SELAMAT DATANG

Blog ini dibuat terutama sebagai sarana diskusi para mahasiswa. Terima kasih atas pengertiannya.....
Postingan tentang BAHASA TOMBULU telah disatukan pada blog: bahasatombulu.blogspot.com
Tugas wawancara pebisnis dipostingkan pada blog: kuraberbisnis.blogspot.com

Selasa, 09 Agustus 2011

MSDM Strategik: Linking Strategi Bisnis dan Fungsi SDM

MSDM Strategik: Linking Strategi Bisnis dan Fungsi SDM (bahan diskusi:I)


1.      Latar Belakang
Fungsi SDM masih dilihat terpisah dengan strategi bisnis suatu perusahaan. Salah satu penyebabnya adalah keraguan akan sumbangan SDM terhadap perwujudan strategi suatu perusahaan. MSDM strategik mencoba menghubungkan kedua fungsi tersebut untuk menunjukkan sekaligus mengoptimalkan peran SDM dalam implementasi strategi perusahaan.
Beberapa perusahaan yang telah menyadari adanya keterkaitan antara strategi bisnis dan fungsi SDM, masih mengalami kesulitan untuk sungguh-sungguh mengintegrasikannya. Kesulitan proses integrasi itu karena:
a.       Integrasi menghasilkan suatu range yang terlalu luas untuk pemecahan bagi permasalahan perusahaan yang membutuhkan pemecahan yang kompleks.
b.      Integrasi harus menjamin bahwa sumber daya manusia, keuangan, dan teknologi telah diberi perhatian dalam menyusun (setting) tujuan dan penilaian implementasi kapabilitas.
c.       Melalui integrasi, perusahaan  harus secara eksplisit memperhatikan individu-individu yang menjadi anggotanya dan dapat mengimplementasikan kebijakannya.
d.      Pengaruh timbal balik dalam integrasi SDM dan konsern strategik dibatasi oleh tindakan menomorduakan dalam penilaian strategik terhadap preferensi SDM dan penolakan terhadap SDM sebagai suatu sumber vital dari kompetensi organisasional dan keunggulan kompetitif.

2.      Permasalahan
Permasalahan pokok dalam artikel-artikel itu adalah bagaimana menghubungkan fungsi SDM dengan strategi bisnis. Permasalahan pokok tersebut oleh para penulis artikel disoroti dari sudut pandang yang berbeda-beda. Buller menjadikan praktek beberapa perusahaan sebagai titik tolak, Lengnick-Hall C.A & Lengnick-Hall M.L (1998) menyoroti dari teori-teori yang sudah ada, dan Pfeffer menyorotinya dari sudut pandang praktek-praktek manajemen sumber daya manusia. Sedangkan Sculler & Jackson (1987) lebih tertarik untuk melihatnya dari sudut manfaat pengelolaan  sumber daya manusia secara efektif.
3.      Pembahasan
Buller mencoba menjelaskan bagaimana menghubungkan secara lebih erat  SDM dengan fungsi-fungsi perencanaan strategik serta faktor-faktor apakah yang dapat membantu perkembangan integrasi pada 8 perusahaan berkinerja tinggi. Selain itu, Ia juga menunjukkan tingkatan integrasi yang dikelompokkannya dalam 4 tingkatan, yaitu:
a.       Administrative linkage
b.      One-Way linkage
c.       Two-Way linkage
d.      Integrative linkage
Administrative linkage merupakan tingkatan yang paling rendah sedangkan tingkatan yang paling tinggi adalah integrative linkage.
Demikian juga halnya dengan Lengnick-Hall C.A & Lengnick-Hall M.L (1998) telah mencoba melakukan review atas berbagai literatur sehingga akhirnya menemukan 4 karakteristik  umum model SDM yang menjadi penyebab sulitnya mengintegrasikan SDM dengan pilihan strategik perusahaan, yaitu:
a.       Model-model MSDM strategik lebih menekankan pada implementasi daripada perumusan strategi.
b.      Model tradisional terfokus pada menghubungkan orang pada strategi, dan bukan menghubungkan strategi pada orang.
c.       Banyak model terlalu bergantung pada organisasi atau siklus hidup produk sebagai katalisator tunggal dan tak dapat dikendalikan.
d.      Banyak model MSDM strategik menekankan kesesuaian atau keserasian/ persamaan dan tidak mengenali kebutuhan akan kurangnya kesesuaian selama transisi organisasi dan ketika organisasi  memiliki tujuan yang beragam dan saling bertentangan.
Untuk mengatasi kesulitan tersebut di atas, Lengnick-Hall C.A & Lengnick-Hall M.L (1998) menawarkan suatu tipology yang didasarkan pada suatu matriks yang disebut Growth readiness matriks. Matriks itu terdiri dari 4 kuadran (development, ekspansion, productivity, Redirection) yang memungkinkan untuk merumuskan strategi-strategi berbeda dalam setiap kuadran.
Sedangkan Pfefer (1995) melihat bahwa tenaga kerja sebagai suatu sumber keunggulan strategis sehingga mereka tidak boleh hanya dilihat sebagai kos yang harus diminimasi atau dihindari. Oleh karena itu dia menawarkan untuk menghasilkan  keunggulan kompetitif yang sustainable melalui manajemen orang yang efektif.
Akhirnya,  Schuler & Jackson (1987) berusaha memadukan strategi-strategi kompetitif dengan praktek-praktek manajemen sumber daya manusia. Menurut mereka, usaha tersebut sangat mungkin untuk berhasil karena dalam strategi kompetitif peranan perilaku sangat penting. Praktek MSDM yang dapat digunakan untuk menghubungkan strategi kompetitif dapat dipilih dari planning, staffing, appraising, compensating, training & development.

4.      Tanggapan
Setelah mencermati apa yang dikemukakan oleh para penulis dalam artikel mereka maka dapat ditarik beberapa poin yang dapat menjadi semacam syarat agar strategi bisnis dan fungsi SDM dapat dihubungkan.. Poin-poin itu adalah sebagai berikut:
a.       Individu harus dilihat sebagai salah satu yang berperan penting dalam mengimplementasikan strategi perusahaan.
b.      Individu harus diterima sebagai suatu sumber vital dari kompetensi organisasional dan keunggulan kompetitif.
c.       SDM sangat perlu untuk dikembangkan dan dikelola secara efektif agar dapat menambah keunggulan kompetitif organisasi.
d.      Strategi hendaknya diformulasikan dengan memperhatikan SDM yang ada sehingga tidak terjadi kesulitan dalam mengimplementasikannya.
Apabila kondisi-kondisi seperti di atas dapat diusahakan dan diwujudkan maka penghubungan (linking) strategi bisnis dan fungsi SDM dapat diwujudkan pula. Hal itulah yang menjadi target dari MSDM strategik yang pada akhirnya akan memberi nilai tambah bagi organisasi/perusahaan yang memilikinya.


=o0o=

Acuan

Buller, P. F. Successful partnerships: HR and strategic planning at eight top firms. Organizational Dynamics, 27-43.
Lengnick-Hall, C. A., & Lengnick-Hall, M. L. 1988. Strategic human resources management: A review of the literature and a proposed typology. Academy of Management Review, 13 (3): 454-470.
Pfeffer, J. 1995. Producing sustainable competitive advantage through the effective management of people. Academy of Management  of Executive. 19 (1): 55-72.
Schuller, R.S., & Jacson, S.E. 1987. Linking competitive strategies with human resource management practices. Academy of Management of Executive. 1 (3): 207-219.

32 komentar:

  1. Menurut Saya , selain dari poin - poin yang saya ambil mengenai kesulitan proses integritas . Saya ingin menambahkan bahwa kesulitan terhadap hubungan pekerja dengan perusahaan yang sering kali bila dihubungkan suatu peristiwa seperti mogok kerja ...
    Hal ini dapat membuat strategi bisnis yang dijalani oleh perusahaan tersebut hancur atau tidak dapat berjalan lagi sesuai keinginan atau target ( Goal ) dari perusahaan tersebut . Saya sarankan untuk menjaga hubungan antara pekerja dengan perusahaan yang terlibat dengan cara menaikan gaji mereka sehingga membuat kinerja mereka meningkat dan dapat mencapai goal yang kita inginkan .

    Pak julius , saya ingin bertanya one - way linkage dengan two - way linkage bedanya apa ? terus dalam suatu perusahaan itu manakah yang paling sering dipakai dalam Memanage sumber daya manusia ?

    BalasHapus
  2. Saya Aditya NRP 3103010059 ingin berpendapat bahwa poin - poin dalam kesulitan integritas bukan hanya antar sesama pekerja saja , melainkan antara pekerja dengan perusahaan tersebut . Seperti dalam dunia kerja di kehidupan masyarakat . banyak pekerja yang melakukan mogok kerja . oleh karena itu , kesulitan integritas itu juga terdapat pada relasi antara pekerja dengan perusahaan tersebut .
    Hal ini dapat mempengaruhi strategi bisnis yang mereka jalani .

    Pak Julius , saya ingin bertanya . Apakah dalam suatu perusahaan yang berkinerja tinggi pernah mengalami suatu kesulitan integritas tingkat One-way Linkage atau selebihnya ? seperti apakah contohnya ?
    Lalu saya ingin bertanya lagi , apa yang dimaksud dengan model MSDM strategik pada artikel diatas ?

    BalasHapus
  3. saya stefanus NRP 3103010143 menurut saya apabila adanya kerjasama yang baik antara pekerja dan perusahaannya mungkin kesulitan integrasi tersebut dapat di atasi kesulitan tersebut juga bukan hanya terjadi karena pekerjanya saja melainkan apakah perusahaan di tempat kerjanya memberikan yang di butuhkan oleh karyawannya karena jika tidak adanya kerja sama yang baik pasti kesulitan integrasi sering terjadi di perusahaan tersebut

    BalasHapus
  4. Aditya, mungkin lebih baik pertanyaannya diajukan ke teman-teman kelas karena tujuan blog ini untuk diskusi sebelum pembahasan di kelas. Komentar saya waktu pembahasan di kelas nanti. Terima kasih karena sudah mengawali berkomentar.

    BalasHapus
  5. Bagaimana pendapat teman-teman terkait tanggapan aditya??

    BalasHapus
  6. hallo :) malam. saya william kevin wijaya (3103010234) untuk aditya, menurut pendapat anda diatas saya setuju dengan kesulitan integritas dimana kita melihat di negara kita indonesia yang SDM masih kurangnya kemauan untuk maju. jadi saran tambahan untuk perusahaan yang ada SDM perlu untuk dikembangkan dan dikelola secara efektif agar dapat menambah keunggulan kompetitif. dan dalam linking bisnis dapat menjalankan fungsi dengan maksimal. thanks, GBu~

    BalasHapus
  7. malam, saya susanty laij 3103010269 menurut saya salah satu faktor yang menentukan berhasil atau tidaknya strategi suatu perusahaan juga dipengaruhi oleh SDM karena perusahaan tanpa SDM tidak dapat berjalan / beroperasi dengan baik, selain itu strategi juga diambil atau diputuskan oleh salah satu SDM yaitu CEO dengan pertimbangan SDM lainnya yaitu para manager lainnya.Untuk mendapatkan strategi perusahaan yang baik tentu saja diperlukan adanya pelatihan khusu/ pengarahan-pengarahan khusu yang dimana jika strategi tersebut berjalan dengan baik maka tujuan dari perusahaan itu akan tercapai.

    BalasHapus
  8. Malam semuanya.. Saya Beatrix Benita (3103010050), menurut pendapat saya apa yang disebutkan oleh Aditya sudah termasuk dalam poin-poin diatas. Saya setuju dengan poin-poin yang dijelaskan di artikel tersebut. Setiap individu yang bekerja di dalam perusahaan itu sangat penting dalam membangun dan memajukan suatu perusahaan. Oleh karena itu strategi perusahaan harus juga di formulasikan dengan memperhatikan setiap individu dalam perusahaan sehingga setiap strategi perusahaan dapat dijalankan dengan baik. Thanks. GBU.

