SELAMAT DATANG

Blog ini dibuat terutama sebagai sarana diskusi para mahasiswa. Terima kasih atas pengertiannya.....
Postingan tentang BAHASA TOMBULU telah disatukan pada blog: bahasatombulu.blogspot.com
Tugas wawancara pebisnis dipostingkan pada blog: kuraberbisnis.blogspot.com

Kamis, 16 Agustus 2012

THR dan MSDM (Bahan Diskusi Sampai Akhir Semester)

Menjelang hari raya keagamaan, banyak disajikan berita tentang protes karyawan tentang keterlambatan bahkan tidak dibayarkannya THR (Tunjangan Hari Raya) bagi pekerja. Alasan klasik yang selalu muncul adalah kondisi keuangan perusahaan. Menurut Saudara, apakah ada peran "Orang SDM" (orang yang mengelola SDM dalam perusahaan) sehingga muncul permasalahan di atas? Atau, apa yang perlu mereka lakukan agar masalah seperti itu tidak terjadi dalam perusahaan? Selamat Berdiskusi dan Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi yang merayakannya.

103 komentar:

  1. Pasti ada,menurut saya agar masalah seperti itu tidak terjadi dalam perusahaan dengan cara mengatur keuangan dengan baik karena THR it wajib,dan dengan adanya orang SDM lebih mudah untuk menyampaikan aspirasi pekerja ke pemilik perusahaan karena pekerja membutuhkan THR,bagi pekerja/buruh sudah merupakan tradisi sebagai salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan pekerja/buruh dan keluarganya dalam merayakan Hari Raya Keagamaan,dan jauh-jauh hari sudah dipersiapkan agar alasan klasik yang selalu muncul adalah kondisi keuangan perusahaan yang mungkin disengaja maupuntidak disengaja karena setiap perusahaan memiliki cara yang berbeda-beda dalam mengelola keuangannya di perusahaann masing-masing.
    Dan sudah terdapat Peraturan tentang pembayaran THR harus dilaksanakan sesuai ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.04/1994 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja di Perusahaa.,bagi perusahaan yang telah mengatur pembayaran THR keagamaan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja Bersama dengan lebih baik dari ketentuan diatas, maka THR yang dibayarkan kepada pekerja/buruh dilakukan berdasarkan pada PP atau PKB tersebut. “Pembayaran THR bagi pekerja/buruh ini diberikan sekali dalam setahun oleh perusahaan dan pembayarannya sesuai dengan hari keagamaan masing-masing serta dibayarkan selambat-lambatnya tujuh hari sebelum Hari Raya Keagamaan.

    BalasHapus
  2. Seperti banyak kasus yang telah kita ketahui bersama, THR yang seharusnya menjadi hak karyawan kerap kali tersendat. Terutama bagi karyawan outsourcing, yang kerap dioper-oper hak THRnya, entah harus meminta kepada penyalur atau perusahaannya.
    Jelas disini bahwa orang-orang dari SDM juga terlibat dalam kasus ini. Karena perekrutan para pekerja selalu melibatkan orang-orang SDM. Persoalan mengenai kompensasi dan tunjangan merupakan salah satu dari aktivitas SDM
    Apabila memang perusahaan tidak mampu memberikan THR untuk para karyawa, seharusnya hal tersebut telah didiskusikan bersama melalui orang SDM (yang menurut saya merupakan penengah antara owner perusahaan dengan karyawan), dan seharusnya pula melalui peran orang SDM, perusahaan dan karyawan telah mencapai suatu kesepakatan sehingga tidak akan mencuat kasus bahwa perusahaan melanggar peraturan tidak memberikan Tunjangan Hari Raya kepada karyawan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya setuju dengan pendapat saudari Like.. Seharusnya,setiap penerimaan karyawan baru maupun melakukan kontrak kerja dengan karyawan, tentunya orang SDM sangat berperan dalam hal ini. Seharusnya orang SDM sudah menginformasikan di awal mengenai kondisi perusahaan saat itu,terutama pada perusahaan-perusahaan yang notabene kecil dan memang tidak mampu secara keuangan untuk memberikan Tunjangan Hari Raya tersebut. Karena, sebelum melakukan kontrak kerja dengan perusahaan, karyawan tentu akan mempertanyakan masalah gaji dan fasilitas-fasilitas lain seperti THR kepada orang SDM saat wawancara. Ketika perusahaan memang tidak mampu dan hal itu telah d sampaikan kepada pihak karyawan,dan pihak karyawan tetap menerima/terjadi kesepakatan terhadap kondisi perusahaan yang sedemikian rupa,maka orang-orang SDM dan bahkan perusahaan tidak perlu khawatir lagi akan menuai protes karena tidak diberikannya THR.

      Hapus
    2. saya kurang setuju dengan pendapat melinda,menurut saya dan setau saya thr itu wajib diberikan oleh perusahaan yang besar maupun kecil,thr itu tidak ada ketentuan untuk memberi apa dan berapa,thr diberikan sesuai dengan kemampuan suatu perusahaan dan thr tidak berupa uang saja mungkin dengan memberi wafer kaleng dan sebagainya,jagankan perusahaan usaha kecil seperti warung bakso contohnya juga memberikan uang thr meskipun tidak banyak.

      Hapus
    3. Terima kasih Edwin untuk pendapatnya. Saya sangat menghargainya. Namun, pendapat saya di atas saya sampaikan ketika kasus yang dihadapi adalah perusahaan yang tidak mampu secara keuangan membayar THR. berikut sdaya kutipkan Perarturan Menteri tenaga Kerja :

      Pasal 7

      (1) Pengusaha yang karena kondisi perusahaannya tidak mampu mebayar THR dapat mengajukan permohonan penyimpangan mengenai besarnya jumlah THR kepada Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan.

      Oleh karena itu, menurut saya peran orang SDM disini adalah menginformasikan terlebih dahulu bagaimana kondisi keuangan perusahaan yang tidak mampu memberikan THR sesuai dengan ketetapan Menteri Tenaga Kerja. Hal tersebut haruslah disampaikan di awal, yaitu ketika proses perekrutan tenaga kerja dilaksanakan. Karena, bisa saja kebijakan sebuah perusahaan untuk tidak memberikan THR secara eksplisit, melainkan secara implisit yang sudah termasuk dalam gaji pokok karyawan. Semuanya kembali kepada kebijakan perusahaan tersebut dan bagaimana peran orang SDM mengkomunikasikan kebijakan-kebijakan perusahaan terkait gaji dan tunjangan-tunjangan lainnya kepada karyawannya. Bagaimana menurut pendapat yang lain?

      Hapus
    4. Terimakasih atas tanggapan Sdr Melinda dan Edwin. Saya setuju dengan pendapat Melinda, bahwa perusahaan yang tidak mampu membayar THR kepada karyawannya dapat melakukan pernyataan tidak mampu minimal dua bulan sebelum Hari Raya. Namun yang perlu digarisbawahi disini adalah bahwa perusahaan tidak serta merta melepaskan tanggungjawab nya untuk memberikan THR. Perusahaan dapat melakukan perundingan dengan karyawan, dalam hal ini melalui peran orang-orang SDM, sehingga dapat dicapai suatu kesepakatan. Melalui kesepakatan ini, tentunya karyawan akan lebih tenang karena haknya berupa THR telah dipenuhi, entah melalui barang, atau apapun sesuai kesepakatan. Dan juga perusahaannya juga dapat melaksanakan kewajibannya dalam membayar THR bagi para pegawai.

      Hapus
    5. saya juga setuju dengan pendapat like riani, bahwa perusahaan jika tidak bisa membagikan THR pada karyawannya maka harus ada perundingan dengan karyawan, tetapi setidaknya mungkin saya boleh memberikan solusi perusahaan agar memberikan parcel yang harganya tidak mahal tapi pantas diberikan kepada karyawan, karena menurut saya lebih baik memberikan sedikit daripada tidak sama sekali.

      Hapus
  3. permasalahan di atas sepertinya tidak bisa lepas dari peran orang SDM yang kurang mampu mengelola dan mengklarifikasi keadaan. perusahaan seharusnya sudah mengetahui bahwa THR itu harus dipenuhi ketika waktunya tiba. apabila perusahaan tidak memenuhinya, berarti perusahaan itu tidak bisa mensejahterakan karyawannya. dalam kasus ini perlu diselidiki lebih dalam kenapa perusahaan tidak mampu memenuhi kebijakan untuk membayar THR kepada para karyawannya. banyak hal bisa mempengaruhi perusahaan dalam hal ini seperti misalnya karena perusahaan tidak memiliki data keuangan yang dikelola dengan baik sehingga keuntungan atau kerugian tidak dapat diprediksi dengan baik yang akibatnya berimbas pada tidak diberikannya THR. atau perusahaan memang dari awal sudah menyatakan tidak akan memberikan THR bagi seluruh karyawan namun gaji yang mereka (karyawan) terima akan sama dengan karyawan yang menerima THR. apabila dalam hal ini termasuk di dalam point yang kedua, maka perusahaan harus menyampaikan dari awal tujuan dari perusahaan tersebut tidak memberikan THR, bukan ketika menjelang hari raya perusahaan baru memberikan pernyataannya. untuk alasan yang pertama, perusahaan bisa menyiapkan dana khusus untuk pembagian THR para karyawan di awal periode sehingga saat tiba waktunya THR bisa dibagikan dengan lancar. perusahaan melalui orang SDM mempunyai tugas untuk menyalurkan kebijakan perusahaan kepada segenap karyawan terkait dengan hal tersebut (THR).

    BalasHapus
  4. Menurut saya, orang orang SDM berperan pentig dalam hal ini.. Mereka memegang kunci dalam keharmonisan antara perusahaan dan karyawan-karyawannya. Mereka harus bisa menghubungkan keinginan-keinginan dua belah pihak dan mempertemukannya menjadi sebuah kesepakatan antara perusahaan dan karyawan sehingga terjalin hubungan yang baik satu dengan yang lainnya. Hubungan yang baik ini tentunya akan sangat berpengaruh pada kinerja perusahaan. Dalam hal THR, saya sangat setuju dengan pendapat teman-teman di atas,yaitu perusahaan harus menginformasikan terlebih dahulu kebijakan-kebijakan perusahaan terhadap karyawan-karyawannya. Hal tersebut perlu sekali di diskusikan di awal terutama saat penerimaan karyawan,agar kelak tidak akan muncul protes-protes atas ketidaktahuan atau ketidakpuasan karyawan terhadap kebijakan perusahaan tersebut. Namun, ketika perusahaan telah menentukan kebijakan untuk.memberikan THR kepada karyawannya, maka seharusnya tidak ada alasan lagi bagi perusahaan.untuk tidak memenuhinya. Saya rasa, perusahaan yang benar seharusnya telah memperhitungkan segalanya,bahkan kebutuhan akan THR pun seharusnya telah di perhitungkan sebelumnya sehingga ketika Hari Raya tiba,perusahaan tidak akan beralasan lagi.untuk tidak memberikan THR kepada karyawannya. Dalam hal ini,orang-orang SDM berperan untuk mengkomunikasikan hal ini kepada baik perusahaan maupun karyawan sehingga semuanya menjadi jelas. Orang SDM perlu mengkomunikasikan kepada perusahaan terutama bidang keuangan mengenai kebutuhan akan THR yang harus mereka penuhi sesuai dengan kesepakatan di awal. Ketika orang SDM tidak mampu bekerja secara maksimal,maka komunikasi pun tidak akan berjalan lancar dan akhirnya akan terjadi miss-communication di antara perusahaan dan karyawan yang nantinya berakibat pada protes-protes yang dituai oleh perusahaan karena ketidakpuasan karyawan terhadap keputusan dan kebijakan perusahaan.

    BalasHapus
  5. Menurut saya, peran orang yang mengelola SDM sangat berperan penting karena dimana orang tersebut adalah orang yang bertanggung jawab atas kinerja dan pembagian THR pada awal perekrutan. Selain itu mereka juga merupakan sarana penghubung antar kedua belah pihak dimana ketika perusahaan terlambat dalam memberi THR atau tidak memberi THR peran mereka disini sangatlah penting dalam menyelasaikan permasalahan tersebut seperti memberikan masukan atau solusi apa yang sebaiknya harus dilakukan oleh perusahaan agar THR dapat dibagikan walaupun dengan kondisi kondisi keuangan perusahaan yang mengalami kemerosotan. Karena dimana THR tersebut adalah bonus yang didapat dari perusahaan bagi karyawan untuk dinikmati di Hari Raya meskipun perusahaan dalam kondisi apapun. Dalam Hal membagi THR, perusahaan harus mempunyai rasa solidaritas, moral, dan perikemanusiaan walaupun kondisi keuangan tidak baik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya sependapat sekali dengan Hartono, tidak peduli dalam kondisi apapun perusahaan harus tetap membayarkan THR jika hal tersebut tidak dilakukan maka kinerja karyawan akan menurun serta ada rasanya ketidakadilan pada karyawan sebab hal tersebut(pembagian THR) adalah kewajiban yang pantas dinikmati oleh karyawan.

      Hapus
    2. Terima Kasih atas komentarnya.............

      Hapus
  6. Menurut saya, THR biasa dikenal dengan gaji ke-13. Dimana biasanya setiap perusahaan memberikan pada karyawannya menjelang lebaran. Tentu saja untuk dapat memberikan THR tersebut keuangan dari perusahaan tersebut harus sehat. Sehat disini berarti setelah memberikan THR perusahaan tersebut masih mempunyai modal untuk melakukan proses produksi. Jika keuangan dari perusahaan tidak sehat tentu saja untuk memberikan THR para pemilik perusahaan masih harus berpikir berkali-kali. Seperti kasus diatas. Dimana para karyawan melakukan protes karena THR mereka tidak diberikan. Adapun cara-cara yang akan saya lakukan jika saya berada di posisi pemilik perusahaan. yg pertama jika keuangan perusahaan yg sya miliki kurang sehat, mungkin saya akan memberikan THR sesuai kemampuan keuangan perusahaan saya walaupun jumlahnya lbh kecil dari tahun lalu. yg kedua sya akan memberikan setengah dari THR yang sharusnya mereka terima. Lalu sisanya saya akan memberikan setelah lebaran. Yg ketiga mungkin saya akan menjadikan THR sebagai penambah semangat mereka. Jadi jauh-jauh hari sya akan membuat perjanjian dgn mereka jika mereka melakukan pekerjaan secra maksimal dan membuat keuangan perusahaan menjadi sehat sya akan menjanjikan THR yg lumayan untuk mereka. Dengan begitu mereka menjadi semangat dan risiko terjadi msalah sprti diatas sdkit teratasi. Terima Kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya kurang setuju dengan pendapat yere yg mengatakan bahwa jika keuangan perusahaan tidak sehat maka perusahaan akan berpikir berkali kali untuk memberikan THR pada karyawan, karna menurut saya setiap perusahaan wajib untuk memberikan THR pada karyawannya saat menjelang lebaran tiba, namun saya sangat setuju dengan beberapa cara-cara yang akan dilakukan oleh saudara yere dalam penyelesaian masalah pemberian THR kepada karyawan tersebut. terimakasih

      Hapus
    2. Saya ingin menanggapi komentar yeremias. Saya sangat setuju dengan cara - cara yang anda berikan. Namun bagaimana jika anda tidak berada dalam posisi pemilik perusahaan ? Bagaimana jika anda berada di bagian SDM di perusahaan tersebut ?
      Karena dari komentar anda diatas saya tidak melihat adanya peran orang SDM dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Seakan - akan pemilik perusahaan melakukan semuanya sendirian tanpa bekerjasama dengan orang SDM.

      Hapus
    3. Saya akan menanggapi komentar dari gracia. Sebelumnya saya ucapkan trimakasih pda gracia karena telah menanggapi komentar saya. Memang pada dasarnya perusahaan wajib memberikan THR pda karyawannya. Tetapi jika kondisi keuangan perusahaan tersebut tidak memungkinkan, mereka akan berpikir berkali-kali tentang THR tersebut. Oleh karena itu jika saya berada di posisi sebagai pemilik perusahaan, saya akan meminimalisasi kejadian-kejadian seperti pada kasus diatas dengan cara-cara yang sudah saya sebutkan diatas. Terima kasih.

      Hapus
    4. Saya akan menanggapi komentar dari adrian. Sebelumnya saya ucapkan trimakasih pda adrian karena telah menanggapi komentar saya. Tentu saja dalam penyelesaian kasus diatas melibatkan org SDM. Karena dari org SDM sendiri pemilik perusahaan dapat mengerti perkembangan dari karyawannya. Dari org SDM jg karyawan dpat mengerti apa yg diinginkan dari pemilik prusahaan, kondisi dari perusahaan dan lain-lain yang mencakup seputar perkembangan yg terjadi di perusahaan tersebut. Jadi pada intinya org SDM adalah penghubung antara karyawan dgn pemilik perusahaan. Menurut saya, itulah gunanya sebuah perusahaan mempunyai org SDM. Terima Kasih.

      Hapus
  7. Tunjangan Hari Raya keagamaan adalah sesuatu yang wajib diberikan oleh perusahaan kepada setiap pekerja. Mengingat masyarakat Indonesia adalah masyarakat beragama maka sewajarnyalah setiap pekerja merayakan hari raya besar keagamaan sesuai agama yang dipeluknya.
    Sejatinya perusahaan memberikan THR kepada para pekerja sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan para pekerja sekaligus untuk menciptakan suasana yang tenang di lingkungan perusahaan. Namun saat ini banyak kasus dimana perusahaan tidak menunaikan kewajibannya untuk memberi THR kepada para pekerja dengan berbagai alasan, terutama pada kondisi keuangan perusahaan.
    Memang tidak dapat disangsikan bahwa setiap perusahaan mempunyai cash flow yang berbeda-beda. Apabila perusahaan memang mempunyai cash flow yang rendah, perusahaan dapat menginformasikan terlebih dahulu dengan para pekerja minimal dua bulan sebelum hari raya, sesuai dengan peraturan Menteri Tenaga Kerja RI no. Per 104/MEN/1994.
    Dalam hal penginformasian mengenai THR inilah diperlukan peran serta orang SDM agar tidak terjadi kesalahpahaman antarperusahaan dan pekerja. Orang SDM juga patutnya memberikan jalan terbaik agar baik perusahaan maupun pekerja sama-sama tidak dirugikan. Dimana pekerja tetap memperoleh haknya untuk mendapatkan THR, apapun bentuknya (sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat), dan perusahaan pun tidak terlibat dalam permasalahan sebagai perusahaan yang bandel karena tidak membayar THR bagi para pegawai.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya setuju dengan pendapat akbar, bahwa bagaimanapun kondisi keuangan perusahaan, THR tetap harus diberikan pada karyawan karena sudah merupakan hak dari karyawan untuk memperolehnya sebagai bentuk perhatian perusahaan terhadap kesejahteraan karyawan

      Hapus
  8. 1."Menurut Peraturan Menteri (Permen) 04/1994, yang dimaksud THR adalah pendapatan pekerja yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja atau keluarganya menjelang hari raya keagamaan yang berupa uang atau bentuk lain".
    2.Menurut Peraturan Menteri (Permen) 04/1994, yang dimaksud THR adalah pendapatan pekerja yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja atau keluarganya menjelang hari raya keagamaan yang berupa uang atau bentuk lain.

    THR adalah sesuatu yang sangat diharap-harapkan oleh para pekerja yang biasanya digunakan untuk modal berhari raya namun pembagian THR tersebut sering disalahgunakan oleh para perusahaan.Para perusahaan sering tidak membagikan THR,namun ketika diberi pasti dengan nilai yang selayaknya.Di berita bahkan dikabarkan banyak perusahaan yang memecat pekerja outsourcing menjelang hari raya,itu semua disebabkan perusahaan berusaha menghindari pembagian THR yang terlalu banyak. Padahal seharusnya tidak ada perbedaan antara pekerja tetap maupun pekerja kontrak. Permasalahan ini tidak bisa terlepas oleh peran serta orang SDM,jika memang kondisi keuangan perusahaan tidak memadai seharusnya orang SDM tidak menerima pekerja baru karena itu akan menambah beban pengeluaran perusahaan. Beban pengeluaran perusahaan yang terlalu tinggi inilah yang membuat para perusahaan sering menyiasati pembagian THR yang memang sudah menjadi kewajiban perusahaan. Supaya masalah seperti ini tidak terjadi,sebelum orang SDM menerima pekerja baru seharusnya orang SDM melakukan konfirmasi dengan orang bagian keuangan,produksi,dan pemasaran sehingga orang SDM bisa mengetahui bagaimana kondisi keuangan perusahaan yang sebenarnya dan berapa banyak pekerja yang dibutuhkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ralat :
      Para perusahaan sering tidak membagikan THR,namun ketika diberi pasti dengan nilai yang tidak selayaknya.

      Hapus
  9. Orang SDM merupakan peran penting dalam perusahaan. Karena orang SDM bertugas sebagai perantara karyawan dan perusahaan. Jika orang SDM tidak dapat atau tidak mampu melaksanakan tugasnya dengan baik, maka hal ini dapat berujung dengan ketidak harmonisan antara karyawan dan perusahaan.
    Memang keuangan perusahaan tidak di pegang oleh orang SDM, namun orang SDM harus mengkonfirmasikan masalah ini kepada pihak keuangan dan lainnya. Tidak hanya diam dan cuek terhadap permasalahan THR yang merupakan permasalahan keuangan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tambahan :
      Dalam suatu perusahaan semua bidang itu saling berkaitan. Entah itu bidang SDM, keuangan, dll.
      Jika satu bidang bermasalah, maka hal ini dapat menyebabkan permasalahan di bidang lainnya juga.

      Hapus
    2. Saya ingin menanggapi apa yang saudara sampaikan.

      Saya sependapat bahwa peran orang SDM penting bagi perusahaan. Namun, bagaimana bila perusahaan terutama orang SDM sudah tidak menerima kepercayaan dari masyarakat maupun karyawan akibat permasalahan THR ini. Apakah perusahaan harus mengganti orang SDMnya atau solusi lain apa yang bisa dilakukan perusahaan tersebut dalam mengatasi masalah THR ini?

      Terima kasih

      Hapus
    3. Saya ingin membantu menanggapi pertanyaan dari Sdr Caroline.
      Perusahaan yang melanggar peraturan dengan tidak membayarkan THR kepada karyawan, akan dikenai sanksi sebagai peringatan, nama perusahaannya akan dimasukkan ke dalam media massa. Diharapkan dengan adanya sanksi tersebut perusahaan akan jera dan tidak mengulangi kelalaiannya tersebut.
      Terkait dengan pertanyaan Sdr Caroline, perlu dilakukan penelitian yang lebih dalam di perusahaan tersebut. Dimana sumber masalah sebenarnya, apakah memang terletak pada SDM nya atau bukan. Karena bisa saja hal ini terjadi karena kelalaian dari departemen-departemen lain dalam perusahaan.
      Perusahaan yang lalai dalam hal ini memang tidak akan mendapat kepercayaan lagi dari masyarakat. Hal tersebut sudah menjadi konsekuensi perusahaan. Perusahaan dapat memperbaiki citranya di mata masyarakat dengan tidak mengulangi kesalahan tersebut dan membenahi apa yang menjadi penyebab kelalaiannya, entah mungkin dari produksi, keuangan, atau yang lainnya.

      Mungkin ada tanggapan dari teman-teman yang lain?

      Hapus
  10. Menurut saya THR adalah hak pendapatan pekerja yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja menjelang Hari Raya Keagamaan. Orang-orang SDM berperan penting dalam kondisi ini yang bertugas sebagai perantara antara pekerja dan pengusaha. Jika terjadi permasalahan yang berkaitan dengan THR, orang SDM harus mampu mengatasi permasalahan yang ada agar tidak menimbulkan konflik yang merugikan kedua belah pihak dengan cara membicarakannya dengan bagian keuangan perusahaan tentang kebutuhan THR yang tersendat sesuai kesepakatan atau peraturaan yang ada.

    BalasHapus
  11. menurut saya dengan adanya SDM yang bagus. masalah pembagian THR semestinya bukanlah masalah yang harus dipermasalahkan. tetapi pada faktanya, sampai saat ini ada perusahaan yang masih berbelit-belit jika sudah dibahas mengenai SDM. dengan SDM yang memumpuni seharusnya masalah tersebut dapat diselesaikan. pemberian THR seharusanya menjadi hak setiap pekerja dan semua pekerja layak mendapatkannya. jikalau memang ada kesusahan dalam pembagian THR, semestinya pihak dari perusahaan akan memberi tahu kepada seluruh karyawan sebelum terikat kontrak kerja dengan perusahaan tersebut. dan disinilah SDM berperan untuk membantu penyampaian masalah dan penyelesaian yang terbaik untuk para pekerjanya setelah saya membaca komentar dari teman-teman diatas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya ingin menanggapi apa yang saudara sampaikan.

      Saya setuju dengan pendapat saudara bahwa perusahaan memang sebaiknya bersikap terbuka dan tidak berbelit-belit dalam penyampaian masalah THR untuk menyelesaikannya.

      Namun, sikap ini mungkin dapat menyebabkan para karyawan yang berkualitas lebih tertarik untuk bergabung dengan perusahaan lain yang lebih mampu. Bagaimana menurut saudara?

      Terima Kasih^^

      Hapus
    2. Kalau saya boleh menanggapi pertanyaan Anda, menurut saya alasan mengapa karyawan memilih sebuah perusahaan tidak hanya dilihat dari kemampuan memberikan THR sebuah perusahaan saja, melainkan ada fatro-faktor lain seperti iklim pekerjaan( iklim yang diciptakan/suasana dalam bekerja), komunikasi secara formal maupun informal, dan masih banyak lagi. Selain itu, di dalam situasi perekonomian Indonesia yang seperti sekarang ini di mana jumpalh lapangan pekerjaan yang ada tidak sebanding dengan jumlah angkatan kerja yang terus menerus bertambah. Semakin sulitnya mencari pekerjaan yang sesuai dengan keinginan hati juga akan menjadi pertimbangan seorang karyawan untuk mencari pekerjaan yang baru dengan risiko tidak akan mendapatkan pekerjaan/menganggur di kemudian hari. Apakah ada tanggapan lain dari teman-teman?

      Hapus
    3. terima kasih atas taggapan dari saudara caroline dan melinda. sebelum seseorang mengambil kepututsan pasti banyak pertimbangan yang harus dipikirkan. saya mengerti yang saudara caroline katakan itu merupakan dampak buruk yang akan terjadi jika terdapat sikap seperti itu. namun yang saya bahas dalam tanggapan ini yaitu peran dari SDM untuk meminimalisir agar tidak terjadi hal tersebut. disini guna dari SDM. usul dari melinda juga sangat dapat dinalar. jika dilihat dari kondisi indonesia saat ini.

      Hapus
  12. THR merupakan suatu hal yang wajib dibayarkan perusahaan/organisasi bagi para pekerjanya menjelang hari raya idul fitri, dan THR pun di lindungi oleh UU yang mengatur khusus tatat cara pembagian THR yaitu selambat-lambatnya 1 minggu sebelum lebaran.Disini peran orang SDM sangat lah diperlukan karena mereka yang bertugas untuk mengurusi segala hal yang berkaitan dengan karyawan/pekerja termasuk dalam hal pembagian THR.Saya rasa orang SDM harus mempersiapkan dari jauh-jauh sebelum hari raya lebaran tiba, mungkin dengan cara selalu berhubungan baik dengan orang yang bertugas sebagai pengelola keuangan suatu perusahaan, dengan demikian semuanya akan terjalin dengan baik dan tidak ada pihak yang dirugikan.

    BalasHapus
  13. THR merupakan hak pekerja yang harus dibayarkan pengusaha/perusahaan terhadap pekerjanya dalam menjelang hari raya keagamaan. Tugas orang SDM adalah dengan memberikan pengertian dan laporan tentang keadaan keuangan perusahaan kepada pekerja supaya urusan THR dapat disepakati antara kedua belah pihak yaitu perusahaan dan pekerja. Orang SDM juga sebagai jembatan antara perusahaan dan pekerja supaya dapat menyampaikan peraturan ataupun kesepakatan mengenai THR. Orang SDM juga dapat memberikan masukan supaya melakukan pinjaman karena THR bagi pekerja sangatlah penting untuk memacu produktivitas perusahaan dan kelancaran perusahaan. Pekerja juga harus mengetahui keadaan keuangan perusahaan jika perusahaan mengaku terpaksa memberikan THR lebih kecil dari tahun sebelumnya dikarenakan perusahaan sedang dalam kesulitan keuangan akibat biaya pengeluaran lebih tinggi daripada penghasilan. Alangkah baiknya perusahaan mempersiapkan THR dari jauh-jauh hari supaya THR dapat di berikan tepat pada waktunya, supaya membuat pekerja dapat melaksanakan tugasnya dengan baik sehingga diharapkan memacu peningkatan produktivitas perusahaan, karena pekerja mengharapkan THR sebagai sumber pendapatan di luar upah untuk memenuhi kebutuhan tambahan menjelang hari raya keagamaan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bagaimana bila sumber keuangan suatu perusahaan benar-benar terbatas?

      Hapus
    2. Dalam tanggapan saya diatas orang SDM dapat memberikan masukan terhadap perusahaan agar melakukan pinjaman demi kepentingan pekerja yang nantinya akan memacu peningkatan produktivitas perusahaan dan juga dapat menutup seluruh pinjaman yang dilakukan oleh perusahaan. Jika benar-benar terbatas dan tidak bisa melakukan pinjaman, perusahaan dapat memberikan kebutuhan-kebutuhan yang biasa diperlukan pada saat hari raya keagamaan walaupun harganya tidak sebanding dengan THR yang harus diberikan tetapi lebih baik memberi daripada tidak sama sekali.

      Hapus
  14. Ada peran orang SDM. Alasannya (terdapat peran SDM) adalah seluruh perusahaan besar atau kecil pasti membutuhkan pegawai atau pekerja yang memiliki skill sesuai dengan kebutuhan atau keinginan perusahaan dan merekalah (pegawai terpilih) yang mengatur sebagian besar system atau cara kerja yang dimiliki oleh perusahaan, dari situlah dibutuhkan HRD (Human Resource Department) yang bertugas untuk menyeleksi lalu memilih SDM yang tepat sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
    Dari permasalahan diatas ada beberapa factor yang menyebabkan terjadi hal tersebut :
    1.Adanya keterlambatan di pegawai bagian finance dalam mengatur keuangan yang telah masuk di perusahaan atau skill yang dimiliki dalam mengatur keuangan kurang rapi.
    2.Pelanggaran “Bandel” yang dilakukan perusahaan dalam pemberian THR bagi para karyawan sehingga menyebabkan kemacetan di pegawai bagian bawah.

    Pemecahannya menurut saya, selain perusahaan harus memenuhi kewajiban dengan membayar hak yang dimiliki pegawai, adalah :
    a.Membuat sanksi akan keterlambatan membayar gaji seperti adanya peringatan lalu pencabutan ijin (dalam membagikan gaji atau THR).
    b.Adanya Badan khusus untuk tetap memonitor jalannya keuangan perusahaan.
    c.Tetap menegakan peraturan yang telah dibuat. Seperti contoh diatas telah ada peraturan :
    Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor SE.05/MEN/VII/2012 tentang Pembayaran Tunjangan Hari Raya Keagamaan dan Imbauan Mudik Lebaran Bersama sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. PER.04/MEN/1994 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja di Perusahaan.

    Makasih ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya setuju dengan pendapat ros indah. harus ada tindakan tegas dalam mengatasi pelanggaran yang ada. solusi yang anda buat mungkin akan menjadi pencerahan bagi tiap perusahaan yang sedang maupun yang sudah berkembang saat ini.

      Hapus
  15. Menurut saya, tentu MSDM berperan dalam timbulnya permasalahan tersebut.

    Timbulnya protes karyawan tentang pembayaran THR (Tunjangan Hari Raya) ini juga disebabkan oleh peran MSDM yang kurang efektif dan efisien dalam mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki untuk digunakan secara maksimal dalam mencapai tujuan bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat.

    Supaya masalah ini tidak terulang kembali maka peran MSDM dalam perusahaan harus memperbaiki fungsi dan komunikasinya terhadap SDM yang dikelolanya. Lalu, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) beserta jajarannya juga harus menindak tegas perusahaan yang tidak memberikan THR mulai dari diproses secara hukum di pengadilan hingga pencabutan izin, juga melalui penyadaran, teguran, mediasi sampai tuntutan hukum ke pengadilan dan diumumkannya nama perusahaan ke publik.

    BalasHapus
  16. Menurut sayadalam perusahaan manager SDM cukup berperan dalam masalah tersebut karena manager SDM lah yang merekrut dan mengelola semua karyawan yang telah dipekerjakan dalam sebuah perusahaan, namun jika masalahnya adalah kondisi keuangan dalam perusahaan, manager SDM tidak dapat sepenuhnya disalahkan atas keterlambatan dalam membayarkan THR kepada karyawan, karna keuangan dalam perusahaan biasanya dikelola oleh manager keuangan sendiri sehingga jika terjadi masalah keuangan dalam sebuah perusahaan bisa jadi karna adanya ketidakselarasan dalam pengelolaan perusahaan dengan baik dan akhirnya akan timbul masalah seperti ini. Namun bisa jadi pula dalam perusahaan terjadi miss communication antar manager SDM dengan manager keuangan serta divisi-divisi lainnya, padahal seorang HRD itu sendiri tugasnya sebagai penghubung antara karyawan dengan para atasan-atasan yang ada di dalam perusahaan, namun jika ia tidak melakukan pekerjaannya dengan baik maka tidak salah jika para karyawan tersebut menuntut hak nya sehingga melakukan aksi protes terhadap perusahaan karena keterlambatan atas pemberian THR tersebut. Pendapat saya agar masalah tersebut tidak terjadi lagi yaitu mereka harus memperbaiki keorganisasian dan pengelolaan dalam sebuah perusahaan, terutama seorang manager SDM karna dialah yang mengelola SDM dalam perusahaan, dan agar dapat mencegah terjadinya miss communication dalam perusahaan, sehingga perusahaan sendiri juga menjadi lebih baik dan kokoh dengan didukung para SDM yang baik dan handal pula. terimakasih

    BalasHapus
  17. Menurut saya, tentu ada peran dari orang SDM, karena orang SDM merupakan penghubung antara karyawan dengan perusahaan, serta kebijakan-kebijakan keputusan yang diberikan berhubungan dengan gaji, THR, dan lain-lain merupakan peran dari orang-orang SDM atau orang-orang yang mengelola SDM. Sehingga terlambat dan bahkan tidak dibayarkannya THR, ada peran dari orang SDM yang mengkomunikasikan hal-hal tersebut kepada perusahaan, agar tidakterjadi kesalahpahaman dari karyawan terhadap perusahaan. Yang perlu dilakukan agar permasalahan itu tidak terjadi di perusahaan, maka perlu adanya pengelolaan dan perencanaan yang baik dari perusahaan untuk mengelola keuangan dengan baik, terutama sebelum atau menjelang hari raya tersebut, agar THR dapat diberikan kepada karyawan, serta perlunya peran SDM dalam mengkomunikasikannya dengan perusahaan tentang pentingnya THR tersebut bagi karyawan, sehingga perusahaan dapat memahami dan memberikan THR pada karyawan, sehingga kinerja karyawan pun juga dapat meningkat. Terima kasih

    BalasHapus
  18. Setiap perusahaan pasti ada orang yang menjalankan atau mengelola SDM , namu peran dan segala keputusan “orang SDM” tidak lepas tangan dari kepala perusahaan atau direktur. Orang-orang SDM melakukan perannya sesuai dengan prosedur dan aturan-aturan perusahaan. Apalagi untuk masalah pembagian THR bagi karyawan-karyawan pada saat hari besar, orang SDM juga bekerja sama dengan orang-orang di bagian keuangan (orang yang mengatur segala tunjangan keuangan para karyawan termasuk gaji dan proses keuangan perusahaan, bahan baku dll). Namun jika terjadi hal yang tidak disenangi para karyawan karena jatah THR mereka tidak diberikan itu juga bukan sepenuhnya salah orang SDM karena orang-orang tersebut juga mengikuti perintah atasan. Dalam arti keuntungan pasti ada karena jatah untuk para karyawan seperti uang THR pasti ada namun terkadang pihak perusahaan tidak memberikannya karena alsan untuk menutup biaya produksi yang kurang.
    Seharusnya pihak manajemen dan tenaga/orang SDM bisa memprediksi keuangan perusahaan menjelang Hari raya keagamaan supaya hal tersebut tidak terjadi lagi (tentunya atasan juga bisa adil dan bijaksana untuk memutuskan bagaimana menjalankan perusahaannya.

    BalasHapus
  19. Tunjangan Hari Raya merupakan kewajiban setiap tahun bagi perusahaan untuk membayar bonus dalam rangka hari besar idul fitri. seperti yang dijelaskan pada Pasal 1 huruf d, dan Pasal 2 ayat 1 Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 04/MEN/1994 Tahun 1994 ini, THR adalah pendapatan pekerja yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja yang telah bekerja selama tiga bulan atau lebih secara terus menerus menjelang Hari Raya Keagamaan yang berupa uang atau bentuk lain. namun pada kenyataannya masih banyak perusahaan yang tidak membayarkan THR kepada karyawannya dengan alasan tertentu. hal ini jelas merugikan karyawan karena THR yang diterima dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. hal ini perlu dibenahi dari pihak perusahaan. seperti peran SDM yang membuat peraturan - peraturan tentang tata cara pembayaran THR atau jatuh temponya. dan juga. mengatur bagaimana karyawan dapat mengkomunikasikan keinginan para karyawan kepada para atasan. sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dalam pembagian THR.

    BalasHapus
  20. menurut saya THR itu adalah suatu kewajiban yang harus di bayar perusahan untuk setiap karyawannya, bagaimanapun kondisi keuangan perusahan tersebut mereka harus tetap membayar nya,kalau memang perusahan tersebut tidak bisa membayarnya tahun ini perusahan tersebut bisa memberikan THR tersebut pada tahun yang akan datang. perusahan seharusnya memberi tahu keadaan kondisi keuangan pada karyawan nya sebelum hari raya agar karayawannya dapat mengerti bahwa kondisi keuangan perusahannya sedang memburuk. kalau menurut saya SDM hanya pengelola saja ,SDM tidak ada kaitannya dengan masalah pembayaran THR karena SDM hanya mendengar perintah atasannya,SDM sendiri adalah karyawan juga.

    BalasHapus
  21. Menurut pendapat saya...agar tidak timbul masalah seperti keterlambatan memberikan THR kepada karyawan perusahaan harus mengelola keuangan dengan sebaik mungkin agar tidak ada protes2 dari karyawan...THR adalah hak para karyawan untuk menerimanya...jadi perusahaan tidak bisa seenaknya memberikan alasan kepada karyawan dengan keterlambatan akibat keuangan yg menurun ..itu sangat tidak adil bagi karyawan yg sudah bekerja keras..

    BalasHapus
    Balasan
    1. pengelolaan keuangan apakah termasuk dalam peran SDM?? kemudian, bagaimana kalau perusahaan tersebut dari awal sudah tidak mampu untuk memberikan THR??

      Hapus
  22. Menurut saya, seharusnya perusahaan telah mempersiapkan uang THR untuk karyawan dari jauh-jauh hari sehingga tidak ada masalah seperti ini dan tidak mengecewakan karyawan. Jika perusahaan memang memiliki kesulitan dana, perusahaan dapat memberitahukan sebelumnya terhadap para karyawan sehingga karyawan jg dapat memakhlumi.

    BalasHapus
  23. THR merupakan hal yang selalu ditunggu-tunggu oleh karyawan pada saat hari raya tersebut. Dan biasanya suatu perusahaan memiliki jumlah karyawan yang banyak merasa kurang tertata nya kondisi keuangan yang ada sehingga THR bisa tersendat. Menurut saya, peran SDM juga diperlukan agar orang yang mengelola SDM dalam perusahaan tersebut bisa mengatur mengenai kondisi keuangan suatu perusahaan. Jika peran SDM tidak bisa berjalan dengan baik, maka perusahaan pun juga tidak akan berjalan dengan efektif, untuk pembagian THR yang setiap tahunnya juga diberlakukan seharusnya perusahaan sudah siap mengenai hal tersebut. Jika tidak, maka akan muncul permasalahan baru yang seharusnya tidak perlu timbul untuk semakin menyusahkan perusahaan. contohnya seperti karyawan malas bekerja, atau malah bekerja dengan asal-asalan, demo, mogok kerja dan sebagainya. Mengapa demikian? Karena THR sudah menjadi hal yang wajib atau dinantikan untuk diterima karyawan saat lebaran atau hari raya tertentu.

    BalasHapus
  24. THR adalah hak yang wajib didapatkan oleh karyawan, oleh karena itu perusahaan hendaknya memenuhi kewajiban pembayaran THR tersebut.
    untuk mengatasi atau menghindari permasalah tidak terbayarnya THR pihak perusahaan hendaknya berkonsultasi dengan pihak-pihak auditing sehingga dapat menganggarkan keuangan perusahaan agar hal serupa tidak terjadi kembali.

    BalasHapus
  25. Menurut saya THR merupakan suatu kewajiban dan tanggung jawab sebuah perusahaan yang harus di berikan kepada para karyawan saat merayakan hari raya. Mengenai tanggung jawab dan kewajiban, peran SDM sungguh sangat di butuhkan dan dapat di lihat kinerjanya, dalam arti an bahwa perusahaan harus memiliki planning dan persiapan dari jauh-jauh hari tentang pemberian THR sehingga juga bisa di sesuaikan dengan kondisi keuangan suatu perusahaan tersebut. Tidak hanya berpikir sampai di situ saja, efek yang di timbulkankan pun juga harus di pikirkan karena sangat berpengaruh bagi kinerja dan citra perusahaan. Saya ambil contoh:
    *) jika kondisi keuangan perusahaan sangat tidak memungkinkan untuk memberikan THR, tetapi perusahaan tetap "berbaik hati" memberikan THR, maka efek yang terjadi adalah memang para karyawan akan menilai bahwa perusahaan tersebut ber-tanggung jawab dan para karyawan akan meningkatkan kinerja nya, tetapi bagi perusahaan yang terjadi adalah kondisi keuangan menjadi kacau sehingga berpengaruh pada kebutuhan perusahaan lainnya (karena pasti membutuhkan modal)

    Maka kesimpulan menurut pendapat saya adalah bahwa perusahaan hendak nya memiliki SDM yang mampu membuat konsep dan perencanaan yang matang, mampu mempelajari situasi yang terjadi sebelum pengambilan keputusan serta dapat memikirkan efek yang akan terjadi setelah pengambilan keputusan tersebut.

    BalasHapus
  26. Menerut saya perusahaan hendaknya memikirkan kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi ketika membuat laporan keuangan secara periodik.
    karena dengan adanya laporan keuangan maka perusahaan dapat mengetahui pengeluaran perusahaan. ketika perusahaan tidak dapat memenuhi tanggung jawab tersebut maka perusahaan dapat melihat laporan keuangan untuk memangkas pengeluaran yang tidak penting sehingga tanggung jawab tersebut dapat terpenuhi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya sangat setuju dengan andri, bahawa perusahaan hendaknya memikirkan kewajiban-kewwajiban yang harus dipenuhi ketika membuat laporan keuangan secara periodik. tetapi hal tersebut tidak bisa lepas dari pengawasan manajer SDM harus nya mereka selalu berkomunikasi agar tidak terjadi miss komunikasi.apabila terjadi kasus seperti lupa membagikan THR maka membuat bingung siapakah dalang dibalik semua ini, dari manjemen keuagan atau bisa malah pemilik perusahaan yang sengaja atau juga malah manajer SDM yang sengaja untuk tak membritahukan pada manajemen keuangan.

      Hapus
    2. saya setuju, karena pembagian THR kepada karyawan*dalam perusaahn itu juga sangat penting. bila ada keterlambatan dalam pembayaran THR bisa j`di itu adalah kurangnya kontrol dalam keuangan sehingga menyebabkan keterlambatan dan kendala dam pembagian THR dan bisa juga karen asalah menempatan SDM itu sesuai bidangnya dan kurang terlatih, maka dari itu sebaiknya perusahaan lebih memperbaiki SDM yang ada saat ini, biar tak terjadi lagi dimasa mendatanf

      Hapus
  27. Menurut saya, keterlambatan pembayaran THR dalam perusahaan tidak ada pengaruhnya dengan orang-orang SDM (HRD), karena yang membayar uang THR untuk karyawan adalah perusahaan itu sendiri. Bagian HRD hanya bertugas menerima uang THR tersebut dari perusahaan kemudian baru disalurkan atau diberikan pada karyawan perusahaan.Yang perlu perusahaan lakukan agar tidak terjadi keterlambatan pembayaran THR adalah dengan memperhatikan kondisi keuangan perusahaan. Sebaiknya perusahaan tidak menjanjikan THR yang tinggi bila kondisi keuangan perusahaan sedang tidak stabil, uang THR yang diberikan semestinya harus sesuai dengan kinerja karyawan dalam perusahaan. Keterlambatan pembayaran THR dari perusahaan bisa terjadi dari 2 sisi, antara lain dari sisi karyawan dan perusahaan. Dari sisi perusahaan itu seperti yang sudah saya jelaskan di atas. Sedangkan bila dilihat dari sisi karyawan, keterlambatan pembayaran THR bisa terjadi karena omset yang ditargetkan pada karyawan tidak tercapai, Sehingga perusahaan sengaja menunda pembayaran THR pada karyawan yang tidak dapat mencapai target yang perusahaan ajukan kepada karyawan.

    BalasHapus
  28. Menurut pendapat saya, orang SDM sangat berpengaruh penting dalam permasalahan di atas. Karena sudah menjadi kewajiban SDM dalam membayar THR karyawan tepat waktu. Perusahaan sudah seharusnya mengkonfirmasi dahulu tentang keadaan keuangan perusahaan yang kurang baik, sehingga karyawan dapat mentoleransi keterlambatan bahkan tidak dibayarkan. Hal itu membuat karyawan protes, karena tidak ada pertanggung jawaban dalam pembagian THR yang terlambat oleh pihak SDM. Oleh karena itu pihak SDM harus cepat mengatasi permasalahan tersebut agar karyawan tidak merasa dirugikan.

    BalasHapus
  29. Permasalahan yang muncul tersebut akibat dari kurangnya perhatian dari orang SDM terhadap kondisi keuangan perusahaan untuk mengantisipasi tibanya hari raya keagamaan, seharusnya orang SDM dapat menjadi mediasi antara perusahaan, orang keuangan dan para karyawan. Dal hal ini orang SDM kurang sigap, ketika menjelang hari raya keagamaan ternyata kondisi keuangan perusahaan sedang jatuh, yang sudah seharusnya perusahaan dapat memberikan hak THR kepada para karyawannya menjadi tersendat. Dengan begitu orang SDM harus melakukan pendekatan kepada para karyawannya untuk menemukan kesepakatan yang dapat diterima oleh kedua belah pihak sehingga protes karyawan tentang keterlambatan THR dapat teratasi.

    BalasHapus
  30. Menurut saya,THR itu memang ha karyawantetapi juga perlu di lihat dari banyak sisi seperti omset perusahaan,kinerja karyawan dll. kalau memang pmset perusahaan sedang turun bahkan sedang "macet" maka sangat wajar kalau THR juga terhambat,dan penyebab" itu juga bisa karena kinerja karyawan yang tidak maksimal. orang SDM tidak berperan sepenuhnya karena yang menentukan jumlah THR itu bagian administrasi. sedangkan org SDM hanya memeriksa kembali jumlah THR dr bag administrasi. solusinya adalah orang SDM menjadi jembatan antara perusahaan dengan karyawan dan mentransparankan kondisi perusahaan kepada karyawan dan memaksimalkan kinerja karyawan agar lebih baik lagi.

    BalasHapus
  31. THR adalah hak setiap karyawan saat menjelang hari raya keagamaannya, oleh karena itu adalah kewajiban bagi pengusaha / majikan untuk membayar THR tersebut kepada karyawannya. Namun bagaimana jika kondisi keuangan perusahaan tidak mencukupi ?
    Disini dikatakan dalam Pasal 7 Peraturan Menteri Tenaga Kerja 04/1994, apabila pengusaha tidak mampu membayar THR boleh membayar THR lebih kecil dari ketentuan yang berlaku dengan syarat:
    1. Mengajukan permohonan penyimpangan jumlah pembayaran THR kepadaDirektur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
    2. Pengajuan paling lambat 2 bulan sebelum Hari Raya karyawannya.
    3. Mengenai jumlah THR yang wajib dibayarkan ditentukan oleh Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
    Dengan adanya peraturan ini maka dapat memberikan keringanan bagi pengusaha / majikan dalam kewajibannya membayar THR para karyawannya. Sekarang permasalahan yang timbul adalah bagaimana jika karyawan merasa bahwa THR yang diterimanya tidak cukup ?
    Maka sudah menjadi tugas bagian SDM untuk menjelaskan kepada karyawan mengenai kondisi keuangan perusahaan yang krisis. Karena salah satu fungsi bagian SDM adalah menjembatani antara pihak karyawan dengan perusahaan. Jika karyawan sudah sampai melakukan aksi protes dengan berdemo maka dapat dikatakan bahwa bagian SDM telah gagal menjalankan tugasnya sebagai penghubung perusahaan dengan karyawan.

    BalasHapus
  32. Menurut saya, THR itu hak untuk para karyawan yang setiap tahunnya dilakukan/diberikan perusahaan. Pasti ada, seharusnya perusahaan itu tau dan berkewajiban untuk memberikan THR kepada karyawannya karena bila tidak adanya pembagian THR maka kinerja karyawan tidak akan maksimal maka dari itu perusahaan harus mampu mengatur keuangan untuk THR karyawan. Agar kinerja karyawan bisa maksimal dan dapat menguntungkan perusahaan, dan karyawan juga bisa menikmati THR mereka.

    BalasHapus
  33. THR merupakan sesuatu yang sangat di nantikan bagi para karyawan, terutama yang akan merayakan hari raya. oleh sebab itu, menurut saya yang harus di lakukan perusahaan adalah memikirkan dan mempersiapkan secara matang tentang pemberian THR. dengan di berikan THR kepada para karyawan, perusahaan akan secara langsung maupun tidak langsung akan mendapat "keuntungan" dari para karyawan, yakni para karyawan yang merasa diri nya telah di perhatikan oleh perusahaan, maka para karyawan akan berusaha memaksimalkan kinerja dan potensi yang di miliki.

    BalasHapus
  34. menurut pendapat saya orang SDM memegang kendali penting dalam kasus seperti ini karena mereka merupakan penengah antara perusahaan dengan karyawan.orang sdm ini harus pintar menyeimbangkan antara kebutuhan perusahaan dengan kebutuhan karyawan.apabila orang sdm ini tidak dapat menghandle perusahaan dan karyawan nya dengan baik maka kejadian seperti itu sangat mungkin terjadi.pembagian thr terhadap karyawan tidak boleh terlambat,di kantor milik kakak saya pembagian thr di berikan 1 minggu sebelum hari raya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. dalam contoh kasus tersebut, bagaimana cara agar perusahaan bisa mencapai target 1 minggu sebelum hari raya sudah ada pembagian THR??

      Hapus
    2. dengan mengatur neraca keuangan perusahaan yang baik.terima kasih.

      Hapus
  35. THR ialah hak segala karyawan karena sudah di atur dalam Undang Undang
    HRD memang meiliki peran dalam permasalahan tersebut karena HRD lah yang "mempromosikan" kontrak kerja kepada para karyawan, di mana di dalam kontrak tersebut seharusnya sudah mencantumkan hak dan kewajiban karyawan tersebut termasuk salah satunya THR tersebut

    BalasHapus
    Balasan
    1. bila dalam konrak kerja, perusahaan telah memberikan pernyataan bahwa tidak ada pembagian THR, apakah karyawan berhak memprotes perusahaan tersebut?

      Hapus
  36. THR merupakan salah satu hal yang paling ditunggu para karyawan menjelang hari raya. Jika terjadi keterlambatan atau perusahaan tidak mampu memberikan THR kepada para karyawan, seharusnya orang-orang SDM harus mendiskusikan hal tersebut sebelum hari raya. Agar tidak terjadi pemberontakan oleh para karyawan dan para karyawan tetap percaya terhadap perusahaan. apabila perusahaan tidak mampu memberikan THR hal tersebut harus diberitahukan kepada karyawan. Perusahaan mempunyai kewajiban*untuk menyejahterakan para karyawannya. Jika terjadi masalah terhadap keuangannya, para manajer harus memikirkan jalan keluar terbaiknya seperti apa agar perusahaan tetap bisa memenuhi kewajibannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. jadi bisa saya simpulkan dari pernyataan natalia bahwa SDM tidak berperan dalam pembayaran THR melainkan perusahaanlah yang bertanggungjawab atas permasalahan tersebut??

      Hapus
    2. Terima kasih atas tanggapannya saudara Ivan...
      Maksud saya adalah SDM merupakan bagian dari suatu perusahaan. Jadi antara SDM dan perusahaan pasti terdapat koordinasi. Jika ada permasalahan seperti di atas, maka SDM dan perusahaan sudah pasti akan mencari jalan agar permasalahan tersebut dapat diselesaikan.

      Hapus
  37. tentu adanya peranan SDM dalam suatu organisasi terutama dalam memilih karyawan yang kompeten. jika banyak karyawan yang tidak menerima THR dikarenakan kondisi ekonomi perusahaan itu merupakan hal yang salah, karena THR merupakan anggaran penting yang perlu dimasukkan ke dalam agenda para akuntan perusahaan. jika terjadi permasalahan seperti itu berarti bagian SDM tidak mampu melakukan tugasnya dengan baik dalam memilih akuntan perusahaan.

    BalasHapus
  38. THR tentunya di nanti-nantikan oleh para karyawan di setiap tahunnya. dan THR memang menjadi HAK dari para pegawai tersebut, dan juga kewajiban bagi perusahaan untuk memberikan THR tersebut kepada para karyawan. orang-orang SDM tentu bertanggung jawab pada masalah tidak diberikannya THR kepada para karyawan, meskipun alasan tidak diberikannya THR karena keuangan perusahaan itu juga karena SDM yang tidak jeli dalam memilih dan mengelola karyawan-karyawan yang bekerja pada perusahaan tersebut akhirnya perusahaan tersebut mengalami masalah dalam keuangan.

    BalasHapus
  39. menurut saya, seharusnya dari awal ketika perusahaan melakukan suatu kesepakatan dengan karyawan untuk suatu kontrak kerja, disitu perusahaan sudah harus memikirkan dan menganggarkan tunjangan hari raya bagi para karyawannya. ketika terjadi masalah seperti kasus diatas, itu adalah bukti ketidakonsistenan perusahaan dalam memenuhi hak karyawan dan jelas ada orang SDM dalam perusahaan yang terlibat, mungkin karena berbagai alasan masalah keuangan perusahaan atau yang lainnya. baiknya, seluruh tunjangan dianggarkan dengan cermat, sebagai kompenasasi yang tepat bagi seluruh karyawan

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya mau bertanya pada anda, tentang peran SDM dalam ketidak konsistenan perusahaan dalam memenuhi hak para karyawan dalam hal apa ya?? tanggung jawab dalam hal apa

      Hapus
  40. THR atau lebih jelasnya Tunjangan Hari Raya, ini adalah bonus tahunan yang diberikan sebuah perusahaan setahun sekali kepada para karyawannya. semua karyawan berhak menerima THR dimana dia bekerja. dari permasalahan yang ada diatas peran SDM sangat berpengaruh dalam pemberian THR kepada karyawan-karyawannya, karena disini bagian pengatur keuangan dalam sebuah perusahaan sangat berperan penting untuk mengeluarkan sebuah Tunjangan yang akan diberikan kepada karyawannya. disisi lain bagian keuangan dalam perusahaan tersebut juga harus mempertimbangkan dana yang ada dalam sebuah perusahaan. jangan sampai terjadi setelah tunjangan diberikan kepada karyawannya dana dari perusahaan tersebut menjadi defisit, sehingga akan menjadi lebih merugikan pada perusahaan tersebut kedepannya. disini sebaiknya perusahaan lebih menghitungkan agar tidak terjadi defisit pada perusahaan dengan menganggarkan sesuai dengan keuangan yang ada.
    saya ingin membahas masalah-masalah baru ini yang terjadi ketika sebuah perusahaan Air Minum atau PDAM di kota mojokerto, membahas mengenai kebalikan dari masalah yang ada diatas, masalah tersebut adalah Gaji Karyawan PDAM Terancam Tak Terbayar, Dikarenakan Dana yang ada terpakai untuk memberikan THR kepada karyawannya, hal ini sangat menyulitkan bagi pihak manajemen pada sebuah perusahaan air minum tersebut, mereka harus bisa memenuhi THR untuk karyawannya sedangkan dana yang ada sudah terpakai untuk THR karyawan, tetapi disini perusahaan menjelaskan mereka dapat memberikan gajinya 40persen saja dan sisanya akan diberikan sesudah Hari Raya, dari permasalahan ini dijelaskan sebab dari ketidakstabilan keuangan untuk pembayaran pada karyawan-karyawannya dikarenakan pucuk pimpinan perusahaan pemerintah itu tidak pernah ngrumat perusahaan dengan baik, bahkan saking tidak ngurusnya sejak beberapa bulan terakhir, sang pimpinan selalu mangkir dari kantornya. demikian topik ini ada pada koran jawa-pos pada tgl 23-08-2012.

    BalasHapus
  41. Menurut pendapat saya masalah ini membutuhkan peran penting orang SDM yang berkualitas agar tidak terjadi terus menurus dan adanya kerja sama dari pihak terkait (perusahaan,orang SDM dan karyawan tentunya). Dan jika orang SDM sendiri disuatu perusahaan tidak berkualitas maka peran mereka tidak berpengaruh banyak terhadap masalah klasik yang hampir terjadi dibeberapa perusahaan dan mungkin saja terjadi setiap Hari Raya tiba.
    Terima Kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya sependapat dengan natalia fransiska jika suatu perusahaan membutuhkan SDM yang berkulitas dan jika perusahaan tidak memilikinya maka akan sering terjadi kesalahan. dan tolong jelaskan apa itu masalah klasik yang hampir terjadi di beberapa perusahaan?

      Hapus
    2. Saya ingin membantu menanggapi pertanyaan dari Saudara Kent,

      Masalah klasik tersebut salah satunya berupa keterlambatan pembayaran THR yang menjadi bahan diskusi kita, serta alasan-alasan klasik perusahaan dalam melalaikan kewajibannya seperti kondisi keuangan perusahaan yang terbatas

      Terima Kasih

      Hapus
    3. Terima Kasih saudara Kent
      Pendapat saya masalah klasik memang terjadi dibeberapa perusahaan, tetapi tidak diseluruh perusahaan. Ini dapat terjadi karena perusahaan tersebut tidak memiliki SDM yang baik untuk menangani masalah tersebut, sehingga terjadi setiap taunnya.

      Untuk saudari Caroline Terima Kasih atas pendapat saudari. Dan saya sependapat dengan anda bahwa masalah klasik setiap tahun yang dialami beberapa perusahaan adalah pembagian THR.

      Hapus
  42. Kejadian protes atau pergolakan dalam karyawan mengenai permasalahan dalam pemberian THR dapat diatasi bila perusahaan dan karyawan membuat sebuah kesepakatan terlebih dahulu. menurut saya, disinilah peran orang-orang SDM perlu dilibatkan karena merekalah yang menghubungkan antara pihak karyawan dan pihak perusahaan. Orang SDM minimal harus mengetahui kondisi keuangan perusahaan saat itu, sehingga mereka bisa memikirkan kedepan apakah perusahaan menyanggupi pemberian THR atau tidak kepada karyawannya. Ketika sebuah perusahaan tidak menyanggupi pemberian THR kepada karyawannya, maka orang SDMlah yang harus sesegera mungkin melakukan pembicaraan dengan karyawan. Orang SDM harus bisa menjelaskan bagaimana kondisi perusahaan saat ini yang tidak memungkinkan membayar THR secara penuh kepada karyawannya. Karyawan pun diharapkan bisa mengerti dan sadar bagaimana kondisi perusahaanya sehingga tuntutan hak mereka pun bisa ditunda bergantung bagaimana kesepakatannya. Selanjutnya orang SDM akan mengkonfirmasikan kepada perusahaan, dan sebaiknya pihak perusahaan mematuhi kesepakatan yang ada dan kemudian menjelaskan mekanisme pembayaran THR yang tertunda tersebut kepada karyawannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya setuju dengan pendapat martinus. dengan penjelasan yang masuk akal, maka karyawan bisa mengerti kondisi perusahaan saat ini. namun orang SDM juga diharapkan bisa memberikan solusi atas permasalahan yang ada. dengan adanya orang SDM, perusahaan dapat bertanya solusi yang ada, agar perusahaan bisa mempertanggungjawabkan kewajibannya terhadap para karyawan.

      Hapus
  43. menurut saya, pembagian THR harus wajib dilakukan karena itu adalah kewajiban perusahaan umum. jika hal itu tidak dipenuhi maka perusahaan tidak konsisten pada kewajibannya

    BalasHapus
  44. menurut saya hal ini juga terkait dengan MSDM karena MSDM adalah yang mengatur dan mengelola perusahaan jika manajemen keuangan melakukan kesalahan berarti kurangnya pengawasan manajemen MSDM

    BalasHapus
    Balasan
    1. Intinya kedua belah divisi harus benar-benar dalam melakukan perencanaan, dalam artian kedepannya mereka harus mampu menyiapkan dana untuk khususnya pembayaran THR karyawan.Karena itu jika ada perusahaan yang tidak mapu membayarkan THR karyawan, pihak yang disalahkan atau disoroti bukan hanya orang SDM melainkan juga orang di bagian keuangan.

      Hapus
  45. menurut pendapat saya, MSDM juga berperan penting ketika pembagian THR pada saat hari raya. jika perusahaan mengalami masalah pada keuangan perusahaan, manajer atau bagian dari keuangan menceritakan/memberitahukan kepada para pemimpin perusahaan dan terlebih kepada pihak MSDM, karena pihak MSDM merupakan pihak yang berkontak langsung dengan para karyawan perusahaan, sehingga MSDM dapat menjadi penengah ketika memiliki masalah keuangan perusahaan dengan para karyawan dalam perusahaan.

    BalasHapus
  46. yang mempengaruhi adalah pemilik perusahaan bukan lah orang sdm karena pemegang palu ada pemilik perusahaan dan orang sdm hanya menjalankan tugas yang di berikan direktur atau pemilik perusahaan.menanggulanginya dengan cara kontrak kerja dan outsourcing(bukan pegawai tetap),sehingga pegawai tidak dapat menuntut THR.

    BalasHapus
  47. Tunjangan hari raya (THR) merupakan hak pekerja atas kontribusi yang telah diberikan kepada perusahaan sehingga jangan sampai ada perusahaan yang mengelak untuk memberikan THR tersebut.
    Menurut saya,SDM sangat berperan aktif dalam mengatasi permasalahan ini dan permasalahan tersebut (Keterlambatan dalam pembayaran THR) adalah persoalan serius yang harusnya tidak perlu terjadi apabila orang SDM tanggap dan dapat mengantisipasinya lebih awal, misalnya dengan mengeluarkan imbauan atau surat edaran jikalau memang terjadi masalah dengan kondisi keuangan perusahaan agar tidak terjadi permasalahan dengan karyawan dan tidak mencuat kasus perusahaan melanggar peraturan dalam memberikan THR,karena pada saat ini, sudah ada dalam UU yang nantinya akan memberikan sanksi jika perusahaan tersebut tidak memberikan THR kepada karyawan.

    BalasHapus
  48. menurut saya,alasan klasik mengenai kondisi keuangan perusahaan itu juga ada benarnya,karena terkadang perusahaan mungkin saja bisa mengalami penurunan keuangan.selain itu juga terdapat kasus seperti karyawan yang baru masuk kerja satu bulan sebelum hari raya,tentu saja karyawan tsb tidak menerima THR krna masih dalam masa training.tetapi apakah pantas apabila ada karyawan sudah berpuluh-puluh tahun bekerja di perusahaan tsb tdk mendapatkan THR?(tentunya tidak pantas).selain itu juga ada faktor dari perbedaan agama antar karyawan.tetapi suatu perusahaan harus memberikan THR pada karyawan bagaimanapun kondisi keuangan perusahaan tsb dan tidak membeda-bedakan agama yang dianut oleh karyawan.peran SDM dalam kasus ini adalah mengatur kondisi peusahaan secara keseluruhan agar tidak terjadi keterlambatan atau tidak terbayarnya THR sebelum hari raya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. apakah peran SDM adalah mengatur keuangan sebuah perusahaan? kemudian manager keuangan bertugas untuk apa?

      Hapus
  49. Mnurut saya, orang yang mengelola SDM dalam perusahaan sangat berperan dalam membayarkan THR karyawannya karena SDM menjadi bagian dari ilmu manajemen (management science) yang mengacu kepada fungsi manajemen yang dalam pelaksanaannya meliputi proses-proses perencanaan, pengorganisasian, staffing, memimpin dan mengendalikan. Apabila kondisi perusahaan bermasalah maka perusahaan tersebut tetap memberikan THR bagi para karyawannya melalui orang yang mengelola SDM walaupun jumlahnya sedikit sehingga keterlambatan atau tidak dibayarkannya THR tidak terjadi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. apakah setiap permasalahan dalam perusahaan harus orang SDM yang mengatasinya??

      Hapus
    2. Saya ingin menanggapi pertanyaan Saudara Ivan,

      Menurut saya tidak, karena permasalahan yang terjadi dalam sebuah perusahaan merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen dalam perusahaan. Masalah pembayaran THR ini sebenarnya tidak terlepas dari kesalahn departemen-departemen lainnya seperti departemen keuangan, produksi dan pemasaran.

      SDM sendiri sebenarnya khusus berperan dalam semua keputusan dan praktik manajemen yang memengaruhi secara langsung sumber daya manusia dalam kegiatan perusahaan. Terima Kasih

      Mungkin ada tanggapan lain dari teman-teman? ^^

      Hapus
    3. berarti menurut caroline semua aspek dalam perusahaan bertanggungjawab dalam permasalahan pembayaran THR?
      kalau begitu kalau ada permasalahan seperti dalam kasus pembayaran THR siapa yang bertanggungjawab secara penuh?

      Hapus
    4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    5. Menurut saya, dalam permasalahan pembayaran THR aspek-aspek perusahaan selain SDM juga bertanggung jawab karena ini menyangkut nama baik perusahaan di mata masyarakat serta keberlangsungan perusahaan itu sendiri.

      Soal siapa yang bertanggung jawab penuh itu tergantung pada apa penyebab atau alasan terjadinya keterlambatan THR itu sendiri dalam suatu perusahaan.

      Terima Kasih

      Hapus
    6. saya akan menanggapi saudara ivan
      setiap permasalahan didalam perusahaan tidak hanya diatasi oleh orang yang mengelola SDM, karena ada masalah-masalah lain di lingkungan internal perusahaan yang tidak berhubungan dengan orang yang mengelola SDM.

      Untuk masalah keterlambatan pembayaran THR dan tidak dibayarkannya THR merupakan tanggung jawab orang yang mengelola SDM karena sudah merupakan kewajiban orang yang mengelola SDM sebagai perantara penyerahan THR kepada karyawan, namun masalah keterlambatan bukan merupakan kesalahan orang yang mengelola SDM semata, namun departemen-departemen lain seperti yang disampaikan saudari caroline, juga bertanggung jawab atas masalah keterlambatan dan tidak dibayarkannya THR.
      Terima Kasih

      Hapus
  50. pembagian THR merupakan suatu keharusan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.04/1994 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja di Perusahaan.
    Yang mana tiap-tiap perusahaan wajib memberikan tunjangan tersebut kepada seluruh karyawannya.
    Hanya saja untuk besaran tunjangan yang diberikan adakalanya berbeda di tiap-tiap perusahaan, sesuai dengan besar dan kecilnya perusahaan tersebut.
    Mayoritas pemberian tunjangan adalah sebesar 1 kali gaji bulanan, namun untuk industri skala kecil (home industri, toko, dll) biasanya pemberian tunjangan adalah seikhlasnya dari pemilik usaha. Begitu pula untuk industri skala besar, adakala nya tunjangan yang diberikan melebihi nominal 1 kali gaji bulanan untuk karyawan yang memiliki posisi tertentu (biasanya posisi tinggi dalam perusahaan).
    Peran bagian SDM adalah mengatur pembagian THR sesuai dengan masa kerja karyawan, yang mana untuk karyawan yang memiliki masa kerja dibawah 1 tahun biasanya diberi THR sesuai dengan (N/12)x gaji bulanan. N=lama bekerja dalam bulan.
    Bagian SDM juga memberi masukan pada pemilik perusahaan untuk menentukan karyawan mana yang berhak untuk mendapatkan THR dalam nominal jumlah yang lebih banyak (biasanya untuk karyawan yang berprestasi, memiliki posisi tinggi dalam perusahaan)
    Demikian pendapat saya, atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih

    BalasHapus
  51. menurut pendapat saya, THR merupakan salah satu hak yang di miliki oleh karyawan. ketika timbul masalah klasik seperti yang diatas seharusnya dapat di antisipasi oleh perusahaan. ketika kondisi keuangan tidak sehat padahal harus membagikan THR, manajer keuangan dapat berkonsultasi dengan orang MSDM tentang solusi terbaik apa yang harus di lakukan.karena orang MSDM adalah orang yang berkontak langsung atau dekat dengan karyawan. sehingga peran dari orang MSDM disini adalah menjadi penengah antara perusahaan dengan karyawan.

    BalasHapus
  52. Menurut saya, uang tunjangan hari raya atau THR itu sangatlah baik bila dipersiapKan terlebih dahuli sehingga pada waktu pembagian THR tiba para karyawan sudah bisa mengambil THRnya secara langsung, tetapi kebanyakan perusahaan yang ada di Indonesia sangatlah susah untuk memberi tunjangan tersebut pada karyawan maupun buruh. Dikarenakan uang yang dikeluarkan oleh perusahaan cukup besar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saudara jika terjadi demo seperti itu apa yang akan anda lakukan sebagai orang SDM (cara untuk mengatasinya ?)
      terima kasih

      Hapus
  53. Menurut saya, peran dari SDM yang berkualitas sangat di butuhkan dalam sebuah perusahaan untuk dapat mengatur keuangan perusahaan dengan sebaik mungkin dan memikirkan keuangan jangka panjang.Manajer Perusahaan juga seharusnya dari awal sudah memikirkan dan menyisihkan keuangan yang ada untuk upah THR para karyawann atau dengan cara bernegosisasi bersama dan menyepakati bersama kapan diberikan THR tersebut sehingga tidak terjadi kesalahpahaman.

    BalasHapus
  54. menurut saya orang SDM memiliki peran penting dalam hal ini karena jika orng SDm dapat mengatur keuangan perusahaan tentang gaji karyawan maka hal ini tidak akan terjadi. karena itu orang SDM harus pintar-pintar dalam mengatur dan bernegosiasi dengan para karyawan agar hal ini tidak sampai terjadi karena tidak hanyakaryawan yang rugi jika ada demo yang terjadi,tetapi juga perusahaan.
    langkah-langkah yang dapat di ambil orang SDM:
    - merinci semua karyawan dan menggolongkannya menuerut jabatan,pekerjaan dll agar lebih mudah dalam memberikan gaji THR
    - mempersiapkan gaji thr karyawan di jauh hari sebelumnya
    - jika memang ada keterlambatan dalam THR orang SDm wajib Memberitahukan dan meminta maaf atas keterlambatan dalam pemberian THR dan menjelaskan dengan rinci penyebabnya

    BalasHapus
  55. menurut saya, peranan orang SDM sangatlah penting. ia berkedudukan sebagai penengah di antara perusahaan dan karyawan dalam perusahaan itu. orang SDM harus mampu memikirkan keadaan perusahaan namun tetap memikirkan kesejahteraan karyawannya. perusahaan memang seharusnya memberikan THR secara tepat waktu. namun jumlah yang diberikan harus sesuai dengan keadaan dan kemampuan perusahaan saat itu, bentuk tunjangan yg diberikan pun dapat diberikan dalam bentuk apapun.
    peranan THR sendiri cukup besar dan berpengaruh, THR merupakan kewajiban bagi perusahaan yg merupakan bentuk penghargaan bagi perusahaan untuk karyawannya. bila selama ini karyawan telah menjalankan kewajibannya, sekarang giliran perusahaan yg menjalankan kewajibannya. Jadi, bila perusahaan saja krg menghargai dan tidak menjalankan kewajibannya bagaimana karyawan dapat terpacu dan termotivasi untuk mejalankan kewajibannya.
    seharusnya hak dan kewajiban dari perusah`an dan karyawan harus seimbang.
    Apabila perusahaan mengalami penurunan pemberian THR disinilah peran org SDM, ia harus mampu memberikan pengertian dan penjelasan kepada karyawan terhadap apa yang terjadi dalam perusahaan dan pengaruh kontribusi karyawan terhadap produktivitas perusahaan. bila pengertian yg diberikan dapat diresapi dengan baik, pasti akan dapat memotivasi karyawan agar dapat memaksimalkan kinerjanya periode mendatang sehingga THR tahun depan dapat mengalami peningkatan.

    BalasHapus
  56. Menurut saya memang ada peran serta dari orang SDM di dalam perusahaan yang selalu mempersulit cairnya dana tunjangan hari raya tersebut,atau bisa saja dana itu telah diberikan dari pemilik perusahaan namun oleh pihak SDM belum menyerahkannya kepada karyawan,entah itu karena dipakai oleh diri sendiri ataupun masih tetap tersimpan uangnya. Kalau kondisi seperti ini,pihak perusahaan haruslah lebih teliti lagi dalam mnengontrol apakah dana itu sudah dialokasikan kepada karyawan atau belum. karena THR adalah suatu hal yang sangat ditunggu oleh para karyawan setiap tahunnya,maka dari itu perusahaan harus benar-benar bertanggungjawab apabila ada keterlambatan uang THR.

    BalasHapus
  57. Seperti yang sudah kita ketahui, sumber daya manusia adalah salah satu faktor produksi yang dimiliki oleh sebuah perusahaan. Perusahaan dikatakan berhasil apabila perusahaan tersebut mencapai tujuan - tujuan strategisnya. Untuk mencapai tujuan strategis tersebut, maka perusahaan memerlukan sumber daya manusia yang berkualitas dan berkompeten di bidangnya.

    Apabila sumber daya manusia / pekerja suatu perusahaan sudah melakukan tugasnya dengan baik dan bertanggung jawab, maka pekerja tersebut berhak menerima hak - haknya. Menurut saya, THR atau tunjangan hari raya adalah salah satu hak dari para pekerja. Selain itu, di Indonesia juga sudah ada peraturan yang mengatur tentang pemberian THR atau tunjangan hari raya tersebut.

    Jadi apabila dalam suatu perusahaan muncul masalah tentang keterlambatan pemberian THR dengan alasan klasik kondisi keuangan perusahaan yang kurang baik, maka perusahaan tersebut dapat dikatakan tidak atau kurang memperhatikan kebutuhan - kebutuhan para pekerjanya. Perusahaan yang baik seharusnya memiliki manajemen yang bisa mengatur kegiatan operasional perusahaan sehingga tidak timbul masalah kondisi keuangan yang kurang baik.

    Agar masalah tersebut tidak terjadi dalam perusahaan, maka sebaiknya perusahaan selalu melakukan kontrol terhadap keuangan perusahaan. MSDM perusahaan juga harus bisa menjadi tempat untuk menampung aspirasi para pekerja dan menjadi perantara yang baik antara pekerja dengan pemilik perusahaan. MSDM juga bekerja lebih keras lagi dalam mengelola SDM yang ada sehingga perusahaan tetap memperoleh manfaat yang semestinya. Selain itu, sebaiknya perusahaan sudah menyiapkan THR jauh - jauh hari sebelum hari raya tiba sehingga tidak terjadi keterlambatan dalam pembayaran THR dan para pekerja merasa mereka diperhatikan oleh perusahaan.

    BalasHapus
  58. menurut saya ,THR biasa di sebut gaji ke 13 setelah karayawan bekerja selama 12 bulan di perusahaan tersebur yang di berikan pada waktu hari raya idul fitri.

    sebagai org HRD yang baik,pasti membicarakan dulu kepada bagian keuangan untuk menyisihkan uang untuk menghimbau agar pada karyawan tidak berdemonstrasi atas perusahaan yang tidak dapt membayar THR terhadap karyawannya.

    BalasHapus
  59. menurut pendapat saya, THR merupakan salah satu hak yang di miliki oleh karyawan. ketika timbul masalah klasik seperti yang diatas seharusnya dapat di antisipasi oleh perusahaan. ketika kondisi keuangan tidak sehat padahal harus membagikan THR, manajer keuangan dapat berkonsultasi dengan orang MSDM tentang solusi terbaik apa yang harus di lakukan.karena orang MSDM adalah orang yang berkontak langsung atau dekat dengan karyawan. sehingga peran dari orang MSDM disini adalah menjadi penengah antara perusahaan dengan karyawan.

    BalasHapus