Minggu, 08 September 2013

Pengaruh Kepribadian dan Persepsi terhadap Perilaku Individu (Bahan Diskusi 10 September 2013)


 (Article Review)

1.     Latar Belakang
Organisasi terdiri dari berbagai individu yang memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Pemahaman akan perilaku individual dan perbedaan-perbedaannya dapat membantu membuat organisasi itu semakin solid sehingga akan lebih mudah mencapai tujuannya. Oleh karena itu, pembahasan akan kepribadian dan persepsi sangat relevan dalam upaya memahami perilaku keorganisasian.

2.      Permasalahan
Permasalahan pokok dalam dua artikel berikut ini adalah bagaimana memahami  perilaku individual serta perbedaan-perbedaannya. Artikel yang ditulis oleh Zalkind & Costelo (1962) menyoroti permasalahan tersebut dengan membahas tentang persepsi. Hal itu sangat relevan karena persepsi seseorang dapat mempengaruh perilaku orang tersebut dalam organisasi. Sedangkan Ashton (1998) membahas tentang kepribadian. Sebab, sebagaimana dengan persepsi, kepribadian seseorang sangat menentukan perilaku individual dan perbedaan-perbedaannya.

3.      Pembahasan
Zalkind & Costelo (1962) membatasi pembahasannya tentang persepsi dengan menekankan pada beberapa penelitian yang telah ada serta implikasinya bagi administrasi. Ia merangkum berbagai penemuan pada persepsi yang telah dikembangkan baik melalui penelitian laboratoris maupun organisasional dan kemudian ia  merumuskan beberapa implikasi manajerial dan administratif.
Hasil rangkuman yang telah dilakukannya sehubungan dengan penelitian tentang persepsi itu digolongkannya dalam beberapa tema pokok, yaitu:
  1. Faktor-faktor mendasar dalam sifat proses yang berkenaan dengan persepsi
  2. Pembentukan impresi dari orang yang lain
  3. Karakteristik dari orang yang melakukan persepsi (perceiver) dan yang dipersepsi (perceived)
  4. Pengaruh situasional dan organisasional  pada persepsi
  5. Pengaruh perseptual (yang berkenaan dengan persepsi) terhadap penyelesaian/ penyesuaian interpersonal.
Berbeda dengan artikel di atas, Ashton (1998) menyoroti personality dan job performance dalam kaitan dengan pentingnya penggunaan kriteria (sifat) yang lebih sempit. Hal ini muncul karena adanya dilema dalam pengukuran kepribadian (personality). Ones dan Viswesvaran (1986) mengemukakan bahwa penggunaan pengukuran yang lebih luas dalam menilai kepribadian lebih disukai karena bentuk itu  lebih reliabel dibanding dengan pengukuran yang menggunakan kriteria yang lebih sempit. Dengan menggunakan kriteria Big Five (extraversion, agreeablesness, conscientiousness, emotional stability, dan intellect), Ones dan Viswesvaran membuktikan argumen mereka.
Beberapa peneliti lain justru menunjukkan bahwa pemakaian pengukuran yang lebih luas itu ternyata tidak menjamin adanya hasil yang lebih reliabel. Paunonen (1993) justru menunjukkan bahwa pemakaian kriteria yang lebih luas secara potensial dapat mengurangi validitas penilaian. Ia justru menunjukkan bahwa beberapa kriteria yang berkenaan dengan perilaku lebih baik diprediksi dengan menggunakan kriteria dengan level yang lebih rendah (kriteria yang sempit). Hal itu pun didukung oleh penelitian lain.
Bertitik tolak dari adanya dilema tersebut,  Ashton (1998) mencoba menguji  apakah penelitian Ones dan Viswesvaran itu benar atau tidak. Dengan mengambil sampel mahasiswa di Kanada  (131 responden), WBQ (workplace behavior questionnaire) sebagai kriteria pengukuran, Ashton menemukan bahwa pendapat Ones dan Viwesvaran tidak terbukti. Dengan demikian maka Risk Taking Scales dari Jackson Personality Inventory memiliki validitas yang lebih tinggi dibanding dengan Big Five dari Ones dan Viwesvaran.

