SELAMAT DATANG

Blog ini dibuat terutama sebagai sarana diskusi para mahasiswa. Terima kasih atas pengertiannya.....
Postingan tentang BAHASA TOMBULU telah disatukan pada blog: bahasatombulu.blogspot.com
Tugas wawancara pebisnis dipostingkan pada blog: kuraberbisnis.blogspot.com

Rabu, 01 Juni 2011

Hubungan gaya kepemimpinan dan penilaian kinerja (review artikel)

Duarte, N. T., Goodson, J. R., & Klich, N. R. 1994.  Effect of dyadic quality and duration on performance appraisal. Academy of Management Journal, 37 (3): 499-521.

A.     Alasan Penelitian
Meskipun sudah banyak penelitian yang mana para peneliti telah memilih banyak variabel berbeda yang mempengaruhi rating kinerja, masih sedikit yang menguji efek dari konteks sosial pada proses penilaian kinerja. Penelitian ini ingin menguji bagaimana aspek penting dari konteks sosial mempengaruhi kinerja yang dinilai.
B.     Teori dan hipotesis
Penulis artikel menjelaskan tentang pengertian dari sosial konteks dan kualitas dyadic serta tenure kemudian merumuskan hipotesis sebagai berikut:
1.      Kinerja objektif, kulitas LMX, dan sejumlah waktu subordinate berada dengan supervisor, secara interaktif mempengaruhi rating kinerja.
Sedangkan dengan membahas tentang efek-efek rating terhadap dyads jangka pendek, penulis merumuskan hipotesis kedua dan ketiga, yaitu:
2.      Karyawan dalam dyads jangka pendek yang memiliki hubungkan LMX berkualitas tinggi dengan supervisor mereka, akan menerima rating yang lebih tinggi tanpa memperdulikan level kinerja objektif mereka.
3.      Karyawan dalam dyads jangka pendek yang memiliki hubungan LMX berkualitas rendah dengan supervisor mereka akan memperoleh rating secara konsisten dengan level kinerja objektif mereka
Akhirnya, dengan membahas tentang efek-efek rating terhadap dyads jangka panjang, penulis merumuskan hipotesis keempat, yaitu:
4.      Karyawan yang dalam jangka panjang  memiliki hubungan LMX yang berkualitas tinggi atau berkualitas rendah dengan supervisor mereka akan menerima rating kinerja tinggi tanpa mempedulikan level kinerja objektif mereka.
C.     Metode
Data dikumpulkan dari 367 karyawan perusahaan telepon di Amerika Serikat. Kuesioner diberikan kepada karyawan dan supervisor mereka. Semua melengkapi kuesioner mereka kecuali 11 orang yang sedang libur.
Pengukuran dilakukan pada kinerja objektif (berbeda untuk masing-masing fungsi), rating kinerja spesifik (menggunakan suatu skala dengan 7 point kuatitas kinerja), generalized task dan rating kinerja (menggunakan suatu skala dengan 7 point), kualitas LMX (menggunakan skala 7 item LMX), dan waktu dengan supervisor langsung (menggunakan standar deviasi dari variabel itu).
D.    Hasil dan Diskusi
Dari hasil analisis statistik ditemukan bahwa kualitas LMX dan waktu bersama supervisor berpengaruh terhadap rating kinerja. Hal itu konsisten dengan hipotesis 1. Dengan mempertimbangkan kualitas Dyadic, kinerja karyawan baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek dengan LMX yang berkualitas, dirating lebih tinggi dibanding dengan pengukuran kinerja yang dibenarkan.
Supervisor lebih menghendaki kinerja yang lebih tinggi  dari karyawan yang LMX berkualitas tinggi, sehingga mereka memberi rating tinggi bahkan apabila kinerja mereka yang dapat diukur berada pada level lebih rendah. Sedangkan rating karyawan yang memiliki hubungan LMX berkualitas rendah tetap konsisten dengan kinerja mereka yang sebenarnya. Karyawan dengan LMX rendah yang telah berada dengan supervisor  untuk beberapa waktu, menerima  rating kinerja yang lebih tinggi bahkan apabila kinerja mereka yang sebenarnya bukan pada level yang tinggi.
E.     Keterbatasan penelitian
Kualitas dyadic dan proses penilaian kinerja mungkin secara sistematis sangat dipengaruhi oleh variabel gender, usia, dan pengalaman kerja. Dalam penelitian ini, gender dimasukkan sebagai variabel kontrol sehingga untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat  menilai peran  faktor-faktor lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar