SELAMAT DATANG

Blog ini dibuat terutama sebagai sarana diskusi para mahasiswa. Terima kasih atas pengertiannya.....
Postingan tentang BAHASA TOMBULU telah disatukan pada blog: bahasatombulu.blogspot.com
Tugas wawancara pebisnis dipostingkan pada blog: kuraberbisnis.blogspot.com

Selasa, 07 Juni 2011

Faktor yang mempengaruhi kecepatan pengambilan keputusan strategis (review artikel)

Wally, Stefan & J. Robert Baum. 1994. Personal and structural determinants of the pace of strategic decison making. Academy of Management Journal, 37 (4): 932-956.


A.     Alasan dan Tujuan Penelitian
Penelitian tentang pengambilan keputusan strategik sudah banyak dilakukan sehubungan dengan range proses antersedennya, karakteristik, dan hasil dari pengambilan keputusan strategik tersebut. Sedangkan, perhatian pada  kecepatan pengambilan keputusan itu masih jarang sehingga penulis tertarik untuk memperluas riset pada kecepatan, atau langkah pengambilan keputusan strategik itu.
B.     Literatur Review dan model serta hipotesis
Putusan strategik merupakan putusan yang tidak dapat diprogram yang mencakup komitmen sumberdaya substansial pada level keseluruhan perusahaan. Proses pilihan atau pengambilan putusan, dapat dikonseptualisasi sebagai cakupan tiga aktivitas yang terangkai, yaitu:
·         Intelegence activity
·         Design activity
·         Choice activity
Determinan personal yang mempengaruhi langkah pengambilan putusan oleh penulis dihipotesakan terdiri dari cognitive ability, penggunaan intuisi, kecenderungan eksekutif dalam bertindak, dan toleransi terhadap resiko.
Sehubungan dengan cognitive ability, dirumuskan hipotesis sebagai berikut:
1.      Semakin besar kemampuan kognitif seorang eksekutif, semakin cepat langkah saat ia mengevaluasi calon akusisi.
Sehubungan dengan penggunaan intuisi, dirumuskan hipotesis sebagai berikut:
2.      Semakin besar penggunaan intuisi seorang eksekutif, semakin cepat langkah saat ia mengevaluasi calon akusisi.
Sehubungan dengan toleransi terhadap resiko, dirumuskan hipotesi sebagai berikut:
3.      Semakin besar toleransi seorang eksekutif terhadap resiko, semakin cepat langkah saat ia mengevaluasi calon akusisi.
Sehubungan dengan kecenderungan eksekutif untuk bertindak, dirumuskan hipotesis:
4.      Semakin besar kecenderungan eksekutif untuk bertindak, semakin cepat langkah saat ia mengevaluasi calon akusisi.
Sedangkan determinan struktural yang mempengaruhi langkah pengambilan putusan strategik dihipotesiskan sebagai berikut:
5.      Semakin tersentralisasi struktur pengambilan putusan suatu perusahaan, semakin cepat langkah saat eksekutif mengevaluasi calon akusisi.
6.      Semakin terformalisasi struktur pengambilan keputusan suatu perusahaan, semakin cepat langkah saat eksekutif mengevaluasi calon akusisi.
Peneliti memasukkan size dan industry effect sebagai variabel kontrol karena dianggap ikut mempengaruh langkah pengambilan putusan strategik tetapi tidak diteliti dalam penelitian ini.
C.     Metode
Kuesioner dikirim kepada CEO dari 306 perusahaan di York County, Pennsylvania, yang minimal mempekerjakan 5 pekerja. Ada 164 kuesioner yang kembali tetapi hanya 151 yang dapat digunakan.
D.     Hasil
Dua pengukuran langka pengambilan putusan dalam tabel 2 menunjukkan beberapa korelasi yang signifikan dengan semua variabel latent, kecuali dengan kecenderungan bertindak dan kemampuan kognitif.
Sentralisasi dan pengukuran baik untuk risk propensity dan pengalaman akusisi muga memiliki korelasi yang secara statistik signifikan. Namun, tidak ada hubungan signifikan antara struktur dan pengukuran perbedaan individual. Indikator lain seperti GFI, AGFI, dan RMSR memiliki hasil yang menunjukkan kesesuaian yang sangat baik..
Gambar 2 menunjukkan koefisien solusi LISREL antara  pengukuran dan konstruk latent dan termasuk konstruk latent. Hasilnya mendukung  6 hipotesis; hanya  efek variabel kontrol yaitu industry effect, tidak signifikan.
E.     Diskusi
Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa perbedaan individual yang ada pada eksekutif adalah penting untuk langkah yang mana pengambilan putusan strategik itu terjadi. Eksekutif yang dengan siap menggunakan intuisi dan yang memiliki kemampuan kognitif  tinggi, toleransi tinggi terhadap resiko, dan kecenderungan yang kuat untuk bertindak, mampu melakukan aktifitas intelegensi, desain, dan pilihan yang membuat pengambilan keputusan strategik lebih cepat daripada eksekutif lain.
Hasil penelitian ini juga mendukung (Eisenhardt, 1989) dan memperbaiki (Hitt & Tyler, 1991). Selain menambah penelitian tentang kecepatan dalam mengambil putusan strategik, peneliti pun telah memperluas range penelitian yang mana telah memasukkan faktor perbedaan individual sebagai salah satu yang mempengaruhi kecepatan pengambilan putusan strategik.

=o0o=

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar