengalaman orang lain atau sebuah idealis yang belum pernah diaplikasikan(buku). Kegagalan ini terjadi karena tidak tahu sama seklai kondisi atau medan usaha yang digelutinya. Dan menurut saya Langkah Menuju Keberhasilan adalah Memiliki ide atau visi bisnis yang jelas,Kemauan dan keberanian untuk menghadapi resiko baik waktu maupun uang, Membuat perencanaan usaha, mengorgaanisasikan, dan menjalankannya,serta mengembangkan hubungan,, baik dengan mitra usaha maupun dengan semua pihak yang terkait dengan kepentingan perusahaan
      -Sering terjadi anak pemilik menyanggupi untuk mengelola bisnis lebih bukan karena siap tapi lebih untuk menghindari konflik dengan orang tua karena si anak pemilik takut di bilang anak durhaka ,tidak adanya system yg bagus untuk di serahkan kepada orang lain. Menurut saya solusinya diberikan pendidikan / pembelajaran bagaimana mengendalikan suatu usaha supaya sukses melalui shortcourses(pembelajran singkat) atau pendidikan formal.

      BalasHapus
    30. menurut saya 12 penyebab di atas menentukan kegagalan suksesi kepemimpinan dalam Bisnis Keluarga

      tetapi dalam 12 penyebab tersebut yang menentukan kegagalan suksesi kepemimpinan dalam bisnis keluarga yaitu nomer 2 .. kenapa saya memilih nomer 2? karena di situ tertulis "Tidak Melibatkan Generasi Kedua dalam Perencanaan Strategis"

      jika tidak melibatkan generasi kedua dalam perencanaan strategis maka perusahaan tidak akan memiliki regenerasi, dan dalam arti sang pemilik perusahaan rumah tangga tersebut tidak menurunkan bakat/mewariskan perusahaan rumah tangga yang ia dirikan kepada anaknya/saudara"nya.
      hal itu juga pasti akan menjadi langkah awal untuk sebuah perusahaan dalam menuju kegagalan di karenakan tidak adanya penerus dari perusahaan keluarga tersebut..


      hal-hal yang mungkin dapat di lakukan untuk mencegah hal tersbut dapat terjadi dengan cara memberikan/membagikan ilmu kepada generasi ke 2 kita .. entah itu anak,saudara atau orang lain.. tentang bagaimana cara mengatur operasional perusahaan ,mengatur keuangan perusahaan,dll.
      hal ini di maksudkan agar mereka (generasi kedua) dapat mengetahui bagaimana cara mengatur perusahaan rumah tangga dengan baik serta merawat dan membesarkannya juga.

      BalasHapus
    31. Menurut saya penyebab utama kegagalan suksesi kepemimpinan dalam bisnis keluarga adalah "tidak membentuk family council"

      Karena dalam kepemimpinan bisnis keluarga hal yang diutamakan adalah komunikasi antar keluarga. Di mana perkumpulan untuk membicarakan kelanjutan strategi bisnis merupakan satu hal yang sangat penting untuk dilakukan. Mengingat bahwa jumlah anggota keluarga yang terus berkembang maka setidaknya bagi yang berkepentingan dalam menjalankan bisnis keluarga ini harus membentuk family council atau suatu kelompok dari anggota keluarga yang bertanggung jawab mengadakan pertemuan rutin . Tentu hal tersebut sangat berguna nantinya buat bisnis keluarga yang dijalankannya. Semua akan ikut terlibat sehingga dapat terjadi pertukaran pendapat serta rekomendasi dari generasi-generasi sebelumnya guna mengantisipasi kesalahan serta mengembangkan usahanya lebih lagi.

      Solusi masalah ini mungkin dapat sedini mungkin diadakan family council atau perkumpulan dari anggota keluarga yang rutin. Selain itu bagi generasi-generasi penerus dapat dibiasakan atau harus dijadikan sebagai kewajiban mengadakan family council jika menjalankan bisnis keluarga tersebut. Family council ini juga akan berguna bagi generasi selanjutnya yang akan menjalankan bisnis tersebut sehingga nantinya akan lebih mudah untuk menjalankannya.

      BalasHapus
    32. menurut saya dari 12point kegagalan suksesi kepemimpinan dalam Bisnis Keluarga terletak pada point3 menyerahkan tanggungjawab besar pada generasi berikutnya, mengapa ?
      karena jika generasi berikutnya tidak memahami seluk beluk apa yang ditekuni oleh bisnis keluarga maka bisnis tersebut tidak akan sejalan yang diinginkan oleh generasi pertama. Pada generasi berikutnya ia ingin membuka bisnis lainnya dan bisa ia jalankan dengan kemampuan yang dimilikinya. Bisnis keluarga biasanya selalu mewariskan pada generasi berikutnya untuk meneruskannya supaya bisnis tersebut menjadi suatu bisnis yang besar juga dikenal oleh masyarakat. Namun konflik keluarga pasti ada karena generasi berikutnya terkadang tidak sejalan dengan visi&misi generasi pertama. Untuk menghindari konflik dengan orang tua/generasi pertama maka sang anak/generasi berikutnya mau tidak mau harus menjalankannya walaupun tidak sejalan, ia bisa menambahkan ide-ide baru yang kreatif agar bisnis tersebut menjadi lebih besar dan sukses. Langkah untuk masa depan generasi berikutnya bermulai dari bisnis orang tua/generasi pertama.

      Solusinya mencoba memberikan tanggungjawab yang besar agar generasi berikut mengerti apa yang ditekuni oleh bisnis keluarga supaya generasi berikut mengerti dan dapat mempertanggungjawabkan bila dikemudian hari ia melakukan kesalahan dalam bisnis keluarga tersebut.

      BalasHapus
    33. 1. Menurut saya, yang paling menentukan kegagalan suksesi kepemimpinan dalam Bisnis Keluarga adalah tidak melibatkan generasi kedua dalam perencanaan strategis, jika generasi berikutnya tidak mengetahui apa misi, visi, nilai, dan sesuatu yang diharapkan untuk dicapai, maka generasi tersebut akan sembarangan untuk menjalankan bisnis keluarga. Dan jika tidak mengetahui berbagai sudut pandang keluarga maupun bisnis, maka generasi tersebut tidak akan dapat menyelesaikan konflik dengan bijaksana.

      2. Menurut saya, yang dapat dilakukan oleh pemilik bisnis adalah mengikutkan generasi berikutnya dalam perencanaan bisnis keluarga, sehingga generasi berikutnya dapat melanjutkan misi, visi, dan nilai-nilai dalam bisnis keluarga, sehingga generasi berikutnya dapat dengan baik melanjutkan bisnis keluarga tersebut.

      BalasHapus
    34. Saya menanggapi pendapat steven , kebanyakan masalah dari bisnis keluarga selain kurangnya menaruh tanggung jawab pada generasi kedua , tetapi juga tidak melibatkan generasi kedua dalam perencanaan strategi yang diharapkan oleh perusahaan tersebut . Selain itu , masalah gender juga sering terjadi . Banyak perusahaan menggunakan pria sebagai pemimpin sedangkan wanita paling tinggi adalah sekretaris . Dan mengapa wanita tidak diperbolehkan mengelola perusahaan ?

      BalasHapus
    35. Saya ingin menjawab pertanyaan dari saudara aditya "Mengapa wanita tidak diperbolehkan mengelola perusahaan?"
      Mneurut saya, wanita boleh mengelola perusahaan jika wanita tersebut mempunyai kemampuan manajerial. Memang dalam kenyataan, banyak orang yang memilih laki-laki untuk menjadi pemimpin dengan anggapan laki-laki lebih hebat dan lebih mampu dari perempuan. Tetapi orang-orang tersebut harus lebih berpandangan luas dalam melihat kemampuan seseorang karena pemimpin itu sangat menentukan kesuksesan perusahaan ke depannya.

      BalasHapus
    36. Saya menanggapi pernyataan dari Aditya. Menurut saya, itulah hanya berupa mitos belaka. Ada juga bahwa seorang pemimpin yang mengelola adalah seorang wanita. Tapi,kebanyakannya yang terjadi adalah seorang pemimpin yaitu seorang Pria. Dikarenakan seorang Pria tampak lebih gagah dan tegas dalam pembawaannya. Sedangkan,kalau seorang wanita itu kebanyakan mereka itu tampak lemah lembut dan murah hati. Itulah faktornya menurut saya.

      BalasHapus
    37. Menurut saya, 12 penyebab yang paling menentukan kegagalan suksesi kepemimpinan dalam bisnis keluarga adalah poin ke empat yaitu mengabaikan kesalahpahaman antar saudara. Menurut saya, kesalahpahaman harus segera diatasi dan diselesaikan dengan baik. Karena bermula dari kesalah pahaman akan menimbulkan permasalahan dalam suatu Bisnis keluarga tersebut. nantinya, permasalahan ini secara tidak langsung juga dapat mempengaruhi kinerja orang-orang yang terlibat. Eperti dicontohkan bahwa perempuan yang bekerja dengan susah payah akan tetapi anak laki-laki yang mendapatkan jabatan di perusahaan. Hal itu dapat melahirkan rasa kecemburuan terhadap sesama saudara dan melahirkan sikap acuh tak acuh lagi terhadap pekerjaannya. akibatnya, kinerjaperusahaan tidak berjalan dengan maksimal.

      Yang bisa dilakukan pemilik bisnis dalam perspektif Manajemen Sumber Daya Manusia untuk mencegah dan mengatasi penyebab kesalahan tersebut adalah dengan mengukur kemampuan dan kualitas yang dimiliki oleh setiap anggota keluarga yang akan mendapatkan / menjabat posisi tertentu. Tidak hanya mementingkan gender saja tetapi harus benar-benar mempertimbangkan kemampuan dan kompentensi yang dimiliki. Sehibngga pengganti tersebut dapat menjalankan perusahaan dengan maksimal.

      BalasHapus
    38. menurut saya, 12 penyebab utama yang menentukn kegagalan dalam suatu bisnis keluarga adalah poin keempat yang menjelaskan bahwa kegagalan dikarenakan mengabaikan kesalahpahaman antar saudara. Kesalahpahaman merupakan awal dari permasalahan, sehingga sebaiknya kesalah pahaman tersebut harus segera diatasi dan diselesaikan oleh pihak-pihak yang terlibat di dlamnya. Jadi, kesalahpahaman tersebut dapat meminimalkan adanya kesenjangan dalam suatu perusahaan keluarga. Mwmbeda-bedakan gender seperti yang dicontohkan dinilai kurang baik karena dapat menyebabkan kecemburuan yang dapat berpengaruh secara tidak langsung terhadap kinerja perusahaan.

      Yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan di atas adalah mempertimbangkan dengan matang setiap keluarga yang akan menjadi calon pengganti. dengan cara menguji sesuai kemampuan dan kompetensi bukan hanya bedasarkan gender semata.

      BalasHapus
    39. 1.Saya memilih alasan no.8 karena menurut saya dengan Tidak membentuk Family Council (FC)
      merupakam salah satu pemicu kegagalan FB.Dalam Fb perlu
      adanya Family Council untuk membangun dan perkuat keluarga dan individu yang menjadi angggota dalam FB.
      Dalam Dewan Keluarga, perlu adanya pembahasan atau mendiskusikan keuangan dan rencana anggaran,
      juga tugas keluarga,aturan,tanggung jawab dan konsekuensi dalam FB.
      Sebuah Keluarga tidak menjamin kesempurnaan FB tetapi membantu terciptanya FB yg lancar dan merupask alat yang efektif
      bila digunakan secara konsisten, awal dan berkelanjutan dan dalam cara yang positif dan tepat.
      Dewan keluarga adalah waktu yang tepat untuk menetapkan tujuan baik untuk keluarga dan bagi setiap individu yang menjadi
      anggota FB. Dalam FC, area yang dapat di pertimbangkan meliputi : Sosial (baik secarta internal maupun External dengan orang lain),
      Fisik/kesehatan,Emosional,Spiritual,Intelektual/Pendidikan,Rekreasi,dan Keuangan.
      ini juga merepukan waktu yang tepat untuk menulis pernyataan misi keluarga atau Nilai Pernyataan Keluarga
      Ketika menetapkan tujuan, merencanakan dan menulis
      bagaimana FB akan tercapai dengan sukses dan bagaimana FB akan membahas apa yang telah mereka capai,
      Review dan Catatan Kemajuan.

      2.Untuk mencegah atau mengatasi FC, FB perlu membentuk suatu DEWAN KELUARGA (Family Council) dan menetapkan jadwal
      dalam stiap minggu FC harus melakukkan rapat dan membahas apa saja tujuan,menetapkan,membicarakan masalah keuangan,
      mengingatkan kembali tugas dan tanggung jawab keluarga dalam FB,
      merencanakan penempatan bagi generasi berikutnya dalam keluarga tentu dengan kesepakatan,
      mereview apa saja yang telah dicapai dalam 3 bulan terakhir.
      Menurut saya dengan adanya FC ini akan sangat menbantu dalam perkembangan dan kemajuan
      FB. Maka harus dibentuk FC dalam FB.

      BalasHapus
    40. 1.Menurut Saya yang paling berpengaruh yaitu poin ke 4 pada kegagalan bisnis keluarga karena
      jika mengabaikan kesalahpahaman antarsaudara tidak segera diselesaikan akan membuat anggota keluarga tidak bisa bekerja sama dengan maksimal karena ada kesalahpahaman contohnya yang perempuan lebih giat dalam bekerja tetapi laki-laki yang dipilih jadi pemimpin itu salah satu penyebab kesalahpahaman dalam bisnis keluarga karena pasti yang perempuan iri dengan yang laki-laki.itu akan membuat kinerja perempuan menurun karena kecewa dan akhirnya malas-malasan.Dan yang laki-laki jadi pemimpin tetapi tidak menguasai tentang bisnis keluarga akhirnya bisnis keluarga mengalami penurunan.

      2.Cara mencegahnya yaitu di dalam bisnis keluarga itu tidak boleh pilih kasih dalam memberi gaji atau dalam memilih pemimpin agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam keluarga,pokoknya anggota keluarga yang mempunyai kinerja bagus mendapat gaji lebih besar atau menjadi pemimpin.

      BalasHapus
    41. saya ingin menanggapi pertanyaan Aditya, "mengapa wanita tidak diperbolehkan mengelola perusahaan ?", menurut saya karena kebanyakan orang masih menggunakan budaya pria lebih baik daripada wanita, dan menganggap wanita lebih lemah daripada pria. Dan kalau dalam hal bisnis keluarga, pria memang adalah pewaris dari generasi ke generasi, karena pria dianggap adalah pengganti kepala keluarga dan merupakan penerus keluarga.

      BalasHapus
    42. Saya ingin menanggapi pendapat dedy mengenai poin ke 4 . menurut saya , soal kesalah pahaman kebanyakan karena seorang wanita dan pria memiliki potensi yang berbeda-beda . Seperti contoh , seorang pria kebanyakan menjadi seorang pengelola bisnis baik dalam bisnis keluarga maupun di luar karena pria lebih berpotensi dan berjiwa pemimpin dari pada seorang wanita yang mengelola . Ada sebagian yang menggunakan wanita sebagai pemimpin . Oleh karena itu , dari pendapat anda , saya setuju karena adanya kesalah pahaman baik dari kepercayaan maupun masalah gender antara pria dan wanita dalam mengelola perusahaan .

      Saya ingin bertanya pada dedy , langkah apakah supaya seorang pemimpin tersebut tidak menjadi pemalas dan menjadi penyebab kegagalan dalam bisnis ? Tips - tips anda supaya pemimpin dapat mengelola seluruh komponen yang ada dengan baik dan disiplin ? tolong dijelaskan .
      Thank you

      BalasHapus
    43. Saya ingin menambahkan pendapat saya mengenai pertanyaan steven . Bagaimana kalau keluarga tersebut memiliki anak tunggal wanita ? Apakah kita mengandalkan anak dari keluarga tersebut atau bagaimana ? bisa dijelaskan ?
      Thank you

      BalasHapus
    44. Saya ingin menanggapi pertanyaan dari aditya. Semua itu tergantung dari kebudayaan masing2, jika dalam budaya Tionghoa, pewaris tetap adalah pria, misal saya hanya mempunyai anak perempuan, dan kakak saya mempunyai anak lelaki, dan jika saya sudah harus mewariskan bisnis keluarga, maka saya akan mewariskan kepada kakak saya atau kepada anak laki2 kakak saya.

      BalasHapus
    45. saya ingin menanggapi jawaban saudara steven . Saya ingin bertanya lagi , apakah harus langsung anda menerima anak laki-laki dari kakak atau kakak anda sebagai pemimpin atau anda harus memberikan pelatihan dulu , baru kalau sudah mantap baru dijadikan penerus ?

      Saya ingin bertanya lagi , bagaimanakah caranya kita mencegah terhadap keluarga yang generasi keduanya sering terlibat perselisihan sehingga salah satu menggunakan kekerasan seperti yang pernah terjadi dalam bisnis keluarga ? Berikan tips tipsnya

      BalasHapus
    46. Menurut saya yang menyebabkan kegagalan dalam bisnis keluarga yaitu tidak melibatkan generasi kedua dalam perencanaan strategis, kenapa? Karena ini bisnis keluarga jadi seharusnya perusahaan yang dimiliki dan dikelolah oleh anggota-anggota keluarganya dan sudah seharusnya generasi kedua mengetahui kondisi bisnis keluarga, misi, nilai perusahaan tersebut agar tidak terjadi kebingungan ketika langsung diberi tanggung jawab besar akan tetapi jika dalam bisnis keluarga tersebut tidak melibatkan satu sama lain maka akan timbul permasalahan seperti tidak tahu apa job descriptionnya , tidak mengetahui tentang pesaing yang ada, dll. Untuk mengatasinya maka pihak keluarga harus melibatkan dan memberikan kepercayaan kepada generasi kedua untuk terlibat langsung dalam bisnis keluarga.

      BalasHapus
    47. Saya ingin menjawab pertanyaan dari Saudara Aditya "bagaimanakah caranya kita mencegah terhadap keluarga yang generasi keduanya sering terlibat perselisihan sehingga salah satu menggunakan kekerasan seperti yang pernah terjadi dalam bisnis keluarga ?"
      Menurut saya, di dalam keluarga perlu ditanamkan adanya komunikasi yang baik dan satu sama lain harus mempunyai hubungan yang baik. Dengan adanya hubungan dan komunikasi yang baik, perselisihan antar keluarga dapat diminimalkan. Memang di dalam keluarga, pernah terjadi perbedaan pendapat dan akan menyebabkan terjadinya peselisihan. Tetapi perselisihan tersebut tidak akan menggunakan kekerasan jika diantara yang berselisih mempunyai hubungan dan komunikasi yang baik.

      BalasHapus
    48. saya ingin menjawab pertanyaan dari aditya.
      - untuk pertanyaan pertama "Saya ingin bertanya lagi , apakah harus langsung anda menerima anak laki-laki dari kakak atau kakak anda sebagai pemimpin atau anda harus memberikan pelatihan dulu , baru kalau sudah mantap baru dijadikan penerus ? "
      * menurut saya untuk mereka tidak perlu lagi diberikan pelatihan, karena mereka pastinya sudah terjun langsung ke bisnis keluarga, dan karena sudah terjun langsung, mereka pastinya akan mengerti bagaimana cara menjalankan dan mempertahankan bisnis keluarga tersebut.

      - untuk pertanyaan kedua "Saya ingin bertanya lagi , bagaimanakah caranya kita mencegah terhadap keluarga yang generasi keduanya sering terlibat perselisihan sehingga salah satu menggunakan kekerasan seperti yang pernah terjadi dalam bisnis keluarga ? Berikan tips tipsnya"
      * Tips dari saya adalah mendidik anak sejak kecil, komunikasi keluarga, dan menanamkan rasa kekeluargaan, dengan begitu tidak akan mungkin muncul rasa benci yang akan menyebabkan perselisihan antar keluarga.

      BalasHapus
    49. Untuk menjawab pertanyaan Saudara Aditya tentang mencegah perselisihan yang terjadi pada keluarga dengan generasi kedua yaitu kuncinya komunikasi. Perlu adanya komunikasi atau sharing satu sama lain dengan mencari penyebab dan solusi yang terbaik. Setelah itu keluarga harus bisa memberi kepercayaan kepada generasi kedua.

      BalasHapus
    50. Ok, lanjutkan untuk diskusi 8 Nopember

      BalasHapus
    51. Menurut Anda, dari 12 kesalahan terkait suksesi dalam bisnis keluarga, manakah yang lebih mudah diatasi dan mana yang lebih sulit untuk diatasi jika kesalahan itu sudah terlanjur dibuat? Jelaskan pendapat Anda.

      Tanggapan atas komentar teman-teman lain sebelumnya, masih diperkenankan tapi jangan menanggapi pertanyaan saya minggu yang lalu.
      Terima kasih, selamat melanjutkan diskusinya...

      BalasHapus
    52. Kegagalan suksesi kepemimpinan dalam sebuah bisnis keluarga sebenarnya 12 point tersebut sudah mencangkup permasalahanya.

      1.Namun menurut saya pribadi lebih menekankan permasalahan tersebut ada di point ke 3,karena hakekatnya penerus dalam FB hanya menangani pekerjaan ini bukan secara manajerial namun secara teknis dan hanya tinggal terima serta meneruskan apa yang sudah ada dan tidak di kembangkannya yang sebagaimana mestinya.

      2.Solusinya dengan melatih dan mengembangkan sistem manajerial dalam lingkup keluarga serta generasi berikutnya.

      BalasHapus
    53. Saya menanggapi pertanyaan dari pak julius . Saya rasa dari 12 masalah yang terkait diatas , yang muda diselesaikan / diatasi adalah poin ke 3 karena kalau masalah pertanggungjawaban itu mungkin dapat ditekaankan dengan cara lebih tegas lagi seperti adanya peraturan-peraturan yang berlaku dalam bisnis keluarga tersebut . hal tersebut mungkin mudah untuk diatasi .
      Menurut saya yang sulit diatasi pada poin ke 10 dan 11 karena pada poin ke 10 dikatakan bahwa menunggu terlalu lama transfer asset karena kita juga sulit untuk mencari model yang lebih menguntungkan , apabila akuntan tersebut terlalu lama mencarinya juga menyebabkan tranmsfer juga lama . Oleh karena itu , saya rasa dalam perusahaan tersebut harus memiliki lebih dari satu seorang akuntan dan hal itu juga dapat mempercepat pencarian model yang lebih menguntungkan .

      Saya ingin bertanya pada kalian , dalam bentuk apakah transfer kepemilikan dan transfer manajemen ? dan mengapa kedua hal tersebut menjadi permasalahan dalam dunia bisnis keluarga ? Jelaskan dan beri contoh konkritnya bagaimana .

      Saya juga ingin menanggapi pendapat dari liongky , sistem manajerial seperti apakah yang anda maksud dalam bisnis keluarga itu ? Bisa diperjelas maksudnya ? Thanks

      BalasHapus
    54. Menurut saya yang lebih mudah diatasi bila terlanjur terjadi ialah pada pernyataan nomor 3, yaitu "tidak memberi tanggung jawab lebih besar kepada Generasi II". Dikatakan lebih mudah karena bila hal ini benar-benar terjadi maka solusinya ialah untuk Generasi I harus lebih memberikan kepercayaan kepada Generasi II (dalam hal mengelola perusahaan)untuk selanjutnya, sehingga Generasi II mampu beradaptasi dan mulai menunjukkan kemampuannya dalam mengelola perusahaan di bawah bimbingan Generasi I.

      Dan yang paling sulit diatasi ialah pernyataan nomor 1 yaitu "Mengabaikan Perencanaan Sukses". Karena juga pada pernyataan dituliskan bahwa "Sering terjadi anak pemilik menyanggupi untuk mengelola bisnis lebih bukan karena siap tapi lebih untuk menghindari konflik dengan orang tua", dari sini dikatakan sulit karena suatu perencanaan sukses sebenarnya berasal dari diri sendiri, dan apabila seseorang dari awal tidak mempunyai motivasi sukses untuk suatu tujuan tertentu, maka akan sangat sulit untuk mencapai tujuan tersebut (menjalankan suatu organisasi/perusahaan).

      BalasHapus
    55. sAYA hANYA menimbulkan bahwa pertanyaan dari pak julius . Saya rasa dari 12 masalah yang terkait diatas , yang muda diselesaikan.Karena ini bisnis keluarga jadi seharusnya perusahaan yang dimiliki dan dikelolah oleh anggota-anggota keluarganya dan sudah seharusnya generasi kedua mengetahui kondisi bisnis keluarga, misi, nilai perusahaan tersebut agar tidak terjadi kebingungan ketika langsung diberi tanggung jawab besar akan tetapi jika dalam bisnis keluarga tersebut tidak melibatkan satu sama lain maka akan timbul permasalahan seperti tidak tahu apa job descriptionnya , tidak mengetahui tentang pesaing yang ada, dll. Untuk mengatasinya maka pihak keluarga harus melibatkan dan memberikan kepercayaan kepada generasi kedua untuk terlibat langsung dalam bisnis keluarga.

      BalasHapus
    56. Saya ingin menanggapi pendapat napi dani murib mengenai pertanyaan pak julius . Saya setuju mengenai yang mudah untuk diselesaikan , saya rasa memang seharusnya sudah menjadi tanggung jawab generasi kedua untuk mengetahui semua hal yang ada di bisnis keluarga tersebut dan paling penting kita sebagai generasi kedua , kita harus mengetahui apakah visi , misi dan strategi bisnis yang dijalankan pada saat generasi pertama menjalankan bisnisnya .
      saya ingin bertanya , bagaimana cara kita untuk mencegah terjadinya hal - hal yang tidak diinginkan dalam bisnis keluarga seperti adanya korupsi , dan sebagainya sama seperti yang dilakukan oleh perusahaan bisnis pada umumnya saat ini ?

      Dalam perencanaan suksesi bisnis keluarga , bagaimanakah tips - tips anda agar transisi yang dijalankan mulus dari generasi ke generasi ? Jelaskan juga maksud dari tips anda .

      thanks

      BalasHapus
    57. Untuk mengatasi hal2 yang tidak di inginkan dalam bisnis keluarga adalah perlunya ad pengelolaan dari pihan kita sendiri dan tidak menyerahkan sepenuhnya sama keluarga... Kita kita tidak boleh sepenuhnya menyerahkan tuga yang penting kepada keluarga.
      Tipsnya sebelum menyerahkan sepenuhnya kita wajib untuk mengajari dan melihat serta memantai secara bersamaan... Dalam jangka waktu yang lama...

      BalasHapus
    58. Menurut saya dari 12 masalah yang terkait diatas yang mudah diselesaikan / diatasi adalah poin ke 3 yaitu Tidak Memberi tanggung jawab lebih besar kepada Generasi II karena generasi ke 2 yang melanjutkan kelangsungan dari kinerja perusahaan. Jika ia tidak bertanggung jawab maka akan berdampak buruk pada perkembangan perusahaan dan perusahaan tidak dapat maju dengan maksimal. Unruk mengatrasinya, generasi ke 2 harus diberikan pelatihan -pelatihan khusus yang memungkinkanm untuk dia dapat lebih bertanggung jawab dan menjadi pemimpin yang baik.

      Dan yang paling sulit diatasi ialah pernyataan adalah nomer 4 yang menyatakan bahwa mengabaikan kesalahpahaman antar saudara. Menurut saya, kesalah pahamanan jika dibiarkan lama kelamaan akan menimbulkan masalah yang besar dalam perusahaan sehingga dapat menimbulkan komunikasi yang tidak sehat yang dapat menghambat kinerja perusahaan untuk dapat mencapai tujuan bersama. Kesalah pahaman ini susah untuk dapat menemukan titik penyelesaiannya karena biasanya kedua belah pihak sudah memiliki pikiran yaang dianggapnya benar.

      BalasHapus
    59. Saya ingin menanggapi pendapat vita , seperti apakah kesalahpahaman yang sering terjadi dalam dunia bisnis ? Mengapa hal tersebut menjadi hal yang tersulit untuk diselesaikan sedangkan banyak masalah yang mungkin lebih sulit untuk diselesaikan ?

      BalasHapus
    60. Menurut saya hal yang paling mudah untuk diatasi dari 12 masalah diatas adalah terletak pada no 3, yaitu dengan tidak memberikan tanggung jawab yang besar kepada generai ke 2. Menurt saya, hal-hal atau masalah-masalah seperti dapat kita atasi dengan cara memberikan motivasi-motivasi yang banyak kepada orang itu, kemudian mungkin kita bisa lebih menekan dengan cara-carqa yang lebih tegas lagi, yaitu dengan memberlakukan aturan-aturan yang dalam bisnis keluarga tersebut.

      Menurut saya hal yang paling sulit diatasi terletak pada no 1, yaitu mengabaikan perencanaan sukses. Dalam hal ini, Family bisnis harus benar-benar memperhatikan perencanaan sukses sebab perencanaan untuk sukses adalah tantangan terberat dan paling kritis yang FB hadapi. Perencanaan sukses dalam Family bisnis fokus dalam empat departement kunci hadir dalam setiap bisnis dari berbagai ukuran: administrasi dan keuangan, operasi dan pemenuhan pelanggan, penjualan dan pemasaran.

      BalasHapus
    61. Saya ingin menanggapi pendapat philipus , saya rasa masalah poin yang pertama seperti yang anda katakan itu memang susah dan apabila ingin menyelesaikannya , harus kritis terhadap Bisnis keluarga tersebut dan saya ingin bertanya mengapa perencanaan dalam perencanaan bisnis , perlu fokus 4 departemen kunci hadir ? Maksudnya dengan departemen itu apa ? tolong dijelaskan .
      Thank you .

      BalasHapus
    62. Menurut saya, yang paling mudah untuk diatasi adalah masalah no.3(Tidak Memberi tanggung jawab lebih besar kepada Generasi II)

      Hal ini dikarenakan, proses pergantian antara generasi pertama dan generasi berikutnya harus benar-benar terbuka dan harus ada unsur kepercayaan. Banyak para generasi sebelumnya yang tidak memberikan tanggung jawab yang lebih besar kepada generasi berikutnya,mungkin dikarenakan mereka masih kurang percaya sehingga takut untuk memberikan tanggung jawab yang besar kepada generasi selanjutnya. Padahal seharusnya ketika terjadi transisi dengan generasi berikutnya, harus diberikan kepercayaan yang lebih atau sering sharing mengenai masalah-masalah bisnis keluarga tersebut. Dengan begitu ketika terjadi transisi, maka para generasi sebelumnya dapat memberikan tanggung jawab / kepercayaan yang lebih besar kepada generasi berikutnya. Jika memang ada niat akan menjalankan bisnis tersebut maka harus ada pula kepercayaan yang diberikan dari generasi sebelumnya agar motivasi mereka untuk mengembangkan kemampuannya dapat meluas. Hal ini menjadi yang termudah untuk diatasi, karena kita hanya membutuhkan sharing antar generasi dan memberikan kepercayaan serta tanggung jawab lebih agar generasi berikutnya lebih termotivasi dalam menjalankan bisnis keluarga tersebut.

      Yang cukup sulit untuk diatasi yaitu masalah no.12 (Tidak menyediakan waktu yang cukup untuk proses tansisi).

      Hal ini dikarenakan kebanyakan proses transisi ini membutuhkan waktu. Dan sering kali waktu inilah yang menjadi salah satu faktor tersulit untuk diatasi. Karena generasi berikutnya mungkin masih belum siap atau ragu-ragu untuk menjalankan bisnis nya tersebut. Sedangkan kesiapan untuk menjalankan bisnis keluarga serta tanggung jawab yang besar harus benar-benar timbul dari dalam diri kita masing-masing ketika akan menjalankan bisnis keluarga dari generasi sebelumnya. Transisi waktu ini juga membutuhkan waktu yang cukup lama dalam melatih para pemimpin generasi berikutnya. Jadi cukup susah untuk diatasi ketika hal ini sudah terjadi. Kemungkinan yang bisa timbul adalah kurangnya pelatihan sehingga pekerjaan yang diberikan tidak dapat diselesaikan dengan baik.

      BalasHapus
    63. Saya setuju dengan pendapat kevin mengenai masalah waktu proses transisi . karena semua kegiatan bisnis apapun juga ada prosesnya dan proses itu dapat berjalan apabila ada waktu yang mencukupi untuk melakukan transisi . terkadang generasi kedua juga tidak mampu mengatur jalannya proses transisi sehingga mengulur waktu yang begitu lama dan panjang , sehingga dapat menjadi masalah untuk persediaan waktu yang cukup untuk proses transisi .

      Untuk saudara kevin , berikan contoh konkrit terkait masalah yang sulit dihadapi menurut saudara sendiri .

      Thanks

      BalasHapus
    64. Maaf, memang ada kesalahan ketik untuk penyebab nomor 1 di mana sebelumnya hanya tertulis: Tidak ada perencanaan untuk SUKSES", sebenarnya yang dimaksud adalah SUKSESI. Dengan demikian kesalahpahaman Pieter dan Philipus dapat diperbaharui kembali. Terima kasih.

      BalasHapus
    65. Saya stefanus 3103010143
      Menurut saya dari 12 permasalahan tersebut adalah tidak percayanya pada generasi ke II dan kurangnya tanggung jawab yang di berikan kepada generasi ke II sehingga banyaknya usaha yang di pegang generasi ke II sering mengalami kebangkrutan di karenakan tidak adanya misi dan visi yang di sampaikan secara rinci kepada mereka

      BalasHapus
    66. saya ingin menanggapi komentar stefanus
      kalo menurut saya apabila generasi pertama sudah memberikan tanggung jawab perusahaan kepada generasi kedua itu sudah merupakan keputusan yang matang sekali. Sebab tidak mungkin generasi pertama memberikan tanggung jawab kepada penerusnya sedangkan ia sendiri tidak percaya, misalnya : dalam sebuah keluarga terdapat tiga anak yang mereka semuanya diberi berbekal ilmu tentang perusahaan keluarga, tidak mungkin dari ketiga anak tersebut tidak ada yang mewarisi bakat orang tuanya pasti salah satunya memiliki bakat untuk meneruskan perusahaan tersebut. karena menurut saya bakat atau sifat yang di miliki oleh orang tua pasti akan menurun kepada anak 80%.

      BalasHapus
    67. Saya ingin menanggapi pendapat dari ika . Saya rasa jarang ada generasi pertama tidak akan memberikan sebuah tanggung jawab kepada generasi kedua dengan alasan karena tidak percaya . Dalam keluarga , kita harus saling percaya satu sama lain . Dan kalau memiliki 3 anak seperti yang anda contohkan , pasti kebanyakan generasi pertama mempercayai anak sulungnya sebagai generasi penerus bisnis keluarga tersebut . Saya memang setuju dengan logika anda , tetapi saya rasa dalam keluarga haruslah saling percaya , kalau tidak percaya , itu bukan keluarga . Dalam bisnis keluarga , generasi pertama harus percaya penuh terhadap generasi penerusnya itu , karena bisnis keluarga tidak mungkin yang menjalankan adalah orang luar . Oleh karena itu , generasi pertama harus percaya 100% terhadap generasi penerusnya . Terus masalah tanggung jawab , generasi pertama juga dapat memberikan pelatihan kepemimpinan kepada generasi penerus agar generasi pertama dapat memberikan tanggung jawab penuh terhadap generasi penerus dan juga memantapkan kinerja generasi penerus supaya kualitas perusahaan tersebut lebih meningkat .

      Saya ingin bertanya , berdasarkan apakah generasi pertama tidak dapat mempercayai generasi kedua dalam penurunan tanggung jawab penuh terhadap perusahaan yang ia kelola ? Jelaskan dengan pendapat yang logis .

      thanks

      BalasHapus
    68. Stefanus, itu pertanyaan minggu lalu. Pertanyaan minggu ini sudah tentang mana yang paling sulit dan mana yang paling mudah untuk diatasi. Mohon yang lain juga perhatikan.

      BalasHapus
    69. Menurut saya dari 12 masalah yang terkait diatas , yang mudah diselesaikan adalah poin ke 3,karena kalau masalah pertanggungjawaban itu mungkin dapat ditekankan dengan cara lebih terbuka,lebih share satu sama lainnya,lebih tegas lagi seperti diterapkan adanya peraturan-peraturan yang berlaku dalam bisnis keluarga tersebut . Hal tersebut mungkin mudah untuk diatasi . Dengan adanya hal tersebut juga mempermudah atau memperlancar jalannya komunikasi satu dengan lainnya sehingga yang sebelumnya tidak bertanggung jawab bisa lebih bertanggung jawab.

      Dan yang cukup sulit diatasi menurut saya adalah nomer 12.karena untuk melakukan suatu transisi tidaklah mudah,butuh waktu yang cukup lama agar dapat beradaptasi dengan baik.Dan dilihat dari beberapa hal yang sering dirasa sulit memang pada tahp ini,dimana seseorang yang ada dalam proses ini kebanyakan tidak percaya diri sehingga masih bimbang untuk menjalankan keputusan saat proses transisi ini. perlu kesiapan mental dan siap bertanggung jawab penuh pula saat melaksanakannya.

      BalasHapus
    70. Menurut saya yang paling mudah diatasi adalah point nomer 4 yaitu mengabaikan kesalahpahaman antar saudara,
      karena masalah saudara termasuk masalah internal dalam menjalankan bisnis keluarga dan termasuk masalah yang mudah diatasi. masalha ini juga bisa cepat diselesaikan dengan menghadirkan orang tua sebagai penengah permasalahan yang dihadapi. Dan juga masalah ini tidak akan dibuat berlarut-larut karena bisa menjatuhkan bisnis kelurga tersebut. Maka dari itu masalh antar saudara lebih mudah dan lebih cepat diselesaikan dengan cara kekeluargaan dan musyawarahantar anggota keluarga.

      Menurut saya yang paling sulit diatasi adalah point 12, karena masa transisi membutuhkan waktu lama sedangkan untuk memulainya membutuhkan proses yang lama untuk adaptasi dalam menyiapkan materi bisnis yang akan dijalankan berikutnya oleh generasi selanjutnya. efefek buruknya yaitu bisa berakibat fatal bagi bisnis yang akan di jalankan ini.

      BalasHapus
    71. 3103008221. kapita selekta.
      saya mencoba menjawab pertanyaan aditya.
      ada beberapa alasan mengapa generasi pertama tidak memberi kekuasaan penuh tntg pengelolaan usaha kpd generasi kedua.. ada beberapa alasan, menurut saya mungkin salah satunya adalah generasi kedua tidak begitu mempercayai pengelolaan perusahaan kepada generasi kedua karena kurangnya penguasaan medan terhadap bisnis yang dikelola. maka dari itu, generasi pertama tidak memberikan tanggung jwb penuh kepada generasi kedua sebelum ia benar2 menguasai bidang tersebut (bid: manajemen,kepemimpinan,dsb).

      BalasHapus
    72. Saya menanggapi yohanes....
      Mengapa masalah keluarga paling mudah? Justru masalah keluarga adalah masalah yang paling susah... Karena bagaimana klo justru saudara kita sendiri yang nakal apa kita mw menjalankan jalur hukum? Justru permasalahan keluarga paling sulit... Klo masalah sama org luarmasalah cpt selesai tidak seperti saudara... Masalah berkelanjutan terus...

      BalasHapus
    73. Menurut saya, masalah nomer 4 yang paling mudah diatasi karena permasalahan tersebut dapat diselesaikan dalam internal keluarga dengan pendekatan keluarga yang lebih baik dan bijaksana serta adil dalam pembagian tugas sehingga tidak timbul kesenjangan antar saudara

      masalah nomer 7 yang paling sulit diatasi karena memberikan motivasi tidak mudah apalagi orang tersebut bukanlah keluarga dan harus mengetahui kebutuhan orang itu sehingga dorongan dari perusahaan tepat pada sasaran. faktor sulit lainnya adalah usia karena semakin lama seseorang bekerja dalam perusahaan pasti akan mengalami kejenuhan.

      BalasHapus
    74. Saya menanggapi pendapat rani , kalau seperti yang anda katakan , saya setuju . Karena dalam dunia bisnis , kita juga harus berhati - hati terhadap pemberian tanggung jawab besar kepada penerusnya . Karena apabila generasi pertama langsung percaya begitu saja , kemungkinan besar perusahaan akan tidak berjalan sesuai dengan apa yang generasi sebelumnya inginkan agar bisnis tersebut sukses besar . Setidaknya sebelum kita (sebagai genersasi pertama ) memberikan tanggung jawab kepada penerus generasi kita , sebaiknya kita berikan pelatihan supaya lebih mantap dan generasi penerus mampu mengetahui job descriptionnya di perusahaan tersebut .

      Saya ingin bertanya , ada masalah seperti ini " kepentingan seluruh keluarga mungkin tidak seimbang dengan kepentingan bisnis mereka " . bagaimanakah cara anda mengatasi masalah terkait ?
      Terima Kasih .

      BalasHapus
    75. Menurut saya, masalah yang paling sulit sekaligus paling mudah untuk diatasi adalah poin nomer 4 yaitu mengabaikan kesalahpahaman antar saudara. Masalah ini bisa menjadi mudah apabila setiap anggota keluarga memahami satu sama lain dan searah dengan tujuan perusahaan sehingga bisa menjadikan perbedaan menjadi motivasi untuk maju.

      Masalah ini juga bisa menjadi susah disaat setiap anggota keluarga tidak memahami satu sama lain dan memiliki tujuan diluar tujuan perusahaan yang nantinya dapat membawa perusahaan menuju kehancuran bila tidak ditangani dengan tepat.

      BalasHapus
    76. Saya menanggapi pendapat henry adiputra , Saya setuju dengan pendapat anda . Karena seringkali terjadi salah paham antar saudara mengenai pemberian tanggung jawab dan pasti menimbulkan hati dendam . Oleh karena itu , cara mengatasinya adalah memberikan pekerjaan yang pantas untuk antar saudara tersebut agar dapat menyelesaikan perselisihan tersebut dan juga seharusnya antar saudara harus saling memahami satu sama lain .

      BalasHapus
    77. menurut saya,
      dari ke 12 penyebab di atas
      yang lebih sulit untuk diatasi ialah penyebab no 5 yaitu Tidak Membentuk suatu tim manager, karena menurut saya dalam melakukan suatu bisnis apalagi bisnis keluarga haruslah membentuk suatu tim manager yang tepat untuk kesejahteraan perusahaan, mengapa saya bilang penyebab ini yang lebih sulit, karena untuk membentuk suatu tim manager tidaklah mudah disebabkan ketidakcocok an anggota tim yang dibutuhkan dan sangatlah sulit untuk menemukan anggota yang tepat dalam tim apalagi dalam bisnis keluarga.
      Dan yang lebih mudah menurut saya adalah penyebab ke 4 yaitu Mengabaikan kesalahpahaman antar saudara.
      mengapa saya bilang penyebab ke 4 adalah penyebab yang paling mudah untuk diatasi, karena dalam suatu organisasi haruslah ada salah seorang atau lebih yang dapat menjadi penengah atau pengamat apabila terjadi kesalahan dari anggota organisasi. Hal ini harus diperhatikan dan haruslah ada seorang yang menjadi pengamat dan penengah dalam suatu organisasi.

      BalasHapus
    78. menanggapi henry dan aditya, jika dalam 1 perusahaan contoh saja rokok, anak pertama bertugas untuk memproduksi, anak kedua bertugas untuk mengolah tembakau, dan anak ketiga bertugas untuk pemasaran. jika salah satu anak mengalami masalah otomatis produk akan tidak maksimal dalam pemsaran. apakah masalah seperti ini kesalahan dari tanggung jawab masing2?? dan apakah dengan mengabaikan kesalahpahaman antar saudara semua bisa menjadi baik kembali??
      terima kasih

      BalasHapus
    79. Menurut saya, dari 12 masalah di atas yang mudah diatasi adalah point ke-6 "Tidak menggunakan manajer sementara ketika dibutuhkan". Masalah ini gampang untuk diselesaikan, yaitu dengan menggunakan cara menggunakan manajer tetap, meskipun nantinya pekerjaan yang harus ditanggung lebih banyak.

      Dan untuk masalah yang susah untuk diatasi adalah point ke-2 dan ke-3, karena dengan tidak mengikutkan generasi kedua dalam perencanaan strategis dan tidak memberikan tanggung jawab yang lebih besar, maka dampak yang ditimbulkan besar. Dan jika tetap dijadikan sebagai penerus bisnis keluarga, maka bisnis keluarga tersebut akan mengalami kebangkrutan, karena penerusnya tidak mengerti bagaimana strategi2 yang digunakan oleh pendahulunya dan pasti akan bingung dalam menghadapi dunia bisnis, karena dia hanya diberikan hal2 yang kecil saja dalam perusahaan, sedangkan dalam dunia bisnis, dapat dikatakan bahwa semuanya merupakan hal yang besar.

      BalasHapus
    80. Dari 12 kesalahan terkait suksesi dalam bisnis keluarga, yang lebih mudah diatasi adalah
      Poin no.3 “Tidak Memberi tanggung jawab lebih besar kepada Generasi II ”
      Banyak generasi I yang masih kurang percaya dengan kemampuan generasi II sehingga generasi I memberikan pekerjaan yang hanya terkait dengan teknis bukan pekerjaan yang berkaitan dengan kemampuan manajerial . Hal ini menimbulkan banyak generasi I hanya mengerti tentang bisnis dari perspektif pekerja bukan dari perspektif manajemen.
      Bisnis keluarga tersebut padahal akan dilanjutkan oleh generasi II, harusnya generasi I mulai melatih generasi II yang terkait dengan prosedur manajermen, keinginan pelanggan dan pemasok, hubungan dgn karyawan serta bagaimana bisnis itu menghasilkan uang. Selain itu generasi I juga sudah mulai memberikan kepercayaan dengan memberikan pekerjaan yang terkait dengan kemampuan manajerial. Sehingga generasi II akan mulai terbiasa dalam memimpin, mengelola, maupun memberi keputusan dalam perusahaan.
      Hal ini menjadi yang termudah untuk diatasi, karena generasi I bisa memberikan kepercayaan kepada generasi II dalam menangani hal-hal yang berkaitan dengan kemampuan manajerial. Selain itu, generasi I dan generasi II bisa saling berbicara dalam menangani masalah-maslaah yang ada di perusahaan sehingga generasi II bisa belajar dari generasi I dalam menegelola perusahaan.

      Dari 12 kesalahan terkait suksesi dalam bisnis keluarga, yang lebih sulit untuk diatasi adalah
      Poin no.1 “Mengabaikan Perencanaan Suksesi”
      Perencanaan suksesi itu penting karena jika tidak ada perencanaan suksesi akan menyebabkan perusahaan tersebut mengalami kerugian, melemah, bahkan bangkrut. Perusahaan bisa melemah atau mengalami kerugian itu dikarenakan pengganti pemimpin perusahaan tersebut tidak siap. Tidak siap disini itu maksudnya tidak siap dalam memimpin dan mengelola perusahaan.
      Dalam memimpin dan mengelola perusahaan diperlukan kesiapan yang tinggi, bukan karena untuk menghindari konflik dengan orang tua. Memimpin perusahaan adalah hal yang memang cukup sulit. Agar mampu memimpin diperlukan latihan dan pengalaman. Untuk memimpin, diperlukan jauh lebih banyak persiapan agar nanti ke depannya perusahaan tersebut bisa berjalan dengan baik
      Hal ini menjadi yang tersulit untuk diatasi, karena jika seseorang sudah terlanjur memimpin dalam perusahaan tersebut tanpa ada persiapan yang mendalam akan menyebabkan perusahaan tersebut mengalami kerugian, melemah, bahkan bangkrut.

      BalasHapus
    81. tanggapan saya terhadap pertanyaan diskusi diatas adalah :

      menurut saya hal yang paling mudah diatasi adalah "Tidak Membentuk suatu tim manager" karena dalam meningkatkan dan mengembangkan gaya manajemen atau keterampilan yang mereka miliki dapat dilakukan dengan melalui proses pembelajaran, praktek atau pelatihan dan pengalaman asalkan ada kemauan dan usaha yang dimiliki sebab dalam meningkatkan keterampilan lebih mudah dilakukan daripada memperbaiki kepribadiaan seseorang yang sudah melekat sejak kecil.


      hal yang paling sulit untuk diatasi adalah "Tidak Melibatkan Generasi Kedua dalam Perencanaan Strategis" karena tanpa melibatkan generasi kedua dalam perencenaan starategis akan menjadi sulit untuk diatasi sebab mereka hanya ditunjukan bagaimana bisnis itu berjalan tetapi nilainya tidak mereka ketahui sehingga saat mereka akan menjabat atau mengambil alih perusahaan itu, saat ada konflik mereka akan susah untuk mengatasinya dan hanya melihat dari sudut kepentingan dirinya sendiri dan mengabaikan nilai yang diciptakan oleh keluarganya..

      BalasHapus
    82. Menurut saya yang paling menentukan kegagalan suksesi adalah yang nomor pertama yaitu "Mengabaikan perencanaan suksesi" Dimana pentingnya sebuah perencanaan dalam sebuah dunia bisnis, baik itu bisnis keluarga maupun bisnis-bisnis yang lain. Karena tanpa adanya perencanaan, kita tidak akan tahu kemana arah dari sebuah bisnis itu. Dengan adanya perencanaan suksesi maka kita dapat menentukan rencana dan strategi apa yang akan di gunakan perusahaan untuk mencapi target sasarnya..

      Menurut saya yang bisa dilakukan pemilik bisnis untuk mengtasi masalah tersebut adalah, dengan membuat tim Manajer/ membentuk Family Council, dimana FC merupaka salah satu kelomok dari anggota keluarga yang bertanggung jawab mengadakan pertemuan secara rutin untuk mendiskusikan arah perusahaan dan menangani persoalan2 kunci/vital

      BalasHapus
    83. menanggapi pertanyaan anindita,itu kan kalau menrut saya
      karena saya ngambil dari pengalaman teman saya sendiri yang menjalankan mengalami bisnis keluarga bersama saudaranya sendiri,dia bisa mengambil sikap yang mengalah satu sama lain dan dibantu sama mediator orang tua tentunya dengan segera untuk mendapatkan solusi.
      apalagi kesalahpahaman antar keluarga bisa di atasi dengan rembukan bersama semua keluarga besar yang menjalankan bisnis keluarga tersbut.
      Thanks

      BalasHapus
    84. saya ingin menanggapi komentar dari saudara Steven Quentin, menurut saya "tidak mengikutkan generasi kedua dalam perencanaan strategis" bukan merupakan hal yang sulit untuk diatasi,karena hal ini sekaligus merupakan tugas bagi generasi kedua untuk bisa mengajarkan mengenai hasil rencana strategis yang akan dilakukan oleh generasi kedua.

      sedangkan mengenai "tidak memberikan tanggung jawab yang lebih besar kepada generasi kedua", menurut saya hal ini cukup wajar,karena nantinya generasi kedua pun akan menjadi penerus dari generasi pertama, tentunya seiring berjalannya waktu generasi ke II akan mampu mengamati,belajar dan mengembangkan dirinya dalam mempersiapkan tugas yang lebih besar yang nantinya akan di emban.

      BalasHapus
    85. Yang paling mudah diatasi yaitu point ke 4 yaitu point k 8 karena masalah keluarga bisa kita selesaikan dengan mengadakan rapat keluraga besar untuk bisa menemukan solusi yang tepat dalam menyelesaikan masalah tersebut.


      menurut saya masalah yang mudah di atasi dalam menjalankan bisnis keluarga adalah point ke 3 Tidak Memberi tanggung jawab lebih besar kepada Generasi II
      alasanya karena generasi I yang masih kurang percaya dengan kemampuan generasi II sehingga generasi I memberikan pekerjaan yang hanya terkait dengan teknis bukan pekerjaan yang berkaitan dengan kemampuan manajerial . Hal ini menimbulkan banyak generasi I hanya mengerti tentang bisnis dari perspektif pekerja bukan dari perspektif manajemen. dan juga generasi kedua kurang diberi kesempatan juga mengenai teknis pekerjaan yang kurang mantap. serta kurang mendapat pelatihan dari kecil mengenai pekerjaan yang akan dilanjutkan dari generasi I

      BalasHapus
    86. menggapi pertanyaan dari saudari laurensia tentang "jika salah satu anak mengalami masalah otomatis produk akan tidak maksimal dalam pemsaran. apakah masalah seperti ini kesalahan dari tanggung jawab masing2?? dan apakah dengan mengabaikan kesalahpahaman antar saudara semua bisa menjadi baik kembali??"

      menurut saya kesalahpahaman merupakan hal gampang2 susah untuk diatasi sebab kadang jika masalah kesalahpahaman apalagi dalam soal menyangkut uang dan harta tentunya jika tidak diselesaikan dengan baik dan bijak akan menimbulkan efek yang besar pula.

      jika ada masalah yang terjadi apabila salah satu anak tsb mempunyai masalah dengan anggota kelurganya atau saudaranya apalagi mereka bekerjasama di perusahaan milik kelurga tentunya akan menghambat pekerjaan dan kinerja mereka karena pasti masalah perusahaan akan ikut terbawa kecuali mereka memang profesional dlm pekerjaannya tdk menyangkutkan masalah keluarga dgn perusahaan tp jika masalah tsb masalah perusahaan dan tdk ada yg mau mengalah maka akan mempersulit keadaan sehingga masalah ini merupakan tanggung jwb mereka masing2 sebab bukan pada siapa yg salah atau pun benar tetapi bagaimana sikap mereka yg seharusnya dlm mengatasi sebuah masalah apalagi jika mereka tinggal dalam rumah yang sama atau satu keluarga.

      jika kesalahpahaman diabaikan mungkin keadaannya akan balik seperti semula tetapi saat ada masalah lagI biasanya masalah yang kemarin atau dulu2 mereka akan ungkiT atau bahas lagi sehingga lebih baik jika masalahnya dapat diselesaikan supaya menghindari terjadinya hal2 yang tdk diinginkan.

      BalasHapus
    87. Saya memperbaiki pernyataan saya yang sebelumnya.
      Menurut saya hal yang paling mudah untuk diatasi dari 12 masalah diatas adalah terletak pada no 3, yaitu dengan tidak memberikan tanggung jawab yang besar kepada generai ke 2. Menurt saya, hal-hal atau masalah-masalah seperti dapat kita atasi dengan cara memberikan motivasi-motivasi yang banyak kepada orang itu, kemudian mungkin kita bisa lebih menekan dengan cara-carqa yang lebih tegas lagi, yaitu dengan memberlakukan aturan-aturan yang dalam bisnis keluarga tersebut.

      menurut saya poin no.4 lebih sulit karena mengabaikan kesalahpahaman antar saudara.
      dengan mengabaikan poin no.4 dalam FB bisa saja menuju pada kehancuran bisnis.
      karena yang memimpin orang yang malas dan tak memiliki manejerial yang baik.Sedang anak yang berpotensi yang
      memiliki kerja keras dan memiliki manejerial yang baik diabaikan,
      tentu saja jika terus dipertahankan dengan mengabaikan
      kesalahpahaman ini tak ada kemajuan yang berarti di FB.
      Untuk bisa mengatasi situasi sepeti ini cara yang menurut saya baik para pemimipin dalam FB,
      Harus tetap memiliki konsistensi dalam Bisnis dengan menggunakan anak atau saudara yang memiliki
      potensi kerja keras yang stabi dan manejerial yang sesuai dengan bidangnya tentu kemajuan FB
      akan sangat terasa semakin hari semakin berkembang.

      BalasHapus
    88. Menurut pendapat saya pribadi,permasalahan yang paling mudah diselesaikan adalah point nomer 4,karena kesalahpahaman antar saudara dapat dirundingkan dalam keluarga. Dalam mengatasi konflik yang ada, diperlukan komunikasi yang sehat. Komunikasi sehat mencakup beberapa unsur seperti keterbukaan, kedewasaan dalam masing masing individunya.Jangan sekali-sekali bersikap tidak adil dalam menghadapi konflik. Jangan menyalahkan pihak yang benar atau sebaliknya, membenarkan pihak yang salah. Hal itu hanya akan memperparah keadaan. Konflik yang diselesaikan akan membuat sebuah keluarga lebih sehat,
      karena masing-masing pihak memahami, menerima, dan terbuka satu dengan lainnya.

      Hal yang paling sulit diselesaikan adalah point nomer 7 yaitu Gagal memotivasi manajer yang bukan berasal dari anggota keluarga. karena hal ini menyebabkan kerugian besar dalam perusahaan. Biasanya hal ini disebabkan oleh gagalnya memberikan pendidikan dan pengarahan kepada manajer

      BalasHapus
    89. Saya ingin menjawab pertanyaan laurensia velen , menurut saya itu tergantung dari anaknya , dia bisa memasarkan dengan baik atau tidak , dan apabila dengan adanya pelatihan dan teguran mungkin membuat anak tersebut mengerti bagaimana cara memasarkan yang baik dan benar sesuai dengan harapan generasi pertama , sehingga hal tersebut bisa menjadi kesalahan apabila tidak segera diperbaiki . Saya rasa dengan mengabaikan kesalahpahaman mungkin dapat menghentikan perselisihan mereka dan setidaknya salah satu dari mereka mau mengalah .

      Saya ingin menanggapi pendapat ervinda , Saya setuju dengan pendapat anda . Apabila suatu masalah tidak segera diselesaikan , kemungkinan bisa menimbulkan efek yang besar baik terhadap diri kita maupun terhadap perusahaan tersebut . Mengapa demikian ? Karena masalah - masalah yang menumpuk akan berpengaruh terhadap kualitas perusahaan yang dikelolanya itu , mungkin saja perusahaan tersebut mengalami penurunan kinerja atau kualitasnya menurun .

      Saya ingin menanggapi juga pendapat steven mengenai masalah yang sulit diselesaikan , apa yang anda lakukan apabila dalam perusahaan tersebut mengalami masalah seperti yang anda katakan ? Apakah berpengaruh terhadap kualitas dan kinerja perusahaan ?
      Thanks

      BalasHapus
    90. ada yang bisa membantu saya
      bagaimanakah jika masalah keluarga tidak dapat di selesaikan secara kekeluargaan? dan berdiskusi?
      misalkan masalah berebut warisan sehingga kinerja sebuah organisasi bisa berantakan....
      kedua saudara tidak maw mengalah satu sama lain?

      BalasHapus
    91. Menurut saya yang paling sulit diatasi poin 1 "mengabaikan perencanaan suksesi". Karena jika dari awalnya kesanggupan tidak disertai kesiapan tentu tidak akan menghasilkan kinerja yang baik. Kesiapan seseorang sangat dibutuhkan dalam menangani berbagai kondisi. Sehingga untuk mengatasinya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk beradaptasi.

      Untuk kondisi yang mudah diatasi poin 5 " tidak membentuk tim manager". Dalam pembentukan tim manager ini untuk lebih mengembangkan gaya manajemen masing2. Maka untuk hal seperti ini dapat dilakukan kapanpun, baik saat mulai terjun dalam usaha, pengembangan usaha dan penerus. Karena pada dasarnya setiap orang pasti memiliki gaya manajemen yang berbeda-beda, hanya saja bagaimana menyatukannya dalam kerja tim.

      BalasHapus
    92. saya akan menjawab pertanyaan dari saudari aditya. anda katakan mengapa demikian??

      karena menurut saya saat kesalahpahaman terjadi diantara kelurga terutama antar saudara dan tidak ada penyelesaian yg baik diantaranya maka akan mulai muncul dan jika tidak ada penyelesaiannya maka akan berkembang rasa kebencian, ketidaksukaan dan iri terhadap anggota keluarganya sehingga semakin lama saat terjadi konflik lagi dan tidak ada penyelesaiannya maka perasaan tersebut akan mulai mempengaruhi pikiran, tindakan dan perilaku sehingga hal2 negativ dapat terjadi.. seperti kasus2 yg kita lihat sering terjadi baik antar keluarga.

      BalasHapus
    93. Saya ingin menanggapi pendapat Santi , mengapa poin ke 5 menurut anda sulit ? Seperti apakah contoh yang serupa dengan poin 5 yang merupakan masalah yang sulit diselesaikan bagi anda ? Dan apakah yang anda lakukan suatu saat apabila dalam perusahaan orang tua yang anda jalankan terjadi masalah poin yang ke 5 ?

      untuk Anindita , Saya ingin mencoba menyelesaikan persoalan yang anda ingin selesaikan . Menurut saya , masalah apapun dalam keluarga , seharusnya diselesaikan dengan cara musyawarah atau dilakukan rapat keluarga untuk menyelesaikan semua masalah yang dihadapinya . Terkadang butuh waktu lama untuk menyelesaikannya , tergantung dari tingkat kesulitan masalah yang dihadapi . untuk masalah antara saudara yang satu dengan lainnya tidak mau mengalah , saya rasa kita ( sebagai generasi pertama ) perlu menegaskan bahwa sesama saudara harus mengalah , tidak ada perselisihan , apabila perselisihan terus terjadi bagaimana dengan perusahaan yang memiliki owner yang seperti itu , pasti mengalami penurunan baik dari kualitas kinerja maupun kualitas produk yang diproduksi perusahaan tersebut .

      BalasHapus
    94. Saya ingin menambahkan pendapat saya , untuk ervinda , apakah anda mempunyai solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut ? Jelaskan menurut logika anda .
      Thanks

      BalasHapus
    95. menanggapi saudara aditya.menurut saya penjelasan saudari ervinda cukup logis,karena apabila suatu masalah sepeleh tidak segera di selesaikan maka masalah tersebut maka akan dengan cepatnya berkembang dan menjadi rumit.karena di dalam bisnis biasa pun teman antar kantor pun bisa saling menjatuhkan padahal sebelumnya tidak ada masalah hanya cuma karena keirian hati.apalagi kebanyakan orang-orang menambah2i omongan yg seharusnya pertamanya tidak ada.jadi menurut saya solusi yg tepat untuk menyelesaikan maslah tersebut bisa dengan saling jujur dan terbuka satu sama lain dan apabila ada suatu masalah haruslah diselesaikan secara cepat dengan cara rapat keluarga yg dilakukan sebulan sekali/seminggu sekali.dan menurut saya masalah no 4 sgt mudah diatasi selama tidak ada miss communication satu sama lain

      BalasHapus
    96. menurut saya solusi yang dpt dilakukan utk pertama kalinya adalah komunikasi. komunikasi merupakan kunci utama dalam mencegah dan menyelesaikan sebuah kesalahpahaman yg dikarenakan dapat terjadi krn tdk adanya terjalin komunikasi dan adanya sikap yg mau bertindak dgn sendirinya.

      tetapi jika komunikasi sulit utk dilakukan maka dapat di lakukan dgn adanya pihak ketiga atau penengah. dalam hal ini orang tua juga dapat menjadi penengahnya.

      paling terpenting harus ada kesadaran dan evaluasi dari masing2 pihak yg berselisih,krn akan percuma saja solusi yg diberikan jika tdk ada kesadaran dari dalam dirinya. sehingga kembali lagi pada diri setiap orang tsb.

      BalasHapus
    97. Saya ingin menanggapi pendapat ervinda dan valencia , saya setuju sekali dengan adanya komunikasi , kita bisa saling memahami satu sama lain dan dapat menyelesaikan masalah sesulit apapun yang dihadapinya . Memang kesadaran juga penting dalam menyelesaikan suatu masalah , semua masalah tidak dapat diselesaikan tanpa adanya kesadaran dalam diri kita masing - masing , dan percuma saja kalau ada solusi tetapi tak ada yang sadar . terima kasih sudah menjawab pertanyaan saya .

      BalasHapus
    98. Menurut pendapat saya dari artikel di atas yang mudah diatasi adalah point ke 6 yaitu tidak menggunakan manajer sementara ketika dibutuhkan, karena perusahaan keluarga tersebut bisa menggunakan anggota keluarga untuk menjadi manajer sementara. Hal ini berguna sebagai latihan untuk mengetahui seluk-beluk perusahaan dan sebagai adaptasi. Sesuai dengan pernyataan artikel, jika nanti manajer sementara tersebut akan digantikan oleh anggota keluarga maka akan berdampak kepada kinerja manajer sementara tersebut seperti patah semangat, tersisihkan karena telah digantikan oleh anggota keluraga yang berada di posisi yang lebih tinggi.

      Sedangkan yang sulit diatasi adalah point ke 3 & 12 yaitu tidak memberi tanggung jawab yang lebih besar kepada generasi II & tidak menyediakan waktu yang cukup untuk proses transisi, karena dalam bisinis keluarga seharusnya keluarga dapat memberikan kepercayaan yang lebih kepada generasi selanjutnya untuk mengelola perusahaan, mungkin karena perusahaan sudah sukses/berhasil makanya generasi pertama masih kurang percaya bahwa apakah generasi selanjutnya bisa melanjutkan. Seperti pepatah “ Generasi I perintis perusahaan, Genarasi II penghancur perusahaan, Generasi III perbaiki perusahaan”. Solusinya dapat berupa kepercayaan satu sama lain dan komunikasi yang baik. Sedangkan point ke 12, karena generasi selajutnya harus bisa menghandle perusahaan secepat mungkin padahal dengan kondisi yang baru saja ia peroleh, ia harus membutuhkan waktu trasnsisi yang cukup lama untuk mengetahui seluk-beluk perusahaan itu. Solusi dapat berupa komunikasi dengan anggota keluarga yang telah handal dan kepada manajer.

      BalasHapus
    99. Menurut saya yang paling sulit diatasi dari 12 poin itu adalah poin nomer 1 yaitu mengabaikan perencanaan suksesi. Karena pelaksanaan suksesi paling menentukan kesuksesan dan berjalannya suatu perusahaan yang baik dengan adanya perencanan suksesi perusahaan dapat menentukan rencana kedepannya agar dapat berjalan dengan baik, dan pemimpin perusahaan jug harus benar2 menyanggupi karena siap dan memiliki kemampuan dalam mengelola perusahaan tersebut karena jika pengelola perusahaan tersebut menerima perusahaan hanya karena ingin menghindari konflik dengan orang tuanya bukan karena kesiapan maka tidak dapat menghasilkan suatu perusahaan yang sukses dan tdk dapat memiliki kinerja yang maksimal dalam bekerja

      Yang paling mudah diatasi dari ke 12 poin diatas yaitu point ke 4 yaitu Mengabaikan kesalahpahaman antar saudara karena masalah keluarga bisa kita selesaikan dengan mengadakan pertemuan antar anggota keluarga apa kah yang akan diputuskan dan mencari solusi nya bersama sama dengan tidak hanya menomor satukan anak laki2 akan tetapi melihat kemampuan, kinerja dan kerja keras dalam memajukan dan mengembangkan perusahaan.

      BalasHapus
    100. menanggapi pertanyaan aditya.. Poin k5 menurut saya adalah poin yang mudah untuk diatasi. Karena tidak membentuk tim manager bukan berarti tidak memiliki kemampuan yang baik bukan. Hanya saja pengembangan yang dilakukkan. Sehingga pengembangan dapat dilakukan kapanpun.
      Yang harus dilakukan tentu berawal dari diri sendiri bgaimana kita mengembangkan kemampuan manajemen kita.

      BalasHapus
    101. Menurut saya poin yang sulit di atasi adalah poin yang menyangkut tentang keluarga perusahaan dan pokok2 dari perusahaan yang terdapat pada poin 1,2,3,4,5,8,9,10,11,12. Karena pada point2 tersebut mencakup inti permasalahan pokok yang sedang dihadapi perusahaan. Sedangkan poin 6 & 7 cukup mudah penyelesaiannya karena tidak berkaitan langsung dengan inti permasalahan dan dapat diprioritaskan untuk diselesaikan setelah permasalahan inti tersebut dapat teratasi. Terima kasih.

      BalasHapus
    102. menanggapi pertanyaan dari anindita “bagaimanakah jika masalah keluarga tidak dapat di selesaikan secara kekeluargaan dan berdiskusi? misalkan masalah berebut warisan sehingga kinerja sebuah organisasi bisa berantakan kedua saudara tidak mau mengalah satu sama lain”

      menurut saya yg dpt dilakukan jika terjadi masalah yang demikian adalah menunggu waktu yg tepat saat keadaanya sudah agak membaik dan tdk dalam keadaan emosi dan marah. saat itulah maka dibicarakan empat mata dengan masing2 pihak entah melalui ibu atau ayahnya secara baik – baik. tetapi jika memang masih tetap tidak ada yg mau mengalah maka mungkin dapat dilakukan dengan cara diantara mereka diberikan suatu tantangan atau pekerjaan untuk memimpin atau memajemen suatu tim di perusahaan tsb dan siapa yg paling berhasil dan mampu maka ia berhak mendapatkan warisan tsb.
      atau mungkin juga dapat dilakukan dengan membagi warisan tsb secara adil kepada keduanya. misalnya kepemilikan saham dibagi secara merata. tetapi biasanya perusahaan akan diberikan kpd seseorang yg memang dilihat oleh orang tuanya mampu dan mau menjalankan bisnis tsb. dan tiap anak pasti memiliki hobi atau cita2 yg berbeda yg akan ia terus kembangkan.

      BalasHapus
    103. menurut saya yang pling berpengaruh adalah nomer 8.seperti yg telah di jelaskan pada nomer 8. kurang melakukan pertemuan antar keluarga.sehingga perusahaan keluarga menjadi amburadul, meskipun tidak secara langsung.tp pasti akan menurun.membiarkan segala permasalahan yang ada karena kurangnya pertemuan antar keluarga dlm perusahaan.sehingga dapat menyebabkan kegagalan dalam perusaahaan keluarga tersebut.
      sedangkan solusi yg harus di berikan untuk mengatasinya adalah dengan cara melakukan pembahaasan antar keluarga yang terlibat dalam perusahaan.dan membicarakan apa saja yang terjadi dalam perusaahaan.apakah ada masalah dalam perusahaan apakah yg harus di lakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut.pada intinya keluarga yg terlibat dalam perusahaan harus lebih sering mendiskusikan persoalan persoalan yang ada dalam perusahaan sehingga dapat dicari keputusan yang terbaik.sehingga perusahaan akan maju terus karena segala permasalahan sudah di pikirkan oleh pihak keluarga

      BalasHapus
    104. terima kasih atas tanggapan dari dipriyani, tetapi menurut saya itu sulit untuk diatasi, karena jika "tidak mengikutkan generasi kedua dalam perencanaan strategis" sudah terlanjur terjadi, maka tidak menutup kemungkinan generasi kedua dapat melakukan perencanaan strategi yang tidak sesuai dengan perencanaan strategis yang dilakukan oleh bisnis keluarga. Dan "tidak memberikan tanggung jawab yang lebih besar kepada generasi kedua" jika sudah terjadi maka akan membuat 2 kemungkinan, yaitu orang itu malas karena hal itu tidak dapat diselesaikan, dan ada juga yang bertanya2 kepada pendahulunya.

      Menanggapi pertanyaan dari aditya.
      "apa yang anda lakukan apabila dalam perusahaan tersebut mengalami masalah seperti yang anda katakan ?"
      * jika hal tersebut sudah terjadi, maka solusi yang tepat menurut saya adalah generasi sebelumnya mendampinginya dalam hal perencanaan dan menuntaskan hal2 besar dalam perusahaan.

      "Apakah berpengaruh terhadap kualitas dan kinerja perusahaan ?"
      *menurut saya masalah tersebut berpengaruh terhadap kualitas dan kinerja perusahaan. Karena generasi kedua adalah calon pemimpin dan pemimpin adalah panutan dari bawahannya, jika pemimpin tidak mengetahui rencana strategis perusahaan sendiri dan tidak dapat menyelesaikan hal2 yang besar, tidak menutup kemungkinan karywan malas2an untuk bekerja, sehingga kinerja perusahaan menurun, dan jika kinerja perusahaan menurun, maka kualitas dari perusahaan itu juga akan menurun.

      BalasHapus
    105. Saya setuju dengan pendapat saudara Dicky yang intinya mengedepankan komunikasi dengan pihak keluarga, komunikasi merupakan hal yang sangat penting dalam bisnis keluarga tanpa adanya komunikasi tentu saja akan menimbulkan kesalapahaman yang ada, kesalahpahaman itu sendiri dapat menimbulkan hal-hal negatif seperti perebutan kekuasaan, dll.

      BalasHapus
    106. >> Menurut saya poin yang mudah untuk di atasi dari kedua belas poin adalah poin ke 4:
      4. Mengabaikan kesalahpahaman antar saudara
      • Yang perempuan yang kerja keras, tapi yang dipilih jadi pengganti adalah anak laki2 yang dimanja
      • Anak yang satu diminta untuk mengembangkan kemampuan manajerial, tapi anak yang lain yang jadi pemimpin
      Mengapa saya mengambil poin ini karena masalah salah paham dengan saudara bisa diselesaikan dengan bermusyawarah dengan cara kekeluargaan tanpa harus menjadi musuh antar saudara sendiri. Dan tidak ada orang sukses tanpa bantuan orang lain(saudara), apalagi dalam bidang usaha. Membangun hubungan dan relasi dengan setiap orang merupakan salah satu pintu memperoleh kesuksesan. Kalimat bijak mengatakan Satu Musuh Sudah terlalu Banyak, Seribu Kawan belumlah cukup. Maka kembangkan terus hubungan yg hrmonis dengan siapa pun tidak hanya dengan saudara saja.
      >> Sedangkan menurut saya poin yang susah untuk di atasi adalah poin 1 yaitu :
      1. Mengabaikan Perencanaan Suksesi
      • Kurangnya perencanaan suksesi merupakan kontributor utama kegagalan FB
      • Sering terjadi anak pemilik menyanggupi untuk mengelola bisnis lebih bukan karena siap tapi lebih untuk menghindari konflik dengan orang tua
      Karena perencanaan dalam suatu usaha berguna untuk mematangkan sasaran dan tujuan perusahaan yang telah ditetapkan. Perencanaan meliputi jenis produk, jumlah produk, jumlah karyawan, modal yang dibutuhkan, cara dan daerah pemasaran produk. Dan Manusia dianugerahi cipta, rasa dan karsa yang membuat manusia selalu berfikir dan produktif untuk menciptakan suatu karya yang dapat berguna bagi orang lain atau konsumen didukung dengan sikap wirausahawan tidak mudah putus asa, pantang menyerah, berani mengambil resiko dan komitmen yang kuat usaha yang dijalankan akan berhasil.

      BalasHapus
    107. dari 12 kegagalan menurut saya penyebab utamanya adalah, tidak terbentuknya Family Council (FC). mengingat ini adalah bisnis keluarga maka seharusnya FC di dirikan sejak awal bisnis tersebut dijalankan. seiring berjalannya waktu jumlah anggota keluarga pastinya bertambah, hal ini di karenakan FC itu sebagai wadah untuk semua anggota eluarga yang bertanggng jawab terhadap bisnis tersebut untuk merundingkan masalah dan menemukan solusi atas masalah yang terjadi dalam perusahaan saat salah satu anggota keluarga diberi tanggung jawab untuk memimpin perusahaan tersebut. contohnya saat ini banyak keluarga besar yang selalu ingin anak - anaknya atau keluarganya untuk meneruskan bisnis keluarga dari generasi sebelumnya. dengan adanya FC tentunya semua anggota keluarga yang andil dapat mengoptimalkan kinerja dan memberikan masukan serta pemecaha masalah di perusahaan tersebut sehingga tidak akan ada kesenjangan sosial atau ketegangan - ketegangan lain antara anggota keluarga satu dengan anggota keluarga yang lain. serta dapat meminimalisir adanya pihak - pihak lain diluar keluarga atau keluarga lain yang tidak di beri tanggung jawab atau wewenang untuk mengelola perusahaan sehingga seenaknya saja ikut campur mengatur perusahaan.

      BalasHapus
    108. menurut saya poin ke 11 yg mudah di selesaikan. isi poin ke 11.Tidak mengkoordinasikan transfer kepemilikan dengan transfer manajemen

      karena meskipun perusahaan keluarga tetapi pemikiran setiap orang itu pasti bisa berubah dengan melihat keadaan fakta perusahaan tersebut terdapat kekurangan apa saja selama ini.
      dengan melakukan perubahan secara bertahap maka dapat memperbaiki koordinasi transfer kepemilikan dengan transfer manajemen.karena perubahan tersebut dapat terlaksana dengan baik ketika komunikasi dalam keluarga tersebut terjalin dengan baik.karena suatu koordinasi yg baik tercipta dari komunikasi yg baik

      BalasHapus
    109. menurut saya dari ke12 point tersebut yang paling mudah diatasi adalah point ke4 karena kesalahpahaman diantara keluarga lebih mudah diperbaiki ketimbang dengan orang lain. Didalam organisasi keluargapun diperlukan juga seseorang sebagai penengah/pemecah masalah agar masalah tersebut terselesaikan.

      menurut saya dari ke12 point tersebut yang paling susah diatasi adalah point ke5, mengapa ?
      karena untuk memulai bisnis usaha diperlukan bentuk tim manager atau kerjasama dalam membagi apa yang diperlukan untuk memulai bisnis tersebut. Untuk membentuk tim ini tidaklah mudah karena biasanya ada ketidakcocokan sifat orang satu dengan lainnya maka dari itu perlu berkomunikasi lebih dekat agar kekompakan yang diperlukan dalam membentuk bisnis bisa tercapai dan nantinya akan puas dengan hasil yang mereka buat.

      BalasHapus
    110. saya menanggapi pendapat dari ervinda yang mengatakan bahwa komunikasi adalah kunci penting untuk menyelesaikan sebuah kesalahpahaman dengan adanya konunikasi antar kluarga akan lebih mudah mengatasi kesalahpahaman dalam keluarga. untuk mengatasi pertanyaan dari ervinda dengan permisalan memberikan tantangan itu dapat dilakukan tetapi tetap harus ada pengamatan dari pihak keluarga seperti yang di katakan bahwa stiap anak punya hibi dan cita2 yang berbeda sehingga dengan pengamatan dari keluarga tersebut bisa cukupmembantu untuk menentukan kepada siapa usaha/bisnis tersebut diturunkan. dan tentunya hal ini membutuhkan waktu yang bisa dikatakan cukupa lama sehingga menurut saya memang perlu adanya cadangan pemimpin dari pihak keluarga lainnya yang mungkin bukan dari keturunan garis lurus sehingga dalam penggunaan cadangan tersebut akan lebih membantu untuk tetap bs menghandel perusahaan dengan baik.

      BalasHapus
    111. Menanggapi jawaban devi, justru mengkoordinasikan transfer kepemilikan dengan transfer manjemen malah lebih sulit, karena tidak semudah itu dan tidak hanya dengan komunikasi antar keluarga dapat berjalan sesuai rencana namun dibutuhkan waktu yang lama dan sama-sama bertanggung jawab atas apa yang dilakukan. Kalau menurut saya,yang mudah hanya poin ke empat yaitu mengabaikan kesalahpahaman antar saudara. karena masalah ini dapat diselesaikan dengan komunikasi yang baik, benar apa kata seramarcelia tidak ada orang sukses tanpa bantuan orang lain,dengan adanya orang lain kita dapat belajar pengalaman dan menambah relasi untuk saling membantu dalam segala hal.

      BalasHapus
    112. menurut saya yang paling mudah diatasi adalah Gagal memotivasi manajer yang bukan berasal dari anggota keluarga.
      kenapa demikian? mampu memotivasi manajer adalah kemampuan dasar seorang pemimpin, mau tidak mau dia harus bisa memotivasi manajernya sendiri. walaupun terjadi perpindahan pemimpin, dia bisa meminta saran kepada pemimpin lama toh ini juga dalam konteks usaha keluarga.

      BalasHapus
    113. Saya ingin menanggapi pendapat santi , Saya setuju dengan pendapat anda , saya rasa semuanya berasal dari diri kita masing - masing . Kita mampu atau tidak itu semua dari kerja keras dan kemauan kita dalam mengelola bisnis yang kita jgalani saat ini . Menurut anda , dari Family Business ini dengan bisnis yang lainnya yang ada di dunia ini baik milik pemerintah maupun milik swasta , Manakah yang menurut anda paling efektif dalam sistem penurunan / pergantian generasi seperti yang dilakukan oleh bisnis keluarga ?

      Saya masih bingung dengan pendapat william cakra , Maksud dari gagal memotivasi manajer yang bukan dari anggota keluarga itu seperti apa ?

      Thanks

      BalasHapus
    114. saya ingin membantu menjawab adit yg bingung tentang pen dapat william cakra. mungkin yang di maksud gagal memotivasi manajer yang bukan dari anggota keluarga itu seperti apa ? adalah seroang yang tidak bisa mengubah dirinya, tetapi dia tetap saja dan tidak bisa menetima saran yang di berikan dan pada akhirny keluarga yang dulunya ingin memberikan motivasi yang baik untuk maju menjadi gagal karena tidak adanya perubahan.

      BalasHapus
    115. Menurut pendapat saya saya, yang sangat paling menentukan kegagalan suksesi kepemimpinan dalam Bisnis Keluarga adalah di poin nomer 4 " Mengabaikan kesalahpahaman antar saudara".
      Yang pertama "Yang perempuan yang kerja keras, tapi yang dipilih jadi pengganti adalah anak laki2 yang dimanja"
      Yang perempuan yang bekerja keras tetapi anak laki-laki yang dimanja dijadikan penggantinya.
      Hal ini akan sangat membuat yang perempuan menjadi sedih dan kecewa, oleh karena yang perempuan sudah bekerja keras untuk kemajuan perusahaan.
      selain itu yang perempuan juga bisa tidak mau bekerja di bisnis keluarga tersebut dan bekerja di tempat lain.
      Hal ini juga akan berdampak pada kinerja perusahaan, produktivitas perusahaan akan menurun. Dan lambat laun perusahaan tersebut bisa mengalami kebangkrutan karena tidak dikelola dengan baik.
      dan yang ke 2 "Anak yang satu diminta untuk mengembangkan kemampuan manajerial, tapi anak yang lain yang jadi pemimpin".
      jika anak perempuan disuruh mengembangkan kemampuan manajerial, tetapi anak laki-laki yang tidak mempunyai kemampuan manajerial disuruh menjadi pemimpin.
      Hal ini akan membuat anak perempuan menjadi kecewa dan sedih karena apa yang ia lakukan sia-sia. SElain itu hal ini juga akan berdampak pada bisnis keluarga sendiri, kinerja perusahaan akan menurun karena yang mengelola dan yang memimpin tidak mempunyai kemampuan manajerial.

      Yang bisa dilakukan pemilik bisnis dalam perspektif Manajemen Sumber Daya Manusia untuk mencegah atau mengatasi penyebab kesalahan tersebut adalah
      pemilik harus mengetahui kemampuan setiap anggota keluarga yang mau dijadikan penggantinya.
      Memilih karena seseorang tersebut memang mempunyai kemampuan manajerial bukan karena anak kesayangan atau anak laki-laki.
      Pemimpin itu laki-laki atau perempuan, itu tidak penting. dan Yang penting, laki" atau perempuan mempunyai kemampuan manajerial dalam memimpin dan mengelola suatu perusahaan perusahaan tersebut. Karena pemimpin perusahaan sangat menentukan kesuksesan perusahaan kedepannya.

      BalasHapus
    116. Menurut saya yangpaling sulit adalah poin 1 yaitu Mengabaikan perencanaan suksesi karena anak hanya menyanggupi tetapi tidak siap hanya karena menyenangkan orang tua,jadi seharusnya anak menyiapkan tidak hanya menyanggupu saja.

      Yang paling sulit menurut saya adalah poin 5 yaitu tidak membentuk tim manager karena sulit untuk membentuk suatu tim karena setiap manager mempunyai cara untuk memanage masing",jadi tidak mudah untuk menyatukannya.

      BalasHapus
    117. Menurut saya, dari 12 kesalahan terkait suksesi dalam bisnis keluarga, yang lebih mudah diatasi
      yaitu "Tidak Membentuk suatu tim manager" karena jika dalam sebuah keluarga tidak membentuk manager dalam membuat bisnis keluarga mungkin akibatnya akan berantakan,, tetapi hal itu akan mudah di atasi yaitu dengan segera membentuk manager/pemimpin dalam perusahan rumah tangga tersebut dan tidak perlu waktu lama menurut saya untuk membentuk manager/pemimpin di perusahaannya sendiri di karenakan pemiliknya 1 keluarga/family..

      dan yang lebih sulit untuk diatasi jika kesalahan itu sudah terlanjur dibuat yaitu nomer 2 (Tidak Melibatkan Generasi Kedua dalam Perencanaan Strategis)karena jika sebuah perusaahan sudah berjalan dan tidak melibatkan generasi ke2 maka perusahaan tersebut tidak akan berkembang , dikarenakan tidak adanya penerus dan jika sang pemilik telah tidak mampu menjalankan perusaahan tersebut maka perusahaan tersebut secara tidak langsung akan tutup atau tidak jalan..

      BalasHapus
    118. Saya setuju dengan pendapat Shanti. “Poin k5 menurut saya adalah poin yang mudah untuk diatasi. Karena tidak membentuk tim manager bukan berarti tidak memiliki kemampuan yang baik bukan. Hanya saja pengembangan yang dilakukkan. Sehingga pengembangan dapat dilakukan kapanpun. Yang harus dilakukan tentu berawal dari diri sendiri bgaimana kita mengembangkan kemampuan manajemen kita.”

      Seorang pemimpin harus mempunyai kemampuan manajerial. Itu adalah hal yang sangat penting. Dengan kemampuan tersebut, pemimpin dapat menjalankan dan mengelola perusahaan dengan baik. Setelah itu pemimpin tersebut dalam perkembangan nya dapat membentuk tim manajer. Fungsinya tim manajer disini adalah membantu si pemimpin dalam mengatur dan mengelola perusahaan. Selain itu bisa membantu si pemimpin dalam menentukan keputusan yang diambil.

      BalasHapus
    119. pendapat saya :
      3. Tidak Memberi tanggung jawab lebih besar kepada Generasi II

      terkadang kegagalan dalam bisnis keluarga ada pada generasi ke II disebabkan kurangnya kesadaran untuk lebih bertanggung jawab melaksanakan tugasnya dan juga pada generasi ke 2 biasanya kepercayaan relasi pekerjaan kurang yakin terhadap kinerjanya....

      jawaban pertanyaan ke 2:
      namun pendapat saya ada beberapa cara diluar kontext ini dapat membuat generasi ke2 dapat dipercaya dalam bussines family ini yaitu :

      1. carilah pengalaman sebanyak mungkin dalam bidang business family yg anda tangani

      2.Generasi ke II juga harus paham mengenai visi dan misi dari usaha tersebut

      3. bersikap baik pada relasi kerja pada generasi pertama supaya pada saat generasi ke 2 berjalan untk menjalankan bussines ini sudah lancar..

      BalasHapus
    120. menurut saya yang paling mudah untuk diatasi adalah masalsah nomor 4 yaitu mengabaikan kesalahpahaman antar saudara..
      hal ini dapat diatasi dengan cara setiap anggota keluarga harus bersikap profesional.. dengan begitu, setiap anggota keluarga akan mengesampingkan urusan pribadi dan memfokuskan kepada kepentingan perusahaan.. dengan begitu perusahaan akan terus berjalan sesuai dengan tujuan...

      yang paling diatasi adalah yang nomor 2 yaitu tidak melibatkan generasi ke 2 dalam perencanaan strategis..
      ketika hal itu sudah terlanjur dilakukan,, akn berakibat fatal.. generasi ke 2 tidak akan matang dalam menjalankan bisnis tersebut ketika generasi pertama sudah lengser..
      akan banyak masalah-masalah yang timbul dalam generasi ke 2 dalam menjalankan bisnis tersebut..
      jadi sebisa mungkin, sebelum generasi pertama lengser,, dalam pemerintahannya generasi ke 2 harus dilibatkan dalam perencanaan strategis bisnis tersebut..

      BalasHapus
    121. menurut saya yang lebih sulit diatasi adalah poin ke2 yaitu tidak melibatkan generasi kedua dalam perencanaan strategis, karena menurut saya perencanaan strategis dalam organisasi/perusahaan adalah dasar dalam pengoperasian perusahaan tersebut, bila hal ini tidak segera di atasi akan mengganggu jalannya operasional perusahaan tersebut di kemudian hari.....
      yang lebih mudah di atasi menurut saya adalah poin ke3 yaitu kurang memberi tanggung jawab pada generasi kedua, kurangnya kepercayaan pada generasi selanjutnya mengakibatkan kurangnya tanggung jawab yang di berikan, bila ini terjadi generasi selanjutnya dan berkelanjutan generasi selanjutnya ini akan kurang bisa dalam penentuan keputusan. maka dari itu sejak dini generasi selanjutnya perlu di berikan tanggung jawab lebih sehingga di kemudian hari mereka sudah tebiasa dalam tanggung jawab dan penentuan keputusan....

      BalasHapus
    122. saya ingin menanggapai pertanyaan aditya tentang Manakah yang menurut anda paling efektif dalam sistem penurunan / pergantian generasi seperti yang dilakukan oleh bisnis keluarga ?

      menurut saya yang paling efektif adalah cara nomor 2.. karena menurut saya point nomor 2 itu adalah yang paling krusial..
      dengan mengikutsertakan generasi ke 2 dalam perencanaan strategis, maka bisnis akan dapat terus berjalan meskipun mungkin generasi pertama sudah tidak ikut andil dalam pemerintahan...
      selain itu dengan melibatkan generasi ke 2 dalam perencanaan strategis, maka generasi ke 2 akan mengetahui lebih banyak mengenai bisnis tersebut,, dengan begitu ia akan tahu pula mengenai prinsip-prinsip dalam bisnis tersebut misalkan mengenai bagaimana keinginan pelanggan dan pemasok, hubungan dgn karyawan serta bagaimana bisnis itu menghasilkan uang...
      dengan berpegang pada prinsip-prinsip tersebut,, saya rasa bisnis kelaurag ini aan dapat terus berjalan...

      BalasHapus
    123. Saya ingin menanggapi pendapat henry , saya setuju dengan pendapat anda mengenai keterlibatan generasi kedua dalam bisnis keluarga sebelum generasi pertama pensiun , generasi kedua perlu dilibatkan agar generasi kedua tidak kaget terhadap masalah - masalah yang pernah terjadi pada saat generasi pertama memimpin . Saya ingin bertanya pada henry , bagaimanakah cara anda untuk mencegah masalah poin ke dua agar tidak berakibat fatal dalam bisnis anda ? Jelaskan .
      Untuk sherly , berikan tips - tips anda agar masalah - masalah yang mudah dan yang sulit anda selesaikan dapat diatasi dengan mudah ?
      Thanks

      BalasHapus
    124. Menanggapi pertanyaan dari Aditya mengenai masalah gagal memotivasi manajer yang bukan merupakan anggota keluarga. mungkin orang yang bukan merupakan anggota keluarga lebih sulit berkerja secara maksimal dalam sebuah perusahaan keluarga, hal ini bisa terjadi bila manajer tersebut beranggapan buat apa bekerja secara maksimal bila bukan perusahaan keluarga miliknya.. Namun hal ini bisa di atasi dengan cara membentuk loyalitas dengan manajer tersebut, sehingga manajer tersebut merasa bahwa meskipun perusahaan itu bukan perusahaan milik keluarganya, manajer itu merasa perusahaan keluarga itu adalah bagian miliknya...

      BalasHapus
    125. Saya ingin menanggapi pendapat Sherly , bagaimanakah cara anda membentuk loyalitas terhadap manager . meskipun bukan perusahaan keluarga ? Jelaskan .
      Thanks

      BalasHapus
    126. menanggapi pertanyaan dari aditnya kepada saya.
      gagal memotivasi manajer yang bukan dari keluarga sendiri itu diawali dari tidak adanya keinginan yang tinggi untuk memajukan perusahaan anda karena kurang loyalitas, kanapa kurang loyalitas karena merasa percuma usaha naik pangkat karena bagian yang tinggi saya asumsikan karena ini usaha keluarga sudah diambil anggota keluarga pemilik.
      hal ini dapat ditanggulangi dengan cara kita harus membangun rasa memiiki dan dibutuhkan oleh perusahaan maka itu akan membuat mereka lebih termotivasi

      BalasHapus
    127. Pak Materi untuk tanggal 10 November 2011 belum diposkan jadi bagaimana pak ?.

      BalasHapus