    BalasHapus
  9. untuk beatrix dan william : saya ingin bertanya , apa di setiap perusahaan pernah mengalami kesulitan integrasi ? dalam bentuk apa misalnya ? bisa diberikan suatu contoh yang konkrit ? Soalnya di dunia ini , saya rasa ada yang perusahaan yang kurang relasinya dengan para pekerjanya sehingga mengakibatkan strategi bisnisnya hancur mungkin karena para pekerjanya mulai menurun kinerjanya dan mereka mogok kerja karena gaji yang tidak memungkinkan mereka untuk hidup .

    BalasHapus
  10. Pagi saya ervinda 3103010261...
    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari aditya tentang” Apakah dalam suatu perusahaan yang berkinerja tinggi pernah mengalami suatu kesulitan integritas tingkat One-way Linkage atau selebihnya?”
    Menurut saya suatu perusahaan dapat dikatakan berkinerja dengan tinggi apabila bukan saja berhasil dalam kinerja keuangan saja tetapi juga berhasil dalam berbagai elemen lain dalam perusahaan tersebut seperti menstabulasikan keterampilan dan memotivasi karyawannya dll.
    Sedangkan jika dilihat dari tingkat One-Way linkage hingga sampai ke tingkat yang tertinggi yaitu Integrative linkage sudah mulai terjalin hubungan antara strategi organisasi dan SDM hingga hubungan yang sangat dinamis dan interaktif.
    Jadi menurut saya dapat dikatakan bahwa suatu perusahaan yang berkinerja tinggi pernah mengalami kesulitan baik di tingkat One-way Linkage atau selebihnya karena jika ditinjau dari sejarah perjalanannya pencapaian suatu tujuan keberhasilan organisasi mengalami evolusi dimulai dari kerkaitannya secara Administrative linkage hingga ke Integrative linkage dan hal ini mebutuhkan suatu proses selain itu juga saat ditingkat One-way Linkage atau selebihnya banyak berbagai faktor yang mempengaruhi tuntutan atas ketiga integrasi tersebut salah satu adalah adanya perubahan terhadap tuntutan keahlian tenaga kerja, kekurangan keahlian yang tajam dll..

    BalasHapus
  11. untuk aditya, menurut saya ya pernah.. ya misalnya budaya la, yang berbedaantar karyawan yang di perusahaan A dan B. contoh ya perusahaan dimana memikirkan lebih memajukan bisnis dan lupa atau tidak peduli akan SDM di perusahaannya, dan pada akhirnya disitulah karyawan akan melakukan hal yang bisa tidak diinginkan. makan perusahaan akan mendapatkan kesulitan dan bisnisnya pun akan mendapat masalah, saran seharusnya untuk perusahaan yang linking strategi bisnis yang ingin berkembang harus juga peduli dan mengelola fungsi SDM dengan baik, mungkin tu yang bisa saya jawab :) GBu

    BalasHapus
  12. Saya Santi 3103010241. Saya menanggapi pertanyaan Aditya. Menurut saya, perusahaan pasti pernah mengalami kesulitan tersebut. Ada beberapa faktor yang mungkin menjadi pertimbangan dari perusahaan untuk menentukan faktor utama perusahaan untuk pengembangan bisnis'nya atau meningkatkan kualitas SDM'nya. Perusahaan pasti akan memilih mana yang terbaik, meski di lain pihak akan ada yang dikorbankan. Karena kedua faktor tersebut yang dapat meningkatkan kualitas perusahaan. Tapi untuk menjalankan kedua'nya bagi perusahaan yang baru berkembang akan sedikit sulit untuk dijangkau. Sehingga perusahaan akan tetap memilih, kondisi mana yang lebih mengoptimalkan. Ini pendapat menurut saya.. Thx. Gbu ^.^

    BalasHapus
  13. Saya Santi 3103010241. Saya menanggapi pertanyaan Aditya. Menurut saya, perusahaan pasti pernah mengalami kesulitan tersebut. Ada beberapa faktor yang mungkin menjadi pertimbangan dari perusahaan untuk menentukan faktor utama perusahaan untuk pengembangan bisnis'nya atau meningkatkan kualitas SDM'nya. Perusahaan pasti akan memilih mana yang terbaik, meski di lain pihak akan ada yang dikorbankan. Karena kedua faktor tersebut yang dapat meningkatkan kualitas perusahaan. Tapi untuk menjalankan kedua'nya bagi perusahaan yang baru berkembang akan sedikit sulit untuk dijangkau. Sehingga perusahaan akan tetap memilih, kondisi mana yang lebih mengoptimalkan. Ini pendapat menurut saya.. Thx. Gbu ^.^

    BalasHapus
  14. saya ervinda 3103010261...
    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari aditya tentang” Apakah dalam suatu perusahaan yang berkinerja tinggi pernah mengalami suatu kesulitan integritas tingkat One-way Linkage atau selebihnya?”
    Menurut saya suatu perusahaan dapat dikatakan berkinerja dengan tinggi apabila bukan saja berhasil dalam kinerja keuangan saja tetapi juga berhasil dalam berbagai elemen lain dalam perusahaan tersebut seperti menstabulasikan keterampilan dan memotivasi karyawannya dll.
    Sedangkan jika dilihat dari tingkat One-Way linkage hingga sampai ke tingkat yang tertinggi yaitu Integrative linkage sudah mulai terjalin hubungan antara strategi organisasi dan SDM hingga hubungan yang sangat dinamis dan interaktif.
    Jadi menurut saya dapat dikatakan bahwa suatu perusahaan yang berkinerja tinggi pernah mengalami kesulitan baik di tingkat One-way Linkage atau selebihnya karena jika ditinjau dari sejarah perjalanannya pencapaian suatu tujuan keberhasilan organisasi mengalami evolusi dimulai dari kerkaitannya secara Administrative linkage hingga ke Integrative linkage dan hal ini mebutuhkan suatu proses selain itu juga saat ditingkat One-way Linkage atau selebihnya banyak berbagai faktor yang mempengaruhi tuntutan atas ketiga integrasi tersebut salah satu adalah adanya perubahan terhadap tuntutan keahlian tenaga kerja, kekurangan keahlian yang tajam dll..

    BalasHapus
  15. Saya Pieter Budiono NRP 3103010308... Menurut pendapat teman-teman di atas saya sudah setuju, namun ada yang perlu ditambahkan ialah bahwa untuk memulai mengelola SDM tersebut selain dimulai dari antar kerjasama karyawan, suatu perusahaan harus memiliki suatu pemimpin yang pintar dan mampu untuk mengatur SDM perusahaannya.. Mungkin untuk saat ini hanya ini yang bisa saya tambahkan. terima kasih...

    BalasHapus
  16. saya Dicky Santoso... menurut pendapat saya untuk Pieter kurang sedikit setuju, karena menurut saya segala sesuatu untuk meningkatkan suatu SDM perusahaan itu harus dimiliki oleh pekerja (kesadaran pribadi) terlebih dahulu sebelum pemimipin yang tanggap untuk mengatur semua itu. terima kasih

    BalasHapus
  17. Menurut saya terhadap artikel diatas bahwa suatu perusahaan dikatakan berhasil jika ia tidak saja berhasil dalam kinerja keuangan tetapi juga berbagai elemen lain dalam perusahaan sehingga perusahan perlu mempertahan bahkan meningkatkan tingkat integrasi hingga menjadi suatu hubungan yang dinamis dan berkembng.. Thx katakan berhasil jika ia tidak saja berhasil dalam kinerja keuangan tetapi juga berbagai elemen lain dalam perusahaan sehingga perusahan perlu mempertahan bahkan meningkatkan tingkat integrasi hingga menjadi suatu hubungan yang dinamis dan berkembng.. Thx

    BalasHapus
  18. menurut saya terhadap artikel diatas yaitu bahwa SDM merupakan salah satu sumber keunggulan kompetitif yang penting bagi perusahaan karena SDM adalah pelaksana setiap kegiatan dalam perusahaan. Mengingat pentingnya SDM dalam perusahaan, perlu adanya intergrasi fungsi-fungsi SDM dalam strategi bisnis perusahaan. Sehingga perlu usaha-usaha untuk mengintegrasikan fungsi-fungsi SDM dalam strategi bisnis perusahaan. Agar melalui usaha integrasi tersebut diharapkan tercapai efektivitas fungsi SDM dalam melakukan fungsinya, memberikan nilai tambah bagi organisasi, memperbaiki kinerja perusahaan, dan meningkatkan fleksibilitas organisasi untuk mampu beradaptasi dengan perubahan dan perkembangan lingkungan bisnis sehingga perusahaan mampu memenangkan persaingan bisnis dalam lingkungan bisnis yang makin kompetitif.

    BalasHapus
  19. menurut saya, perusahaan yang memiliki kinerja yang baek tersebut bukan saja dari faktor internal aja, melainkan bagaimana perusahaan tersebut dapat mengenal(beradaptasi) dan melakukan joint atau partner kerja dengan perusahaan lain. Nah dari situ,nantinya perusahaan akan semakin mengetahui bagaimana bekerja dengan perusahaan laen tanpa mementingkan perusahaan miliknya sendiri dan tanpa adanya persaingan bisnis(mana yang lebih baek atau mana yang lebih diunggulkan).

    BalasHapus
  20. untuk lydia , apakah yang dimaksud dengan joint pada commentmu ? dan faktor internal itu seperti apa dalam hubungan kerjasama antar perusahaan untuk mencapai suatu strategi bisnis yang kamu inginkan ...

    untuk ervinda , menurut kamu bagaimana caranya kamu mengatasi kesulitan - kesulitan integritas seperti pada poin - poin diatas ? apabila kamu adalah seorang manager dari Perusahaan X , langkah - langkah apa yang kamu pakai untuk mencapai suatu strategi yang ideal dalam bisnis ?

    BalasHapus
  21. untuk william kevin , bagaimana cara mengatasi suatu masalah yang seperti pada kesulitan integritas poin pertama ? menurut kamu , strategi bisnis yang ideal itu seperti apa ? tolong jelaskan ..
    thank you

    BalasHapus
  22. untuk lydia , apa yang dimaksud joint dari commentmu ? memang betul adanya kerjasama antar perusahaan , tetapi apakah kamu bisa mengatasi apabila terjadi suatu kesulitan integrasi yang sering terjadi dalam hubungan bisnis suatu perusahaan ?

    BalasHapus
  23. saya stefanus 3103010143 apa yang di maksud dengan two way linkage?
    dan kepada lydia , apa keuntungan yang dapat di dapat dari perusahaan yang melakukan kerjasama atau mempunyai partner dan bagaimana cara mengatasi ketika saat perusahaan yang di jadikan partner itu terjadi kesulitan dari salah satu perusahaan tersebut?

    BalasHapus
  24. untuk lydia bagaimana jika perusahaan tersebut mengalami sebuah kesulitan hingga perusahaan tersebut mengalami kerugian karena faktor eksternal yang terjadi dengan partnernya?

    BalasHapus
  25. saya dedy nrp 3103010033 jika perusahaan mengalami kerugian karena faktor eksternal caranya yaitu adalah mencari tahu semua masalah yang ada sampai ke akar-akarnya, tanpa ada sedikitpun yang disembunyikan.

    BalasHapus
  26. Saya lebih tertarik dengan pandangan Sculler & Jackson (1987) untuk memanfaatkan pengelolaan sumber daya manusia secara efektif. Karena tanpa didukung oleh SDM yg unggul/berkompeten baik segi kuantitatif,kualitatif, strategi dan operasionalnya ,maka organisasi/perusahaan itu tidak akan mampu mempertahankan keberadaannya, mengembangkan dan memajukan dimasa yang akan datang. Oleh karena itu, perlu adanaya campur tangan langsung oleh internal perusahaan seperti manajemen dari perusahaan itu sendiri guna menjamin bahwa organisasi tersedia tenaga kerja yang tepat untuk menduduki berbagai jabatan, fungsi, pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan.

    BalasHapus
  27. saya kevin nrp 3103010056 sangat setuju dengan artikel diatas. Di mana masih terlihat jelas akan terpisahnya antara strategi bisnis dan fungsi MSDM. Banyak orang yang masih meragukan serta menomorduakan pendapat-pendapat/strategi yang diberikan dari lingkup SDM. Sehingga strategi bisnis dari SDM ini masih tidak dapat terlihat.

    Menurut poin tanggapan diatas saya sangat setuju. Individu harus diterima dan diberi kepercayaan dalam mengimplementasikan strategi perusahaan. Karena dengan begitu setiap individu akan merasa dihargai. Lingkup SDM pun juga semakin dioptimalkan, sehingga dapat menimbulkan nilai tambah bagi perusahaan.

    BalasHapus
  28. saya Ronald Budihartono nrp 3103010277

    Menurut saya permasalahan tentang proses integritas ini sudah sering di alami suatu perusahaan, menurut saya perusahaan sebagai organisasi untuk mencari keuntungan harus bertanggung jawab dalam kebutuhan dan pengelolan SDMnya sebagai contoh dengan menciptakan kondisi kerja yang mendukung.
    Kunci utama keberhasilan menciptakan Hubungan yang baik dan dinamis adalah komunikasi.
    Untuk memelihara komunikasi yang baik memang tidak mudah, dan diperlukan perhatian secara khusus. tapi dengan terpeliharanya komunikasi yang teratur sebenarnya kedua belah pihak, pekerja dan pengusaha, akan dapat menarik manfaat besar.
    Faktor penunjang utama dalam komunikasi ini juga adalah adanya interaksi positif antara pekerja.

    BalasHapus
  29. menanggapi pernyataan lidia, bagaimana jika perusahaan yang km ajak patner. tiba- tiba mengambil ahih perusahaan yang sudah km dirikan sejak lama?
    kalau menurut saya perusahaan harus mempunyai karayawan - karyawan kreatif, perusahaan bukan hanya menciptakan barang dengan mengikuti mode saja, tapi yang paling utama sesuai selera masyarakat, dan perusahaan harus mempunyai keunggulan produk yang berbeda dengan perusahaan lain, baru perusahaan dapat berkembang dengan pesat

    BalasHapus
  30. menanggapi pertanyaan astrin...
    mungkin menurut lydea faktor yang terpenting bukan internal aja tetapi faktor eksternal perlu di lakukan juga... dengan cara bekerja sama maka perusaan mungkin akan melakukan joint dan membuat sebuah produk baru di pasaran dengan cara meriset permintaan pasar dan mencari tau keinginan pasar... karena biaya untuk meriset sesuatu yang baru tidak lah murah oleh sebab itu di perlukan kerjasama antar perusahaan dengan melakukan merger...
    kecil kemungkinan perusahaan tersebut mengambil alih.. karena jika suatu perusahaan melakukan joint maka perusahaan tersebut menjadi PT dan itu milik bersama yang asetnya berubah menjadi saham.. dan keuntungan yang di dapat perusahaan harus di bagi rata sesuai dengan saham yang di miliki masing-masing orang pribadi.

    BalasHapus
  31. Melinda danke 3103010060

    Saya setuju dengan artikel diatas,bahwa individu sangat berperan dalam pengimplementasian strategi perusahaan. Karena indvidu dan perusahaan menurut saya memiliki hubungan simbiosis mutualisma. Jadi saling menguntungkan satu sama lain. Strategi berjalan dengan lancar, individu dapat mendapat kompensasi yang setara.

    Menanggapi pertanyaan astrid, ada dua alasa perusahaan melakukan joint, yaitu untuk ekspansi atau menyelamatkan usahanya. Kalau perusahaan ekspansi, hampir mustahil bahwa perusahaan bisa diambil alih oleh perusahaan joint-an kita. Sebaliknya kalau perusahaan memang melakukan joint untuk menyelamatkan usahanya, hampir pasti perusahaan itu bisa diambil alih oleh perusahaan yang melakukan joint.

    BalasHapus
  32. Point-point dalam artikel tersebut sudah dapat memberikan sedikit skill dalam tiap karyawan sebuah perusahaan. Mungkin kalau dapat juga melatih pengembangan karakter dalam pekerjaan tersebut. Karena tiap orang memiliki perbedaan karakter yang berbeda-beda,oleh karena itu mungkin ada perlunya pengembangan karakter pada pekerjaan yang akan di jalaninya.

    BalasHapus