4.      Tanggapan
Setelah mencermati apa yang dikemukakan oleh para penulis dalam artikel mereka maka dapat ditarik beberapa poin tentang perilaku individual secara umum dan persepsi maupun kepribadian individu dalam konteks lebih khusus.   Poin-poin itu adalah sebagai berikut:
  1. Pemahaman akan perilaku individual dan perbedaan-perbedaannya dapat membantu memahami perilaku organisasional karena organisasi pada hakekatnya terdiri dari individu-individu. Sedangkan pemahaman akan perilaku individual dan perbedaan-perbedaannya itu sendiri dapat diperoleh antara lain melalui pemahaman akan persepsi dan kepribadian seseorang.
  2. Persepsi individu dapat dipengaruhi oleh situasi individu itu sendiri maupun lingkungan di sekitarnya termasuk apa yang dipersepsi oleh individu tersebut.
  3. Ukuran yang lebih sempit yang dipakai dalam menilai kepribadian tidak dengan sendirinya menghasilkan validitas penilaian yang lebih rendah dibanding dengan ukuran yang lebih luas. Hal sebaliknya justru yang terjadi sebagaimana telah dibuktikan oleh Ashton.


=o0o=

References


Ashton, M. C. 1998. Personality and job performance: the importance of narrow traits. Journal of Organizational Behavior, 19 (3): 289-304.
Zalkind, S. S., & Costello, T. W. 1962. Perception: some recent research and implications for administration, in D. Buchanan and A. Huczynski. 1977. Organizational Behavior: Integrated Readings. London: Prentice Hall. 5-16.

Bahan Diskusi:

Silahkan membaca buku teks kita dan coba pahami apa yang dimaksud dengan kepribadian dan persepsi. Setelah itu, silahkan tanggapi ketiga poin yang saya gunakan sebagai tanggapan terhadap 2 artikel yang saya review di atas. Selamat mencoba......

Sabtu, 07 September 2013

Memilih Bentuk Kepemilikan Bisnis (Bahan Diskusi IV Pengantar Bisnis)


Kita sudah menyelesaikan bagian pertama pembahasan kita  dengan mana kita telah membahas tentang Lingkungan Bisnis. Bagian kedua tentang Memulai Suatu Bisnis Baru akan kita awali dengan membahas Pemilihan Bentuk Kepemilikan Bisnis.

Tujuan bab ini adalah menjelaskan:
  1. Keuntungan dan Kerugian bentuk kepemilikan Perseorangan
  2. Keuntungan dan Kerugian bentuk kepemilikan Persekutuan
  3. Keuntungan dan Kerugian bentuk kepemilikan Perseroan Terbatas
  4. Bagaimana potensi pengembalian dan resiko suatu bisnis akan terpengaruh oleh bentuk kepemilikannya.
  5. Metode-metode untuk memiliki bisnis yang sudah berjalan

Bahan Diskusi:

Setelah membaca materi tersebut, apa yang menarik atau sebaliknya masih membingungkan pada pembahasan tersebut. Selamat Berdiskusi……

Teruskan Diskusi tentang Kriteria Seleksi (Bahan Diskusi 9 September 2013)

Silahkan teruskan diskusi yang saya postingkan tanggal 3 Maret 2013 tentang Kriteria Seleksi. Bahan diskusi tersebut bisa diakses dengan mengklik arsip blog bulan Maret 2013. Komentar langsung menyambung komentar-komentar yang sudah ada . Selamat melanjutkan diskusi......

Minggu, 01 September 2013

Pria dan Wanita dalam Perilaku Keorganisasian (Bahan Diskusi 3 September 2013)

Bahan Bacaan:

Sandelands, LLoyd E. 2002. Male and Female in Organizational Behavior. Journal of Organizational Behavior, 23: 149-165

Setelah membahas berbagai penelitian dalam perilaku keorganisasian terkait sex/gender, Sandelands (2003) menyimpulkan bahwa banyak hal yang masih membingungkan seputar perilaku dengan latar belakang jenis kelamin pria maupun wanita. Penulis menganggap bahwa ada beberapa hal yang tetap tidak dapat dimengerti mengapa, yaitu:
  1. Pria hampir selalu mendominasi jabatan kunci semua profesi baik di bidang bisnis maupun pemerintahan.
  2. Wanita hampir selalu mengklaim bahwa mereka diperlakukan tidak “fair” dalam organisasi mereka
  3. Karir wanita lebih sering bertentangan dengan tuntutan keluarga dibanding dengan karir laki-laki.
  4. Dalam agama-agama besar (Kristen, Islam, Yahudi, dll), pria dan wanita dibedakan perannya dalam masyarakat.

Bahan Diskusi:

Dari keempat hal yang tidak dapat dimengerti secara penuh oleh Sandelands (2003) di atas, manakah yang menurut Saudara paling belum dapat Saudara mengerti dan sebaliknya mana yang paling mudah Saudara mengerti. Berilah penjelasan untuk pilihan Saudara. Selamat Berdiskusi

Sabtu, 31 Agustus 2013

Merekrut dari dalam atau dari luar perusahaan? (Bahan Diskusi 2 September 2013)

Perusahaan dapat mengalami dilema untuk mengisi kekosongan karyawan pada posisi tertentu yaitu apakah akan mengisi kekosongan itu dengan karyawan yang sudah ada ataukah merekrut karyawan baru dari luar perusahaan.

Bahan Diskusi:

Menurut Saudara, pada kondisi seperti apakah perusahaan sebaiknya mengisi kekosongan itu dengan karyawan yang sudah ada dan sebaliknya pada kondisi seperti apa dibutuhkan rekrutmen dari luar perusahaan? Selamat Berdiskusi....

Menilai Kondisi Global (Bahan Diskusi III Pengantar Bisnis)

Tujuan bab ini adalah menjelaskan bagaimana:
  1. Motif Suatu Perusahaan Beroperasi di Negara lain
  2. Perusahaan menjalankan Bisnis Internasional
  3. Hambatan-Hambatan dalam Bisnis Internasional
  4. Karakteristik Negara Asing Mempengaruhi Bisnis Internasional Suatu Perusahaan
  5. Pergerakan Nilai Tukar dapat Mempengaruhi Kinerja Perusahaan

Bahan Diskusi:

Setelah membaca materi tersebut, apa yang menarik atau sebaliknya masih membingungkan pada pembahasan tersebut. Selamat Berdiskusi……

Sabtu, 24 Agustus 2013

Perencanaan SDM dapat Memperbaiki Kinerja Bisnis (Bahan Diskusi 26 Agustus 2013)

Bacaan: Macaleer, Bill  and  Jones Shannon. 2003. Can HR Planning Improve Business Performance. Industrial Management, Vol. 45 (1): 13-20

Setelah membahas apa itu perencanaan SDM, perencanaan standard/dasar, perumusan stategi perusahaan , SDM sebagai partner strategis dalam perumusan strategi perusahaan  serta membahas tetang berbagai bentuk halangan dan kesalahpahaman dalam memahami perencanaan SDM, Macaleer dan Shannon (2003) menekankan perlu mengaitkan/menghubungkan perencanaan SDM dengan kinerja. Mereka kemudian menyimpulkan bahwa perencanaan SDM dapat memperbaiki kinerja bisnis, apabila:
  1. Perencanaan SDM harus didasarkan pada Strategi Perusahaan
  2. Unit SDM menjadi partner strategis yang dipercaya
  3. Fungsi Unit SDM lebih sebagai fungsi strategis daripada teknikal
  4. Unit SDM memiliki para professional yang kompeten
  5. Unit SDM berperan sebagai “pemain kunci” dalam mengimplementasikan strategi bisnis
  6. Unit SDM menyusun dan menggunakan suatu system yang menunjukkan pengaruh setiap bentuk aktivitas MSDM dalam pencapaian tujuan dan strategi bisnis.

Bahan Diskusi:

Dari  6 syarat yang disampaikan Macaleer dan Shannon (2003) di atas, manakah syarat yang paling mudah serta manakah syarat yang paling sulit kita wujudkan apabila kita merupakan seorang yang bertanggung jawab dalam suatu Unit SDM di suatu perusahaan (mis: kita sebagai Manajer SDM). Jelaskan pilihan Saudara. Selamat Berdiskusi….