SELAMAT DATANG

Blog ini dibuat terutama sebagai sarana diskusi para mahasiswa. Terima kasih atas pengertiannya.....
Postingan tentang BAHASA TOMBULU telah disatukan pada blog: bahasatombulu.blogspot.com
Tugas wawancara pebisnis dipostingkan pada blog: kuraberbisnis.blogspot.com

Rabu, 01 Juni 2011

Perlunya pembedaan "Stressor" dengan "Strain" dalam penelitian tentang Stress (review artikel)


Jex, M. X., Terry A. Beehr, & Cathlyn K. Roberts. 1992.  The meaning of occupational  stress items to survey respondents. Journal of Applied Psychology, 77 (5): 623-628.


A.     Alasan Penelitian
Berbagai penelitian yang menggunakan kata stress ternyata mengacu pada dua kata lain yaitu stressors (keadaan organisasional atau individual yang membuat individu tertekan) dan strains (respon individu terhadap keadaan tersebut). Pemakaian yang berbeda tersebut menurut penulis, dapat menimbulkan kesulitan baik sehubungan dengan validitas penelitian maupun bagaimana menafsirkan hasil penelitian tersebut. Oleh karena itu, penulis dalam penelitian ini hendak menguji effek penggunaan kata stress dalam pengukuran strain dan stressor yang berhubungan dengan pekerjaan yang self-reported.
B.     Metode
Ada dua sampel independen yang terdiri dari 245 (131 pekerja kota dan 114 pekerja di rumah sakit Michigan). Rata-rata usia mereka adalah 40, 77% adalah wanita dan 23% adalah laki-laki.. Sedangkan masa kerja mereka rata-rata 90 bulan.
Pengukuran: stressor mencakup role ambiquity, role conflict, perceived workload, dan interpersonal conflict, masing-masing diukur dengan alat ukur yang telah dipakai oleh peneliti sebelumnya. Psycological strain mencakup semua ketakpuaan kerja, anxiety, frustration, depression, dan turnover intent, juga diukur dengan alat ukur yang telah digunakan sebelumnya. Demikian juga dengan  Stress item.
Prosedur: kuesioner untuk pekerja kota  dibagikan dengan dijamin kerahasiaan responden serta bersikap suka rela. Demikian juga dengan karyawan rumah sakit, walaupun pembagian kuesioner bagi mereka dilakukan dengan mengatur waktu yang berbeda selama dua hari.
C.     Hasil dan Diskusi
Hasil direprentasikan dalam tiga bagian: pertama dikemukakan statistik deskriptif yang mana koefisien alpha untuk skala strain dan stressor sebesar 0,70 atau lebih tinggi, sedangkan untuk composite measure sebesar 0,90. Kedua dikemukakan tentang korelasi yang mana interkorelasi antara stressor semuanya signifikan dan korelasi pada psychological strain juga signifikan. Ketiga dikemukakan ringkasan dari canonical correlation analysis yang menunjukkan hubungan secara keseluruhan yang dapat dibandingkan.

D.    Diskusi dan Keterbatasan penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah memastikan pengertian kata stress pada surveys respondents apabila kata stress tercakup dalam item survey. Ada dua tipe bukti yang dapat dikemukakan:
Ø  Interkorelasi  antara stressors, strains, dan composite stress item, menunjukkan bahwa stress scale berkorelasi secara kuat dengan baik stressors maupun strains, meskipun korelasi yang sangat kuat ada pada strains (kecuali anxiety)
Ø  Analisis canonical correlation menunjukan bahwa stress item sebagai satu set, membagi lebih banyak varians strains dibanding stressors. Meskipun demikian, stress item tetap dapat diasosiasikan baik dengan strains maupun  stressors.

Dari penelitian ini dapat dikatakan bahwa pemakaian kata stress dapat menimbulkan bias dan pencampuradukan antara strains dan stressor. Oleh karena itu, dalam item survey hendaknya dihindarkan penggunaan kata stres dan menggantinya dengan strains atau stressor

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar