Ujian MSDM I dipindahkan pada hari Jumat, 12 Oktober 2012, jam 07.30. Semoga penundaan ini dapat membuat persiapan yang lebih baik sehingga hasilnya pun memuaskan. Selamat belajar! (tidak perlu komentar dipostingan ini ya. Lihat saja postingan-postingan sebelumnya)
BLOG INI DIBUAT TERUTAMA SEBAGAI SARANA DISKUSI PARA MAHASISWA. TERIMA KASIH ATAS PENGERTIANNYA. KAMI MINTA MAAF KARENA DENGAN SANGAT TERPAKSA HARUS MENGHAPUS KOMENTAR YANG BERUPA PROMOSI PRODUK
Minggu, 30 September 2012
Selamat Menempuh Ujian Tengah Semester
Minggu, 23 September 2012
SDM sebbagai Investasi (Bahan diskusi tanggal 25 dan 27 September 2012)
Meskipun masih ada pihak tertentu yang melihat SDM sebagai "COST" dalam organisasi, "Orang HRD" harus tetap melihat dan memperlakukan SDM sebagai investasi. Berbagai biaya yang telah dikeluarkan sejak perencanaan, perekrutan, seleksi, penempatan, pelatihan dan pengembangan (sebagaimana telah kita diskusikan sampai saat ini) harus diperlakukan sebagai investasi pada seseorang yang telah bekerja pada kita. Apabila dia meninggalkan organisasi, maka kemungkinan besar organisasi akan sangat dirugikan. Oleh karena itu, "Orang HRD" seharusnya tahu apa yang membuat karyawannya bertahan atau sebaliknya memilih meninggalkan organisasi.
Bahan Diskusi:
Seandainya Saudara bekerja dalam suatu organisasi, sebutkan 3 hal yang akan membuat Saudara tetap bertahan dalam organisasi tersebut. Jelaskan alasan Saudara dan mohon disusun berdasarkan alasan paling utama sebagai urutan pertama. Selamat berdiskusi
Bahan Diskusi:
Seandainya Saudara bekerja dalam suatu organisasi, sebutkan 3 hal yang akan membuat Saudara tetap bertahan dalam organisasi tersebut. Jelaskan alasan Saudara dan mohon disusun berdasarkan alasan paling utama sebagai urutan pertama. Selamat berdiskusi
Minggu, 16 September 2012
Teruskan Diskusi Tgl 12 April 2012 tentang "Pelatihan tidak dibutuhkan" (Bahan Diskusi 18 dan 20 September 2012)
Tolong jangan komentar di sini ya. Buka postingan saya tanggal 12 April 2012. Terima Kasih
Sabtu, 08 September 2012
Prioritas yang mana: Skill, Knowledge, atau Attitude? (Bahan Diskusi 11 dan 13 September 2012)
Ketika menjalankan proses rekrutmen, kita mensyaratkan calon pelamar memiliki Skill, Knowledge, dan Attitude (SKA) sebagaimana yang dituntut dalam posisi pekerjaan yang lowong dalam perusahaan kita. Ternyata, para pelamar yang datang tidak memiliki semua SKA yang kita syaratkan. Kita dituntut untuk secepatnya mengisi posisi yang lowong sehingga tidak memungkinkan untuk mengulangi proses rekrutmen. Kita diminta untuk tetap melakukan proses seleksi, padahal para pelamar ternyata terbagi dalam 3 kelompok, yaitu: Kelompok pertama hanya Skillnya yang cocok, kelompok kedua hanya Knowledgenya yang cocok sedangkan kelompok ketiga hanya Attitudenya yang cocok. Kelompok manakah yang akan Saudara prioritaskan untuk diterima? Berikan argumentasi pilihan Saudara! Selamat berdiskusi..
Minggu, 02 September 2012
Perencanaan SDM (Bahan Diskusi Sampai UTS)
Ada 4 langkah yang umumnya dilakukan dalam Proses Perencanaan SDM (lihat buku teks!) Langkah manakah yang menurut Saudara merupakan langkah yang paling sulit untuk dilakukan dalam proses perencanaan SDM? Berikan penjelasan atas pilihan Saudara!
Rekrutmen (Bahan Diskusi 4 dan 6 September 2012)
Rekrutmen adalah proses mengumpulkan calon pelamar sampai para calon tersebut siap untuk diseleksi. Keberhasilan proses rekrutmen dapat diukur dari biaya yang dikeluarkan untuk proses tersebut serta biaya-biaya lain yang akan dikeluarkan oleh organisasi setelah para pelamar tersebut akan menjalani proses selanjutnya dalam organisasi. Oleh karena itu, jumlah yang direkrut dan ketepatan sasaran perekrutan akan berpengaruh pada proses setelah rekrutmen yaitu proses seleksi.
Bahan Diskusi:
Menurut Saudara, apa yang harus dilakukan oleh Orang HRD agar dapat menekan secara khusus biaya perekrutan dan secara umum biaya-biaya yang akan dikeluarkan organisasi setelah proses rekrutmen tersebut. Selamat Berdiskusi....
Bahan Diskusi:
Menurut Saudara, apa yang harus dilakukan oleh Orang HRD agar dapat menekan secara khusus biaya perekrutan dan secara umum biaya-biaya yang akan dikeluarkan organisasi setelah proses rekrutmen tersebut. Selamat Berdiskusi....
Kamis, 16 Agustus 2012
THR dan MSDM (Bahan Diskusi Sampai Akhir Semester)
Menjelang hari raya keagamaan, banyak disajikan berita tentang protes karyawan tentang keterlambatan bahkan tidak dibayarkannya THR (Tunjangan Hari Raya) bagi pekerja. Alasan klasik yang selalu muncul adalah kondisi keuangan perusahaan. Menurut Saudara, apakah ada peran "Orang SDM" (orang yang mengelola SDM dalam perusahaan) sehingga muncul permasalahan di atas? Atau, apa yang perlu mereka lakukan agar masalah seperti itu tidak terjadi dalam perusahaan? Selamat Berdiskusi dan Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi yang merayakannya.
Jumat, 10 Agustus 2012
MSDM dan Kinerja Organisasi(Bahan Diskusi 14 dan 16 Agustus 2012)
Diringkas dari artikel:
Becker, B., & Gerart, B. 1996. The impact of human resource management on organizational performance: Progress and prospects. Academy of Management Journal, 39 (4): 779-801.
Dalam artikel
ini, penulis ingin menjelaskan mengapa putusan-putusan MSDM memiliki pengaruh yang
penting dan unik terhadap kinerja organisasional. Secara lebih khusus, penulis
berharap untuk dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman yang lebih baik
akan peran putusan-putusan sumberdaya manusia dalam menciptakan dan mempertahankan
kinerja organisasional dan keunggulan kompetitif.
Dengan
merujuk berbagai review teoritis serta berbagai penelitian yang telah ada, penulis membahas hal-hal
sebagai berikut:
a.
Sumberdaya manusia sebagai sumber
unik untuk mempertahankan keunggulan kompetitif.
Berbagai hal yang secara tradisional
dimaksudkan sebagai keunggulan kompetitif ternyata begitu mudah ditiru oleh
pesaing. Sedangkan penciptaan nilai (value-creation)
dianggap sulit untuk ditiru. Dalam berbagai penelitian dikemukakan bahwa
putusan-putusan sumberdaya manusia berpengaruh terhadap value-creation. Dengan demikian putusan-putusan sumberdaya manusia
dapat merupakan salah satu sumber keunggulan kompetitif yang sulit ditiru oleh
pesaing.
b.
Mengembangkan suatu cumulative body dari pengetahunan.
Para peneliti mengalami berbagai tantangan
sehubungan dengan metodologi yang dipakai dalam meneliti tema ini. Oleh karena
itu, sangat perlu untuk membuat suatu cumulative
body dari pengetahuan yang dapat diterima. Untuk mencapai hal tersebut
perlu dirumuskan terlebih dahulu hal-hal berikut ini:
1.
Bagaimana efektivitas dan
sumberdaya manusia itu harus diukur.
2.
Bagaimana memperoleh penemuan yang
lebih valid dan kuat.
3.
Kesalahan-kesalahan pengukuran dan
spesifikasi
c.
Kebijakan implikasi
Implikasi paling fundamental dari pembahasan
ini adalah bahwa pilihan sistem sumberdaya manusia memberikan pengaruh ekonomis
yang signifikan terhadap kinerja perusahaan. Oleh karena itu:
1.
Baik sistem sumberdaya
manusia maupun fungsi-fungsi sumberdaya
manusia harus memiliki keterkaitan dengan kebijakan sumberdaya manusia dalam
mengatasi berbagai persoalan bisnis dan mendukung inisiatif strategis dan
operasi perusahaan.
2.
Perusahaan harus sangat hati-hati
dalam mengevaluasi putusan-putusan
mereka untuk menyerahkan tanggung jawab sumberdaya manusia kepada pihak luar.
BAHAN DISKUSI:
Setelah membaca ringkasan artikel di atas, ide apakah yang menurut Anda menarik atau sebaliknya? Berilah alasan mengapa demikian. (selalu diperbolehkan untuk menanggapi pendapat teman yang lain).
Minggu, 06 Mei 2012
Sistem Remunerasi Berdasar Kinerja (Bahan diskusi 10 Mei 2012)
(Diringkas dari: Wiscombe, Janet. 2001. Can pay
for performance really work?. Workforce Management, 80, 8: 28 –
34)
Pemberian kompensasi
berdasarkan kinerja (pay for performance)
dalam suatu organisasi dapat diwujudkan apabila:
- Sistem itu harus dapat diukur dan objektif: Kompensasi berdasarkan kinerja memang lebih mudah digunakan dalam organisasi pabrikasi (manufacturing) atau terkait dengan pekerjaan yang hasilnya kuantitatif (misalnya, jumlah penjualan, aktivitas, dsb). Akan tetapi, pada organisasi jasa, sistem ini sudah banyak diadopsi. Organisasi menilai kinerja anggotanya dan meranking mereka yang berada dalam posisi yang sama dalam kategori terbaik, sedang, dan terjelek. Setiap kategori memiliki persentase berbeda dalam total bonus yang diberikan oleh organisasi. Tantangannya adalah bagaimana organisasi harus menetapkan penilaian yang obyektif sehingga pengkategorian tersebut sungguh-sungguh mendekati kenyataan kondisi pekerja.
- Sistem itu harus dirancang untuk pencapaian tujuan seluruh organisasi: Tujuan organisasi harus menjadi patokan utama dalam penetapan sistem kompensasi. Apabila penekanan bonus lebih pada jumlah produk yang dihasilkan, organisasi dapat terancam mengalami penurunan kualitas produknya. Organisasi harus dapat mengidentifikasi peran setiap bagian sampai pada level terendah (mis: cleaning service)dalam pencapaian tujuan organisasi. Peran tersebut itulah yang dijadikan dasar dalam penetapan kompensasi mereka.
- Jumlah insentif atau bonus yang ditawarkan organisasi harus cukup berarti bagi pekerja.
- Semua anggota organisasi diikutkan dalam program atau sistem tersebut.
- Anggota organisasi tahu apa yang diharapkan organisasi dengan penerapan system tersebut
- Ada komitmen dari organisasi untuk melatih dan mengembangkan pekerja agar mencapai standar yang diharapkan
Sistem tersebut justru
akan mudah gagal, apabila:
- Sistem tersebut menempatkan pekerja pada kondisi saling menjatuhkan antara yang satu dengan yang lain.
- Sistem tersebut menekankan pada satu capaian tertentu yang memungkinkan pekerja melakukan kecurangan atau mengabaikan pekerjaan lainnya. (ketika penekanan pada jumlah perbaikan yang dilakukan pada unit reparasi maka pekerja akan cenderung merekomendasikan perbaikan yang sebenarnya tidak perlu pada pelanggan).
- Sistim tersebut sangat subjektif
Ada beberapa prinsip
yang harus diperhatikan agar Sistem Kompensasi Berdasarkan Kinerja dapat
dilaksanakan, yaitu:
- Kesuksesan bergantung pada kemauan pimpinan atau manager secara individual untuk membuat penilaian yang objektif pada karyawannya.
- Manager harus mau membedakan dengan jelas kinerja yang diharapkan organisasi dengan kinerja yang sebaliknya.
- Sistem berbasis kompetensi harus dipakai untuk mengukur kinerja individu bukan berdasarkan perilaku-perilaku tertentu yang ditetapkan oleh organisasi
- Sistem harus selalu dievaluasi dan ditindaklanjuti.
- Rencana penerapan suatu system harus dikomunikasikan dengan jelas, terus-menerus, dan dengan sederhana (mudah dipahami)
- Kesuksesan penerapan sitem tersebut sangat bergantung pada pelatihan, peneguhan kembali, dan komitmen organisasi secara keseluruhan.
Bahan Diskusi:
Pilihlah satu atau lebih pernyataan dalam ringkasan di atas yang menarik
menurut Saudara dan jelaskan alasannya. Selain itu, dapat juga menanyakan pernyataan yang belum dipahami. Selamat Berdiskusi.....
Minggu, 29 April 2012
Penyebab Kekacauan Sistem Reward/Kompensasi (Bahan Diskusi, Kamis 3 Mei 2012)
Kerr (1995) mengemukakan
kekacauan sistem-sistem reward yang ada
baik dalam politik, perang, pengobatan, universitas, pembimbingan, olaraga,
pemerintahan, maupun dalam bisnis itu sendiri.
Menurutnya, ada 4 faktor utama yang mengacaukan sistem-sistem reward yang
ada, yaitu:
1. Keterpesonaan pada suatu kriteria ‘obyektif’;
2. Pemberian penekanan berlebihan para perilaku
yang sangat mudah diamati/dilihat;
3. Sifat berpura-pura;
4. Penekanan pada moralitas atau kesetaraan lebih
dari efisiensi.
Acuan: Kerr, S.1995. On the folly of rewarding A, while
hoping for B. Academy of Management
Executive, 9(1): 7-14.
DISKUSI:
Sebagaimana tertulis di atas, ada 4 faktor yang menyebabkan sistem reward/kompensasi itu menjadi kacau atau tidak mencapai tujuaannya. Pilih salah satu dari faktor tersebut dan jelaskan mengapa faktor tersebut dapat mengacaukan sistem kompensasi dalam suatu organisasi.
(SEKALI LAGI, HARAP MEMBACA BUKU TEKS KITA ATAU LIHAT BAHAN DISKUSI TANGGAL 22 NOPEMBER 2011 DALAM BLOG INI AGAR PAHAM APA ITU KOMPENSASI/REWARD, SEBELUM BERKOMENTAR, TERIMA KASIH)
Minggu, 22 April 2012
Konteks Sosial dalam penilaian Kinerja (Bahan Diskusi, Kamis 26 April 2012)
Postingan ini merupakan Ringkasan Artikel dari: Judge, Timothy A. & Gerald R. Ferris. 1993. Social context of
performance evaluation decisions. Academy
of Management Journal, 36 (1): 80-105.
A.
Alasan dan Tujuan Penelitian
Banyak
penelitian telah dilakukan sehubungan dengan penilaian kinerja tetapi masih
banyak komponen penilaian kinerja yang kurang diperhatikan. Salah satu komponen
itu adalah konteks sosial dalam penilaian kinerja. Oleh karena itu, peneliti
dalam tulisan ini ingin memberikan dan menguji suatu model pengaruh sosial
dalam proses performance-rating.
B.
Literatur Review dan model serta
hipotesis
Setelah
mereview tentang model sosial dan elemen-elemen situasional dalam putusan
performance-rating, penulis merumuskan hipotesis:
1. Suatu kesempatan supervisor untuk
mengobservasi suatu kinerja pekerjaan bawahan akan berpengaruh secara positif
terhadap rating kinerja bawahan.
2. Suatu jangka waktu kontrol yang
besar berkenaan dengan pengawasan akan berpengaruh secara negatif dengan rating
kinerja bawahan.
3. Luasnya pengalaman berkenaan dengan
pengawasan akan secara positif
mempengaruhi rating kinerja supervisor terhadap kinerja bawahan.
4. Kesamaan demografi antara
supervisor dan bawahan akan secara positif mempengaruhi afeksi supervisor
terhadap bawahan.
5. Suatu hubungan kerja yang dekat
antara supervisor dan bawahan akan secara positif mempengaruhi afeksi
supervisor terhadap bawahan.
6. Afeksi positif supervisor terhadap
bawahan mempunyai efek positif pada rating supervisor terhadap kinerja bawahan.
7. Penyimpulan supervisor bahwa
bawahan percaya dia memiliki performa yang baik akan secara positif
mempengaruhi evaluasi kinerja bawahan.
8. akterhadap Semakin besar kemampuan
kognitif seorang eksekutif, semakin cepat langkah saat ia mengevaluasi calon
akusisi.
C.
Metode
Responden
terdiri dari 81 bawahan dan 27 supervisor. Mereka berasal dari rumah sakit di
pusat Illionis. Variabel-variabel yang diukur adalah rating kinerja, afeksi
supervisor terhadap bawahan, kesempatan supervisor untuk mengobservasi kinerja
bawahan, hubungan kerja supervisor-bawahan, kesamaan demografi, penyimpulan
supervisor akan self-rating bawahan terhadap kinerja, jangka waktu kontrol, dan
pengalaman sehubungan dengan pengawasan.
D.
Hasil
Hipotesis
yang didukung adalah hipotesis 1, 4, 5, dan 6. Sedangkan dua hipotesis lainnya
(2 dan 3) tidak signifikan.
E.
Diskusi
Pengalaman
sehubungan dengan pengawasan tidak menunjukkan suatu efek yang signifikan
terhadap rating kinerja meskipun beberapa penelitian lain menunjukkan hasil
yang signifikan. Salah satu penjelasan yang mungkin adalah pengalaman
sehubungan dengan pengawasan dan kesamaan demografi memiliki korelasi yang
tinggi dalam data yang ada. Hal itu akan sangat berguna untuk penelitian selanjutnya
untuk memperkirakan secara langsung proses psikologikal yang mungkin
menyebabkan supervisor yang berpengalaman mengeluarkan rating yang lebih
disukai daripada supervisor yang tidak
berpengalaman, dan dalam kondisi apakah
proses ini terjadi.
Jangka
waktu kontrol berkenaan dengan pengawasan juga tidak berpengaruh secara
signifikan terhadap rating kinerja. Perbedaan antara jangka waktu kontrol dengan kesempatan untuk
mengobservasi sebagai refleksi berkurangnya pengamatan, dapat menjelaskan hasil
tersebut. Sebab suatu jangka waktu kontrol yang rendah tidak menyatakan secara
langsung akan kesempatan yang sempurna untuk mengobservasi.
F.
Keterbatasan Penelitian
Keterbatasan
penelitian ini berkaitan dengan penggunaan single-item dalam pengukuran
kinerja, tidak semua hipotesis didukung sehingga menunjukkan masih adanya
ketidaklengkapan dalam model, data crossectional, dan tidak menemukan semua
asumsi yang penting untuk penyimpulan kausal.
=o0o=
BAHAN DISKUSI:
Pada penelitian Judge di atas, ada 8 hipotesis yang dia uji dalam penelitian ini. Silahkan pilih satu atau lebih hipotesis di atas yang menurut Saudara adalah menarik dan jelaskan alasan Saudara memilihnya. Selamat Berdiskusi..
Minggu, 15 April 2012
Yang Bertanggung Jawab dalam Pengembangan Karir
Secara umum ada 3 pihak yang bertanggung jawab bagi pengembangan karir dalam organisasi, yaitu: 1) organisasi tempat pekerja tersebut; 2) atasan langsung pekerja tersebut; dan 3) pekerja itu sendiri. Menurut Saudara apa yang paling efektif untuk dilakukan oleh pekerja itu sendiri agar karirnya dapat berkembang dalam satu organisasi? (Baca buku teks kita, cari cara-cara yang bisa dilakukan pekerja untuk pengembangan karirnya, kemudian pilih cara yang menurutmu paling efektif untuk dilakukan, dan berikan alasannya)
Selamat berdiskusi
Selamat berdiskusi
Langganan:
Postingan (Atom)